
Icha berjalan menuju apartemennya sambil membawa 2 kresek besar yang berisi belanjaannya dari supermarket.
Icha memasuki apartemen miliknya dan melihat Devan sedang tidur disofa dengan lenganya yang menutupi matanya. "mengapa ia tidur disofa mengapa juga tidak dikamar? bodoamatlah" gumam Icha menuju dapur dan menaruh satu kresek besar yang berisi bahan makanan dan camilan diatas meja pantry.
kemudian Icha membawa satu kresek kedalam kamarnya dan membuka kresek tersebut dan mulai menata barang-barang yang ia beli, tak lupa ia juga merekam setiap ia meletakkan barang tersebut ke tempatnya. Namun saat ini agak berbeda karena barang yang dibeli oleh Icha kebanyakan adalah barang couple mulai dari sikat gigi, handuk, baju tidur, sandal rumah, kemudian cuci muka, skincare dan lain-lain.
setelah selesai menata barang yang ia beli, Icha bergegas kedapur dan melakukan hal yang sama. Icha juga memanfaatkan platform online dengan baik selain bekerja disebuah kafe ia juga merupakan konten kreator.
setelah dirasa semua sudah selesai Icha mengambil celemek dan memakainya, ia mulai memasak sembari bersenandung kecil.
sekitar 45 menit Icha bergulat dengan alat dapur, akhirnya semua telah dihidangkan dimeja pantry dapur. "sudah selesai sekarang saatnya membangunkan kak Devan.
"kak bangun, ayo makan" Icha menepuk pelan pipi Devan.
Devan yang merasa tidurnya terganggu pun membuka mata di rasa ada yang menepuk pipinya, pertama kali yang dilihat Devan ketika membuka mata adalah wajah polos nan lugu Icha yang nampak sangat dekat, dengan keadaan setengah sadar tangan Devan terulur membelai pipi Icha, "cantik" gumam Devan. "hah? apa kak?" Devan sepenuhnya tersadar dan langsung duduk kala merutuki kebodohannya yang tanpa sadar membelai pipi Icha.
__ADS_1
"tadi kak Devan bilang apa?"tanya Icha dengan polosnya, "eheemmm... tidak apa-apa mengapa membangunkan ku?" Devan menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang. "tidak apa-apa, waktunya makan" ucap Icha kemudian beranjak menuju meja pantry, dengan Devan yang mengekor di belakangnya.
Devan tertegun sebentar menatap telah banyak masakan yang tersaji dimeja pantry, "kamu semua yang memasak ini?" Icha mengangguk antusias. "baiklah mari kita cicipi masakan chef Icha" Icha hanya terkekeh sambil mengambilkan nasi untuk Devan.
"kak Devan mau lauk apa?"
"apa saja"
"aku ambilkan daging mau" Devan hanya mengangguk,
"apa saja" Icha langsung mengambilkan beberapa lauk dan meletakkan dipiring Devan.
"kau juga makan yang banyak, lihatlah badanmu terlalu kecil" ujar Devan sembari memberikan beberapa lauk dipiring Icha.
"baiklah".
__ADS_1
waktu menunjukkan pukul 18.00 pasangan pasutri baru telah selesai makan.
"kak Devan kalau mau mandi dikamar ya, jangan sungkan aku udah belikan baju ganti untuk kakak". ucap Icha sembari membersihkan meja.
"benarkah? terimakasih" Icha hanya mengangguk, Devan beranjak dari duduknya menuju kamar Icha, di rasa seluruh tubuhnya lengket karena belum mandi dari siang.
Devan memasuki kamar mandi yang terletak dikamar Icha, ia sedikit tertawa ketika melihat ada sikat gigi yang terlihat lucu ia yakini bahwa ini baru dibeli oleh sang istri dari supermarket tadi, "cihhh dasar bocil" Devan menyambar sikat gigi berwarna biru dan memakainya.
selesai mandi Devan keluar hanya menggunakan handuk sebatas pinggang dan lutut, ia melihat diatas tempat tidur ada satu setel kaos dan juga celana pendek. tanpa ada pilihan lain Devan memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh sang istri.
Devan keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah dibelikan oleh Icha, ia melihat Icha sedang menonton televisi sambil memakan camilan dan sesekali tertawa.
"waahhhh pas ya bajunya ditubuh kak Devan"
Devan hanya tersenyum dan bergabung bersama Icha menonton kartun kesukaan Icha.
__ADS_1