My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
mabuk


__ADS_3

Devan dan Icha berada di ruang VVIP sebuah club terkenal di kota, bersama ke 2 temannya yang kini duduk di hadapannya.


sky Febian Anggara atau biasa di sapa sky adalah putra sulung keluarga Anggara sekaligus pewaris perusahaan Anggara perusahaan yang tak kalah besar dengan keluarga Danuarta.


Julion Iglesias biasa di panggil Leon pemilik club' yang kini mereka tempati.


mereka bertiga bersahabat sejak menempuh bangku SMP, meski beda sekolah mereka tetap menyempatkan untuk berkumpul pada hari libur, atau saat salah satu dari mereka dilanda masalah.


kedua sahabat Devan menatap Devan dan Icha secara bergantian, ada raut penasaran dari kedua orang tersebut.


"Dev apakah tidak ada yang perlu kau jelaskan?" Leon membuka suara karena tidak ada yang memulai percakapan.


Sky hanya mengangguk tanda setuju dengan perkataan Leon karena ia juga penasaran karena beberapa bulan ini ia tidak pernah bertemu dengan sahabatnya karena harus mengurus perusahaannya yang berada di luar kota.


"baiklah-baiklah, gue udah menikah mungkin hampir satu bulanan" tutur Devan dengan santai, sementara Icha hanya menunduk dan memainkan jari dipangkuanya.


"waahhh kebangetan lo Dev, nikah ga kabar-kabar lo udah lupa sama kita?" Sky berbicara dengan nada meninggi ada raut marah dan kekecewaan diwajahnya.


"Sky tenang dulu" Leon mencoba menenangkan Sky.


"tenang gimana le, kita udah ga dianggap sama ni anak, mau diem aja Lo" bentak Sky yang kini sudah berdiri dari duduknya.


"mungkin Devan menikah tanpa memberitahu kita ada alasannya--"


"alasan apa lagi bodoh, dia sudah jelas-jelas tidak menganggap kita le" belum sempat Leon menyelesaikan perkataannya sudah disela oleh sky.


kedua sahabat Devan terus beradu argumen hingga membuat suasana kian memanas, Devan bahkan merasa pasokan oksigen di dalam ruangan tersebut semakin menipis, ia mengepalkan tangannya dan ingin melerai mereka namun sudah didahului oleh teriakan Icha.


"DIIIAAAAMMMMMMM" Icha berdiri dari duduknya, kedua sahabat Devan menoleh kearah Icha, begitupun Devan ia menoleh kearah samping dimana istrinya kerkacak pinggang dengan menatap kedua temannya.


"kalian itu kenapa sih teriak-teriak, kalian fikir kita ini dihutan? bicara baik-baik juga bisakan, gausah teriak-teriak, kita semua juga nggak budeg, jadi sekarang duduk, DUDUKKK" Icha berbicara dengan nada tinggi dan sedikit berteriak, kini sahabat Devan duduk kembali.


"aku dan kak Devan itu menikah juga tidak sengaja, tiba-tiba menikah begitu saja, bukan berarti kak Devan melupakan kalian berdua, tapi juga karena situasinya mendesak, dan lagi kalian berdua baru pulang dari luar kota, meskipun kak Devan berbicara dengan kalian jika akan menikah aku yakin kalian tidak akan datang, karena kita tidak melaksanakan resepsi, dan lagi saat ini kak Devan juga bawa aku menemui kalian disaat pertama kalian berkumpul yang berarti kak Devan masih menganggap kalian dan ingin memperkenalkanku dengan resmi tapi kalian malah apa? menganggap bahwa kak Devan tak menganggap kalian? bahkan kak Devan belum menjelaskan apapun kalian sudah berisik seperti orang utan"


"good girl" Devan bertepuk tangan kepada Icha dan tersenyum karena wanitanya menjelaskan dengan menggebu-gebu dan hanya dengan satu tarikan nafas.


kedua Sahabat Devan menatap Icha dengan kagum bagaimana bisa istri sahabatnya tersebut berbicara dengan cepatnya.


kini mereka menatap Devan dengan penuh pertanyaan dan Devan menceritakan bagaimana ia bertemu Icha dan memulai hidup bersama.

__ADS_1


"jadi, setelah kalian mendapat orang yang kalian suka maka akan bercerai?" tanya Sky dengan menatap Devan dan Icha bergantian, dan hanya diangguk i oleh Icha dan juga Devan.


Sky memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa agak pusing ia tertawa bagaimana bisa sahabatnya yang tak tersentuh itu bisa menikah dengan seorang wanita yang bahkan tidak tau asal usulnya dan baru pertama kalinya bertemu.


"emmm apakah kalian sudah--" Leon mendekatkan telujuk jari kanan dan kirinya, seakan memberi kode.


"sudah"


"belum"


Devan dan Icha berbicara bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda. kedua sahabat Devan memandang mereka bergantian begitupun Icha memandang Devan dengan wajah marahnya, namun yang dipandang tidak menggubrisnya sama sekali.


"kak Devan kok gitu sih, kan kita udah--" Devan membungkam mulut istri kecilnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.


"wah wah wah, si es berjalan kita akhirnya sudah tidak perjaka Sky" Leon kini tersenyum mengejek ke Devan.


"apa salahnya le, kan mereka sudah menikah" kini Leon ikut menimpali omongan Leon.


"jangan lupa, cepat bikinin kita keponakan yang lucu"


uhuk uhukkk....


Icha yang tengah minum jus nya tersedak mendengar perkataan Leon " keponakan apa?"


kini mereka bertiga bercerita seperti biasanya ketika berkumpul, Icha yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka memilih memainkan ponselnya dan mengecek media sosialnya dan tidak mempedulikan ketiga orang yang sedang temu kangen.


Icha menatap minuman yang berada di meja mereka, ada beberapa botol minuman yang entah apa Icha tidak tau, Leon menuangkannya ke gelas kecil dan mereka bertiga bersulang dan meminumnya.


"aku juga mau" Icha merebut gelas kecil Devan dan menyodorkannya ke Leon.


"tidak boleh, wanita tidak boleh meminum ini, rasanya tidak enak" Devan menarik tangan Icha, namun Icha tetap kekeh ingin meminumnya.


"sedikit saja kak Devan, sepertinya enak"


"ayolah Dev, tidak mungkin kan istri kecilmu ini akan mabuk hanya dengan segelas kecil wine" Leon segera mengisi gelas yang dipegang Icha.


Icha dengan senang menarik gelas tersebut dan langsung meneguk minuman tersebut "kenapa rasanya tidak enak?" ucap Icha polos.


"sudah ku bilang rasanya tidak enak" Devan hendak merebut gelas tersebut namun Icha kembali menyodorkannya kearah Leon.

__ADS_1


"Icha udah, rasanya tidak enak"


"aku ingin mencobanya sekali lagi" ucap Icha kepada Devan dan meminta agar Leon mengisinya lagi.


Sky hanya terkekeh melihat pemandangan tersebut, hingga kini Icha sedikit mabuk karena telah meminum beberapa gelas.


"sudah Cha, kamu mabuk" ucap Devan merebut gelasnya.


"tidak kak, Icha nggak mabuk kok" Icha berbicara dengan setengah sadar, kini ia menyandarkan dirinya di sofa.


"gue ke kamar mandi dulu, jagain istri gue bentar" Devan beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kedua sahabatnya bersama istrinya.


"Lo percaya nggak kalau mereka sudah melakukannya?" tanya Leon seraya menegak wine yang berada ditangannya


Sky tertawa kemudian menggeleng " kita sepemikiran" ucap Leon dengan seringainya.


"gimana kalo kita bantu Devan" Sky yang tengah meneguk wine nya menatap Leon dengan satu alis tengakat.


Leon mengeluarkan sebuah kantong plastik kecil yang berisi bubuk "kita beri obat cinta" ucap Leon dengan tertawa, Sky yang mengerti segera mengambil gelas didepan Icha dan mengisinya dengan wine kemudian mencampurkan bubuk tersebut kedalamnya.


"Cha kamu masih mau minum" Icha yang setengah sadar menganggukkan kepalanya seraya menegakkan tubuhnya "tapi kata kak Devan ga boleh"


"gapapa, nihh satu kali lagi tapi jangan bilang Devan ya" Icha dengan senang hati menerima gelas tersebut dan langsung meneguknya.


kedua sahabat Devan tertawa seraya tos yang berarti sebuah keberhasilan.


Devan memasuki ruangan dimana icha dan sahabatnya tersebut berada, ia melihat Icha yang sudah tertidur di sofa dan kedua sahabatnya yang sedang membicarakan sesuatu, Devan menuju kearah istrinya dan duduk di sebelahnya.


"Dev, sebaiknya lo bawa bini lo pulang deh, liat tuh sampe mabok begitu"


"iya Dev, lo ga kasian liat bini lo lunglai kaya begitu" timbal Leon dengan seringai yang tak disadari Devan.


betul juga yang dikatakan oleh sahabatnya namun, saat ini ia hanya memakai motor "gue bawa motor"ucap Devan menatap kedua sahabatnya.


ia meraih ponselnya hendak memesan grab namun Sky melemparkan kunci mobilnya pada Devan "pakai mobil gue, nanti biar gue bawa motor Lo" Devan mengambil kunci mobil Sky dan melemparkan kunci motornya ia beranjak dan menggendong Icha yang antara sadar atau tidak.


"gue cabut dulu" pamit Devan kepada sahabatnya.


"hati-hati bro" ucap Sky kepada Devan dan hanya diangguki saja.

__ADS_1


"semoga berhasil" tambah Leon namun Devan entah mendengar atau tidak karena sudah berlalu.


kedua sahabat Devan tertawa keras seakan bangga dengan apa yang mereka perbuat.


__ADS_2