My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
teman baru


__ADS_3

Tak terasa 2 Minggu sudah sepasang pasutri itu tinggal bersama di apartemen Icha, selama itu pula Devan tidur disofa.


meski sudah menjadi suami istri mereka disibukkan dengan urusan masing-masing, mungkin hanya status dan tempat tinggal yang berubah, namun tidak dengan kehidupannya.


"malam ini mama ingin kita mengunjungi mereka, jadi usahakan pulang sore" ujar Devan seraya memakan sarapan yang dibuatkan Icha.


"benarkah? tapi aku kerja sampai malam" jawab Icha seraya memakan rotinya. "mintalah libur hanya untuk nanti malam, aku yang akan gaji kamu" ujar Devan di sela-sela makannya.


"oke kalau begitu"


selesai menghabiskan sarapannya Devan sudah ditunggu sang asisten di parkiran apartemen. tanpa menunggu lama Devan berjalan keluar apartemen menuju parkiran.


sementara Icha ia mengendarai motor matic nya menuju ke kampus.


jarak apartemen Icha dengan kampusnya tidaklah jauh mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja.


Icha memasuki gerbang kampus dan menuju ke area parkir khusus sepeda motor, selesai memakirkan motor Icha berjalan menyusuri koridor kampus menuju kelasnya.


"hai caa" sapa Joseph teman Icha.


"hai juga Joo, apakah hari ini kau demam? baru jam berapa dan kau sudah sampai dikampus? jangan bilang nanti malam akan hujan salju di Indonesia" ucap Icha heran, pasalnya Joo adalah salah satu mahasiswa yang selalu telat dan tidur dikelas saat pelajaran.


Joo hanya tersenyum dan mengikuti langkah Icha menuju kelasnya, yaa Icha dan Joo berada dikelas yang sama.


"Icha sini-sini ada kabar besar apakah kamu sudah tau?" ucap teman Icha yang bernama Maya, Maya adalah raja gosip dikelasnya, ia selalu up to date tentang semua hal.


Icha menghampiri Maya dan duduk di kursi kosong sebelah Maya, sementara Joo memilih duduk dibelakang Maya.


"berita apa may? apakah siomay Bu Sarmi udah turun harga?" ucap Icha.


"ichaa bukan itu, kau tau si intan kelas sebelah?"

__ADS_1


"intan? si tukang tari itu?" tanya Icha dan dibalas anggukan oleh Maya.


"dia hamil" jawab Maya dengan antusias, namun tidak dengan Icha, ia nampak biasa saja. "apa salahnya kalau hamil? mungkin dia sudah menikah" jawab Icha enteng.


" bukan itu Icha, si intan itu bahkan tidak tau yang dikandung anak siapa" Icha nampak mulai heran dengan jawaban Maya, "maksudnya?" Icha mulai sedikit tertarik dengan gosip hari ini, bagaimana bisa ia yang melakukan bisa tidak tau siapa ayah anak yang dikandung, itulah yang berada dibenak Icha.


"jadi ternyata si intan itu jualan apem" jawab Maya "apa salahnya jualan apem?" betulkan hanya apem, apa hubungannya apem dengan kehamilan serta ayah anaknya si intan.


"aduh Icha pusing aku, jadi maksudnya si intan jualan apem itu..."


"sudahlah may, jangan mengotori otak si polos, mau kamu jelasin sampe besok dia itu tidak akan ngerti" belum sempat Maya selesai berbicara sudah disela oleh Joo karena terganggu dengan cerita si Maya.


pukul 3 sore perkuliahan Icha akhirnya selesai, nampak Icha sedang duduk ditaman dekat parkiran kampusnya, ia nampak sibuk dengan ponselnya hingga Maya datang membawa 2 botol air mineral.


"kau langsung kerja atau mau main dulu?" tanya Maya seraya menyodorkan air mineral yang ia beli.


"hari ini aku ambil cuti karena ada kepentingan"ucap Icha seraya meminum air dari Maya.


"apakah kau akan pergi kencan?"


"apakah kau tidak bohong?"


"untuk apa aku bohong?" Icha berdiri dan diikuti oleh Maya.


"Icha bolehkah aku bermain di apartemenmu?" tanya Maya seraya mengejar Icha yang telah berlalu. Icha berhenti mendengar perkataan Maya,. Icha belum pernah membawa orang lain mengunjungi apartemennya, bahkan Devan adalah orang pertama yang menginjakkan kaki di apartemennya.


"boleh saja, asalkan kau membawa banyak makanan" Icha mulai sadar semakin ia menutup diri maka semakin ia akan kesepian, ia memutuskan untuk mulai menerima seseorang yang benar-benar ingin menjadi temannya, ia mulai ingin berinteraksi layaknya orang normal.


"benarkah? atau kamu saja yang ke rumahku? aku takut mengganggu orang tuamu" Maya nampak antusias namun kemudian ia terlihat lesu. Icha membalikkan badannya seraya memegang pundak Maya. "aku tinggal sendirian diapartemenku, kedua orang tuaku sudah disurga" ucap Icha seraya menundukkan pandangannya.


"ohhh maaf aku tidak tau"

__ADS_1


"tak apa, memang aku tidak pernah berbicara kepada siapapun tentang aku maupun keluargaku, karena menurutku semuanya tidak penting bagi mereka, ayo pulang" Icha menurunkan tangannya dari pundak Maya berjalan mendahului Maya.


baru beberapa langkah Icha merasakan ada yang memeluknya dari belakang, ia hendak menoleh dan melepaskan pelukan itu namun ia urungkan.


"biarkan aku memelukmu sebentar saja,aku sedikit terharu hampir 2 tahun aku mendekatimu akhirnya kamu mau menerimaku sebagai temanmu huaaaa...." Maya menangis sejadi-jadinya dengan terus memeluk Icha dari belakang.


Icha hanya tersenyum dan mengelus tangan Maya yang melingkar di pinggangnya. "sudahlah kau tau, kau seperti anak berusia 5 tahun kalau sedang menangis".


Maya melepaskan pelukannya seraya berkata "apakah aku boleh ke apartemenmu hari ini?" Icha nampak berfikir sebentar "tidak boleh, hari ini aku ada acara bagaimana kalau hari Minggu?" Maya menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"bye-bye Icha aku pulang dulu, supirku sudah menunggu didepan gerbang" Icha hanya mengangguk kemudian ia berjalan menuju parkiran manaiki motor maticnya dan melajukannya menuju apartemennya.


...****************...


"apakah ia sudah pulang Roy?" nampak disebuah ruang CEO seorang pria tengah fokus dengan laptop didepannya dengan wajah yang serius dalam mengerjakan pekerjaannya.


"belum tuan muda" Roy sang asisten Devan, yang berada dalam satu ruangan dengan sang bos, sama sibuknya dengan atasannya tersebut.


"darimana kau tau kalau dia belum pulang" tanya Devan mengalihkan pandangannya ke sang asisten.


"bukankah Anda yang meminta saya untuk memasang cctv diruang tamu apartemen nona Icha? saya telah melihatnya dan nampaknya sandal rumah nona Icha masih tersanding rapi bersama sandal anda tuan" jelas sang asisten.


"jadi, selama ini kau memata-matai ku Roy" tatapan tajam ia layangkan kepada sang asisten, Roy berdiri kemudian membungkukkan badannya " maafkan saya tuan, tapi anda sendiri yang bilang bahwa saya bisa melihat cctv tersebut untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada nona Icha"


"baiklah, mulai sekarang kau tidak boleh melihatnya lagi, cukup kau lihat dari cctv tempat motor Icha parkir"


"tapi tuan saya belum menempatkan cctv disana"


"apa kau bilang? mengapa kau tidak memasangnya dasar bodoh"


"Anda tidak memberi perintah tuan"

__ADS_1


"baiklah pasang cctv ditempat yang diperlukan dan kau jangan coba-coba mengintip lagi seperti tadi"


"baik tuan muda" tak ada sahutan dari sang atasan, Roy pun melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2