My Naughty Little Girl

My Naughty Little Girl
Icha dan Joo


__ADS_3

Devan kini disibukkan dengan urusan pekerjaannya "jam berapa sekarang Roy?" tanya Devan kepada sang asisten " jam setengah tiga tuan" jawab Roy dengan sopan.


"cepat selesaikan pekerjaanmu jam 3 kurang seperempat kita pulang"


"baik tuan" Roy faham jika boss nya ingin menjemput sang pujaan hati.


Devan menyelesaikan pekerjaannya secepat yang ia bisa hingga waktu yang ditentukannya telah tiba "ayo kita pulang" Devan berdiri dan meninggalkan Roy yang satu ruangan dengannya.


Roy membereskan pekerjaannya merapikan beberap dokumen penting dan pergi menyusul sang boss.


"lewat depan kampus istriku" ujar Devan di tengah perjalanan pulangnya "baik tuan" Devan melajukan mobilnya menuju jalan kampus Icha.


di pertengahan jalan Devan meminta Roy untuk membeli beberapa roti dan minuman berjaga-jaga jika Icha merasa lapar, setelah membelinya mereka melanjutkan perjalanan.


mobil Devan berhenti tak jauh dari gerbang kampus Icha, namun kampus Icha nampak sepi waktu menunjukkan pukul 3 lebih, Devan berdecak kesal karena ia terlambat menjemput sang istri "ahh sial, jalan Roy"

__ADS_1


"baik tuan" Roy melajukan pelan mobilnya ia melihat ada sepasang wanita dan pria yang bercengkrama di kursi trotoar jalan, Roy hanya menggeleng pelan sesaat kemudian ia menyadari bahwa wanita tersebut adalah sang Nona muda.


"tuan bukankah itu nona Icha?" Devan dengan cepat melihat kearah yang di tunjuk Roy, ia melihat sepasang wanita dan pria sedang bercanda dan tertawa, senyum Devan perlahan pudar ia menyandarkan tubuhnya dan bersikap cuek "Roy jalan"


tanpa menunggu lama Roy langsung tancap gas menyadari jika suasana hati bos nya sedang tidak baik-baik saja.


sesampainya di rumah Roy membukakan pintu mobil untuk sang tuan muda tak lupa ia menundukkan kepalanya tatkala sang tuan mudanya keluar dari mobil "Roy kau buang saja roti yang ada di mobil, jika kau mau makan saja, dan lain kali tak usah beli lagi" Devan melangkah memasuki rumahnya tanpa menoleh ke arah Roy.


Roy membuang nafasnya dengan kasar ia mengacak pelan rambutnya, ia mempunyai firasat jika sang tuan mudanya mempunyai suasana hati yang buruk maka, ia harus bersiap besok akan ada lembur di kantor.


Icha yang menyadari jika hari sudah mulai petang melihat ponselnya dimana tidak ada notifikasi dari sang suami, mungkin ia sibuk pikirnya "tak terasa udah hampir petang kamu gak pulang?" tanya Icha pada Joseph.


"kamu sendiri?"


"aku nunggu ojolku"

__ADS_1


"aku anterin yuk"


"ah engga usah nanggung udah pesen" Icha bukannya tak mau namun bagaimana jika Devan melihatnya bersama pria lain, karena bagaimanapun ia sudah menjadi seorang istri.


Joseph hanya mengangguk dan tak lama ojol yang di pesan Icha Sampai.


"duluan ya Joo" Icha berlalu bersama ojol pesanannya Joseph terus melihat Icha yang kian menjauh bersama ojolnya sampai berbelok di pertigaan hingga tak terlihat.


Joseph tersenyum dan kemudian manaiki motornya melakukannya menuju rumahnya.


di kediaman Devan kini ia tengah menunggu sang istri di ruang tengah depan televisi, ia sedari tadi terus menunjukkan ekspresi tak bersahabat.


lama ia menunggu namun sang istri tak kunjung Sampai, dengan langkah lebar nan penuh hentakan ia berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


siapa peduli dengan wanita itu, akhhhh tapi aku tak bisa jika tidak memikirkannya, apa aku langsung bilang saja jika menyukainya, tapi bagaimana jika dia menolak? sudahlah mungkin lama kelamaan ia juga akan menyadari -batin devan.

__ADS_1


__ADS_2