
Happy Reading.
Nasya menangis setelah pergi dari kantin, dia berlari akan menuju kelasnya. dia tidak memperdulikan orang-orangΒ yang melihatnya menangis.
Nasya terus berlari sampai tidak sadar kalau dia menabrak seseorang, dia tidak melihat orang dia tabrak itu.Β
"Maaf gue gak sengaja" kata Nasya tanpa melihat orang yang menabraknya itu.
"kasian deh lo, makanya jadi cewe itu jangan so kecentilan deketin Nichol," ketus cewe yang di tabrak itu.
Nasya yang mendengar suara itu lantas melihat kepada orang yang di tabraknya , dan dia menatap sinis kepada cewe itu. Nasya yang emosi langsung mendorong bahu orang itu.
"Maksud lo apa hah? Jangan mentang-mentang lo ketua OSIS disini jadi gue gak berani sama lo,"
"Wow... Lo yakin berani sama gue? secara kan lo selalu bersembunyi di ketiak dayang-dayang lo, oh siapa si dayangnya? Oh gue inget si cerewet Abel dan si tomboy Ivanka," ucap cewe itu meremehkan Nasya sambil membalas dorongan Nasya.
"Kurang ajar lo, gue gak punya masalah yah sama lo." ucap Nasya mukanya sudah merah padam menahan emosi.
"Emang lo gak punya masalah sama gue? tapi lo udah cari masalah sama gue." kata cewe itu lagi menatap sinis kepada Nasya.
"Perasaan gue gak pernah cari masalah deh sama lo." Kata Nasya acuh.
"Hahaha... Lo bilang lo gak cari masalah sama gue?, lo udah deketin Nichol dan lo udah kecentilan sama Nichol, jadi lo udah cari masalah sama gue,
Satu lagi jauhin Nichol" ancam cewe itu.
"Emang lo siapanya hah? sahabat bukan, pacar bukan, gaj usah so ngancam gue. Dan gue juga yakin kalau Nichol juga gak bakalan mau sama cewe WATADOS kaya lo." Ucap Nasya sambil menyeringai.
"Kurang ajar lo cewe cabe," ujar cewe itu mukanya merah menahan emosi.
"Gue heran orang kaya lo bisa di jadiin ketua OSIS secara kelakuan lo gak ada pantas-pantasnya jadi ketua OSIS atau jangan-jangan lo menyogok mereka." kata Nasya tak kalah sengit
"Bangs*t lo Nasya," kata cewe itu sambil menujuk Nasya. Lalu mernurunkan lagi tangannya "hem" geramnya.
Nasya yang mendengar geraman cewe itu tersenyum penuh kemenangan, karena memang benar Nasya tau bahwa cewe yang di hadapannya itu menjadi ketua OSIS itu karena menyogok teman-temannya.
"Bye Tiara" kata Nasya sambil melambaikan tangan kanannya.
Ya orang yang di tabrak nasya itu Tiara Clarisa dia adalah ketua OSIS di SMA Harapan Nussa, Dia juga menyukai Nichol Alvaro Atmaja. Tapi tidak seagresif Nasya.
Dia memiliki tampang polos tapi di balik tampang polosnya itu dia adalah Orang yang sangat licik dan ambisus.
__ADS_1
πππππππππππππ
Pov Nasya
Belum juga sedih gue reda, gue malah ketemu sama nenek lampir bertampang watados. mana dia pake ngatain gue segala lagi, tapi gue seneng juga karena tadi dia terdiam ketika gue bukain kartu as nya. Haha rasain Luu....Β Β Nasya dilawan.
Btw gue sekarang udah ada di kelas bersama temen-temen, tadi setelah gue pergi dari hadapan nenek lampir Tiara itu, Abel dan Ika ngikutin gue dan sekarang kami ada di kelas.
"Udah ya Nas jangan terlalu di pikirin cowo kaya dia mah gak pantes lo perjuangin." kata Abel menghibur gue. Gue hanya mendengarkan aja apa kata mereka karena mereka juga gak tau yang sebenarnya.
"Lo tenang aja kita bakal solidaritas ko, kalau lo gak dateng ke pesta topeng itu kita juga ga bakalan datang, lagian gue gak sudi datang ke pesta ulangtahun orang yang udah nyakitin sahabat gue" timbal ika
"Kalian semua harus datang ke pesta ulangtahunnya walaupun tanpa ge, gue bakal usahain supaya bisa datang ke sana." ucap gue.
"Lo jangan nekat deh Nas, gue takut terjadi apa-apa sama lo." Dari raut mukanya dia keliatan khawatir sama gue.
"Kalian tenang aja, gak akan ada apa-apa ko sama gue jadi gak usah khawatir" ucap gue memberi ketenangan kepada mereka.
"Maaf gue ga bisa kasih tau kepada kalian apa yang saat ini aku rencanain karena gue ga mau kalau ada yang tau" Lanjut gue di dalam hati.
POV Nasya end.
πππππππππππππ
Abel dan ika telah pulang duluan, Jadi sekarang Nasya sendirian.
Nasya berjalan menuju parkiran dan dia tidak sengaja bertatap muka dengan Nichol di parkiran. Nasya berjalan kearah Nichol, tapi dia hanya melewatinya saja, lalu Nasya masuk ke mobilnya.
"Tumben tuh cewe gak gangguin gue lagi, Udah kapok kali ya gue permaluin di kantin, Eh apa perduli gue." batin Nichol
Setelah Nasya menjalankan mobilnya, Nichol masuk ke mobil miliknya.
Di perjalan Nichol memikirkan Nasya karena terbesit rasa bersalahnya telah membentak dan mempermalukan gadis itu.
"Kalau di pikir-pikir kasian juga ya tadi matanya sampai sembab kaya gitu." gumam Nichol di dalam mobil.
"Kenapa gue jadi mikiran dia si?" kata Nichol prustasi tangannya menyisir kepalanya.
Setelah sampai di rumahnya
Nichol melihat orang tuanya yang tengah sibuk mendekor halaman belakang rumahnya.
__ADS_1
"Gimana sayang tadi undangannya udah disebar sama satu sekolahan?" Tanya Raisa.
"Udah kok mah." jawab Nichol cuek.
"Cepet amat nyebarin undangannya secara kan yang di undang itu satu sekolah, atau jangan-jangan kamu gak nyebarin undangannya yah?" tuduh Raisa.
Nichol terdiam lalu dia berkata
"Tadi di bantu sama Gino,Farhan sama Aldo nyebarin undangannya jadi mamah gak usah khawatir." ucap Nichol.
Sebenarnya masih ada satu undangan lagi yang belum Nichol kasih kepada orangnya, undangan itu masih ada di tasnya. Dia sengaja tidak memberikan undangannya karena takut orang itu akan membuat kekacauan, bukan kekacauan si sebenarnya, tapi takut mengganggunya dan orangtuanya akan berpikir macam-macam karena dia terus-terusan mendekatinya.
Nichol juga takut mengecewakan kedua orangtuanya karena setau Nichol, dirinya telah di jodohkan oleh orang tuanya itu. Nichol pun tidak tau siapa orang yang di jodohkan kepadanya itu.
Walaupun sebenarnya Nichol masih menyukai seseorang di masa lalunya, dia adalah teman kecilnya yang Nichol sendiri tidak tau keberadaannya sekarang. Tapi dia tetap menghargai keinginan kedua orangtuanya itu yang tak mungkin untuk Nichol tentang.
Nichol pergi ke kamarnya setelah berbicara tadi kepada orangtuanya, lalu dia mandi membersihkan badannya setelah itu dia memakai baju santainya.
Nichol duduk di ranjangnya dan membuka buku kuno miliknya. Dia mengambil sebuah Foto lama sewaktu dia masih kecil, di foto itu terlihat dirinya sedang tersenyum bahagia bersama gadis kecil itu.
Nichol terus memandangi Foto itu.
"Aku kangen kamu.... Udah lama kita tidak bertemu, aku mencintaimu dari dulu sampai saat ini. Kamu tau gak disini banyak yang menyukaiku apa kamu tidak cemburu? Oh aku lupa pasti kau tidak cemburu kepadaku, bahkan ketika aku mengungkapkan perasaanku sewaktu kecil kamu hanya menganggapku bacanda. Padahal waktu itu aku bicara serius"
Nichol berbicara sendiri kepada Foto itu Sambil tertawa miris, kamu apa kabar? Aku merindukanmu.
Kamu tau? Setiap aku melihat bintang di langit itu, aku selalu ingat dengan kamu. Nichol berjalan keluar menuju balkon kamarnya itu.
"Kapan kamu akan kembali kesini?"
Aku terus menunggu datang menemuiku. Seperti katamu dulu, bahwa kamu akan kembali lagi kesini dan menemuiku.
Bersambung...
.
.
______________________________________________
Segini dulu ya nulisnya...
__ADS_1
Coba tebak siapa kira-kira gadis yang ada di foto itu?
jangan lupa Vote+comme yah semuanya... agar Author semangat buat lanjutin cerita ini nya.