N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Nichol Nginep Di Rumah?


__ADS_3

Nasya menatap kesal orang yang ada di hadapannya ini, untuk apa dia kesini lagi tidak biasanya, dan dia melihat ke sekelilingnya ternyata tidak ada siapa-siapa cuman ada dirinya saja dan jangan lupakan dengan orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Lo ngapain kesini?"


Nasya menatap ketus orang tangan dan dihadapannya itu. sedangkan orang itu terlihat acuh dan tidak menjawab pertanyaan dari Nasya.


"Kenapa gak ke kantin?" bukannya menjawab, orang itu malah mengulang pertanyaan yang belum sempat di jawab Nasya.


"Suka-suka gue, terus ngapain lo kesini? kangen lo sama orang yang selalu ngegangguin lo?" kata Nasya dengan nada sinisnya.


"GR banget, gue itu mau ngasih ini dari nyokap gue," ucap Nichol memberikan sekotak makanan kepada Nasya.


"Tumben banget," ucap Nasya pelan, "Btw bilangin makasih sama nyokap lo ya," kata Nasya setelah menerima kotak makan itu.


Nichol hanya menganggukkan kepalanya lalu dia pergi dari kelas Nasya karena takut ada gosip yang nanti membuat heboh satu sekolahan.


Sebelum dia pergi dari tempat itu, dia berbalik lagi kearah Nasya, "di makan ya," ucap Nichol lalu berbalik pergi meninggalkan Nasya.


"Aneh banget tuh anak" Batin Nasya.


Bukannya kenapa Nichol tiba-tiba berubah seperti perhatian terhadap Nasya, atau emang itu hanya pikirannya saja. bodo amat deh dari pada mikirin Nichol lebih baik makan sekarang.


Lalu setalah itu Nasya sembuka kotak makan yang diberikan oleh Nichol tadi. dia sempat terpesona dengan tataan makan itu yang terlihat bagus menurutnya.


"Wow," ucap Nasya.


Dia merasa terkesima saat melihat isi dari kotak itu. Isinya Nasi goreng dan hiasanya sangat bagus sampai dia tidak tega untuk memakan nasi goreng tersebut.


💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛


Nasya pulang kerumahnya setalah pelajaran selesai.


"Asalamualaikm mom,dad," ucap Nasya yang baru saja pulang dari sekolah, tapi tidak ada jawaban dari kedua orang tuanya.


"Maaf Non, tuan sama nyonya tadi berangkat ke Singapur," ucap Bi Narti.


"Oh, terus kenapa bibi membawa tas jing-jing?" tanya Nasya penuh dengan selidik.


"Anu non, anak bibi di kampung sakit jadi bibi mau pulang kampung sekarang,"


"Ko bibi mendadak gitu? nanti aku disini gak ada yang nemenin dong bi?" kata Nasya dengan nada lemasnya, dia takut sendirian di rumah, terlebih rumahnya itu sangat besar.


"Non tenang aja, kata nyonya nanti Non bakal ada yang nemenin disini,"


"Siapa bi?" tanya Nasya penasaran.


"Maaf bibi juga kurang tau soal itu, tapi kayanya temen Non deh, yaudah kalau gitu Bibi pamit dulu takut ketinggalan bis," ucap Bi Narti lalu dia pergi meninggalkan Nasya sendiri di rumahnya.


"Siapa yang di maksud mom buat nemenin aku, ah paling juga Abel atau ika" Batin Nasya.


Setelah Bi Narti pergi Nasya sedang menonton televisi di rumahnya sendirian, dia sedang menonton film drama korea kesukaannya.


Ditengah ia sedang menonton film tiba-tiba ia mendengar suara pintu di ketuk dari luar dengan tidak sabaran.


Tok... Tok.... Tok...


"Siapa sih yang datang? ganggu aja acara nonton gue," gerutu Nasya yang terpaksa harus bangun dan membukan pintu.

__ADS_1


"Ia sebentar!!" Teriak Nasya.


Nasya pun membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya dia bahwa orang yang berada di balik pintu itu adalah Nichol.


"Ngapain lo kesini?" ketus Nasya.


"Lama banget si buka pintunya,"


Bukannya menjawab, Nichol malah nyelonong masuk kerumah Nasya dengan senak jidatnya.


Dan sekarang lihatlah Nichol malah duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Nasya.


"Gak sopan masuk rumah orang tanpa seizin pemiliknya," sindir Nasya ketus lalu ikut duduk di sofa itu.


"Gue gak perlu izin, karena gue disuruh nyokap sama bokap lo buat kesini," ucap Nichol.


Nasya nampaknya agak terkejut dengan ucapan Nichol karena mengira bahwa yang akan menemaninya itu adalah Ika atau Abel.


"Lo gak lagi bohongkan sama gue?" Selidik Nasya.


"Kalo gak percaya coba aja tanya sama nyokap lo," ucap Nichol.


"Oh ya kamar gue yang mana?" tanya Nichol lagi.


"Hah kamar, jangan bilang kalau lo mau nginep disini?" tebak Nasya.


"Menurut lo? Gue bawa ransel gini buat apaan?" Kata Nichol.


Nasya melihat kearah ransel yang di bawa oleh Nichol, jadi benar kalau Nichol akan menginap dirumahnya.


Setelah itu Nichol menganguk lalu pergi kearah yang ditunjukan Nasya tadi.


Begitupun dengan Nasya dia pergi ke kamarnya, dia akan bertanya kepada momnya apakah benar orang yang disuruh momnya itu Nichol.


"Hallo mom?"


"Ada apa sayang?"


"Mom beneran yang nyuruh Nichol buat temenin aku?"


"Iya, emang kenapa? Diakan calon menantu mommy"


"Mom apaan si nyuruh Nichol buat temenin aku, kenapa gak ika atau abel aja, satu lagi dia gak bakal jadi menantu mom,"


"Kata siapa, dia bakal jadi mantu mom ko sebentar lagi, kamu ga lupakan soal perjodohan itu"


"Terserah mom" ucap Nasya lalu memutuskan panggilannya.


"Dia gak akan jadi menantu mom dia udah memiliki kekasih," gumam Nasya setelah sambungan terlopnya sudah terputus.


Bintang telah menyinarkan sinarnya dengan sang rembulan untuk menerangi malam yang terasa gelap ini. 


Nasya terbangun dari tidurnya dan dia melirik jam yang ada dikamarnya, "hmm udah jam 7 malem aja, kenapa Bi Narti gak ngebangunin aku si" gerutu Nasya pada dirinya sendiri.


Nasya teringat sesuatu lalu menepuk jidatnya.


"Duh aku lupa kalau Bi Narti lagi pulang kampung," gumam Nasya.

__ADS_1


Nasya bergegas keluar kamarnya karena merasa lapar, samar-samar dia seperti melihat bayangan hitam di dapurnya, Nasya terus berjalan kearah dapur itu dengan rasa ketakutan.


"Hm gak ada siapa-siapa ternyata," gumam Nasya sambil mengelus dadanya bernafas lega.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang


Refleks Nasya pun berbalik dan memukul orang itu secara berutal.


"Pergi gak setanz," usir Nasya sambil memukul orang yang di sangka setan itu.


"Gue manusia bukan setan, lagian mana ada setan yang ganteng kaya gue," ucap Nichol datar.


Mendengar suara yang tidak asing di telinganya itupun membuat Nasya menghentikan pukulannya.


"Ngagetin aja, ngapain lo ke dapur?" kata Nasya.


"Mau makan. perut gue keroncongan belum makan, lo sendiri ngapain kedapur?"


"Ya sama, kenapa gak lo dilevery aja?" Tanya Nasya.


"Udah terlanjur laper kalau dilevery bakal lama nunggunya,"


"Yaudah lo duduk disana aja, biar gue yang masak,"


"Emang lo bisa masak? Gue gak yakin tipe cewe centil dan manja kaya lo gitu bisa masak, atau lo mau racunin gue iya?" Tuduh Nichol.


"Banyak omong ya lo Nic, lebih baik lo tunggu gue masak dan lo cobaain masakan gue entar,"


"Oke gue tunggu," tantang Nichol


Nasya mulai masak di dapur dia sedang mengiris bawang, cabai, dan memotong tempe. Dia akan memasak oreg tempe dan tumis kangkung kesukaannya.


Diam-diam Nichol melihat kearah Nasya, ini adalah pertama kalinya Nichol melihat Nasya memasak, dan tidak bisa dipungkiri bahwa ada rasa kagum saat melihat Nasya memasak, karena setahu Nichol Nasya adalah orang yang manja dan Centil.


"Nih cobaain!" ucap Nasya sambil menyimpan tumis kangkung dan oreg tempenya itu dimeja makan.


Nicholpun menyuapkan sendoknya kemulutnya.


"Lumayan enak juga masakannya" Batin Nichol


"Gimana rasanya?" tanya Nasya antusias "enak gak?"


"Biasa aja," ucap Nichol bohong padahal dia sangat menyukai makanannya karena rasanya enak.


Ada sedikit rasa kecewa di hati Nasya ketika Nichol bilang seperti itu, padahal Nasya berharap Nichol akan memuji masakan buatannya.


Setelah makan Nasya langsung mencuci piringnya ke dapur.


Bersambung..


______________________________________________


**Assalamualaikum semuanya....


Author udah bisa up lagi nih...


jangan lupa kasih vote dan juga comen yah semuanya**...

__ADS_1


__ADS_2