N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Perkenalan Nasya


__ADS_3

Nasya Diana Wijaya.


Dia adalah seorang anak pemilik sekolahan ini, tidak ada yang mengetahuinya kalau dia itu sebenarnya anak dari pemilik sekolahnya.


Sikapnya yang manja dan selalu mengunakan mobil mewah pun tak lantas membuat mereka semua curiga, mereka mengira orangtuanya Nasya hanya pengusaha saja.


Sikapnya yang terang-terangan selalu mengejar-ngejar Nichol selalu menjadi perhatian para siswa-siswi yang selalu melihatnya.


Banyak yang menghina Nasya dengan perkataan kotornya itu, tapi Nasya acuh dah gak perduli. Toh yang menghidupinya itu kedua orangtuanya bukanlah mereka yang selalu nyinyir gak jelas.


"Lo tak di tabrak oleh Nichol? OMG demi apa?" tanya Abel teman Nasya yang super heboh dan cerewet menurut Nasya.


Nasya menutup kupingnya itu.


"Iya, gak usah pake teriak-teriak juga kali bell, sakit telinga aku," kata Nasya.


"Maaf deh, lagian aku kaget banget, kok bisa?" tanya Abel lagi karena dia merasa penasaran.


"Dia lagi buru-buru, kayaknya lagi di kejar sama para cabe, makanya gue peringatan tuh cabe-cabean biar gak deketin lagi Nichol kecuali gue," kata Nasya.


"OMG, Lo beneran ngusir para fans Nichol? Kok bisa? Gimana caranya," tanya Abel.


"Ada deh," kata Nasya tersenyum Misterius.


Abel mengerti Nasya pasti menyembunyikan suatu rahasia tapi dia juga tidak ingin mencari tahunya biarkanlah mengalir seperti air toh nanti juga Nasya pasti akan memberitahunya, untuk sekarang mungkin dia belum bisa untuk memberitahunya, Abel sudah tau sifat Nasya karena mereka berteman semenjak kelas 1 SMA.


"Btw, Ivanka mana? Kok dia belum dateng?" tanya Nasya kepada Abel sambil tersenyum penuh arti.


"Gak tau deh, kayaknya kejebak macet dia."


Ivanka adalah temannya Nasya juga selain Abel. Dia adalah gadis tomboy yang lebih suka di panggil Bang Ivan dari pada Ivanka atau Ika. Itu semua karena Ika anak bungsu dan kedua kakaknya laki-laki jadi di merasa jadi cowo. Tapi semenjak dia berteman dengan Nasya Ivanka merubah penampilannya sedikit peminim walaupun belum sepenuhnya.


"Haii teman-teman," kata Ivanka yang baru masuk kedalam kelasnya itu. Kebiasaanya menyapa para teman-temannya sambil tersenyum dengan manis.


"Kemana aja loh?" kata Abel tersenyum manis.


"Sorry, gue abis liat empat cogan dulu main basket," kata Ivanka.


"Ika kok lo gak kasih tau gue kalau mereka lagi main basket," kata Nasya lalu dia berlari keluar.


"Eh Nas, bentar lagi masuk kelas," peringat Abel pada temannya karena takut akan telat.


"Ah bodoh gue mau bolos," kata Nasya.


"Eh Nas, geu ikut," kata Maura lalu dia berlari kearah Nasya.


"Kok gue di tinggalin sendiri? Gue mau ikut juga," kata Abel lalu mengikuti langkah Nasya.


Sesampainya di lapangan Nasya bisa melihat pujaan hatinya yang sedang main basket itu. Siapa lagi kalau bukan Nichol. Pria yang menjadi pujaan hatinya sejak lama.

__ADS_1


"Bell beliin gua minum cepat!" Perintah Nasya.


"Males ah gue lagi nonton," kata Abel.


"Buruan jangan membantah," kata Nasya.


"Sini biar gue aja," kata Ika yang akhirnya mengalah dan membelikan minum untuk Nasya.


"NICHOL SEMANGAT," teriak Nasya yang tidak tau malu karena dia tidak mengikuti pelajaran sekolah. Sedangkan Nichol kan bagian olahraganya jadi dia bisa main basket.


"Jangan teriak-teriak Nas, nanti kita ketauan bolos," kata Abel.


"Gue lupa, efek terlalu senang melihat Nichol,"


Tak lama kemudian Ika datang dengan membawa minuman di tangannya, Nasya mengucapkan terimakasih kemudian merebut minuman itu dan lari ke bawah lapangan.


"Nichol ini minuman buat kamu," kata Nasya memberikan minum kepada Nichol.


Nichol hanya menatapnya sekilas tidak ada niatan menerima minuman dari Nasya tersebut.


"Kenapa Lo mau caper ke gue?" Kata Nichol ketus kepada Nasya.


Bukannya tersinggung dengan perkataan Nichol, Nasya malah mengambil tissue yang ada di sakunya.


"Aku lapin keringatnya yah," pinta Nasya lalu dia akan mengelapka, tapi Nichol malah menepisnya menolak apa yang dilakukan oleh Nasya.


"Tapi Nic, aku'kan cinta sama kamu," kata Nasya dengan tidak tau malunya mengungkapkan perasaanya kepada Nichol.


"Aku gak perduli," ucap Nichol dengan acuh tidak perduli pada pria itu.


"Aku juga gak perduli kalau kamu cinta sama aku atau ngga yang penting aku bisa dekat kamu, terus aku cinta kamu, yah my baby honey Nichol," kata Nasya sambil merangkul tangan Nichol dengan erat agar pria itu tidak bisa melepaskannya.


Nichol melirik teman-teman itu untuk meminta tolong agar membantunya terlepas dari jeratan Nasya. Namun sayang teman-temannya itu lah cekikikan tidak jelas melihat Nichol di perlakuan seperti itu.


Tiba-tiba Nichol mempunyai ide saat ada pak Bono guru killer mereka sedang lewat mungkin akan menuju kelas yang akan diajarnya.


"Pak Bono ini ada murid yang gak ikut jam pelajaran," kata Nichol teriak.


Nasya terkejut mendengar nama Pak Bono guru killer itu di panggil oleh Nichol dia langsung melepaskan tangannya yang bergelayut manja ditangan Nichol dan berlari bersama teman-temannya itu karena takut ketauan bolos.


Nichol malah tertawa puas saat Nasya pergi dari jangkauan, itu artinya tidak ada lagi yang menggangunya. Setidaknya untuk saat ini.


"Kacau parah," kata Aldo sambil menggelengkan kepalanya karena melihat Nichol dan Nasya tadi.


"Kasian tau Nic, lagian si Nasya kayaknya suka sama Lo dari dulu, kenapa terus lo abaikan?" Kata Farhan yang mempunyai sifat perasaan kaya cewe.


"Ya biarin aja doang, nanti Nasya nya kan bisa buat gue," kata Gino.


"Huh dasar palu boy," kata Aldo.

__ADS_1


"Tadi aja giliran gue di deketin sama Nasya pada diem aja gak ada niat buat bantuin gue, sekarang pada berkicau," sindir Nichol kepada teman-temannya itu.


"Sorry kapeten, kita'kan gak mau ikut campur urusan yang begituan," kata Farhan.


"Gue juga, nanti para cewek-cewek Gus pada cemburu lagi," kata Gino beralasan.


"Udah lah yuk cabut," kata Nichol yang tidak mau mendengar alasan ketiga teman-temanya itu.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Saat ini Nasya sedang bersembunyi di belakang kelas agar tidak ketahuan oleh pak Bono kalau dia bolos.


Ika menepuk pundak Nasya. "Nas, kenapa si Lo terus-terusan ngejer-ngejer Nichol, udah tau Nichol gak akan nerima Lo karena dia terus menolak Lo," kata Ika.


"Iya Nas, berjuang sendirian itu sakit loh asli, gue juga pernah ngalamin, Namun akhirnya gue menyerah juga," kata Abel yang bercerita hampir curhat.


"Kalian gak tau alasan sebenarnya aku ngejar Nichol itu apa," kata Nasya.


"Emang apa Nas alasannya?" kata Ika yang penasaran.


"Nanti juga kalian berdua akan tau, tapi tidak sekarang karena tidak akan seru ceritanya kalau aku ceritakan sekarang," kata Nasya.


"Kayaknya hidup Lo penuh dengan teka-teki yang belum gue ungkap deh," kata Abel.


Ika menyolor kepala Nasya.  "Ngaco Lo mah," kata Ika.


"IK.." Ika langsung membekap mulut Abel ketika dia akan berteriak. 


"Jangan berisik nanti kita ketauan," kata Nasya.


"Siapa disana?" Kata pak Bono yang sedang mencari keberadaan 3 gadis yang bolos itu, kemudian dia berjalan kearah belakang kelas tersebut.


"Gak ada siapa-siapa ternyata," kata Pak Bono ketika melihat kebelakang kelas.


Sedangkan di kantin Nasya dan teman-temannya merasa tenang karena akhirnya mereka berpindah tempat persembunyiannya jadi di kantin.


Dia merasa lebih tenang sekarang karena sudah bel istirahat jadi tidak akan ada yang curiga kalau dia bolos tadi.


"Suatu saat hati kamu bakal luluh sama aku Nic," ucap Nasya dalam hati.


Bersambung


______________________________________________


**terimakasih karena kalian semuanya udah mau baca cerita ini...


salam kenal semuanya...


semoga kalian suka dengan alurnya. ..**

__ADS_1


__ADS_2