
Nichol bersama ketiga temannya saat ini sedang mengisi perutnya di kantin sekolah. Setelah bell istirahat Nichol bergegas memasuki kantin karena perutnya sudah keroncongan. Tadi pagi dia lupa tidak sarapan karena terburu-buru.
"Kalian mau pesen apa biar entar sekalian gue pesenin?" ucap Farhan kepada teman-temannya.
"Gak sekalian dibayarin aja han?," celetuk Gino.
Farhan mendengus karena Gino yang meminta ditelaktir oleh dirinya. "Nanti itu mah kalau gue udah dapet pacar, baru gue telaktir deh,"
"Awas aja yah kalau bohong, gue pegang janji Lo," kata Gino.
"Iya," kata Farhan lu dia melirik kepada Aldo, "Lo mau pesan apa?"
"Nasi goreng minumannya es teh aja," kata Aldo
"Gue Bakso jus jeruk," kata Gino
"Kalo lo Nic, mau pesen apa?" tanya Farhan karena sedari tadi Nichol tidak menyahut.
Aldo yang melihat Nichol sedang bengong pun langsung menepuk bahu Nichol guna menyadarkan dari lamunannya.
"Woi bengong mulu."
"Sorry-sory... Kenapa?"
"Yee dari tadi gue tanya lo mau pesen apa? malah bengong" kata Farhan kesal.
Nichol pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal "gue bakso sama es teh aja."
Farhan yang sudah mendengar pesanan Nichol pun langsung menuju ibu-ibu kantinya, setelah Farhan memesan pesanannya dia menghampiri ketiga temanya.
"Kanapa tadi lo bengong, lagi punya masalah?" tanya Farhan lalu duduk di sebelah Gino.
"Gue lagi kepikiran sama orang yang ngirim gue surat waktu itu." kata Nichol.
"Haha sejak kapan Nichol Alvaro Atmaja mikirin orang yang ngirim surat, palingankan dari penggemar berat lo" celetuk Gino sambil menertawakannya
"Iya gue tau itu pasti dari penggemar gue, tapi yang gue pikirin itu siapa pengirimnya, dan orang itu kaya udah kenal lama sama gue, kata-kata yang dia kirim itu menyentuh hati gue banget." ucap Nichol serius kepada temannya.
Nicho pun menceritakan kejadian kemarin kepada teman-temannya
Flashback on
Nichol berniat untuk membuang surat itu ke tong sampah, tapi Nichol penasaran untuk melihat isinya, dia berniat akan membuang surat itu sesuai mambacanya.
Dear Nichol
Kamu bagaikan bintang yang selalu menerangi malam hari
Cahayamu mampu menyinari malam dikala malam galap
Kamu bagaikan bintang yang sulit untuk aku gapai.
Tidakkah kau sadar bahwa kau selalu di temani sang rembulan.
Kau memang tak pernah sadar itu
Aku bahkan tidak terlihat di matamu
__ADS_1
Aku selalu memperhatikanmu dari jauh layaknya melihat sang bintang itu.
Kau memang telah berubah tak seperti dulu, yang slalu ramah kepadaku.
Hatimu sekeras batu
Pengangum rahasiamu
Flashback off
"Lo beneran penasaran sama pengirimnya atau lo gak terima dia bilang hati lo sekeras batu." kata Aldo menyindir Nichol.
"B*ngat lo, gue itu penasaran sama orangnya," ucap Nichol kesal.
"Gimana kalau kita liat CCTV aja," Usul Gino kepada Nichol.
Nicholpun berpikir sejenak, kenapa gak dari dari aja dia cari tahu sendiri gak usah ngasih tau para temanya itu pasti nanti akan ribet urusannya, ah bodoh amat deh. Pikir Nichol.
"Ide bagus tuh entar abis ini kita liat CCTVnya." tungkas Nichol kepada teman-temannya itu.
Bi Narti seorang pemilik kantin menghampiri keempat cogan itu dan memberikan pesanan mereka masing-masing.
"Makasih ya bi." kata Nichol.
"Eh Nic, kata nyokap lo, lo bakalan ngadain pesta topeng ya? Emang itu beneran yah?" kata Farhan kepada Nichol yang sedang memakan bakso nya.
Nichol menangguk tanda meng"iya"kan. "Males gue kaya anak kecil aja ngadain yang kaya gituan." Kata Nichol.
"Bagus dong kalau Lo ngadain acara yang kaya gitu berarti bakalan banyak cewe-cewe cantik disana nanti," Kata Gino yang seorang palyboy itu.
Nasya,Abel dan Ika mencari Nichol dkk, Nasya menghampiri Nichol dan gak sengaja mendengar tentang pesta topeng lalu dia berkata. "OMG kamu bakalan ngadain pesta ultah My baby honey?"
"UHUK.. UHUK..."
Nasya yang melihat Nichol tersedak pun menyodorkan minumannya kepada Nichol, tapi tangan nya di tepis oleh Nichol, Nichol mengambil minuman Aldo.
"Buset dah itu minuman punya gue, lo juga punya minuman sendiri," kata Aldo tak terima minumanya di ambil oleh Nichol.
"Yaelah, entar gue ganti minumannya, minuman punya gue udah terkontaminasi sama orang yang gak tau malu plus kecentilan," kata Nichol sambil mematap sinis kepada Nasya.
"Maksud kamu apa si my baby honey? Tangan aku bersih ko" ucap Nasya dengan polosnya menampilkan tangannya kepada Nichol.
Nichol pun berdiri lalu berkata "lo itu gak tau malu udah gue cuekin, udah gue abaikan, udah gue kasarin pokok nya udah gue tolak mentah-mentah tetep aja deketin gue, dasar cewe MURAHAN," Nichol menekan kata Murahan.
Nasya pun ikut berdiri dan sekarang Nichol berhadapan dengan Nasya, Nichol menatap sinis mata coklat Nasya, Dan Nasya pun menatap Mata elang Nichol. Mereka sekarang sedang berhadapan.
Tanpa mereka berdua sadari sekarang mereka jadi pusat perhatian seluruh penjuru kantin.
Teman Nichol dan teman Nasya hanya diam saja membiarkan mereka berdua berbicara karena tidak ingin mencampuri urusan mereka dan memperkeruh suasana.
"Kenapa si aku selalu salah di mata kamu?, Aku deketin kamu karena aku suka sama kamu, satu lagi aku bukan cewe murahan seperti apa yang kamu kira, aku punya alasan sendiri kenapa aku deketin kamu " kata Nasya menatap mata elang Nichol.
"Apa tadi lo bilang 'bukan cewe murahan' HAHAHA dengan lo deketin gue gak tau malu kaya gitu tuh lo keliatan MURAHAN tau gak?. Dan lo denger baik-baik Nasya sampai kapanpun gue gak akan pernah tertarik atau suka sama lo, camkan itu!" Kata Nichol sambil mendorong bahu Nasya.
"Aku pastikan kamu bakal nyesel karena telah bilang gitu sama aku," ucap Nasya.
"Terserah lo, gue gak perduli." Acuh Nichol, dia yang menyadari saat ini jadi pusat perhatian langsung mengajak tamannya pergi dari kantin.
__ADS_1
"Cabut yu bro, gue udah gak nafsu lagi ada parasit" kata Nichol.
Nichol dkk pun pergi dari kantin meninggalkan Nasya dkk.
Setelah Nichol pergi, Abel dan ika menghampiri Nasya yang kelihatan sedih. "Emang dasar tuh si Nichol gak punya perasaan banget, dasar hati batu." celetuk Abel sambil merangkul Nasya.
"Gue kan udah bilang Nas, jauhin tuh si hati batu, lihat kan sekarang lo di permaluin sama seisi kantin, lagian masih banyak cowo yang lebih ganteng daripada dia di sekolah ini." Nasihat ika.
"Seandainya kalian tau alasan kenapa aku masih mengejar-ngejar Nichol pasti kalian ga akan nyuruh aku nyerah" kata Nasya di dalam hati
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Pov Nichol.
Saat ini gue lagi berjalan di kolidor sekolah niatnya mau ke ruang monitor liat CCTV. di perjalanan banyak mata tertuju pada kita betempat dan gue juga gak sengaja mendengar ada yang berbisik.
"Ganteng si tapi sayang tidak punya perasaan,"Â gue bisa dengar kalau ucapannya itu sengaja buat nyindir gue.
Sial tuh orang ngatain gue, untung dia cewe kalau bukan udah gue tonjok tuh muka berani-beraninya dia ngehina gue.
"Bukan ga punya perasaan dianya aja yang kecentilan deketin Nichol" ucap gadis di sebelahnya.
Gue tersenyum bahagia ternyata ada yang belain gue hahaha..
Tapi ngomong-ngomong gue sebenarnya gak tega juga mempermalukan Nasya di kantin tadi, gue gak punya cara lain lagi. Gue terpaksa lakuin itu biar Nasya sadar kalau gue gak suka sama dia, jujur gue masih menunggu seseorang di masalalu yang gue juga gak tau sekarang DIA ada di mana.
Gue ,Aldo,Gino,dan Farhan saat ini sedang meminta izin kepada pak Hadi untuk melihat CCTV, jujur gue masih penasaran sama orang mengrim surat itu.
"Pak boleh izin liat CCTV gak?" kata gue sambil memasang senyum pupy eyes biar diizinkan.
"Emang untuk apa kalian liat CCTVnya?" Tanya Pak Hadi seperti menitrogasi kita.
Kalau udah gini susah nih pasti, gue harus cari alasan buat yakinin nih orang. Akhirnya gue punya ide juga.
"Gini nih pak, teman saya ada yang kehilangan barang di loker, jadi kami ingin liat siapa pelakunya." kata gue berbohong kepada Pak Hadi, karena gue yakin kalau gue ngomong jujur pasti gak bakalan di kasih liat CCTVnya.
"Yaudah ayo masuk." Ajak pak Hadi ke ruang monitor tempat CCTV itu.
Yes, untung Pak Hadi percaya sama gue, kalau tidak bisa berabe gue.
"Terimakasih pak" ucap Gino kepada Pak Hadi.
"Itu Pak Kumis gampang banget kita kibulin." kata Farhan berbisik ketelinga gue, dan gue hanya tersenyum saja mendengar bisikan Farhan barusan.
"Haha iya" kata gue berbisik sambil ketawa.
Dan ketika gue liat CCTV yang ada di ruangan tempat loker.
Kalian tau apa yang gue liat?
Gue melihat..........
Jeng....jeng....jeng....
bersambung
____________________________________
__ADS_1
Penasaran ya sama yang di lihatnya.
Kira-kira apa ya yang di liat Bang Nichol?