N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Apa Ini Kebenarannya?


__ADS_3

Happy Reading.


.


Setelah di keluar dari toilet tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya dan membekap mulutnnya


"Hmmn" gumam Nasya tak jelas karena mulutnya di bekap.


Orang itu membawa Nasya keluar restoran yang sepi, dan nasya terus berontak dan bergumam tidak jelas.


Orang itu memojokan Nasya di dinding. dan sekarang nasya sedang berhadapan dengan orang itu, Nasya tidak berontak lagi karena dia bisa melihat orang yang membekapnya itu.


Orang itu melepaskan bekapannya lalu matanya menatap tajam Nasya. Jarak antara mereka pun begitu dekat hanya berjarak 5 centi.


Melihat tatapan orang itu dan jarak mereka yang begitu dekat itu membuat Nasya tegang sekaligus gugup, dia sendiri pun bingung dengan apa yang di rasakannya saat ini.


"Ke..kenapa?" ucap Nasya gugup.


"Ini semua rencana lo kan nyuruh bokap lo buat dijodohin sama gue? Gue ga nyangka ternyata lo licik juga," ucap Nichol.


Orang yang membekap Nasya tadi di toilet itu adalah Nichol.


"Maksud lo apa si?, gue gak ngerti dan gue gak tau tentang perjodohan ini. gue tau juga kemarin dari bokap gue. Dan gue juga gak tau kalau orang yang dijodohin sama gue itu lo. jadi jangan nuduh sembarangan." Kata Nasya yang kini sudah berbicara dengan Nichol mengunakan kata 'lo-gue' dan tidak 'aku-kamu' lagi.


"Gue gak nuduh, tapi ini memang kenyataan. lo suka sama gue, terus gue nolak lo dan lo gunain cara perjodohan ini kan biar bisa dapatin gue'kan?, tapi sayang itu gak akan pernah bisa mempan," ucap Nichol.


"Asal lo tau, emang gue suka sama lo, tapi gue bisa berjuang sendiri buat dapetin hati lo, gaj pakai acara perjodohan kaya gini karena gue tau lo pasti gak bakal pernah menyukai ini. Kalau emang lo gak suka sama perjodohan ini lo tinggal nolak aja gampangkan,"


Nasya mendorong Nichol yang menghalangi jalannya. Sedangkan Nichol terdiam di tempat karena perkataan Nasya tadi. ini pertama kalinya Nasya bicara sama Nichol kasar dan gak pakai kata 'my baby hany Nichol'.


Nichol menghampiri kedua orang tuanya dan orang tua Nasya tadi dia tidak melihat Nasya


"Kemana tuh cewe?" Batin Nichol


Ridho yang melihat anaknya celingak-celinguk pun langsung menggoda anaknya "Kamu lagi cari Nasya ya?"


Nichol melihat kearah sumber suara dan menatap ayahnya


"Nggak ko pah,"


"Jangan bohong orang kamu kelihatan celingak-celinguk kaya gitu," timbal Raisa.


"Nasya Izin pulang duluan tadi katanya dia besok ada ulangan harian jadi dia mau belajar" ucap Mona mencoba menjelaskan kepada Nichol.


"Oh" ucap Nichol singkat. "Kalau gitu aku juga pamit pulang" ucap Nichol lalu meninggalkan mereka semua.


💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛


Keesokan harinya sesuai ucapannya, Tiara memperlihatkan sepatu birunya kepada Nichol.


Nichol dkk juga sangat terkejut melihat sepatu biru yang di bawa oleh Tiara, sepatu itu persis seperti sepatu yang berada di tas Nichol.

__ADS_1


"Jadi lo yang dansa sama Nichol waktu itu?" tanya Aldo.


"Ya" ucap Tiara.


"Gue masih gak nyangka ternyata lo orangnya," kata Farhan


Tiara hanya tersenyum menyeringai. Sedangkan Nichol masih terdiam, dia masih belum percaya walaupun Tiara sudah membawa sepatu birunya. Hati kecilnya berkata bahwa bukan tiara pemilik sepasang sepatu itu.


"Sesuai dengan yang diucapkan lo kemarin, gue udah membuktikannya dan gue harap lo bisa tepatin janji lo," ucap Tiara.


"Gimana Nic, lo mau pacaran sama dia?" bisik Gino yang berada di sebelah Nichol.


Nichol tidak menjawab apapun lalu dia pergi begitu saja meninggalkan temanya dan juga Tiara.


Belum juga pergi suara dari tiara menghentikannya "Gue kira lo cowo gantle man yang bisa nepatin janjinya, tapi ternyata gue salah Lo sama saja kaya yang lainnya pengecut,"


"Gue bakal nepatin janji gue" ucap Nichol lalu melanjutkan langkah kakinya untuk pergi dari tempat itu.


"Kenapa harus dia? Dan kenapa hati kecil gue berkata lain. Dan kenapa gue musti kecewa. Apa karena gue berharap bahwa yang dansa sama gue itu sasya,"


Sasya adalah teman kecil Nichol, foto yang ditangisi oleh Nichol waktu itu adalah foto dirinya dengan Sasya waktu dia masih kecil.


Masih inget'kan foto yang waktu itu diliat oleh Nichol, itu adalah foto Syasa teman kecilnya Nichol.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Waktu istirahatpun telah tiba, Nasya dan teman-temannya pun pergi ke kantin. Biasanya dia selalu bergabung dengan geng nya Nichol namun kali ini berbeda.


"Kenapa gak gabung aja si Nas sama mereka?" tunjuk Ika kepada tempat yang sedang di duduki Nichol dan teman-temanya.


Ika hanya menyengir sedangkan Nasya dia terdiam saja dari tadi.


"Kenapa diam aja Nas? Lo masih mikirin perjodohan lo sama orang yang gaj lo kenal itu?" Tanya ika.


"Oh ya lo belum cerita semalam, gimana cowo yang di jodohin sama lo, ganteng gak? Kenalin doang sama kita." Kata Abel yang penasaran.


"Gantengan mana sama Nichol?" tanya ika.


"Kalian ga tau aja kalau orang dijodohin sama aku itu Nichol" Batin Nasya.


"Biasa aja" ucap Nasya melirik Abel, lalu beralih melirik Ika dan bilang "gak tau,".


"Ko ga tau?" ika menyerengit heran.


"Udah ah jangan banyak tanya," kata Nasya.


Seketika matanya melirik Nichol yang saat ini berdekatan dengan Tiara.


Nasya menyerengit bingung melihat Tiara yang duduk berdekatan dengan Nichol, dan Nichol seperti tidak merasa risih berdekatan dengan Tiara berbeda dengan dirinya.


Disisi lain Nichol melihat Nasya sedang memperhatikannya, dia sengaja berdekatan dan menyuapi Tiara untuk memanas-manasi Nasya.

__ADS_1


"Eh liat deh Nas, itukan Tiara. kok deket banget ya sama Nichol?" ucap Abel.


"lo si Nas, gak mau gabung sama mereka jadi ketikung dengan Tiara yang lebih dulu deketin Nichol" ucap ika menyalahkan Nasya.


Nasya tak menghiraukan perkataan kedua temannya.


Nichol berdiri lalu berkata "Perhatian semuanya hari ini gue udah resmi pacaran sama Tiara," Nichol melirik Nasya lalu "dan mau nelaktir kalian semua" lanjutnya.


"WHAT" ucap Abel dan Ika berbarengan karena merasa terkejut.


"Ika gue gak mimpi'kan? Coba cubit gue?" Kata Abel.


Ika sengaja mencubit Abel dengan keras, "Au.. sakit bego," kata Abel.


"Itu artinya Lo gak mimpi," ucap Ika.


Semua yang ada di kantin histeris kaget dengan pernyataan Nichol barusan dan ada juga yang gembira karena akan makan gratis di kantin hari ini.


Nasya yang mendengar pernyataan Nichol pun shock tapi dia seolah biasa saja, kemudian dia pergi meninggalkan kantin.


Saat ini Nasya sedang ada di taman dia masih berkutat dalam pikirannya. Dia memikirkan alasan Nichol menjadikan Tiara sebagai pacarnya.


"Apa Nichol menjadikan Tiara sebagai pacarnya untuk menghindari perjodohan ini?"


"Atau mungkin karena sepatu biru itu?"


"ITU TIDAK MUNGKIN" ucap Nasya sambil berteriak.


Semua yang ada ditaman melihat kearah Nasya karena mendengar teriakannya. Sedangkan Nasya hanya nyengir kuda karena malu diperhatikan banyak orang.


Orang yang melihat Nasya berteriak berbisik kepada temannya "kenapa tuh dia teriak-teriak kaya gitu?"


"Stres kali gara-gara Nichol udah jadian sama Tiara," ucap orang itu lalu menertawakan Nasya.


Nasya yang mendengar bisikan orang itu lalu pergi meninggalkan taman itu.


"Untung gue baik, kalau nggak udah gue cakar tuh muka yang ngatain gue gila segala," kata Nasya.


"Aduh mood aku lagi ancur lagi," kata Nasya.


Tiba-tiba datang kedua temannya itu. Mereka berdua berlari karena takut Nasya akan nekat ketika mengetahui bahwa Nichol barusan jadian dengan Tiara.


"Nas, Lo gak papa?" Tanya Ika yang khawatir.


"Gue gak papa Lo semua tenang aja," kata Nasya.


"Yaudah mending kita ke kelas aja yuk, bentar lagi bell masuk," ajak Abel kepada dua temannya itu karena sekarang mereka jadi pusat perhatian.


.___________________________________


Segini dulu yah ceritanya.

__ADS_1


author lanjutin lagi besok okeh 👍


Makasih buat kalian yang udah baca cerita saya 😊


__ADS_2