N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Siapa Dirimu Sebenarnya?


__ADS_3

Bel istirahat telah berbunyi. Semua siswa-siswi SMA Harapan Nusa pun bergegas keluar dari kelasnya masing-masing.


Ada yang diam saja di kelas, ada juga yang mengunjungi kantin, ada yang pergi ke perpustakaan ada juga diam di taman dan aja juga yang bermain basket di lapangan.


Tapi berbeda dengan keempat cogan itu, waktu istirahat hari ini mereka gunakan untuk melihat CCTV. Mereka masih penasaran dengan pengirim surat itu ralat maksudnya hanya Nichol aja yang penasaran yang lainnya tidak, cuman karena mereka memiliki solidaritas tinggi jadi mereka ikut.


Sesampainya di ruang CCTV Nichol dkk meminta izin kepada pak Hadi untuk meneruskan yang kemarin.


Nichol dan teman-temannya pun melihat CCTV di monitor itu.


Dan ketika dia sedang melihat monitor Nichol berkata "Ko gak ada si Pak Hadi?, perasaan kemarin ada?" bingung Nichol dan teman-temannya.


"Apa ada yang menghapus CCTVnya ya?" Selidik Farhan


"Bisa jadi tuh" timbal Gino, "bapak tau gak siapa orang yang menghapus CCTV itu?" tanyanya penasaran.


"Saya gak tau den," ujar Pak Hadi dengan menundukkan kepalanya seperti orang yang ketakutan.


Nicholpun menatap Pak Hadi tajam.


"Bapak beneran gak tau? Coba deh inget-inget lagi atau bapak sengaja hupus CCTVnya biar saya gak bisa liat?" tuduhnya.


Pak Hadi nampak berpikir sejenak, lalu memutar otaknya memikirkan kejadian kemarin "Oh iya saya lupa memberi tahu kalian, bahwa kemarin setelah kalian pergi dari ruangan ini ada seseorang masuk ke sini,"


"Siapa pak?" tanya Nichol penasaran.


"Saya tidak tau namanya, tapi dia seorang perempuan," tungkas Pak Hadi.


"Siapa dirimu sebenarnya," kata batin Nichol


Nichol dan teman-temannya pun menuju kantin, Nichol menuju tempat biasa yang dia tempati.

__ADS_1


Ketika sedang berjalan tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dia berhenti berjalan. lalu orang yang memeluknya itu berkata "My baby honey mau kado apa besok? Dan katanya my baby honey mau kasih langsung undangan ultahnya,"


Setelah Nichol mengetahui suaranya itu dia melepaskan tangan yang menglingkari perutnya itu dengan kasar lalu dia membalik badannya dan menatap tajam orang yang saat ini di hadapannya itu.


"UDAH GUE BILANG JANGAN PERNAH DEKETIN GUE LAGI, GUE GA SUKA SAMA CEWE AGRESIF KAYA LO DAN GUE JIJIK DI DEKETIN SAMA CEWE GA TAU MALU KAYA LO, LO GAk SADAR LO ITU KAYA PEREMPUAN MURAHAN TAU GAK HAH?" bentak Nichol.


Nasya yang di bentak hanya diam saja, karena ini pertama kalinya Nichol berkata seperti itu kepadanya. Nasya hanya menatap Nichol dengan matanya mulai berkaca-kaca, kata-kata Nichol menyakiti hatinya.


"Oh ya, lo gak usah repot-repot kasih gue kado karena gue gak bakalan ngundang lo dalam ulang tahun gue," kata Nichol lalu mendorong tubuh Nasya hingga jatuh ke lantai.


Semua siswa-siswi yang ada di kantin itu berbisik-bisik banyak di antaranya yang menghina Nasya dan ada juga yang kasian kepadanya.


"Dasar jalang!"


"Cewe murahan!"


"Gak tau malu banget ya mengemis cinta Nichol!"


"Sadar dong nichol itu ga pantes sama cewe centil kaya lo." bisik gadis-gadis yang ada di kantin itu.


Nasya menangis mendengar bisik-bisik teman-temannya perkataan mereka seolah merendahkannya, ia pun lalu bangkit dan lari meninggalkan kantin sambil mengeluarkan air matanya, dia lari tanpa memperdulikan teman-teman yang masih di sana.


"Nas, tunguin gue," kata Ika, lalu dia memandang keempat cowo itu "Awas aja kalau sampe Nasya kenapa-kanapa, kalian semua harus bertangung jawab," ancam Ika


Nichol yang diancam seperti itu hanya memutar bola matanya cuek ga meperdulikannya sama sekali.


"Gue gak ikut-ikutan ya jadi jangan bawa-bawa gue," kata Aldo tak terima dirinya di salahkan juga.


"Lo juga temennya kentut comberan, jadi lo juga harus tangung jawab," ucap Abel sambil menunjuk Aldo.


Ika menarik tangan Abel supaya menjauh dari mereka "Ayo bel mending kita kejar Nasya takut nekat."

__ADS_1


Ada Gadis yang saat ini duduk di samping kantin bersorak gembira karena melihat kejadian teresebut lalu dia berbisik kepada temannya dan bersorak gembira.


"Kayaknya gue gak perlu nyingkirkan tuh cewe," gumam seorang perempuan dengan penuh padangan misterius ketika melihat Nasya.


Bersambung


_________________________________________


Jangan lupa kasih vote dan komen yah.


Siapakah wanita misterius itu.


Akan Author kasih tau nanti di part selanjutnya. Jadi terus pantangan aja yah.


Makasih.


Segini dulu yah besok athor bakal lanjutin lagi ceritanya.


Makasih buat kalian yang baca cerita saya.


Athor : bang nichol ko kejem banget si sama Nasya?


Nichol : suka-suka gw dong *masang muka datar*


Athor : bang Nichol ga punya hati kasian tau sama Nasya nya"


Nichol : 😏 *masang muka cuek*


Athor : susah ya kalau ngomng sama orang kaya dia *geleng kepala*


Itu sedikit percakapan gaje sama si cuek nichol

__ADS_1


__ADS_2