N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Dijodohkan Dengan Nichol


__ADS_3

Mengapa disaat aku mulai melupakanmu, takdir malah menyatukan kita


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Pov Nichol


Malam ini gue di suruh nyokap sama bokap buat kerestoran, katanya mau ketemuan sama keluarga wijaya. Gue udah bisa tebak pasti mau bahas tentang perjodohan.


Sebenarnya gue males banget harus datang kesana, tapi karena terpaksa dan gue juga masih penasaran sama orang yang dijodohin sama gue, terpaksa gue ikutin kemaun mereka.


Pusing banget gue mikirin perjodohan ditambah lagi perkataan Tiara tadi pagi, dia bilang bahwa dia pemilik sepatu itu, tapi gue gak percaya gitu aja.


Tapi kalau Tiara beneran pemilik sepatu itu gimana? Apa lagi gue janjiin bahwa yang beneran punya pasangan sepatu biru itu bakal jadi pacar gue. Sedangkan hati Gue masih untuk "dia" teman masa kecil gue.


"SHIT" umpat Nichol menjambak rambutnya frustasi.


Saat ini gue sedang mengemudi mobil sendirian, nyokap dan bokap gue udah duluan kesana, gue sengaja gak bareng mereka.Β 


Hp gue tiba-tiba berdering, siapa sih yang nelpon gue? Gue cek handpone gue dan tertera nama nyokap gue disana.Β 


"Kamu dimana? cepet kesini temen mamah udah datang dari tadi kasian tungguin kamu lama banget."


Begini nih kalau nyokap udah ngomel-ngomel gue gak bisa berkutik sama sekali cuman bisa dengerin aja.


"Aku masih di jalan soalnya jalanan macet banget."


"Jangan banyak alasan, tadi juga jalanan gak macet."


"Itukan tadi mah bukan sekarang, sekarang jalan macet banget."


"Jangan bohong kamu cepetan kesini, GPL."


"Iya"


Tututut sambungan telepon sengaja gue putus sepihak males banget harus dengerin nyokap ngomel-ngomel.


20 menit kemudian gue udah sampai direstoran yang dimaksud nyokap gue. gue celingak-celinguk nyari keberadaan nyokap sama bokap. Gue memicingkan mata dan seketika gue menemukan keberdaan bonyok. Gue liat bonyok lagi ngobrol sama pemilik sekolah.


eh... tapi ko mereka bisa akrab sama pemilik sekolah, atau jangan-jangan gue mau di jodohin sama anak pemilik sekolah? tapi ko gue gak pernah tau kalau pemilik sekolahan punya anak. daripada gue penasaran mending gue samperin aja kesana.


"Maaf aku datang terlambat," ucap gue kepada mereka semua sesopan mungkin.


"Oh kamu udah sampai sayang, ayo duduk sini."


Nyokap nyuruh gue duduk, dan seketika mata gue melihat gadis yang gue kenal.


"LO" ucapan gue barengan sama cewe dihadapan gue saat ini. Dunia serasa sempit banget, kenapa dia ada disini? Atau jangan-jangan dia yang mau dijodohin sama gue. Gue menatap sinis tuh cewe.


"Ngapain lo disini?" Kata gue ketus ditambah terkejut melihat wanita ini ada disini.


Pov Nichol end


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Pov Nasya


Saat ini gue sedang ada di restoran, gue lagi nunggu anak Tante Raisa.


Kata momy dulu aku sering di titipin sama Tante Raisa dulu karena Momy sibuk sama dady.


Bahkan gue gak inget itu waktu kapan.

__ADS_1


Gue merasa bosan disini, dady sekarang sedang ngobrol sama om Ridho tentang bisnis kantor. Momy sedang ngobrol sama Tante Raisa.


"Jangan melamun terus entar kesambet loh."


Gila ada yang berbisik di telinga gue dan itu membuat gue merinding banget, seketika gue melirik kesamping dan ternyata yang berbisik tadi adalah nyokap gue. Ngagetin aja deh, untung gak punya penyakit jantung, amit-amit deh.


"Momy ngagetin aja," kata gue cemberut.


Bukannya tadi momy lagi ngobrol ya sama tante raisa ko sekarang dia malah ngagetin gue. Gue melirik ketempat tante raisa disana Tante Raisa sedang telpoan entah sama siapa.


"Masih lama ya mom, kalau masih lama aku pergi aja ya mom," kata gue yang mulai bosan.


Gue pun beringsut dari kursi, belum sempat gue berdiri momy udah menarik tangan gue. Gue melirik kepada tanganku yang di pengang oleh momy, kemudian aku melirik dady, dady memutar bola matanya kearah kursi yang tadi gue duduki.


Gue bernafas kasar akhirnya pasrah dan duduk kembali.


"Maafin kelakuakan anak saya yah Rid," ucap bokap gue.


"Iya gak papa santai aja."


"Duh jadi gak enak," timbal nyokap gue.


"Gak usah merasa gak enak jeng lagian aku udah ngenal dia lama dulu" ucap Tante Raisa membela gue.


Dalam hati gue bertanya apa maksud Tante Raisa kenal gue udah lama, emang dia udah kenal gue lama? Perasaan baru kenal hari ini deh. Eh tapi tadi kata Tante Raisa aku suka di titipin sama dia.


Tau ah gelap mikirin yang kaya gitu.


Grup Cecan


NasyaDiana


Bt banget gw sumpah


AbellaTasya:


Ivanka:


Gimana cowonya ganteng ga?


AbellaTasya:


Jangan-jangan cowo nya jelek ya nas.


NasyaDiana:


Gw lagi bete nunguin tuh orang penasaran gw sama mukanya. Tapi MudahΒ²an aja dia ga dateng πŸ˜‚


AbellaTasya:


Gue kira dia udh dateng


Ketika gue sedang mengetik pesan di grup tiba-tiba gue mendengar suara seseorang yang tidak asing ditelinga gue.


"Maaf aku datang terlambat" ucap seseorang itu.


Gue menghentikan ketikan gue di handphone karena mendengar suara seseorang. Suara itu seperti suara ........


Akupun melihat orang itu


"LO" ucap gue barengan dia sama terkejutnya kaya gue.

__ADS_1


"Ngapain lo disini?" ucap dia sambil nujuk kearah gue.


Gue gak bisa ngomong apa-apa saat ini. Gue shok banget karena orang yang mau di jodohin sama gue adalah seseorang yang mau gue lupain yaitu Nichol.


Kenapa dunia ini sempit banget padahal gue mau nerima perjodohan ini biar bisa lupain dia, tapi mengapa malah dia yang di jodohin sama gue nya.


Gue bingung antara sedih atau senang di jodohin sama Nichol. Tapi gue liat Nichol, sepertinya dia gak suka banget di jodohin sama gue.


Prov Nasya End


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Sekarang telah berkumpul dua keluarga di meja restoran, yaitu keluarga Nichol dan keluarga Nasya.


"Kalian berdua pasti udah tau dong kenapa kalian berdua kami pertemuakan disini, kami para orangtua berniat untuk menjodohkan kalian," ucap Ridho


Nichol menatap nasya dengan tatapan sulit diartikan. Sedangkan Nasya hanya menunduk saja dari tadi. Terus terang dia bingung harus bagaimana saat ini.


"Tumben banget tuh anak diem aja gak agresif, oh gue lupa disini kan ada bonyok gue pasti dia lagi jaga image. Cuih dasar serigala berbulu domba" Batin Nichol


"Kami harap kalian bisa menerima perjodohan ini," ucap Rama


"Kalaupun aku tolak pasti dady tetep maksa," Batin Nasya


"Gimana kamu Nas setuju sama perjodohan ini?" tanya Rama.


"Eh emm," ucap Nasya gugup, lalu dia melihat rama yang melotot kepadanya dan membuat nasya ketakutan "iya aku terima," ucap Nasya akhirnya


Sedangkan Nichol yang melihat jawaban Nasya hanya memutar bola matanya tidak suka.


"Gak perlu ditanya juga pasti jawabannya ia, tapi pinter juga tuh anak actingnya dia seolah keliatan sedih mau dijodohin sama gue, tapi gue yakin dalam hati dia bersorak gembira." Batin Nichol


"Kalau kamu Nichol gimana setuju?" tanya papah gue.


Dan sekarang semua mata terarah kepada Nichol guna menunggu jawaban.


"Maaf pah Nichol butuh waktu untuk jawabnya, gak papa kan mah, pah, om, tante?" ucap Nichol secara halus.


"NICHOL" bentak Ridho.


"Gak papa kok Rid, kalau Nichol belum bisa jawab wajar dia kan baru di kasih tau sekarang jadi butuh waktu, kami maklumin ko Rid," ucap Rama menenangkan Ridho.


"Semuanya, saya permisi ke toilet dulu yah" Ucap Nasya.


Setelah berpamitan kesemua orang Nasya lalu pergi ke toilet.


Nasya pergi ke toilet bukan untuk buang air kecil atau cuci tangan. Dia hanya ingin menenangkan pikirannya saja.


Setelah di keluar dari toilet tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya dan membekap mulutnya.


"Hmmn" gumam Nasya tak jelas karena mulutnya di bekap. Mau meminta pertolongan pun susah karena mulutnya di bekap.


Orang itu membawa Nasya ke belakang restoran yang sepi, dan Nasya terus berontak dan bergumam tidak jelas.


Orang itu memojokan Nasya di dinding. dan sekarang Nasya sedang berhadapan dengan orang itu, Nasya tidak berontak lagi karena mengenali orang yang membekapnya itu.


____________________________________________


Alhamdilillah panjang juga athor nulisnya.


Siapa ya yang membekap mulut Nasya?

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote+commennya ya


Makasih .


__ADS_2