
Nasya bangun dari tidurnya karena sudah pagi, dia mandi dan bergegas ke dapur untuk membuat sarapan. Dia saat ini akan memasak nasi goreng.
Setelah selesai memasak, Nasya memikirkan sesuatu , dia lupa kalau saat ini Nichol sedang menginap di rumahnya, apakah dia udah bangun sekarang? apa Nasya harus membangunkan Nichol?.
Nasya lalu pergi ke kamar tamu, dia akan membangunkan Nichol, walaupun dalam hati dia merasa gak yakin kalau Nichol belum bangun. Belum juga pintu kamarnya di ketuk oleh Nasya, Nichol sudah terlebih dulu membuka pintunya.
Nasya sudah berdiri dihadapan pintu kamar yang ditempati oleh Nichol, dia akan mengetuk pintu tersebut, tapi sebelum dia mengetuk pintu tersebut sudah terbuka terlebih dahulu oleh Nichol.
"Ngapain lo di depan pintu? Ngintip gue lo," tuduh Nichol saat melihat Nasya ada dihadapannya.
"Enak aja siapa juga yang mau ngintip, gue itu mau.. Em... Mau bangunin lo lah kali aja lo belum bangun," ucap Nasya sambil tergugup.
"Duh kenapa gue jadi gugup gini" Batin Nasya.
Nasya menundukan kepalanya karena malu tadi, padahal benar dia cuman ingin membangunkan Nichol saja.
"Oh" ucap Nichol lalu pergi ke ruang makan di ikuti oleh Nasya.
"cuman oh dong," decak Nasya kesal kepada Nichol.
Nichol duduk dimeja makan, begitu pun dengan Nasya, Nichol terdiam dan membaut Nasya menyerengit.
"Kamu tidak makan?" kata Nasya.
__ADS_1
"Bisanya juga kamu yang suka mengambilkan makan untukku dulu," kata Nichol.
Nasya berdecak kesal karena mengingat masalalu itu saat dirinya selalu mengejar Nichol, Nasya lalu mengabulkan Nasya goreng buatannya itu kedalam piring milik Nichol.
"segini cukup?" tanya Nasya.
Nichol cuman mengangukan kepalanya. kemudian Nasya mengambil Nasi goreng pada piringan yang sendiri. habis itu mereka sarapan bersama, tidak ada obrolan yang mereka bicarakan. hanya dentingan sendok yang terdengar antara mereka berdua.
Setelah selesai makan mereka pergi ke sekolah dengan menggunakan kendaraan masing-masing. Nichol enggan mengajak Nasya untuk berangkat bersama. begitupun dengan Nasya, dia lebih memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri dibanding harus bersama Nichol yang tidak baik untuk kesehatan hati dan juga jantungnya itu.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Nichol sampai di sekolahnya terlebih dulu dari Nasya, dia tadi mengebut kerena tidak mau berdampingan dengan mobil milik Nasya. Nichol menghampiri ketiga temannya itu saat melihatnya sedang berkumpul di tempat biasa mereka menongkrong.
"Lo semua tau gak? di sekolahan bakalan ada murid baru," ucap Aldo yang baru saja datang dan masuk ke kelasnya.
"Giliran ngomongin cewe aja lo cepet banget," celetuk Nichol menyindir Gino.
"Lo tau dari mana do kalau bakalan ada murid baru?, hoax kali do lo mah," celetuk Farhan yang nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aldo barusan.
"Gue serius, katanya pindahan dari Amerika," kata Aldo.
"Amerika?" gumam Gino, entah kenapa dia jadi merasa aneh.
__ADS_1
"Yah sayang banget gue udah ada Ivanka," ucap Farhan yang dibuat kecewa.
"Duain aja kaya si Gino," celetuk Nichol.
"Sorry gue orangnya setia, gak kaya Gino pelayboynya minta ampun," kata Farhan menyombongkan dirinya sendiri.
"Alah gaya lo han, iya gak Gin?" ucap Aldo meminta pendapat Gino.
"Eh.. Apa tadi?" ucap Gino yang terlihat tidak fokus kerena sedang melamun.
"Yaelah Gin, kenapa bengong si? Lo lagi ada masalah?" tanya Aldo.
"Tadi lo girang banget pas bahas cewe kenapa sekarang jadi bengong gitu?" tanya Nichol.
"Nggak kok, yuk ah cabut bentar lagi bell masuk," Alih-alih menjawab Gino malah mengalihkan pembicarannnya.
Taman-taman yang lain menjadi bingung dengan perubahan Gino barusan, apa apa dengan Gino sebenarnya.
_____________________________________________
Kira-kira siapa ya murid barunya?
Penasaran?
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote+commennya yah.
Yang belum follow, coba follow yah 😊