
Happy Reading.
Nichol mengambil kado itu dan berniat untuk membuka kadonyadan betapa terkejutnya dia saat melihat isi kado itu, Kadonya memang hanya sebuah jam tangan tapi kini fokusnya Nichol bukan ke jam tangan itu tapi ke kertas yang ada di dalam kado itu dia membuka surat itu dan membacanya.
Nichol bukan terkejut membaca tulisan yang dia baca tapi yang membuat Nichol terkejut adalah tulisannya sama persis seperti surat yang ia temukan di loker tempo hari.
"Siapa sebenarnya dirimu? Apa aku pernah mengenalmu?" gumam Nichol
"Kenapa dalam surat ini di katakan tidak melupakanku, berarti dia udah kenal aku lama dong," Nichol berpikir keras sambil menyisir rambutnya frustasi.
Nichol berusaha berpikir bahwa siapa sebenarnya wanita di balik topeng itu, yang ia ingat hanya gaun,sepatu dan sorot matanya itu pun matanya menggunakan softline.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Keesokan harinya Nichol masih melakukan pencarian sepatu warna biru itu kali ini sudah banyak yang memamerkan sepatu itu kalau di persenkan mungkin sekarang sudah sampai 75â„… dari keseluruhan Cewe SMA Harapan Nussa.
"lo belum nemin juga orangnya kapten?" Tanya Farhan.
Nichol menggelengkan kepalanya pertanda dia belum menemukan juga orangnya.
"Dari sekian banyaknya cewe, lo belum menemukan juga orangnya? Kenapa gak lo tanya aja kepada semua orang siapa yang dansa sama lo waktu itu, simple kan?" Usul Aldo.
"Lo semua tau alasan gue gak ngasih tau kepada semua cewe kalau yang gue cari sebenarnya itu pasangan sepatu ini, gue bilang kepada mereka semua bahwa yang gye cari itu hanya sepatu biru, karena gue gak mau ada orang yang ngaku-ngaku punya sebelah sepatu ini," tunjuk Nichol kepada sepatu yang ada di meja ruangan Club basket.
"Coba gue liat sepatunya," Gino mengambil sepatu yang ada di meja itu.
Gino adalah seorang yang teliti ia memperhatikan setiap inci sepatu dari sepatu itu.
"Eh Nic, ukuran sepatunya 38 berarti orangnya agak kecil,"
Gino terus menerawang sepatu itu.
Nichol mengangukan kepalanya, membenarkan apa yang di katakan oleh Gino, sepertinya orangnya agak pendek karena ukuran sepatunya kecil.
"Lo gaj cuci sepatu ini yah Nic? keliatan kotor," komentar Gino.
"Gue gak sempet," ucap Nichol lalu merebut sepatu itu di tangan Gino.
Kemudian Nichol meletakan 2 lembar kertas kepada Aldo dan Farhan. Mereka berdua membaca kertas itu.
"Ini bukannya surat yang di loker waktu itu ya?" tanya Aldo.
"Terus ini apaan Nich? Ucapan Ultah lo?" ucap Farhan lalu pandangannya beralih kepada kertas yang dipegang Aldo.
"Ini apa maksudnya Nic?" tanya Aldo bingung.
"Yaelah lo berdua lemot amat, Gin lo teliti dua surat itu," perintah Nichol.
Lalu Gino mengangukan kepalanya dia merampas kertas yang di pengang Aldo dan Farhan, Gino meneliti kedua surat itu.
__ADS_1
Matanya melirik kertas pertama yang ia pegang di tangan kananya dan kini matanya beralih kepada surat yang kedua.
"Apa yang lo liat dari dua kertas itu Gin?" tanya Nichol.
"Kata-katanya si beda tapi tulisannya sama, apa jangan-jangan orang yang ngirim surat di loker lo dan orang yang ngasih kado ke lo itu orang yang sama" tebak Gino.
"Ya lo satu pemikiran sama gue, gue juga berpikiran kaya gitu kemarin," ucap Nichol.
"Terus siapa yang ngasih kado ke lo?" Tanya Farhan penasaran.
"Orang yang ngasih surat di loker lah" timbal Aldo.
"Iya gue tau, tapi bukan itu maksud gue" ucap mFarhan jengah.
"Udah kenapa pada berantem si?" Gino menengahi. "Siapa Nic, orang yang ngasihnya?"
"Nah itu dia masalahnya, gue gak tau siapa orangnya, soalnya orang yang ngasih kado ke gue dia orang yang dansa sama gue waktu itu."
"Tunggu deh, jadi maksud kamu ini surat dari orang yang dansa sama kamu," kata Gino.
Nichol mengangukan kepalanya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Ditempat lain Nasya, Abel dan Ika sedang bercerita, lebih tepatnya hanya Ika saja disini yang bercerita yang lain hanya menjadi pendengar.
Ika bercerita tentang kejadian dipesta ulangtahun Nichol dia berdansa sama Farhan kemudian Farhan meminta no hp nya dan akhirnya dia jadian sama Farhan.
"Setuju atau engak yang jelas sekarang gue udah pacaran sama Farhan," ika menjulurkan lidahnya.
"Nas lo tau gak kemarin Nichol dansa sama cewe yang gue juga gak tau siapa orangnya, kayanya dia bakal jadi saingan lo deh." Ucap Abel.
Nasya hanya diam aja tak menanggapi omongan Abel, saat ini dia akan bertekad untuk melupakan Nichol setelah kejadian waktu itu di kantin.
"Kok lo diem aja? Biasanya lo paling heboh kalau dengar begituan." ucap Ika melihat Nasya tidak merespon apapun.
"Atau jangan-jangan lo...." ucap Abel menggantung.
"Gue gak bakal gangguin dia lagi, gue bakal lupain dia," ucap Nasya cepat.
Setelah mengatakan itu kepada Abel dan Ika, Nasya pergi dari taman itu dan meninggalkan temannya yang masih duduk di kursi taman.
Sedangkan Abel dan Ika hanya bisa menatap kepergian Nasya, mereka sebenarnya masih bingung dengan Nasya yang tiba-tiba menyerah begitu saja, karena setau mereka Nasya bukan orang yang pantang menyerah.
"Kenapa dia jadi begitu ya ika?"
"Gue juga gak tau, tapi gue bersyukur juga Nasya kaya gitu setidaknya dia gak bakal di sakitin lagi sama Nichol," kata Ika.
"Ko lo bilang begitu si? Seharusnya lo semangatin dia"
Abel tak terima dengan ucapan ika
__ADS_1
"Daripada terus di sakitin sama di permauin di depan umumkan, mending kita susul Nasya daripada berantem sama lo" ucap ika lalu pergi meninggalkan abel
"Yah gue ditinggal sendirin lagi disini mending gue ikut cabut juga,"
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Di kolidor belakang kelas terdapat seorang gadis yang sedang menunggu temannya.
Setelah melihat temannya datang gadis itu langsung menanyakanp
"Gimana lo udah dapat fotonya?"
Seorang gadis menyerahkan hpnya kepada temannya.
"Nih gue udah dapet" katanya lalu menyerahkan sebuah foto.
"Bagus, tapi lo gak ketauan kan sama mereka?"
"Lo tenang aja semuanya aman ko, Btw buat apaan lo ambil foto itu? Ga penting banget,"
"Lo bakal tau ko entar jawabannya, dan lo liat apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap cewe itu sambil menyeringai
"Sebentar lagi lo bakal jadi milik gw Nichol Alvaro Atmaja" kata batin cewe itu.
"Lo lagi gaj buat rencana yang aneh-aneh kan?" tanya cewe itu curiga.
"Banyak tanya lo. Lebih baik lo sekarang temenin gud pergi ke toko nyokap gue buru"
Cewe itu menarik paksa tangan temennya.
"Tapikan kita masih ada kelas"
"Kita bolos, gue harap lo gak lupa siapa gue sebenarnya," ancamnya.
Cewe itu pasrah mengikuti temannya untuk bolos sekolah.
Karena untuk melawanpun dia tidak berani.
Sesampainya di toko ibunya dia langsung memperlihatkan foto itu kepada ibunya. Ibunya hanya menganguk mengerti dan akan menuruti kemauan anaknya itu.
"Makasih mom, aku pergi dulu," kata perempuan itu.
Bersambung...
______________________________________________
Kira-kira siapa ya cewe itu???
Jangan lupa **like dan comen yah gratis kok...
terimakasih udah baca...
__ADS_1
tambahin ke perpustakaan kalian yah biar nanti tau kapan aku up**...