
Happy Reading.
Nasya sudah keluar dari rumah Nichol dan dia ssat ini sedang berpamitan kepada orangtua Nichol.
"Kalau gitu aku pamit dulu ya om,tante," ucap Nasya sambil menyalami tangan kedua orangtua Nichol.
"Iya, hati-hati di jalan ya, Nichol kamu jangan bawa mobilnya ngebut-ngebut," ucap Raisa memperingati anaknya itu.
Nasya pun masuk ke mobil Nichol. Di dalam mobil suasana terasa hening tidak ada yang berbicara sekali pun, mereka sama-sama terdiam. entah apa yang mereka pikirkan saat berdua seperti ini.
Nasya sempat mencuri lirik kearah Nichol yang sedang menyetir, kemudian dia mengalihkan lagi pandangannya kearah jendela saat melihat Nichol juga sedang melakukan hal yang sama, Nasya mengambil ponsel dari tasnya, setidaknya itu akan membunuh rasa bosan dengan rasa bosan yang dia rasakan saat ini.
"Lo udah tau'kan kalau gue sekarang udah punya pacar?" Kata Nichol tiba-tiba di tengah keheningan mereka berdua di dalam mobil.
mata Nichol masih lurus ke depan saat berkata seperti itu tadi kepada Nasya.
"Ya terus kenapa?" Kata Nasya seolah tidak perduli dengan ucapan Nichol tersebut.
"Jadi gue harap lo bisa batalin perjodohan ini, karena gue udah punya pacar," kata Nichol dengan entengnya mengatakan hal tersebut kepada Nasya.
"Kenapa harus gue? Kenapa gak lo aja yang bilang batalin perjodohan itu,"
Nasya sengaja mengatakan hal tersebut kepada Nichol, dia tidak ingin dikira lemah lagi oleh Nichol.
Nichol berucap seperti itu berharap Nasya akan cemburu dengan perkataannya. Namun Nasya bersikap biasa saja dan tidak menampilkan ekspresi kecemburuannya.
Tapi tanpa Nichol ketahui perkataan itu sebenarnya membuat Nasya sakit, tetapi dia menyembunyikannya dia tidak ingin kelihatan sedih dihapadan Nichol.
"Gue gak bisa batalin perjodohan ini," ucap Nichol akhirnya hanya itu yang bisa dia ucpakan.
"Ya gue juga sama gak bisa," ucap Nasya dengan santainya.
Hening.
Tidak ada yang berbicara lagi setelah itu. Nasya melirik Nichol yang sedang fokus ke arah jalan. tidak ada lagi pembicaraan setelah itu, Susana sudah seperti kuburan sekarang, Nasya kembali fokus kedalam layar ponselnya.
Lama-kelamaan Nasya juga jadi merasa bosan karena memainkan ponselnya terkini tidak ada chat yang muncul, Nasya melirik kearah Nichol yang sedang mengemudi mobil.
"Gue denger lo jadiin Tiara, sebagai pacar karena sepatu biru?" ucap Nasya di tengah keheningan. biarkan saja Nasya bertanya seperti itu daripada dia hanya diam saja padahal disampingnya itu sekarang ada Nichol.
"Bukan urusan lo," balas Nichol ketus.
__ADS_1
"Lo yakin kalau Tiara pemilik aslinya? Hmm... maksud gue bisa ajakan sepatu itu KW," kata Nasya hati-hati takut Nichol akan emosi atau marah.
"Terus kalau KW kenapa? Lo mau ngaku-ngaku kalau lo juga punya sepatu itu biar gue jadiin lo pacar? Jangan mimpi," kata Nichol meremehkan Nasya.
Nasya hanya menuduk, sebenarnya ia ingin berkata, Namun diurungkannya. sebaiknya dia tidak usah banyak bicara daripada diremehkan seperti ini oleh Nichol. dadanya kembali sakit saat mengingat Nichol yang waktu itu mempermalukannya di kantin sekolah itu.
"Lagian'kan lo gak gue undang di pesta ulangtahun gue waktu itu," kata Nichol lagi.
Mendengar perkataan Nichol tadi Nasya langsung terdiam, dia tidak berniat untuk berbicara lagi dengan Nichol.
Mobil Nicholpun akhirnya berhenti di pekarangan rumah Nasya, Nasya keluar dari mobil tanpa berkata sepatah katapun.
"Bilang makasih ke," ucap Nichol saat Nasya sudah pergi keluar dari mobilnya.
"Makasih," kata Nasya dengan senyum yang dipaksakan kearah Nichol.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
Keesokan paginya Nichol berada dikelas bersama teman-temannya dan juga Tiara, semenjak Nichol jadian dengan Tiara, Tiara selalu mengikuti kemanapun Nichol pergi.
Sebenarnya Nichol merasa risih dengan Tiara yang terus mengikutinya, namun demi menas-manasi Nasya agar membatalkan perjodohannya dia rela harus melakukan itu.
"Nih sepatu lo," ucap Nichol memberikan sepatu birunya kepada Tiara.
Aldo dan Farhan berlaku seperti orang muntah karena merasa jijik dengan perkataan Tiara barusan. Mereka berdua tidak menyangka kalau ketua OSIS seperti Tiara bisa berkata lebay juga.
"Alay banget lo Tiara," kata Gino yang tidak suka sebenarnya dengan keberadaannya di samping Nichol.
"Iya kaya si Farhan," celetuk Aldo sambil melirik kearah Farhan.
"Lo ngatain gue alay?" ucap Farhan tidak terima disalahkan oleh Aldo. .
"Becanda kali han, lo mah baperan mulu," kata Aldo sambil menepuk pundak Farhan tanda perdamaian.
"Mulai deh berantemnya," kata Gino.
"Gak papa deh gue alay yang penting gue punya pacar, daripada lo masih jomblo," ucap Farhan menyindir Aldo.
"Bener tuh," ucap Nichol lalu semuanya yang ada di kelas itu tertawa
Tet...tet...tet....
__ADS_1
Suara bell pun berbunyi. itu tandanya semua murid harus masuk kedalam kelasnya masing-masing.
"Aku pergi ke kelas dulu yah," ucap Tiara berpamitan kepada Nichol. hampir saja akan mengecup pipi Nichol tapi Nichol sudah memalingkan wajahnya terlebih dahulu hingga kecupan itu tidak jadi.
Nichol malah semakin jijik melihat kelakuan Tiara saat ini yang semakin berani terhadap dirinya. sedangkan Tiara tersenyum menyeringai sebelum pergi dari Nichol.
"Sana tuh pergi," usir Aldo.
"Usir cantik, pergi hus...hus... Sana" kata Farhan sambil menirukan gaya Syahr*ni.
"Jijik gue," kata Nichol ambigu. dia bilang jijik antara kepada Tiara atau kepada Farhan yang berlaku seperti banci.
Teman-teman Nichol memang tidak suka Tiara dekat-dekat dengan Nichol, mereka lebih suka kalau Nasya yang dekat dengan Nichol.
Nichol meletakan sepatu itu di mejanya, tadinya dia akan mengembalikan sepatu itu kepada Tiara, tapi sepertinya Tiara tidak membutuhkannya dan malah menyuruhnya untuk menyimpan saja sepatu itu sebagai tanda cintanya katanya.
Gino yang sedang duduk pun mengambil sepatu yang di letakan oleh Nichol itu, niatnya hanya ingin melihat-lihat sepatu itu, tapi dia menyerengit saat menemukan sesuatu yang aneh dalam sapatu tersebut.
"Eh Nic, perhatikan deh sepatu ini," Gino berkata sambil meneliti sepatu itu.
"Emangnya kenapa?" Tanya Nichol heran.
"Dibelakang sepatunya ada inisial N2, sedangkan yang satunya lagi tidak ada, menurut lo aneh gak?" ucap Gino yang saat ini sedang memikirkan sesuatu.
Aldo dan Farhan merebut sepatu itu, yang kanan di pegang Aldo sedangkan yang sebelah kiri dipegang Farhan. Mereka berdua memperhatikan sepatu itu secara seksama. memang ada perbedaan dalam sepatu tersebut.
"Iya bener kapten," ucap Farhan membenarkan.
"Udah gue duga, dari awal gue udah gak yakin sama dia," Aldo membenarkan perkataan Farhan.
"Tapi waktu kemarin lo teliti gak ada inisilanya," bingung Farhan.
"Waktu itu sepatunya masih kotor jadi ga bisa gue perhatiin semua, dan kalau menurut gue sepatu itu bukan sepasang," ucap Gino
Kemudian Nichol merebut sepatu yang dipegang oleh Aldo dan Farhan. Nichol memperhatikan kedua sepatu itu. Namun dia tidak berkata apapun.
Bersambung...
_____________________________________________
**Terimakasih kepada kalian semua yang udah nunggu cerita ini untuk update...
__ADS_1
jangan lupa kasih vote dan comen yah...
semoga suka**...