N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Nichol Mencari Kebenaran


__ADS_3

Hari ini Nichol mendatangi kelas Tiara, sebenarnya Nichol merasa malas datang ke kelas Tiara tapi karena dia ingin membuktikan bahwa Tiara bukan pemilik sepatu itu jadi dia terpaksa kesana.


"Tiara gue boleh pinjem buku fisika lo gak? Gue kemarin bolos jadi gue ketinggalan pelajaran," bohong Nichol.


"Boleh, Apa si yang enggak buat kamu," ucap Tiara sengaja di centil-centilkan bicaranya.


Sedangkan Nichol memutar bola matanya tidak suka kepada Tiara yang sok kecantikan seperti itu. Jujur saja Nichol sudah mulai ilfeel dengan Tiara, tapi untuk semantara dia menahanya sampai urusannya selesai.


"Muak gue lama-lama dengan cewe ini, centilnya lebih dari Nasya, eh kok gue bandingin dia sama Nasya" Batin Nichol tersadar.


Nichol menjambak rambut karena fikirannya malah tertuju pada Nasya. kanapa pula Nichol harus memikirkan Nasya. apa mungkin karena perjodohan itu. ah bodo amat deh.


Tiara membuka tas miliknya dan memgambil buku fisika yang disuruh oleh Nichol, lalu ia berikan kepada Nichol.


Nichol pun menerima buku itu "Thanks" kata Nichol singkat, lalu beranjak pergi dari bangku disebelah Tiara.


"Kamu mau kemana?" tanya Tiara karena melihat Nichol pergi lalu dia bergelayut manja ditangan Nichol.


"Aku ada urusan,"


"Disini aja yah temenin aku," ucap Tiara manja sambil menahan tangan Nichol agar tidak pergi meninggalkannya.


"Mau apa lagi si nih cwe? Sabar Nic, setelah ini lo akan membuktikannya jadi lo bakal bebas dari nih cewe" Batin Nichol


"Bentar lagi bell masuk, gue harus segera pergi," ucap Nichol sambil menarik tangannya agar Tiara melepaskan tangannya.


Nichol pergi meninggalkan Tiara lalu dia bergegas ke kelasnya.


💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛

__ADS_1


Nichol berjalan menuju kelasnya, dia membuka buku fisika milik Tiara, dia memperhatikan tulisan itu kemudian dia memberikan tulisan itu kepada Gino untuk di teliti secara detail.


Gino mengambil buku tersebut dan dia menyamakan tulisnna Tiara dengan kertas yang waktu itu.


"Benerkan dugaan gue kalau Tiara itu bukan orang yang dansa sama lo waktu itu," ucap Gino kepada Nichol.


"Sebenarnya dari awal juga gue udah gak yakin." ucap Nichol matanya kini fokus kepada surat yang waktu itu.


"Ya kalau lo gak yakin kenapa lo jadiin dia pacar lo?" tanya Aldo penasaran.


"Iya buang waktu aja tau gak kapten." timbal Farhan


"Gue sengaja jadiin dia pacar biar Nasya gak ganguin gue."


"Bukannya sebelum lo jadiin Tiara pacar Nasya udah gak gangguin lo lagi yah?" ucap Farhan yang memang benar Nasya tidak pernah menganggu Nichol lagi semenjak kejadian dikantin waktu itu.


Nichol belum memberitahukan kepada teman-temannya bahwa dia dijodohkan dengan Nasya. bisa sangat bahaya kalau orang-orang pada tau semuanya.


"Lo berharap jadiin Tiara pacar biar Nasya gak gangguin lo? Tapi liat, malah Tiara yang saat ini ganguin lo, itu mah sama aja," celetuk Aldo


"Iya bener bro, sama aja kaya Tiara yang gantiin posisi si Nasya buat ganguin lo hahaha," Gino menertawakan Nichol.


Nichol menatap Gino karena telah berani menertawakannya dan seketika Gino menghentikan tawanya karena takut diamuk Nichol.


"Tapi kalau boleh jujur gue lebih suka sama Nasya," ucap Farhan jujur.


"Inget bro lo udah punya Ika," Aldo memperingati Farhan.


"Iya katanya mau setia sama satu cewe," ledek Gino.

__ADS_1


"Bukan itu maksud gue Ogeb" Farhan menjitak kepala Aldo dan Gino "maskud gue, gue lebih suka kalau Nasya yang deketin Nichol daripada Tiara"


"Ohhhh ngomong dong dari tadi, eh lo bilang gitu karena Ika teman satu gengnya Nasya kan?" Selidik Aldo.


"Lagian gue belum lanjutin ucapan gue, lo langsung motong aja," kesal Farhan.


"Udah kenapa pada berantem si!" ucap Gino menengahi.


"Kalau boleh jujur, gue juga lebih suka Nasya yang deket sama lo Nic, ya walaupun dia agak centil sedikit tapi seenggaknya dia menghargai kita sebagai teman lo. Beda sama Tiara yang nganggap kita cuman pawang buat lo," ucap Aldo.


"Dan menurut pendapat gue sebenarnya Nasya itu gak centil, tapi kalau dia seperti anak manja itu si wajar aja karena Nasya itu anak tunggal dan kalaupun dia caper sama si Nichol itu karena dia ingin mencari perhatian lebih, maklum lah orangtuanya sibuk dan dia kurang kasih sayang." Gino mengutarakan pemikiran nya tentang Nasya.


Nichol tertegun dengan perkataan Gino, yang di kataan Gino juga ada benarnya, Nasya tidak manja buktinya dia bisa memasak untuknya waktu itu. Namun dia seolah tidak ingin menanggapinya.


"Lo semua kenapa pada ngomongin Nasya? Bikin mood gue ancur aja," Alibi Nichol.


Setelah mengatakan itu Nichol pergi meninggalkan teman-temannya yang masih berada di kelas.


"Mau kemana bro?" tanya Gino Namun tidak mendapat jawaban dari Nichol.


Bersambung


______________________________________________


***Makasih buat kalian yang udah baca cerita ini....


semoga suka... jangan lupa kasih vote dan Coman yah...


terimakasih***

__ADS_1


__ADS_2