
Happy Reading.
Kasih vote sebelum baca yah.
Waktu istirahat adalah waktu yang di tunggu-tunggu oleh para siswa untuk terbebas sejenak dari belajar terlebih jika pelajaran itu tidak di sukai seperti pelajaran matematika.
"Kantin yuk girls,"
Nasya mengajak kedua temanya untuk pergi ke kantin. Saat ditengah perjalannya menuju kantin dia tak sengaja mendengar pembicaraan para siswi-siswi yang sedang pada bergosip.
"Sebenarnya Nichol tuh maunya apa si? udah banyak gadis yang menampilkan sepatu birunya tadi, tapi tetap ditolak," ucap gadis yang tidak diketahui namanya.
"Iya udah banyak hampir satu sekolahan yang memamerkan sepatu birunya, kalau ga niat jadiin pacar mending gak usah ngadain yang gituan bikin PHP aja,"
Samar Nasya mendengar perkatan para gadis itu, "untuk apa Nichol mencari sepatu itu?" batin Nasya.
Nasya berpikir apa benar dugaannya kalau sebenarnya Nichol ingin mencari orang yang waktu itu dansa dengan dirinya.
"Kok bengong si Nas?, ayo perut gue udah keroncongan nih!" kata Abel menyadarkan Nasya dari lamunannya itu.
"Eh iya ayo," jawab Nasya akhiranya melanjutkan perjalanannya menuju kantin sekolah.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Sesampainya dikantin, Ika yang terlebih dulu melihat Farhanpun dia melambaikan tanganya, sedangan Farhan tersenyum kearah Ika yang baru saja terlihat oleh dirinya.
"Kesana yuk," ajak Ika kepada Nasya dan Abel.
Mereka pun akhirnya mengikuti ika menghampiri Farhan, Sebenarnya Nasya agak ragu untuk bergabung disana terlebih lagi dia tau kalau disana juga ada Nichol.
Nasya duduk di sebelah Ika
"Tumben lo Nas gak duduk disebelah Nichol? biasanya lo ngegeser posisi gue," kata Aldo menyindir Nasya.
Tidak biasanya Nasya tidak duduk dengan Nichol atau sekedar bersandar di bahu Nichol, apa karena waktu itu Nichol mempermalukan Nasya di tempat umum? sehingga sekarang Nasya jadi berubah tidak mengejar Nichol lagi.
Nasya hanya menangapinya dengan senyuman, kemudian kini matanya mengarah kepada Nichol, Nichol juga melihat Nasya sekilas lalu memalingkan wajahnya kembali ketika mata mereka saling bertemu.
"Anjrit yang baru jadian kebagi jatah dong kita," celetuk Aldo sambil melirik Ika dan Farhan.
"Yaelah kentut comberan lo mah malak mulu teman gue," ucap Abel lalu duduk di kursi dekat Aldo.
__ADS_1
"Gue malak temen gue si Farhan bukan malah temen lo, jadi jangan GR TOA masjid," ucap Aldo ketus kepada Abel.
"Kaya nya bentar lagi bakal ada yang nyusul kaya Farhan nih" goda Gino melirik ke Aldo lalu mengalihkan pandangannya lagi kearah Abel.
"NAJIS" ucap Abel dan Aldo barengan saat melihat tatapan Gino.
"Tukan barengan jawabnya berarti jodoh," goda Gino lagi.
"Yaudah gue pesen makan dulu buat kalian semua, oh ya lo pada mesen yang seperti biasa kan?" tanya Dokter kepada temannya itu.
Lalu dijawab anggukan kepala oleh ketiga cowo itu, ya Farhan memang udah tau makanan yang selalu di pesen oleh ketiga temannya itu.
"Gue juga ikut Farhan ah Nas, bel lo mau pesen apa?" tanya Ika.
"Gue nasi goreng sama es teh," jawab Atas.
"Gue yang seperti biasa aja," ucap Nasya.
Nichol sedari merasa bingung dengan sikap Nasya yang barusan. pasalnya Nasya selalu duduk dengannya dan mengeser tempat Aldo dikantin dan mendekatinya.
Tapi kini Nasya tidak mendekatinya dan tempat duduknya pun kini agak jauh dengan Nichol.
Dalam hari Nichol merasa kehilangan.
Sedangkan Nasya hanya melihat sekilas kearah Nichol, dia sudah bertekad tidak akan menggangunya lagi dan gak akan mengharapkan cinta Nichol lagi.
Jangankan Nichol, para temannya Nichol pun merasa aneh dengan sikap Nasya. Dia tidak lagi bergelayut manja di tangan Nichol atau perhatian lagi kepada Nichol.
"Nic, lo ko bengong aja dari tadi?"
Aldo menepuk pundak Nichol.
"Eh iya kenapa?"
"Gue perhatiin lo dari tadi bengong aja, lo lagi punya masalah?" tanya Gino yang menghawatirkan temannya itu.
Kini semua mata tertuju pada Nichol termasuk Nasya.
"Pasti lo lagi mikirin Nasya kenapa dia berubah ya?" bisik Gino di telinga Nichol.
"Ngaco lo, orang gue seneng dia gak jadi kuman yang nempel terus sama gue," sanggah Nichol sambil mengibaskan bajunya.
__ADS_1
Bisikan mereka berdua masih bisa didengar oleh Nasya, namun Nasya lebih memilih diam saja. Tidak ingin mencampuri urusan Nichol lagi.
Setelah pesanan mereka datang, semua fokus kepada makanannya masing-masing. Ditengah makan tiba-tiba saja hp Nasya berdering, dia bergegas pergi untuk mengangkat telponnya
"Hallo"
"..........."
"Iya, ntar aku kesana"
"..........."
"Iya-iya"
Setelah Nasya pergi dari kantin ika berkata "tumben banget Nasya ngangkat telpon sambil berjauhan kaya gini,"
"Iya pasti ada yang di sembunyiin deh sama dia," tebak Abel yang merasa curiga.
"Dasar cewe ngegosip aja kerjannnya" celetuk Aldo bermaksud untuk menyindir Abel.
"Apa lo bilang kentut comberan?" mata Abel melotot kepada Aldo.
Nichol yang mendengar pembicaraan Ika dan Abel pun merasa heran, ditambah lagi Nasya yang ngejauh darinya.
"Sory ya gue harus buru-buru pulang ada urusan keluarga, sekalian ijinin gue, entar bel masuk gue gak akan ikut pelajaran,"
Kata Nasya lalu dia pergi meninggalkan teman-temannya yang masih di dalam kantin tersebut.
Sedangkan Nichol terdiam melihat kepergian dari Nasya. tidak biasanya wanita itu seperti sekarang. seperti ada yang disembunyikan, tapi Nichol tidak memperdulikannya.
Nichol merasa bahagia sekarang karena Nasya tidak jadi parasit yang kemanapun dia berada.
.
.
Bersambung..
__________________________________________
**HAI SEMUANYA... Jangan lupa Like dan komen yah...
__ADS_1
terimakasih 😊 untuk kalian yang udah setia nunggu kelanjutannya....
semoga kalian suka**...