
Happy Reading.
Nasya datang kerumahnya dengan lesu, dia masih memikirkan Nichol yang tidak mengundangnya. Nasya masih bingung karena hanya dirinya sendiri yang tidak di undang sedangkan teman-temannya bahkan satu sekolah di undang kesana.
Saat ini Nasya sedang terdiam di balkon yang ada di kamarnya dalam hati dia berkata "Segitu tidak sukanya kah sampai ulangtahun pun tidak mengundangku?" gumam Nasya sambil menatap kearah langit.
Tanpa Nasya sadari ada yang memasuki kamarnya, lalu menghampirinya. Dia menepuk pundak Nasya.
"Darrr.... Hayo lagi mikirin apa?"
"Momy ngagetin aja, lagi gak mikirin apa-apa kok mom,"
"Yakin?? Tapi tadi kamu kayaknya lagi melamun. Emang memikirkan siapa?" tanya Mona menjahili anaknya.
"Mommy so tau," tak ingin lama di interogasi oleh momynya Nasya langsung mengalihkan pembicaraan "momy ngapain kesini? tumben banget datang ke kamar Nasya."
"Emangnya momy gak boleh masuk ke kamar anaknya sendiri?" Mona membalikan pertanyaannya kemudian dia teringat sesuatu,
"Momy kesini mau ngasih gaun ini sama kamu."
Nasya bingung dengan momynya yang tiba-tiba memberinya gaun sebagus ini.
"Tumben Mommy kasih aku gaun, Emang ada acara apa?" tanya Nasya bingung sekaligus penasaran.
"Ya ampun kamu itu beneran gak tau atau pura-pura gak tau si? kan Nichol akan ulangtahun sayang dan kita sekeluarga diundang kesana," ucap Mona.
"WHAT" Nasya terkejut.
Mona yang melihat keterkejutan Nasya pun bingung, "kok kamu kaget gitu, kamu juga dapat undangannya emang dari Nichol?"
"Iya mom lupa," kata Nasya nyengir kuda karena sebenarnya Nasya tidak di undang.
"Jangan lupa pakai gaunnya sayang, dan di kotak itu ada sepatu hak tinggi jangan lupa dipake yah biar kamu ga keliatan pendek," kata momynya sambil berlari keluar sebelum Nasya berteriak.
"MOMY"
Dalam hati Nasya merasa senang karena akhirnya dia bisa menghadiri Ultahnya Nichol, dan gak ada yang akan merasa curiga kepadanya kalau dia menghadiri Ultah Nichol karena temanya Pesta topeng.
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Di sisi lain Tiara sedang mempercantik dirinya di cermin. Dia sangat bahagia karena rivalnya tidak akan datang, jadi hari ini dia tidak punya saingan.
Dia juga tadi pergi ke salon dan pergi ke mall untuk membeli gaun dan sepatu tak lupa membeli kado untuk Nichol.
Tiara melihat tampilan dirinya di dalam kaca.
"Aku akan membuatmu terpesona oleh tampilan ku malam ini Nic." ucapnya menyeringai.
Flashback on
Gadis yang memakai seragam putih biru itu mendekati seorang laki-laki yang sedang bermain basket.
"Gue suka sama lo, lo mau ga jadi cowo gue" ucap gadis itu
"Sorry Tiara gue gak bisa," tolak cowo itu.
__ADS_1
"Tapi kenapa Nic, gue kurang apa sama lo?"
Iya Cowo yang di tembak Tiara itu Nichol.
"Lo udah gue anggap sebagai teman gue sendiri, lagian gue juga udah janji mau nungguin seseorang,"
"Sampai kapan lo nungguin dia Nic, Lo ga akan pernah ketemu lagi sama dia. Dia itu udah pergi jauh dari lo,"
"Gue bakal nunggu Dia sampai kapanpun, dan lebih baik lo jangan pernah deketin gue lagi. Karena gue sekarang udah tau Niat lo deketin gue, karena lo suka sama gue," ucap Nichol lalu meninggalkan tiara yang menangis di lapangan.
"Oke gue bakal jauhin lo, dan gue bakal deketin lo lagi setelah lo ketemu sama orang yang lo tunggu itu, dan gue bakal menjauhin lo sama orang lo tunggu selama ini. Itu janji gue" kata hati Tiara.
Flashback off
"Ayo Tiara lo belum siap juga udah mau telat nih pestanya" teriak teman Tiara membuyarkan lamunannya itu.
"Oh iya ayo berangkat," kata Tiara lalu dia berangkat ke pesta Ultahnya Nichol bersama temannya itu. Dia sudah tidak sabar melihat apa yang akan terjadi pada dirinya dengan Nichol nantinya.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Pesta ulang tahun Nichol
Nichol saat ini sedang ada di balkon kamarnya dia sedang menatap bintang di langit. Ingatannya tiba-tiba berkeliaran ke masa lalunya.
"Andai kamu tau kalau aku disini selalu nunggu kamu sesuai janji aku kepada kamu waktu dulu."
Nichol pun berbicara sendiri kepada bintang itu,
"Aku ingat kata-katamu 'jika kamu suatu saat nanti merindukanku kamu bisa melihat bintang yang ada di langit, walaupun kita jauh tapi kita masih berada di langit yang sama' aku masih selalu mengingat apa yang kamu ucapkan."
"Nic, pestanya udah mau di mulai ayo kita ke taman," ajak Ridho kepada anaknya.
Nichol hanya menangukan kepalanya, sejujurnya dia tidak menginginkan pesta itu, namun demi membahagiakan kedua orangtuanya dia mengikutinya saja.
Nichol datang ke taman semua mata memandang kepadanya. Banyak gadis yang kagum terhadap Nichol, karena hari ini dia terlihat berbeda, dia mengenakan jas yang membuatnya semakin tampan.
"Nichol ganteng banget,"
"Calon Husben gue di masa depan,l."
"Perfect banget."
"Makin cinta deh neng bang."
Dan banyak lagi perkataan gadis-gadis itu. Namun Nichol hanya mengacuhkannya tidak perduli. Menurutnya semua orang hanya wanita ganjen saja yang memang di matanya.
Aldo yang baru datang pun langsung memeluk Nichol "Happy birthday ya bro makin tua aja umur lo."
"Gue masih 17 tahun jadi masih muda," ucap Nichol tak terima dirinya di sebut tua oleh Aldo.
"HBD kapten," ucap Farhan yang baru saja datang menghampiri Nichol.
Nichol celingak-celinguk
"Kalian cuma berdua aja Gino mana?"
__ADS_1
Nichol celingak-celinguk mencari keberadaan Gino, karena tidak bersama dengan kedua temanya itu.
"Yaelah kapten kaya gak tau dia aja, palingan lagi cari cewe baru kan kemarin dia abis putus sama pacarnya," celetuk Farhan.
Nichol hanya mengagukan kepalanya, kemudian matanya tertuju pada seseorang yang memakai baju biru di ujung taman sendirian.
"Liatin apa si bro?" kata Aldo lalu melilik kearah mata Nichol yang sedang melihat pohon menurut Aldo.
"Ga liat apa-apa ko," ucap Nichol bohong, lalu melihat melilik ke arah Aldo.
Setelah melilik kearah Aldo, Nichol melihat lagi kepada seseorang yang ia lihat tadi, Namun seseorang itu sudah tidak ada di tempat itu.
"Misterius," batin Nichol lalu tersenyum.
Farhan yang melihat Nichol senyum-senyum sendiri pun merasa merinding.
"Lo gak lagi kesambet kan Nic, sampe senyum-senyum sendiri."
"KAMPERET LO!" ujar Nichol lalu menjitak kepala Farhan. Sedangkan Aldo hanya melihat kelakuan kedua temannya itu sambil menahan tawanya karena Farhan di kitab oleh Nichol.
"Gue juga mau cari cewe lah di sini bye Nic, han" ucap Aldo melambaikan tangannya.
"Lo gak cari cewe juga han?" tanya Nichol.
"Nggak lah gue kesini kan mau cari makan gratisan bukan mau cari cewe," Farhan nyengir kuda.
"Di dunia ini gak ada yang gratis do, lo ke toilet aja musti bayar."
"Serah lo deh Nic, gue mau cari makan dulu bye."
"Sudah sana," usirnya dari tempat ini.
Setelah Farhan juga meninggalkannya, Nichol memutuskan untuk melihat kesekeliling area taman belakanganya itu.
Ibunya memang pandai dalam urusan mendekor seperti ini, terlihat sangat bangus dengan lampu yang berkedip. Memberikan sebuah cahaya bintang yang bagus.
Lalu tiba-tiba mata Nichol tertuju lagi kepada wanita yang tadi dia lihat di dekat pohon. Oh rupanya dia pindah kesini, Nichol berjalan berniat akan menghampiri wanita itu tapi ada yang mencekal tangannya.
Nichol akan marah ketika tiba-tiba ada yang mencekal tangannya, tapi setelah melihat orang itu dan tau orang itu siapa jadi dia mengurungkan niatnya untuk marah.
"Kamu mamah cariin juga, ayo ikut," kata Raisa.
Nichol menganggukkan kepalanya menurut lalu berjalan bersama ibunya lalu dia membalikan kepalanya melihat kearah wanita yang memakai baju biru tadi. Entah mengapa Nichol seperti merasa ada getaran aneh yang dia rasakan ketika melihat wanita itu.
"Siapa Dia?" batin Nichol.
BERSAMBUNG
____________________________________
Jangan lupa kasih Vote+commn nya ya kawan. Biar Authornya semangat buat lanjutin ceritanya
Makasih udah mau baca.
Maaf kalau masih ada typo.
__ADS_1