
Di kantin sekolah yang sepi terdapat empat sahabat yang sedang makan di kantin, siapa lagi kalau bukan Nichol and the geng.
"Tumben kantin sepi banget," kata Aldo sambil celingak-celinguk melihat ke penjuru kantin.
"Yailah sepi, orang ini masih jam pelajaran ogeb," kata Gino menjitak kepala Aldo lalu duduk disampingnya.
"Kalau lagi makan tuh diem jangan sambil ngomong!!" kata Farhan dengan ketus. Jujur dia masih merasa kesal dengan Aldo gara-gara memanggil dia Farah.
"Biasa aja kali ngomongnya jangan ketus gitu," kata Gino.
"Iya tu kaya orang lagi PMS aja, Eh atau bener lo lagi PMS? secara lo kan cewe," timbal Aldo sambil tertawa mengejek Farhan.
Gino pun ikut menertawakan Farhan "HAHAHA"
"Aj*ng lo ngajak ribut," kata Farhan dengan raut muka yang penuh emosi.
"Udah-udah kenapa si lo pada ribut aja dari tadi? kalau mau ribut pergi aja sana ke lapangan sekalian adu tinju biar gue buat muka kalian sampe babak belur," lerai Nichol yang merasa jengah dengan kedua temannya itu.
"Sadis amat kapten masa entar muka unyu-unyu kaya gue jadi babak blur dong," kata Farhan dengan dramatis.
"Iya entar gue gak jadi ganteng lagi dong kalau babak blur," timbal Aldo yang tidak terima.
"Apa lagi gue, kalau sampe gue babak belur entar gak ada lagi cewe yang mau deket sama gue secara gue kan yang paling ganteng di antara kalian," kata gino dengan penuh percaya diri.
"Makanya ga usah pada ribut kalau gak mau babak blur," kata Nichol kepada mereka bertiga.
"Lo sih yang mulai duluan," kata gino menyalahkan Aldo.
"Ko gue yang di salahin? Salahin tuh orang yang lagi PMS," kata Aldo sambil menggeser kan dagunya ke pada Farhan.
"Lo nyalahin gue?" ucap Farhan tidak terima lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Gue kan gak nyebutin nama lo, tapi kalau lo nya ngerasa tersindir ya bagus lah," kata Aldo dengan santainya.
"Anj*ng, lo yang ngajak gue ribut duluan," Farhan tidak terima disalahkan.
"DIAM" Kata Nichol dengan nada tinggi sambil menggebrak meja kantin.
Mereka bertiga langsung terdiam di tempat mendengar perkataan Nichol sambil mengebrak meja membuat semua orang yang ada di tempat ini malah ketakutan.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Di Kelas XI IPA3 , Nasya yang merasa bosan dengan pelajaran bahasa indonesia, Sebenarnya bukan bosan juga, tapi karena tidak suka dengan pelajaran yang satu ini karena materi yang diajarkannya itu-itu mulu dari mulai SD sampai SMA di tambah lagi yang ngajarnya itu bapak yang botak.
__ADS_1
"Keluar yuk girls males dengerin ocehannya bapak botak," kata Nasya berbisik kepada teman-temanya.
"Lo mau bolos Nas? gue gak mau ah Nas, takut Nilai gue di kurangi," kata Abel yang duduknya di sampingnya.
"Iya Nas, gue juga takut ketinggalan pelajaran kalau kita keluar Nas," kata Ika yang tempat duduknya di belakang Nasya dan Abel.
"yaelah kita izin ke toilet aja biar guru gak curiga, lo ga perlu takut ketinggalan pelajaran, orang dari dulu materinya itu-itu aja ga berubah," kata Nasya sambil berbisik kepada kedua temannya.
"Yaudah deh Nas gue ikut sama lo," kata Abel akhirnya bisa tersenyum dengan hangat. Tidak menyangka kalau pada akhirnya mereka akan bersama.
"Kalo lo ika mau ikut kita gak?" tanya Nasya.
"Yaudah deh gue ikut juga," kata Ika pasrah mengikuti temannya itu.
Nasya pun mengacungkan tangannya meminta izin untuk pergi ke toilet. "Pak kita izin ke toilet dulu yah," kata Nasya.
Dan dianguki oh gurunya itu, "tapi jangan lama-lama, awas kalau kalian lama-lama."
"Iya pak tenang aja," kata Nasya, lalu dia keluar dari kelasnya bersama kedua temannya. Akhirnya bisa bebas juga keluar dari kelasnya sekarang.
Diperjalanannya menuju toilet Abel melihat Aldo sedang ada di kantin. Lalu Abel berkata kepada teman-temannya.
"Eh liat deh di kantin ada Aldo tuh," tunjuk Abel ketah kantin.
"Lemot amat si lo Ika, kalau ada Aldo di kantin berarti ada Nichol juga." kata Abel sambil menjitak kepalanya Ika yang kelewat polos.
"Aww... Sakit tau bell," ucap Ika meringis kesakitan.
Nasya yang mendengar kata Nichol langsung berbinar dan dia berniat untuk minta maaf kepada Nichol karena tadi Nichol masih marah dan belum memaafkannya.
"Ayo girls kita ke kantin!!" kata Nasya tersenyum bahagia.
Nasya pun lari ke kantin terlebih dahulu meningalkan kedua sahabatnya itu karena saking senangnya dia akan bertemu dengan Nichol.
"Bukannya tadi kita mau ke toilet ya? Ko malah ke kantin si?" kata Ika bingung.
"Udah ayo ikut aja," Abel menarik tangan Ika supaya mengikutinya kekantin. Dengan pasrah Ika hanya mengikuti temannya itu.
Nasya celingak celinguk mencari keberadaan Nichol, setelah dia melihat Nichol langsung menghampirinya dan menggeser posisi Aldo yang kebetulan sedang ada di sebelahnya.
"Buset Ini cewe maen nyosor-nyosor aja," kata Aldo karena harus bergeser tempat.
"My baby honey Nichol, ko ada di kantin? Emang gak belajar ya?
__ADS_1
Maaf ya soal yang tadi, aku beneran gak sengaja sumpah," kata Nasya sambil mengangkat tangannya dan mengangkat dua jarinya sehingga seperti hutuf 'V' setelah itu tangannya bergelayut manja di tangan Nichol.
"Lo apa-apaan si ganggu orang aja, lepasin tangan lo gak," ketus Nichol yang merasa risih karena tangannya digelayuti oleh Nasya terus.
"Kalau gak mau gimana ya my baby honey Nichol?" kata Nasya sambil mempererat tangannya.
"Udah Nas, kalau dia gak mau mending sama gue aja, gue juga gak kalah gantengnya ko sama Nichol," kata Aldo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan mau sama Aldo Nas, dia itu kalau kentut bau comberan," kata Abel yang baru datang menghampiri mereka.
"Emang lo pernah nyium bau kentutnya Aldo bel?" tanya Gino sambil ketawa.
Abel yang di tanya seperti itu pun hanya diem karena jujur dia pernah mencium kentutnya Aldo.
"Kalo lo diem berarti pernah nyium bau kentutnya dong," timbal Farhan.
Mereka yang ada di situ lantas tertawa berbahak bahak menertawakan Abel yang mencium bau kentutnya Aldo.
"Kalian apa-apan si? kasian temen gue, lo semua ketawain," kata Ika membela Abel karena melihat Abel yang sudah berkaca-kaca ditertawakan oleh mereka.
"Ampun bang Ivan.... Ka," kata Gino, Farhan, dan Aldo berbarengan.
Ika yang namanya di sebut Ivan pun langsung Tersenyum kepada ketiga cowo itu."Makasih udah manggil gue Ivan."
3 cowo itu hanya bengong dan melongo melihat ika yang tersenyum bahagia kala dirinya di panggil Ivan, berbeda dengan Farhan kalau di panggil Farah pasti dia langsung marah.
Sedangkan Nichol dia cuek melihat tingkah teman-temannya saat ini, dia sama sekali tidak perduli. Nafsu makannya pun sudah tidak ada karena kehadiran Nasya yang terus menggangunya.
"Kamu besok tanding basket ya My baby honey?" tanya Nasya kepada Nichol.
"Bukan urusan lo dan berhenti manggil gue dengan sebutan itu, jijik tau dengernya dan toh Lo bukan siapa-siapa gue inget itu," kata Nichol ketus.
"Ko gitu si my baby honey, itu tuh panggilan sayang aku ke kamu tau gak?" kata Nasya dengan cemberut.
"Cabut yuk bro males gue di sini ada pengganggu" kata Nichol kepada ketiga temannya.
Lalu Nichol pun pergi bersama ketiga temannya meninggalkan Nasya dkk.
"Aku gak akan menyerah begitu aja Nic, walaupun kamu anggap aku pengganggu sekalipun, aku akan tetap deketin kamu, karena aku yakin suatu saat kamu bakalan liat aki." kata batin Nasya.
"Sabar yah Nas," kata Ika sambil menepuk bahu Nasya. Nasya hanya menganggukkan kepalanya saja.
BERSAMBUNG
__ADS_1