N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Sepatu Kaca


__ADS_3

Happy Reading.


Keesokan harinya Nichol berangkat ke sekolah, dia berinisiatif akan mencari siapa pemilik sepatu itu.


Setelah kejadian tadi malam Nichol terus memperhatikan sepatu itu dan membuat dia susah tidur karena memikirkan gadis itu, bukan memikirkan si tepatnya penasaran akan sosok gadis itu.


"Siapa kamu sebanarnya?" kata Nichol dalam hati.


"WOI Bro, kenapa melamun gitu?" Aldo tiba-tiba datang dan menepuk pundak Nichol niatnya si mau mengejutkannya tapi Nichol sama sekali tidak terkejut dengan itu.


"Paling juga lagi mikirin cewe semalam." timbal Farhan yang duduk di bangku dekat Nichol.


"BTW siapa gadis yang dansa semalam Nic? Cantik banget gila." tanya Gino si palyboy capkampak.


Pandangan mata Nichol kedepan tidak menatap temannya. dia sendiri juga bingung dengan sosok perempuan dibalik topeng itu, apa dia mengenalnya.


"Gue sendiri juga gak tau siapa orang yang berdansa sama gue tadi malem, karena ketika gue mau buka topengnya, gadis itu malah pergi meninggalkan gue dan waktu gue mau kejer dia, gue malah nemuin sepatu ini doang." Ucap Nichol mengeluarkan sepatu dari tasnya.



Kira-kira ini gambaran dari sepatu yang di pakai oleh wanita misterius itu.


Farhan melihat kearah sepatu itu, dia terpesona karena sepatu itu sangatlah bagus dan juga indah.


"Widih Drama banget, kaya kisah apa tuh namanya gue lupa." Kata Aldo memancing Farhan agar bicara.


"Kaya kisah Cinderella ogeb" ucap Farhan sambil mejitak kepala Aldo.


"Heh gue kan bukan cewe jadi gak tau soal cerita Cinderella atau apalah itu." Protes Aldo.


"Emang menurut lo gue cewe hah?" bentak Farhan tak terima dan mulai tersulut dengan emosi.


"Diem deh lo pada!" ucap Gino kemudian dia berkata lagi, "Eh Nic, kalau menurut insting laki-laki sejati kaya gue, tuh cewe sengaja ninggalin sepatunya biar lo mencarinya seperti di film-film, betul kagak Farhan," kata Gino meminta pendapat dari Farhan.

__ADS_1


Farhan hanya menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oh Gino barusan, dia sangat yakin akan hal itu.


"Tau deh yang korban film." ucap Aldo memutar jengah bola matanya.


"Ucapan lo ada benernya juga." ucap Nichol membenarkan perkataan Gino, lalu dia memutuskan untuk pergi meninggalkan ketiga temannya di kelas.


Nichol akan mencari perempuan itu, kalau perlu dia akan memasang papan pengumuman di mading agar bisa menemukan keberadaan perempuan yang dicarinya itu.


"Eh mau kemana?" Tanya Farhan yang melihat Nichol bangun dari tempat duduknya.


Nichol tidak menjawab pertanyaan dari Farhan barusan, dia langsung melenggang pergi dari kelasnya.


"Haha ternyata Nichol mudah kemakan ucapan asal gue." ucap Gino sambil tertawa bahagia karena berhasil membodohi Nichol.


Aldo dan Farhan menatap tajam kearah Gino yang tertawa seperti itu.


"Jadi insting lo tadi gak bener?" ucap Farhan menatap Gino.


"Bilangnya insting laki-laki sejati, taunya inting keplayboyan lo," Celetuk Aldo dan dia akhirnya ikut keluar untuk mengejar Nichol.


Farhan melirik kearah Gino yang sedang chatingan dengan para pacarnya itu. tiba-tiba Farhan ingat dengan wanita yang semalam berdanse dengan dirinya.


"Eh Lo punya nomor Ivanka gak?" tanya Farhan kepada Gino setalah Aldo keluar dari kelas.


Gino menaikan selah alisnya, tumben sekali tamannya itu menanyakan nomor seorang perempuan.


"Ivanka yang mana? Ivanka Elizabeth, Ivanka Adisti, Ivanka Monika?" Kata Gino.


Farhan menepuk jidatnya, dia lupa kalau dia sekarang ngomong sama seorang palyboy yang banyak cewenya. pasti banyak tuh koleksi perempuannya.


"Ivanka temannya Abel," kata Farhan menjelaskan kepada Gino. .


"Oh yang itu, nanti gue mintain sama pacar gue yang sekelas sama dia," kata Gino santai lalu kembali ke layar ponselnya.

__ADS_1


"Yuadah deh gue tunggu, dari pada gue di kacangin disini mending nyusul Nichol," kata Farhan yang akhirnya memilih untuk pergi daripada berdua dengan Gino yang hanya fokus kelayar ponselnya itu.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Nasya saat ini sedang berada di kelasnya dan mengobrol bersama teman-temannya itu. Tiba-tiba ada salah satu temannya yang berbicara di depan kelasnya sepertinya akan mengungumkan sesuatu.


"Tau gak? tadi Nichol masang mading katanya dia sedang mencari orang yang mempunyai sepatu hak tinggi warna biru, bagi yang punya sepatu itu, dia bakal jadiin kekasihnya." ucap gadis yang satu sekalas sama Nasya.


"WHAT?" ucap Nasya,Abel dan Ika berbarengan, mereka bertiga terkejut ketika mendengar pengumuman itu.


"Gue punya sepatu hak tinggi warna biru banyak." ucap Abel bersemangat.


"Gue juga bel " timbal ika.


Sedangkan Nasya masih bingung dan berpikir mengapa dia mencari sepatu warna biru dan akan di jadikan kekasihnya. ada sebanarnya dengan Nichol? Apa karena dansa waktu itu?


"Woi Nas, kenapa lo diem aja? Jangan bilang lo gak punya sepatu warna birunya ya?" tebak Ika yang melihat temannya itu sedang melamun.


"Tenang aja, kalau lo gak punya sepatunya kita bisa pergi ke mall" timbal Abel.


Nasya hanya terseyum saja menanggapi kedua temannya.


"Untuk apa dia mencari sepatu biru itu?" Batin Nasya.


.


Bersambung.


____________________________________________


**Assalamualaikum semuanya..


Aku udah up lagi nih...

__ADS_1


jangan lupa Like dan comen ya biar tetap semangat buat lanjutin cerita ininya..


terimakasih semuanya..**


__ADS_2