N2 (Kisah Sepatu Kaca)

N2 (Kisah Sepatu Kaca)
Apa Tiara Pemiliknya?


__ADS_3

Nasya telah sampai di rumahnya, dia saat ini sedang berbicara kepada orang tuanya. tadi sehabis pamit kepada teman-temannya, Nasya langsung pulang kerumahnya karena ada hal yang penting katanya yang ingin dibicarakan dengan dirinya.


"Ada apa si mom tumben banget telpon aku pas jam sekolah, terus nyuruh aku cepet-cepet pulang lagi," cemberut Nasya pura-pura marah kepada sang ibu.


"Biar daddy kamu aja yang jelasin," kata Mona lalu matanya melirik kepada Suaminya. dia tidak tega mengatakan hal tersebut kepada sang anak.


Rama menghela nafasnya kemudian menatap serius kearah Nasya.


"Begini, jadi daddy berniat mau jodohin kamu sama anak teman daddy," terang Rama.


Nasya tampak terkejut, kemudian dia berbicara,. "Tapi dad......."


Belum sempat Nasya berbicara, Rama sudah terlebih dahulu memotong pembicaraannya.


"Gak ada penolakan, kalau gak fasilitas kamu dady cabut," Ancam Rama, dan Nasya tidak bisa berkutik sama sekali ketika sudah diancam seperti itu, dia tidak ingin menjadi gelandangan karena daddynya mencabut fasilitasnya.


"Daddy egois, aku gak mau di jodohin,"


Nasya pergi ke kamarnya sambil membanting pintu. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. demi apapun dia tidak mau dijodohkan, ini bukan jaman Siti Nurbaya yang harus pakai perjodohan segala. Nasya bisa cari calon suami sendiri seperti pangeran yang di impikannya selama ini.


"Aku gak mau, dady egois tak pernah bisa ngerti persaan aku" gerutu Nasya sambil mengeluarakan air matanya. dan melampiaskannya kepada bantal guling dengan cara memukulnya.


Tok tok tok


Suara ketukan terdengar nyaring dipintu, tapi Nasya tidak mempedulikan itu semuanya.


"Momy boleh masuk kan sayang?"


Nasya dapat mendengar suara itu, ternyata Momy nya yang mengetuk pintu tersebut.


Lalu mona menghampiri anaknya, "Momy ngerti apa yang kamu rasakan sekarang, tapi kamu juga harus tau semua yang di lakukan dady kamu itu untuk kebaikan kamu," bujuk Mona.


"Iya kebaikan momy sama dady tapi nggak dengan aku,"


"Momy yakin setelah ini kamu pasti akan bahagia,"


"Aku bahkan gak yakin bakal bahagian, secara orang nya pun aku gak tau, emang siapa si yang mau di jodohin sama aku nya mom?"


"Entar kamu juga tau sendiri orangnya," ucap Mona lalu tersenyum kepada anaknya.


"Mom gak jodohin aku sama om-om kan?" tebak Nasya.


"Enggak ko, kamu tenang aja, udah dulu ya mom banyak kerjaan di dapur,"


Setelah momynya pergi Nasya termenung sendiri, ya sejujrnya dia belum bisa sepenuhnya melupakan Nichol, dia masih suka stalker instagram dan semua yang berhubungan dengan Nichol tanpa sepengetahuan siapapun termasuk temanya.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Keesokan paginya Nasya datang ke sekolah lebih awal, dia masih marah kepada orang tuanya yang seenaknya menjodohkan dia.

__ADS_1


"Nas lo beneran mau di jodohin sama orang tua lo?" tanya Ika.


"Iya lo seriusan Nas? Demi apa?" timbal Abel.


Mereka berdua tau bahwa Nasya akan di jodohkan karena tadi malam Nasya bercerita kepada mereka berdua.


"Emang sejak kapan gue bohong?"


"Trus lo di jodohin sama siapa?"


"Mana gue tau lah" kata Nasya acuh.


"Tapi lo terima?"


"Ya mau gimana lagi bokap gue ngancam bakal nyabut semua fasilitas gue, ya jadi dengan terpaksa deh gue harus setujui tub perjodohan,"


"Yang sabar ya Naa, gue pasti bantu lo ko," Ucap ika lalu mereka berpelukan.


"Udah kayak teletubis aja pacar lo," ucap Aldo kepada Farhan yang tiba-tiba muncul ke kelas XII IPA 3.


"Ngapain lo kesini kentut comberan" Ketus Abel.


"Gue nganterin temen gue buat ngapelin pacarnyalah toa masjid, atau lo mau di apelin juga ya sama gue?" goda Aldo kepada Abel.


"NAJONG,"


marah, lebih tepatnya kecewa karena tidak melihat Nichol disini.


"Oh ya tumben kalian cuman berdua bisanya berempat," ucap Ika.


"Nichol sama Gino kan suka datang terlambat gak kaya kita selalu tepat waktu iya ga Han?"


Ucap Aldo


"Iya aja deh"


"Oh jadi mereka berdua belum pada dateng" ucap Nasya.


Tet.... Tet... Tet....


(anggap aja itu seperti suara bell masuk).


"Udah bel masuk nih ke kelas yuk?" Ajak Aldo sambil menarik tangan Farhan dengan taksabaran.


"Ntar dulu napa, gue masih kangen sama Ivanka," ucap Farhan.


"Buruan atau gue tinggal," ancam Aldo.


"Bye ivanka sayang,"

__ADS_1


"Jijik gue dengernya".


Setelah itu Aldo dan Farhan pergi dari kelas Nasya dengan terburu-buru karena sudah terdengar bell masuk, sesampainya di kelas mereka berdua belum juga menemukan Nichol hanya ada Gino saja yang sudah sampai disana.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Hari ini Nichol datang terlambat dan dia sekarang sedang dihukum hormat kepada tiang bendera.


"Lo mau minum gak?"


Tawar seorang gadis yang baru saja menghampiri Nichol di lapangan.


"Ga usah," ucap Nichol menolak pemberian gadis yang membawa minum untuk Nichol tersebut.


"Lo masih cari sepatu itu?"


"Bukan urusan lo Tiara,"


Gadis yang menghampiri Nichol tadi adalah Tiara.


Tiara tersenyum menyeringai.


"Gue tau sebenarnya apa yang lo cari?, lo mencari sebelah sepatu itukan?" Kata Tiara mengejutkan Nichol.


Kini mata Nichol menatap ke Tiara yang masih memegang minuman untuknya tadi.


"Lo tau darimana?"


"Karena gue pemiliknya,"


"Gue gak percaya kalau tanpa bukti," ucap Nichol acuh.


Sebenarnya Nichol masih tidak percaya kalau pemilik sepatu adalah Tiara.


"Besok gue bakal buktiin ke lo, dan gue harap lo bisa tepatin janji lo untuk jadi pacar gue"


Setelah berkata itu Tiara lalu pergi meninggalkan Nichol yang masih hormat kepada bendera.


"Apa benar Tiara pemiliknya?" Gumam Nichol.


Bersambung..


______________________________________________


Lumayan panjangkan teks nya yang sekarang.


Apakah benar Tiara pemilik sepatu biru itu??


Kasih Vote+commennya ya kawan 😊

__ADS_1


__ADS_2