
Happy Reading
.
.
Nichol sedang menuju kerumahnya sehabis pulang sekolah, dia tidak mengikuti temannya yang ingin nongkrong di warung depan gerbang sekolah karena dia tidak mau bertemu lagi dengan Nasya. Ada kemungkinan kalau Nichol ikut bergabung bersama teman-temannya itu maka Nasya akan mengikutinya juga.
'cewe itu emang kurang kerjaan selalu ngikutin gue kemanapun gue pergi kaya benalu,' gumam Nichol yang tiba-tiba teringat dengan Nasya yang selalu menggangunya itu.
"Ah sial, lama-lama gue bisa gila karena mikirin tuh cewe centil," kata Nichol kemudian dia menghentikan mobilnya karena telah sampai di pekarangan rumahnya.
Nichol memasuki rumahnya yang terlihat sangat sepi itu, dan dia berjalan menuju arah dapur. Siapa tau aja ibunya sedang ada disana.
"Mah Nichol pulang," kata Nichol dengan semangat dan sedikit berteriak berharap terdengar oleh ibunya.
Setalah melihat keberadaan ibunya itu, Nichol menghampirinya dan dia mencomot makanan yang sudah ada di piring.
"Kebiasaan deh kamu, Sana mandi dulu ganti bajunya! kamu bau keringat," usir Raisa ibunya Nichol.
Nichol mengendus bajunya memastikan ucapan ibunya barusan. "Enggak ko mah, masih wangi."
"Ganti gak atau mamah gak akan kasih kamu makan?" ancam Raisa.
"Iya deh mah," pasrah Nichol.
Nichol pun pergi ke kamarnya lalu mandi dan mengganti pakainya dengan pakaian santai dia memakai kaos oblong dan kolor kesukaannya.
Nichol melihat notifikasi di ponselnya ternyata ada pesan dari cewe centil itu.
Cewe centil
My baby honey, kmu udah sampai?
Bales dong..
Aku sayang kamu.
Kok cuman di baca doang
Ayo dong bales.
Masih banyak lagi notifikasi dari Nasya tersebut dan Nichol sama sekali tidak ada niatan untuk membalas pesan dari Nasya tersebut dia hanya membacanya sekilas. Mungkin karena lelah Akhirnya Nichol memutuskan untuk tidur siang.
Matahari telah membenamkan sinarnya di gantikan dengan sang bintang bersama sang rembulan.
Raisa membangunkan anaknya,
"Nichol bangun sayang sekarang udah malam, kamu juga belum makan dari tadi, ayo makan malam bersama, mamah tunggu kamu di bawah ya," kata Raisa.
"Iya mah," sahut Nichol dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur.
Nicholpun bangun dari ranjang kingsize nya dan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, kemudian dia menghampiri kedua orang tuanya yang sudah ada di meja makan. Nichol duduk di samping ayahnya berhadapan dengan ibunya.
"Satu minggu lagi kamu ulangtahun yang ke-17 nak, gimana kalau kita adakan pesta?" usul ibunya karena Nichol selalu menolak jika dibuatkan pesta oleh orangtuanya.
"Kaya anak kecil aja ngadain pesta. Aku ini udah besar mah. Lagian aku ini anak cowo, bukan anak cewe yang harus ngadain pesta kaya gituan," tolak Nichol.
Raisa menghela nafasnya pasti anak satu-satunya itu tidak akan setuju dengan usulannya barusan.
"Kamu'kan anak mamah satu-satunya jadi ulang tahunnya harus di rayakan, Emang anak cewe aja yang suka ngerayain pesta ulangtahun? cowo juga ada," kata Raisa berharap anaknya itu mau dibujuk.
__ADS_1
"Iya papah setuju sama mamah kamu, gimana kalau tema ultahnya pesta topeng biar berbeda?" kata Ridho.
"Ya terserah kalian aja, tapi mamah dan papah yang pesiapin semuanya, aku tau jadi aja". Kata Nichol lalu pergi ke kamarnya.
"Pah akhirnya anak kita mau dibuatkan pesta," kata Raisa senang.
"Iya mah," jawab Ridho.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Keesokan Harinya Nichol berangkat ke sekolah dengan menggunakan motor supportnya, di hari ini memakai motor karena mobilnya sedang diservis di bengkel karena kemarin lecet oleh Nasya.
Hari ini adalah hari pertandingan persahabatan antara tim basket SMA Harapan Nussa dan SMA Tunas Bangsa.
Nichol dkk sekarang sudah ada di lapangan basket. Mereka saat ini sedang bermain basket, Nichol saat ini sedang mendribel bolanya lalu dia memasukan bolanya.
"Bang Nichol semangat!" kata gadis yang sedang menonton pertandingan basket. Semua orang tersenyum dengan bahagia melihat semuanya.
"Ayo bang masukin bolanya!"
"Gino semngat!"
"Aldo bantuin Nicholnya!"
"4 cowo ganteng banget!"
"Kalahin Sekolah Tunas Bangsa!"
Dan banyak lagi teriakan penonton lainnya.
Sama halnya dengan Nasya dkk yang saat ini duduk di paling depan lapangan basket.
"My baby honey Nichol semangat," kata Nasya yang memakai costum childeersnya.
"Toa banget lo bell," kata Ika sambil menutupi kupingnya gara-gara suara cempreng Abel.
Sampai akhirnya permainan basket pun selesai dan pertandingan persahabatan di menangkan oleh SMA Harapan Nusa.
Nasya pun yang melihat Nichol telah selesai bermain basket langsung menghampirinya mengucapkan selamat dan memberikan dia minum kemudian mengelap keringatnya, namun sebelum Nasya mengelap keringat Nichol, tapi Nichol menepis tangan Nasya yang akan mengusapnya.
"Lo apa-apansi?" ketus Nichol.
"Biar aku lapin ya keringatnya?" tawar Nasya sambil mengelap keringatnya namun tangannya di tepis oleh Nichol lagi.
"Gak usah, gue gak butuh lo! mending lo pergi sana, ganggu hidup gue aja!" usir Nichol kepada Nasya.
"Aku gak mau pergi," ucap Nasya manja pada Nichol.
Nichol pun mendorong Nasya yang mendekat kepadanya, lalu Nichol pun pergi meninggalkan Nasya. setelah Nichol pergi, teman-teman Nasya datang menghampirinya.
"Nas lo gak papa'kan? Si Nichol keterlaluan banget" kata Abel yang kebetulan melihat perlakuan Nichol kepada Nasya tadi.
"Udah lah Nas, gak usah ngejer-ngejer cowo kaya gitu lagi, dia itu udah cuekin lo dari dulu kelas X sampe sekarang, mending lo berhenti harapin hati batu kaya dia lagi." kata Ika menasehati Nasya.
"Gue yakin suatu hari nanti hati batu itu akan luluh sama gue" ucap Nasya yang keras kepala.
"Keras kepala banget lo kalau di nasehatin," kata Ika yang kesal dengan sifat temanya itu yang terus mengharapkan seseorang yang tidak mencintainya itu.
"Terus Sampai kapan lo harus kaya gini terus? Mau martabat lo sebagai seorang wanita direndahkan kaya gitu lagi, gue saranin mending Lo berhenti aja ngejar di hati batu itu."
"Gue juga gak tau, mungkin saat gue udah cape ngejarnya gue juga nanti akan menyerah dengan sendirinya kok, tapi tidak untuk sekarang," kata Nasya.
__ADS_1
"Tapi kenapa Nas?" Tanya Abel yang penasaran dengan Nasya yang terus mengejar Nichol.
"Gue kan udah bilang, nanti Lo berdua juga akan tau alasannya."
Lalu dia pergi dari lapangan basket itu dan Menganti kostumnya dengan seragam sekolah.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Nichol memasuki ruangan ganti, dia menghampiri teman-temanya lalu Nichol membuka baju olahraganya dan menggantinya menjadi baju seragam sekolah putih abunya.
"Eh Nic, tadi Nasya lapin keringat lo ya?" tanya Aldo kepada Nichol yang baru masuk ruangan ganti baju.
"Wow Sosweet," kata Farhan menampilkan wajah berbinar.
Sedangkan Gino menatap geli Farhan yang seperti perempuan.
"Apaan si lo pada gak jelas," kata Nichol cuek gak perduli dengan apa yang dikatakan temannya itu.
"Lagian lo harusnya bersyukur ada orang yang perhatian gitu sama lo, bukan malah lo abaikan gitu aja, kasian tau dia udah ngejar lo sejak lama" kata Farhan memberi nasehat kepada Nichol.
"Dengerin tuh nasehat mamah Farah," kata Aldo sambil melirik Farhan.
"Mulai lagi deh ngajak berantemnya," ucap Farhan santai, kali ini dia tidak tersulut emosi.
"Lo berdua berantem gak jelas dari kemarin, gak bosen apa yah?" kata Nichol.
"Tapi kata Farhan juga ada bener nya, jangan sia-siain orang yang ngasih perhatian lebih sama lo, Entar giliran dia gak ngejar lo dan gak ngasih perhatian lagi sama lo, lo bakal nyesel dan ngerasa kehilangan dia," timbal Gino dengan bijaknya.
Prok...Prok...Prok...
Nichol bertepuk tangan mendengar ucapan Gino barusan lalu dia memegang bahu Gino dari belakang, dan Gino menatap Nichol.
"Hebat, ternyata palyboy kaya lo bisa ngomong bijak juga, tapi sayang kata bijak lo itu gak ngaruh apapun sama gue. Gue gak akan nyesel. Kalaupun dia gak ngejar-ngejar gue lagi malahan bagus dong, berarti gak akan ada lagi yang gangguin gue, lagian buat apa coba dia ngejer-ngejer gue trus? kaya kurang kerjaan aja," kata Nichol menatap mata Gino.
"Jangan ngomng gitu hati-hati karma bro, Entar keadaan jadi berbalik, lo yang jadi ngejer-ngejer dia" Nasehat Farhan kepada Nichol.
"Semoga lo gak bakalan nyesel ya bro" timbal Aldo sambil menepuk bahu Nichol lalu pergi dari ruangan ganti baju itu.
"Gak bakalan" kata Nichol cepat
"yaudah yo cabut,"
Tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang mendengarkan percakapan mereka di depan pintu ruangan ganti baju, di mendengarkan semua percakapan mereka. Lalu orang itu pergi setelah mendengar percakapan mereka tadi.
Perempuan itu menyeringai lalu berkata, "Suatu saat lo bakal rasain apa yang pernah gue rasain," gumam gadis yang mendengarkan percakaan mereka itu.
.
.
____________________________________
.
Alhamdulillah Nulisnya selesai juga.
.
Ayo coba tebak siapa Gadis itu?
.
__ADS_1
.
Makasih udah baca.