
© naughty perfect men ©
**attention !!!!
-berikan komentar baik terhadap cerita ini
-konten dewasa
-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni
-semoga suka
-typo**
Author pov
Jungkook menutup bibir Yuna untuk menghentikan teriakannya yang menganggu ketenangan di pagi hari, Yuna mendorong tubuh Jungkook hingga terbentur dinding ranjang.
Jungkook sibuk menenangkan punggungnya dengan cara mengelus perlahan, Yuna langsung menjauhkan dirinya ia membenarkan atasan piyama nya yang terbuka.
"Jeon Jungkook!! kenapa kau lakukan ini pada ku, hah. Aku tidak suka padamu, jangan dekati aku!" Yuna melangkah mundur sampai ia terhenti karena tubuhnya menabrak jendela kamar
Jungkook beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan mendekati Yuna. Sorot matanya, luluh menatap gadis incaran sedang ia dekati.
"Stop pak!! bapak ini kenapa, saya tidak mau jadi korban pemuas nafsu anda, saya ingin hidup Damai pak." Yuna mendorong tubuh Jungkook sehingga ia bisa lolos dalam jangkauan CEO nya
Jungkook menerima berjibun penolakan, pada akhirnya dia memutuskan untuk duduk dan mengalah.
"Yuna, bisakah kamu duduk sebentar dengan ku!" pinta serius dengan Jungkook, ia berusaha meluluhkan dirinya agar terlihat lembut di depan gadis incaran nya
"Tidak bisa pak! Saya tidak mau menjadi gadis bodoh lagi, semalam mungkin saya lalai pada diri saya sendiri. Tapi tidak untuk kali ini, anda tidak akan pernah mendapatkan perhatian saya." Yuna memalingkan wajahnya, ia tak ingin lagi memandangi CEO bejatnya
"Aku tanya baik-baik padamu, bisakah kau menyukai CEO tampan sepertiku. Semua yang aku lakukan hanya untuk membuatmu senang, tetapi reaksimu sungguh di luar dugaan." Jungkook memalingkan wajahnya memandang ke luar jendela
"Sekali saja, Yuna coba perhatikan aku bukan sebagai seorang CEO tetapi seroang pria yang tengah tergila-gila padamu?" Matanya kembali menatap Yuna
"Saya akui kejujuran anda pak. Tapi maaf!! Saya mempunyai lelaki lain di hati saya, dia berbeda dengan anda. Mata saya tidak bisa melirik pria lain selain dia. Saya harap anda mengerti." Yuna melangkah pergi buru-buru keluar dari kamar
Jungkook terlihat sangat kecewa, perasaan sukanya di tolak gadis bernama Yuna. Hatinya merasa sakit, pikirannya kosong tak memikirkan apapun.
Di sebuah acara pada siang harinya, Yuna tengah berbincang dengan salah seorang klien wanita yang belum mengerti tentang produk yang ia tawari.
Yuna menerangkan dengan sangat detail dalam ringkasan pelafalan yang fasih tanpa gerogi, membuat wanita di depannya terkesan pada penjelasan nya.
Diam-diam Jungkook memperhatikan Yuna dari kejauhan, ada seorang pria di sampingnya yang menegur.
"Sedang memperhatikan pacarmu?" tanya nya
Jungkook menoleh ke samping lalu tersenyum bahagia seakan pertanyaan itu benar status nya.
"Aku takut dia menghilang, karena tadi pagi kami bertengkar," jawab Jungkook rona malu terlihat di atas wajahnya
"Bertengkar dalam hubungan biasa, nyatanya dia mengikuti warna pakaian yang kau kenakan." Seseorang itu menabrakkan bahunya ke bahunya Jungkook
"Sebenarnya aku yang meniru warna pakaian yang di kenakan gadis itu, agar terlihat oleh semua bahwa kami pasangan yang serasi," batin Jungkook
"Dia ingin minta maaf dengan cara yang unik seperti menyamakan warna pakaian yang aku kenakan, benar apa katamu." Jungkook mengalihkan perhatian matanya ke tempat Yuna
Pada sore harinya Yuna pergi ke toilet khusus wanita, diam-diam Jungkook membuntuti langkah kakinya.
Pria itu berdiri di depan pintu, tak berapa terdengar suara kunci kemudian pintu pun terbuka.
Betapa syoknya pandangan Yuna ketika ia melihat sosok Jungkook tepat di depannya, ia hendak menutup pintu kembali tetapi pria itu menarik tubuhnya keluar.
__ADS_1
Yuna menghempaskan genggaman tangan Jungkook yang mencengkeram pergelangan tangannya.
"Ke toilet wanita pun Anda mengikuti saya dengan beraninya, sebenarnya anda itu kenapa?" tanya Yuna sangat marah
"Anda masih sehat kan?" telapak tangan Yuna menyentuh dahi Jungkook, reflek saja pria yang di sentuh olehnya membalas dengan cara menumpukan tangan di atas punggung tangannya
"Akhirnya kau perhatian juga padaku, Yuna." Jungkook tersenyum
Yuna langsung menarik tangan nya, tanpa meninggalkan ucapan dia langsung pergi meninggalkan Jungkook.
"Sudah ku bilang, mana ada wanita yang tidak tertarik padaku." kedua tangannya di masukan ke saku, langkah kaki Jungkook berjalan dengan santainya
Pemandangan malam hari di hiasi kembang api yang melebur di atas langit sesudah keluar ledakan, Yuna begitu tenang memandangi keindahan sinar rembulan yang penuh sukacita.
Tiba-tiba belakang tubuhnya terasa hangat setelah ia merasakan ada kain yang menimpa bahunya, sebuah jaket si pemberi kehangatan.
Yuna tersenyum sembari menoleh ke samping, karena ada seseorang yang memperlihatkan nya.
Namun, senyumnya merekahnya meredup tak kala ia mengetahui siapa yang baik padanya.
Ia menatap ke depan kembali dengan gerakan malas, orang yang tidak pernah ia ingin lihat selalu saja datang menganggu ketenangan hidupnya.
"Besok hari terakhir kita di sini, apa kamu ingin menghabiskan waktu bersamaku?" tanya nya
"Tidak," jawab ketus Yuna
"Katakan iya, itu saja. Sudah sepakat, besok kau harus menemaniku menikmati liburan terakhir tidak ada penolakan lagi darimu." Jungkook mencium pipi kanan Yuna, merasa tidak punya salah ia pergi begitu saja
Yuna menyentuh pipinya bekas ciuman yang masih terasa geli di wajahnya.
"Kurang ajar sekali, pria jahat seperti dia," desis Yuna
Keesokan harinya...........
Yuna tengah memilah-milah kerang yang tersapu ombak hingga terdampar di atas pasir, mengenakan pakaian set kemben plus cardigan.
Gadis itu menyusuri pantai di sepanjang jalan ia bertemu dengan sekumpulan anak kecil yang sedang berlomba membangun istana.
Yuna bergabung bersama mereka, Jungkook berjalan membawa papan seluncur di samping tubuhnya setelah puas melakukan surfing menjelajahi derasnya ombak.
Yuna mendongak wajahnya ke atas, menatap silau seseorang di depannya.
"Apa?" Yuna berdiri menjatuhkan ember kecil dari genggaman tangannya
"Sudah waktunya kamu bersamamu?" Sudut bibir Jungkook naik ke atas, kecurigaan pun timbul di benak Yuna
"Kalau anda macam-macam, saya tidak segan menenggelamkan anda pak!" jari telunjuk Yuna menunjuk hidung Jungkook
"Iya...." di saat Jungkook mengatakan apa yang ia ingin lakukan bersama Yuna, seorang wanita menabrak tubuh Yuna hingga gadis itu terdorong ke dalam pelukannya
Jungkook memanfaatkan kesempatan yang tidak datang berkali-kali, ia memeluk erat tubuh Yuna sambil berbisik.
"Jadilah pengantin wanitaku malam ini,"
Bisikan Jungkook mendapat tamparan dari telapak tangan Yuna, gadis itu terus melangkah menjauhinya.
"Yuna, kau tidak bisa mengingkari janjimu." Jungkook mengejar langkah seribu Yuna yang kabur dari nya
Mengejar dan di kejar, Yuna berusaha meloloskan diri dari pendekatan yang di lakukan Jungkook.
Sore menjelang tiba, tak terasa menikmati sunset yang akan segera berakhir.
Jungkook menarik kedua sisi bahu tubuh Yuna agar menghadap dirinya, lalu melangkah merapatkan tubuhnya dengan gadis yang ia pandangi.
Tangan kanan Jungkook membelai wajah Yuna, gadis itu melakukan pemberontakan.
Namun, Jungkook sudah mengetahui sisi lemah Yuna.
Gadis itu lemah terhadap tatapan matanya, Yuna terbuai akan indahnya pandangan mata Jungkook yang terlibat tenang ada pancaran keindahan tersembunyi di dalam bola mata lelaki itu.
Langsung saja Jungkook memiringkan wajahnya, menarik hasrat Yuna untuk terhubung dengan gairahnya.
Jari jemari tangan Yuna meraba punggung Jungkook, gadis itu memejamkan matanya sambil meresapi manisnya ciuman yang tengah terjadi.
Keduanya pun saling mengobati rasa penasaran, sehingga melupakan waktu yang mereka lalui begitu cepat.
__ADS_1
Kembali ke kota jakarta, Jungkook masih mengingat kejadian kemarin ketika ia sangat puas dan senang bisa merasakan ciuman yang lembut dari Yuna.
Hari ini ia hendak mengatakan apa yang ia rasakan pada gadis itu, tetapi saat ia menunggu kedatangan Yuna.
Gadis itu tengah berbincang dengan pria lain di depan gerbang, terlihat senyum menawan di ukir di wajah cantiknya.
Gelora panas menghasut pikiran jernih Jungkook, pria itu terbakar dan terjerumus masuk ke dalam lubang kecemburuan.
Ketika berada di ruangan CEO, Jungkook memarahi Yuna yang tidak menghargai perasaannya.
Yuna menjelaskan pada atasannya, kemarin dia khilaf melakukan itu pada Jungkook.
Yuna meminta Jungkook untuk melupakan apa yang telah terjadi, bagi gadis itu kejadian kemarin adalah kesalahan dan masa lalu yang harus ia lupakan.
"Apa kau tidak akan menyesal Yuna?" tanya kepastian Jungkook
"Iya, pak. Saya mempunyai pria yang sangat saya kagumi, anda mengerti tentang privasi saya mengenai hubungan dan status." Yuna berjalan ke tempat duduknya, ia tidak mempedulikan Jungkook yang masih belum terima atas pernyataan nya
Satu minggu berlalu Jungkook berada dalam kekecewaan yang besar terhadap pencampakkan Yuna, gadis itu malah tengah berbahagia dengan cinta yang baru bersama Jaehyun.
Kedekatan yang semakin lengket dan ketidakberdayaan Jungkook yang sangat susah menyatu dengan Yuna, menimbulkan rasa sakit hati yang dalam bagi pak CEO tampan tersebut.
Hingga sebuah jebakan Jungkook rencanakan, untuk mendapatkan gadis keinginan nya.
Yuna menyetujui perintah Jungkook yang mengundangnya datang ke sebuah klub malam, alasannya sangat masuk akal.
Bertemu klien yang ingin memasarkan produk yang tercetus di benak Yuna, keuntungan besar di janjikan Jungkook walau sebenarnya adalah kerugian besar yang akan di derita Yuna.
Yuna duduk di atas meja, seorang bartender menawarinya minum.
Yuna mengatakan ia tidak ingin minum dan tak merasa haus, Jungkook menggodanya dengan cara mengejek Yuna.
"Tidak bisa minum kau payah sekali." Jungkook menyimpan gelas kosong di depan Yuna
"Bukan payah pak, saya memang tidak bisa minum sembarangan," tegas Yuna
"Baiklah, kau tunggu di sini aku akan berkeliaran mencari gadis cantik, sembari menunggu klien kita datang." Jungkook turun dari kursi, ia pergi dengan senyuman evil
Jungkook menyuruh seorang bartender yang ia bayar, untuk menaburkan obat tidur di minuman yang akan di minum Yuna.
Sementara ia menunggu hasilnya, Jungkook menari dengan wanita seksi yang terus memanggil namanya.
Yuna menerima air putih yang di tawarkan, meneguk habis air dalam gelas hingga kosong.
Tak berapa lama pandangan matanya terlihat kabur dan rasa pusing menuntunnya hingga tertidur.
Bartender itu segera keluar dari tempat kerjanya, berlari memberitahu Jungkook atas hasil kerja kerasnya.
Jaehyun datang ke klub itu untuk bekerja, ketika ia sudah mengganti pakaian dan siap melayani pelanggan.
Ia melihat Yuna yang tertidur di atas meja, ia pun bertanya pada temannya yang sedang sibuk mengocok botol minuman.
"Wanita itu kenapa?" tanya Jaehyun
"Mabuk, mungkin kebanyakan minum," jawab temannya
"Hari ini aku ijin lembur, aku akan mengantar wanita itu pulang aku kenal dia." Jaehyun keluar dari tempat kerja, berlari ke tempat Yuna
"Kau banyak mengambil lembur, bos bisa memecat kita nanti," temannya menegur Jaehyun agar ia tidak kena marah dari atasan
Tetapi Jaehyun tidak menggubris peringatan darinya, dia membawa pulang Yuna dari klub malam tersebut.
Ketika Jaehyun membawa lari Yuna, Jungkook baru saja tiba untuk menikmati hasil rencana nya.
Sayangnya Yuna tidak ada di tempat yang terakhir kali ia lihat, Jungkook memarahi bartender tidak becus melaksanakan perintah darinya.
Melihat temannya di marahi, seorang teman datang memberitahu Jungkook kalau ada seorang pria yang bekerja bersmaa mereka membawa pulang gadis yang di maksud.
Jungkook segera pergi keluar mengejar pria yang telah berani menggagalkan rencananya.
"Enak saja pria bajingan itu, aku susah payah menjebak Yuna malah dia yang dapat untung besar,"
Jungkook berlarian mengelilingi area halaman parkir berharap bisa menemukan Yuna, dan segera memenuhi keinginannya.
Bersambung............
__ADS_1