Naughty Perfect Men

Naughty Perfect Men
Insiden Pertama


__ADS_3

© Naughty perfect Men ©


**attention !!!!


-like sebelum baca tanda pengenalan yang baik


-berikan komentar baik terhadap cerita ini


-konten dewasa


-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni


-semoga suka


-typo**


[Author pov]


Yuna di permainkan oleh dua pria asing itu, meraka terus gencar menakut-nakuti gadis polos tersebut.


Cara mereka mendekati Yuna yang berkeliling di sekitar tempat tidur, ketika salah seorang dari mereka berani menarik tangan Yuna untuk keluar dari ranjang.


Yuna menendang pahanya, ia segera turun dari tempat tidur berlari menuju pintu keluar.


Sangat di sayangkan, Yuna malah tersandung ketika ia tidak berhati-hati melangkahkan kakinya, mereka berdua malah tertawa puas tanpa berniat membantu gadis itu.


"Lihatlah dia!! sampai ceroboh melakukan tindakan," ucap meledek pria yang baru saja dapat tendangan kaki Yuna


"Kenapa kalian menganggu ku." Yuna berusaha membangunkan tubuhnya, sedikit demi sedikit ia mengangkat kakinya hingga berdiri


"Kemarilah sayang, jangan takut. Kami hanya menjalankan tugas saja, tidak akan berbuat kerugian padamu." pria berjaket kulit hitam mendekati Yuna, gadis itu segera berbalik dan berlari ke tempat tujuan utama yaitu lari dari masalah


Sayang nya sekali lagi, tangan Yuna di tarik pria jaket kulit berwarna hitam itu.


Mereka saling berhadapan satu sama lain, binar mata elang cemerlang mengkilat di bola mata hitamnya.


Yuna menelan salivanya, ketidakberdayaan dan juga keletihan, terasa menggandrungi tubuhnya yang lemah.


"Pantas Jungkook sangat menyukai mu, kau benar-benar cantik sekali." tangannya berusaha menyentuh pelipis Yuna, namun dengan cepat gadis itu menepis dengan kasar tangan jahat yang ingin berbuat senonoh terhadap dirinya


"Bajingan, kalian tidak pantas menyentuh ku!!!" sekuat tenaga Yuna berusaha meloloskan dirinya, dari cengkraman pria yang menatapnya dengan serius


Pria itu tersenyum melepaskan tangan Yuna, sampai-sampai gadis itu kehilangan kendali atas dirinya dan terjatuh ke bawah.


"Taehyung, kau sangat kasar pada seorang wanita. Sudah jangan di teruskan, kau ingin mati di tangan Jungkook. Hah!!!" ketika pria satu lagi masih mempunyai sayap malaikat yang berniat membantu Yuna untuk berdiri


Ceklek........!!!!


Jungkook baru saja datang membuka pintu, mendegar suara langkah kaki mendekat, Yuna mendogak wajahnya ke atas sedikit kebelakang, ketika ia mengetahui sosok yang datang, ia langsung bergerak berlari menghampiri laki-laki yang tak asing baginya.


Greeeb...... Yuna memeluk tubuh Jungkook, jeratan tangannya menekan tubuh laki-laki itu hingga terbatuk-batuk kehilangan sebagian oksigen yang di perlukan.


"Uhuk... Uhuk...." Jungkook mencoba menahan sesak napas yang terjadi di dalam tubuhnya, demi mempertahankan pelukan yang menyalurkan kehangatan


Jungkook memandangi kedua temannya dengan tatapan heran dan bertanya, salah satu dari mereka yang peka terhadap sorot mata nya memberi penjelasan.


"Aku dan Taehyung hanya bercanda kook, kami bermain-main sedikit. Ya melakukan tes saja, apa dia memang benar gadis yang polos atau cuma pura-pura lemah." pria ini tersenyum lebar menutupi kesalahan nya mencari jalan aman


"Jangan pergi meninggalkan ku lagi, aku takut," ringgis Yuna sembari *** punggung Jungkook, tusukan jari kukunya hampir menyobek handuk kimono putih yang di kenakan laki-laki itu.


"Mereka takkan berbuat jahat padamu, aku sengaja mengirim mereka ke sini untuk menjaga mu. Sudah lepaskan pelukan mu!! aku ingin ganti baju." Jungkook mendorong tubuh Yuna pelan yang masih melekat erat pada tubuhnya


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆*:..。o○ ○o。..:*

__ADS_1


Jungkook sibuk merapikan pakaiannya, Taehyung pun mendekat dan melontarkan pertanyaan padanya.


"Kau mau pergi kemana?"


Jungkook hanya tersenyum, tapi dia tidak menutup mulutnya lama-lama. dia pun membeberkan, kalau tujuannya saat ini akan pergi ke klub malam terdekat.


"Aku jenuh di sini, aku akan mengisi kekosongan hidupku." Jungkook menatap Yuna yang duduk di pinggir ranjang, ia merasa gadis itu tidak mengerti apa yang di inginkan sebenarnya


.・゜-: ✧ :-  ‧͙⁺˚*・༓☾ ☽༓・*˚⁺‧͙-: ✧ :-゜・.☆.。.:* .。.:*☆


Kerpergian Jungkook malapetaka bagi Yuna, ia tidak bisa tinggal di dalam kamar dengan penjagaan dua pria kurang akal sehat.


Walau kedua pria yang di anggap teman oleh Jungkook tidak berani lagi menakuti, tetapi pembicaraan mereka sungguh di luar nalar orang normal.


Pembahasan sudah melewati batas, Yuna tertekan dengan situasi yang sulit ia hadapi.


Tak berapa lama berselang, dua wanita masuk ke dalam. Mereka terlihat cantik dan begaya dengan fashion yang di kenakan.


Secara mendadak, ada seorang pria yang datang menhampiri mereka berdua.


"Jaga gadis ini, Miyeon. Aku mau menyusul Jungkook, aku tidak tahu dia akan berbuat sampai mana, jika kita tidak mengawasinya." ucap salah seorang pria yang masih menjadi misteri namanya


"Jimin, jangan kamu ikut-ikutan apa yang di lakukan temanmu. Ingat, masih ada aku yang setia untuk mu!!" pesan Miyeon pada kekasihnya, di lubuk hatinya tersimpan rasa curiga yang masih menjadi topik ketidakpercayaan pada sosok bernama Jimin


"Tenang saja, aku takkan melirik wanita lain. Kamu dan Eunbi tunggulah di sini, kami harus membawa Jungkook kembali." Jimin pergi kedua tangannya di masukan ke dalam saku celana, santainya langkah kaki yang berjalan keluar kamar


Taehyung tersenyum sumringah, senyum itu ditujukan pada Yuna. Eror sudah kepalanya, akibat bertatapan mata dengan gadis polos itu walau tadi hanya sebentar,tapi efek nya masih di rasakan.


"Baiklah, aku juga pergi." Taehyung membenarkan jaketnya, yang sedikit menggeser ke samping memperlihatkan bahunya, karena memakai kaos lengan terbuka


Beberapa menit setelah kerpegian mereka, Eunbi memulai pendekatan diri pada Yuna.


Dia bertanya nama, pekerjaan sampai alamat rumah. Sayangnya, Yuna tidak memberitahu tempat tinggalnya dimana.


"Kamu beruntung Yuna, pertama kalinya Jungkook bersikap lembut dan luluh pada seorang wanita. Aku dengar dari Taehyung, dia tidak lagi berhubungan dengan psk. Apa itu karena larangan mu, sungguh kamu telah merubah dirinya," pujian Eunbi pada Yuna membuat gadis itu tak berani membalas


"Benar, aku merhatiin juga. Ketika dia merawat mu seroang diri, begitu telaten, penuh dengan kasih sayang." Miyeon tersenyum, membayangkan Jimin memperlakukan dirinya sama hal dengan Jungkook pada gadis itu


"Yuna, coba lihat ke arahku. Aku ingin memandangi mu juga, aku penasaran aura apa yang kamu miliki!!" pinta Eunbi yang di landa penasaran tinggi, perasaan itu memaksa dirinya untuk bertanya



Yuna membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah mereka berdua. Sungguh tak di sangka oleh keduanya, Yuna memiliki kecantikan yang luar biasa.



Sorot matanya, mengandung energi ketertarikan untuk terus di pandangi. Bibirnya yang indah, mampu membuat kita terdiam dan memperhatikan.


Yuna memiliki rambut cokelat yang tergerai panjang sampai ke tengah tubuhnya dan tulang pipi yang bagus.


"Aaa!!! Dia terlalu cantik," ungkap Eunbi mengigit jari telunjuk karena merasa iri secara tiba-tiba


"Aku akui kecantikan mu Yuna, semoga berhasil ya. Aku ingatkan, Jungkook memang playboy. Tetapi, jika dia sudah mencintai satu gadis, dia pasti akan mengejarnya sampai dapat!!" ucap menyemangati Miyeon pada Yuna, senyum bangga terukir di wajahnya


Entah apalagi yang bisa dia katakan, mungkin rangkain kata yang indah sengaja di hias takkan sebanding menggambarkan kecantikan si gadis bernama Yuna.


Mereka berdua begitu agresif pada Yuna, bertanya-tanya ini itu mengenai rahasia cantik yang di miliki gadis itu.


Sayangnya Yuna tidak begitu bagus dalam berbohong, ia mengatakan jujur kecantikan yang ia miliki sudah takdir.


Pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah, beberapa jam berlalu ketika sedang menonton film horor bersama.


**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*

__ADS_1


Sekitar pukul 23.25 ketiga orang yang di tunggu akhirnya tiba, mereka berdua memapah tubuh Jungkook yang tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol yang dia minum.


Yuna segera membantu kedua laki-laki tersebut dan membaringkan Jungkook di tempat tidur.


"Dia habiskan sepuluh botol minuman, sumpah!! Dia itu keras kepala, sudah kita larang tetap saja maksa," keluh Taehyung yang merasakan letih di sekitar otot punggung nya


"Jaga dia, kami akan pergi. Kami merasa sangat lelah, ayoo Miyeon." Jimin mengulurkan tangannya ke samping, uluran tangan darinya di sambut hangat oleh kekasihnya yang langsung di genggam Miyeon


"Sampai jumpa Yuna." Miyeon melambaikan tangan, kedua langkahnya memutar menuju arah pintu


Taehyung dan Eunbi juga berpamitan, mereka membiarkan Yuna untuk mengurus Jungkook seorang diri.


Yuna mengantar kepergian mereka sampai depan pintu dan mengunci ganda. Takut ada musibah yang masuk, pencurian atau hal yang tak di inginkan terjadi.


Kini Yuna duduk di pinggir ranjang menghadap ke arah tubuh Jungkook yang tidur terlentang.


Jungkook mengagetkan Yuna dengan cara bangun tiba-tiba, mereka berdua saling bertatapan.


[Yuna pov]


Jungkook tersenyum memandangiku, walau matanya terpejam tetapi aku bisa melihat dia membuka matanya sedikit terbuka.


Aku terpaku beberapa saat mengikuti arah gerak matanya yang tenang, namun. tanpa aku sadari, dia memiringkan wajahnya memajukan kepalanya seperti ingin mencium bibirku.


Tetapi aku salah tangkap, dia merangkul pinggang ku lebih dekat sampai kedua badan kami saling berbenturan.


"Aku sangat mencintai mu," Dia membenamkan tubuhku lebih erat dari yang diduga. Aura hangat yang timbul menyeruak menembus urat nadi hingga membuat desiran dalam tubuh. Tak luput kedua jantung yang saling memompa hebat akan reaksi ini. Sungguh, aku tak berbohong! Dia benar-benar hangat.


"Kenapa kamu sangat mencintai ku?" ku gerakan tanganku naik meraba punggung CEO yang telah menjadi seorang pria yang sedang mengungkapkan perasaan nya


"Aku tidak tahu...." jawab nya, perlahan kedua tangan nya kehilangan kekuatan untuk terus mendekap ku


Kedua tangannya jatuh di sisi tubuhku, bau yang tidak sedap berasal dari tubuhnya begitu menyengat menyumbat indera penciuman ku.


dagunya malah bersandar di bahuku, aku mulai merasakan sakit tidak kuat lagi menahan bobot tubuhnya.


Sehingga perlahan aku jatuhkan tubuh pak CEO turun ke bawah kasur, bersamaan dengan itu aku malah **** tubuhnya.


Apa-apan ini!! seharusnya, tidak seperti ini.


Aku segera bangkit, hampir saja aku yang menjadi tersangka dalam kisah aneh ini.


Aku mengelus dadaku, menahan detak jantungku yang kembali berdebar lebih cepat dari tadi saat berada di pelukannya.


Bagaikan di terbangkan dari atas awan, jatuh ke bumi sebagai bidadari.


Aku menemukan sesuatu yang tidak biasa janggal di hatiku, aku memang menolak cintanya. Tapi kenapa, aku tidak bisa memungkiri kalau aku juga bisa merasakan cintanya merasuki jiwaku.


Tuhan!! berikan aku jalan, agar aku tidak keliru menafsirkan perasaan campuran ini yang masih merasa aneh dan belum tentu benar.


Aku hanya menyukai Jaehyun, dia laki-laki yang ingin aku dampingi.


Kenapa harus atasan ku yang datang, mengacaukan rencana bahagiaku. Apa aku... bisa mencintainya. Sebaik dia mencintaiku, mungkinkah keadaaan berubah sekarang.


To be continue.........


A/N:


Adakah yang nunggu episode kali ini?!


Semoga aja ada, 😅😅 udah putus asa mau lanjutin atau tidak. Soalnya, mau vakum dulu dari dunia wattpad.


Kasih like juga komentar!!!

__ADS_1


Maaf!! Aku suka telat balesin komentar kalian!!!


__ADS_2