
© Naughty perfect Men ©
**attention !!!!
-like sebelum baca tanda pengenalan yang baik
-berikan komentar baik terhadap cerita ini
-konten dewasa
-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni
-semoga suka
-typo**
_______
______________
______
{ Author pov }
Maaf ?
Apa Yuna tahu kalau Jungkook beberapa belakangan ini banyak menghabiskan waktu bersama wanita lain, tidak!
Jungkook menganggukan kepala senang, "kapan kita harus pergi?" Pertanyaan dari nya membuat Yuna membuayarkan tatapan lembutnya.
"Sudahlah, aku harus pergi ke atas mimbar, apa kamu mau ikut juga?!"
Jungkook tersenyum tangannya meraih salah satu lengan Yuna lalu turun ke bawah, menyatukan jari tangannya masuk ke dalam selah jari tangan kekasihnya.
"Aku akan mengantarmu." Jungkook menarik Yuna mengikuti langkahnya
Di atas mimbar mereka berdua menjadi sasaran perhatian, Yuna merasa risih dengan perilaku manis Jungkook padanya.
Ia tidak mau terbongkar rahasia hubungan mereka, walau nanti ke depannya banyak karyawan mendukung keputusan nya.
Sana berbisik pada Yuna, "apa kamu yang mengajak Tuan Jungkook," Gadis itu tidak bisa mengatakan tidak di balaslah dengan mengatakan kata iya.
"Apa kamu pacaran dengannya," bisik Sana kembali
"Tidak!!!" Yuna berteriak membuat para tamu undangan sontak kaget, dia langsung saja turun dari atas pelaminan buru-buru melarikan diri
"Aku merasa tidak adil pada kalian, bukankah lebih baik mengundang ku...."
Jungkook mengeluarkan amplop coklat dari dalam saku celananya, memberikan amplop itu pada Jinyoung.
"Selamat atas pernikahan mu, semoga bahagia." Jungkook berjalan menuruni anak tangga, setelah turun dari pelaminan ia mengejar Yuna keluar gedung
Jungkook mengajak bicara Yuna, tetapi kekasihnya terus bungkam tak mau bicara padanya.
Sampai hujan menghentikan langkah kaki Yuna, gadis itu menepi ke sebuah toko yang sudah tutup dan berdiri di depan pintu.
Jungkook juga mengikuti Yuna berdiri di sampingnya, untuk berteduh.
"Hujan nya sangat deras, ayoo kita kembali ke gedung itu!" ajak Jungkook
"Tidak, begitu senang nya kamu memperlihatkan hubungan kita di muka umum, aku sangat malu ketika semua orang menatap ke arah kita,"
"Haruskah kita berdebat setalah lama tidak bertemu, apa kamu tidak merindukan ku?"
Yuna menatap pedas Jungkook, kemudian memalingkan wajahnya, "tidak," rasa malu masih ia rasakan.
Jungkook menarik tubuh Yuna menabrak tubuhnya, lalu memegang erat pinggang gadis itu sembari memiringkan kepala.
"Aku menahan rindu yang berat untukmu, maka bicaralah padaku." Jungkook mencium bibir atas Yuna, melakukan interaksi kuat dengan gadisnya
Memainkan lidah yang pandai bergulat, Jungkook menginginkan sebuah balasan sampai Yuna mengalah dan berciuman dengannya.
Merasa sudah memuaskan dahaga rindu, keduanya saling melepaskan tautan bibirnya.
"Mungkinkah ada badai setelah ini, aku akan mengantarmu pulang." Jungkook menarik Yuna ke arah gedung, bukannya dia di bawa masuk kedalam ia justru membawa gadis kw tempat parkir mobil
__ADS_1
Perjalanan pun di mulai hujan terus mengguyur kawasan kota jakarta, hingga banyak akses jalan yang dapat di lalui karena banyak kecelakaan akibat jalan licin dan pohon tumbang.
Jungkook terus menanyakan alamat tempat tinggal Yuna, tetapi tidak dijawab oleh gadis di sampingnya.
Karena hujan semakin besar, Jungkook memutuskan membawa Yuna ke hotel tempat ia tinggal.
Di depan pintu masuk Yuna tidak mau ikut dengan Jungkook, pria itu memarahi kekasihnya.
"Kamu mau pergi di tengah hujan deras seperti ini, tidakkah kamu menyayangi diri sendiri bagaiamana nanti kalau kamu sakit, hah!"
"Apa kamu peduli padaku, bukankah kamu hanya mempedulikan diri sendiri?"
"Aku pikir masalah kita selesai tadi, kenapa kamu marah padaku,"
"Aku tidak tahu, karena kamu tidak ada di kantor aku bingung setiap hari dan merasa kecewa," jawab Yuna merasa sedih aneh yang tiba-tiba
Jungkook memeluk Yuna, mengelus puncak rambutnya, "aku pergi ke suatu tempat, maaf tidak mengajakmu ikut bersama ku," Jungkook melepaskan pelukan lalu menarik Yuna untuk masuk ke dalam gedung, karena cuaca tidak mendukung terus berada di luar
Ketika berada di dalam lift Yuna terus mengelus kedua sisi bahunya, hawa dingin ❄🍃 menusuk-nusuk tubuhnya.
Jungkook menyadari hal itu tetapi ia tidak memberikan mantel hitam panjangnya pada Yuna, sengaja di lakukan agar kekasihnya mau mengunakan tubuhnya sebagai pembantu kehangatan.
Saat langkah Yuna keluar dari dalam lift Jungkook menarik ikat kepalanya, membiarkan rambut gadisnya terurai dan berterbangan ketika kekasihnya membalikkan tubuh menghadap dirinya.
"Aku tidak tahan melihat pundak mu, aku sengaja menutupi agar kamu terlihat sangat cantik dengan rambut yang terurai Yuna." Jungkook berjalan melewati Yuna, sembari mengepalkan tangannya menggenggam erat ikat rambut Yuna
Berada dalam satu ruangan dan ranjang yang sama, duduk berdekatan melirik dengan banyak pertanyaan bagaimana malam ini dimulai sekaligus di akhiri, akankah menjadi sebuah kenangan.
Jungkook sengaja menekan remote AC ❄💨 ke suhu lebih dingin, cara jitunya membuat Yuna merasa kedinginan berlebihan.
Benar saja dugaannya, Yuna semakin mendekatkan dirinya berada sangat dekat dengan Jungkook. Pria itu tertawa menang dalam jiwanya, dan mulai melancarkan aksi koboi nya.
"Kamu kedinginan?" Jungkook menaruh tangannya di bahu Yuna, gadis itupun mengangguk
"Malam yang terlalu dingin Yuna, apa kita buat suasana yang menghangatkan." Jungkook menarik tangannya dari atas bahu Yuna, membuka semua pakaian atas yang menempel di tubuhnya
Scroll atau lewati saja scene pemanis di setiap chapter!! 😜😜😜
Nc 20+++++
Yuna menjinjitkan kedua kakinya, mencium bibir kekasihnya. Lidah mereka saling beradu dan mengemut. Tangan nakal seorang CEO menyelusup masuk ke bawah gaun yang di kenakan Yuna, memainkan kedua jarinya di dalam **** * gadis miliknya.
Erangan lirih Yuna terekspos merdu, hingga membuat Jungkook semakin gencar menjamah seluruh tubuh kekasihnya.
"Apa kamu menikmatinya?" bisik Jungkook setelah selesai bermain ciuman dengan Yuna, gadis itu menganggukkan kepala
Jungkook membantu Yuna melepaskan gaun hitam yang di kenakan dan melucuti semua kain di tubuh rampingnya.
Menidurkan tubuh Yuna perlahan jatuh ke atas kasur sembari memberi kecupan di bibir gadisnya, kemudian kecupan itu semakin liar dan menjelajah di sekitar dada Yuna sampai perutnya.
tubuh Yuna yang sangat indah menambah kegairahan Jungkook meluap-luap, pria itu menanggalkan celana luar hitam dan dalam.
Jungkook naik ke atas kasur, ia pun berlutut dan menaikan kedua kaki Yuna ke sisi kakinya, sambil memasukan mr.p nya ke dalam ms.v Yuna.
Setelah seluruh miliknya tertancap di dalam, Jungkook mulai menggerakan panggul nya maju-mundur. Wajahnya turun mendekati kecantikan Yuna, kemudian mencium bibirnya.
Mata Jungkook membulat memandangi wajah Yuna yang tengah merangsang dengan permainan, yang ia kerjakan.
Tangan Jungkook mengelus perut Yuna, sambil fokus memompa tubuh gadis yang di cintainya.
Gairah asmara terus bergejolak, meronta-ronta di iringi suara desahan Yuna yang lembut setelah terlepas dari ciuman kekasihnya.
"Ah...!!!"
"Ahh...!!!" Lirih-an Yuna setiap kali Jungkook menambah kecepatan hentakkan miliknya
"Argghh!!! Kau sangat cantik... Yuna!" teriak Jungkook menikmati percintaan panas, yang tengah ia lakoni
(∩´∀'∩)💕(∩´∀'∩)💕(∩´∀'∩)💕
Jungkook menekan kuat tubuhnya hingga mr.p nya mengenai dinding rahim Yuna membuat kekasihnya mengerang keras, sambil tangannya meremas seprai.
Pompaan tubuhnya lebih di percepat sehingga menggoyangkan seluruh tubuh Yuna, tangan yang selalu berulah nakal meremas-remas kedua dada Yuna.
"Ahhh!!! Jungkook... Ahh... Menggelikan sekali...." Kedua tangan Yuna reflek membalas, telapak tangannya mengelus punggung Jungkook
__ADS_1
Sesekali Jungkook memberikan kecupan di bibir Yuna, menambah kesan keromantisan di antara keduanya.
♥*♡∞:。.。✧༺♥༻✧。.。:∞♡*♥
Jungkook belum juga selesai dalam petualangan nya, walau mereka sudah mencapai puncak ******* beberapa menit lalu.
Yuna terlihat lelah di tandai napas yang terengah-engah, berada di bawah kendali Jungkook membuat ia kehilangan kesadaran.
Jungkook menghentikan gerakan panggul nya, memandangi Yuna dan bertanya padanya.
"Apa kamu baik-baik saja?" Jungkook merasa cemas, ketika keringat Yuna membasahi wajah cantiknya
"Iya... Lakukan lagi jika kamu masih belum merasa puas, jangan hiraukan aku..." Yuna mencoba tersenyum, walau bentuk senyuman tidak terlihat bagus seperti biasanya
Apa yang di pikirkan Yuna sekarang adalah kewajibannya menyenangkan Jungkook, pria yang terkadang bersikap agresif dan semena-mena.
Tidak ada kekhawatiran yang ia rasakan, saat berhubungan intim dengan pak CEO tampan dan nakal.
Jungkook memberikan gerakan pelan-pela itu tambah menyiksa keadaan Yuna, menghabiskan tengah gadisnya untuk bertahan.
"Ahh!!! Hentikan... Aku lelah!!!" ringgis Yuna tak kuat menahan setiap pompaan yang di berikan Jungkook
"Tahanlah sebentar lagi! Aku akan segera keluar!!" ucap Jungkook meminta sembari memperkuat jalan masuk keluar ***** nya
"Ahh... Sakit!!!" Yuna mencengkram kuat bahu Jungkook
"Tunggu sebentar saja!!!" bisik Jungkook
Mengurangi rasa sakit Yuna, Jungkook memberikan ciuman lembut dan menenangkan. Tidak ada rintihan sakit yang keluar dari bibir Yuna, gadis itu terdiam dan menikmati setiap ciuman yang di lakukan.
Jungkook menarik bibirnya dalam tautan bibir Yuna, ia pun mengatakan "aku akan keluar!" gerakan panggul nya di perlambat mengetahui cairan nya sebentar lagi keluar dan fokus mencapai klimaks.
Setelah mencapai klimaks, Jungkook menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Yuna. Ia menjilat leher Yuna, diakhiri aksinya dengan mengigit kemudian di balas kekasihnya.
"Kebiasaan, selalu meninggalkan jejak yang menyakitkan." telapak tangan kanan Yuna menepuk lembut pundak Jungkook
Jungkook hanya terkekeh lalu menciumi leher Yuna, gadis itu tersenyum lega ada rasa kebanggaan tersendiri yang di rasakan olehnya, itu karena Yuna berpikir dirinya telah berhasil memberi kepuasan tanpa ada kekecewaan yang di ungkapkan Jungkook padanya.
Perlu di ingat kebiasaan Jungkook saat memulai hubungan seksual nya, dengan para wanita ia selalu memakai pengaman, sebagai tindakan waspada dan berjaga-jaga. Tetapi tidak pernah memakai sekalipun saat melampiaskan nafsunya pada Yuna. Sehingga setiap kali berhubungan dengan gadis cantik itu, cairan hangat nya tidak pernah keluar dari dalam rahim Yuna.
Kemungkinan besar Jungkook sengaja melakukan itu, atau ia memang pelupa karena terus memandangi wajah kekasihnya tanpa henti.
Keesokan harinya Yuna terbangun dari tidurnya, ketika matanya terbuka lebar menatap ke arah samping tidak ada Jungkook yang tertidur di sampingnya.
Yuna membangunkan tubuhnya sambil mengeratkan selimut di atas dadanya, mengingat semalam ia tidak mengenakan pakaian.
"Jungkook, dia pergi kemana?" matanya terus mencari-cari sosok pria bertubuh kekar itu, tetapi tak kunjung menemukan bayangan kekasihnya
Yuna merasa sedih karena di tinggal sendiri, lalu matanya di buat takjub saat ia hendak berdiri. Ada handuk kimono yang tertumpuk rapi di atas laci, juga surat di atasnya.
Yuna membuka lembaran kertas tersebut yang berisi pesan dari Jungkook.
~ Selamat pagi, Yuna yang Jungkook cintai.
Kamu mencariku?
"Iya aku mencarimu, memangnya kenapa!!" desis Yuna kesal lalu melanjutkan membaca isi suratnya
Hari ini ada rapat di kota bandung, aku lupa memberitahu mu. Karena kamu kemarin tidak masuk kerja, hari ini jangan pergi ke kantor. Tinggalah di hotel, tunggu aku pulang!
Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, coba kamu tebak siapa yang membuatnya?
"Hmm... Pelayan yang buat," ucap Yuna dengan ketuanya
Jika kamu mengatakan orang lain yang membuatnya, kamu salah. Aku menyiapkan dengan tangan ku sendiri, tenaga Jeon Jungkook.
Yuna pun tersenyum, akhir dari surat Jungkook membuat gadis itu merasa kagum.
Aku sedang berjuang untuk masa depan kita berdua nanti, tunggulah Yuna kita pasti akan menikah.
Jungkook mencintai Yuna, untuk selamanya. Di hatinya, terukir selalu Nona Choi Yuna.
Yuna melipat surat itu seperti lipatan semula, memakai handuk kimono menutupi tubuh nya.
Kedua kakinya melangkah menuju kamar mandi, karena perasaan bahagia Yuna sampai bernyanyi keras dan aneh lirik yang berubah-ubah juga tidak sesuai irama.
__ADS_1
Bersambung............