Naughty Perfect Men

Naughty Perfect Men
Mulai Tertarik Padaku


__ADS_3

 


© naughty perfect men ©


 


**attention !!!!


-berikan komentar baik terhadap cerita ini


-konten dewasa


-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni


-semoga suka


-typo**


Author Pov


Yuna terdiam beberapa saat memikirkan kata yang tepat untuk di katakannya pada Jungkook.


Saat Yuna mau mengatakan apa yang telah ia pikir matang-matang, Jungkook malah pergi.


Yuna segera berdiri ia berjalan mengikuti kemana langkah pria itu dituju.


.........................


Berada di ruang pemindahan, membuat Yuna merasa tidak nyaman.


Apalagi tempat yang ia duduki adalah tempat dimana CEO dan wanita itu bercumbu mesra, memperhatikan gerak-gerik Yuna yang tak bisa diam.


Jungkook langsung bertanya, sembari duduk di sebelah gadis itu.


"3 hari lagi semua karyawan mendapat gaji, apa kau menginginkan gaji mu turun juga pada hari itu?"


Yuna melirik ke samping, merasakan canggung ia segera menggeserkan tubuhnya beberapa cm menjauh dari Jungkook.


"Tidak!! gaji saya setelah 30 hari bekerja," jawab Yuna risih


"Mau gaji sehari 100 juta tidak?" Jungkook mendekati Yuna kembali, menggeserkan tubuhnya dekat dengan gadis sebelahnya


"Mana ada gaji sehari 100 juta?" tanya Yuna menggelengkan kepala heran


"Ada," jawab pasti Jungkook


"Ohh...." Yuna hanya menjawab singkat


"Jangan cuma ohh tanya pekerjaan apa itu," Jungkook merasa kesal, karena kode keras yang ia sampaikan tak di tanggapi Yuna


"Ya... baiklah pak. Pekerjaan seperti apa yang bisa menghasilkan uang segitu?" Yuna menoleh ke arah Jungkook


"Jadilah wanita ku, selama kau kuat bersamaku...aku membayar gaji mu setiap harinya tunai tanpa ada cicilan." Jungkook tersenyum menawan untuk menarik perhatian Yuna


"Ahh maaf pak, saya tak tertarik mencari uang dengan cara yang gampang, harus dengan jalan yang baik. Lagipula untungnya apa? tidak ada kan, hanya rasa sakit yang tersisa." Yuna bangkit dari tempat duduk, berjalan melangkah ke depan menghindari tatapan Jungkook yang mulai mengusik ketenangan jiwanya


"Berapa yang kamu minta, aku akan menyanggupi nya?" Jungkook memiliki ketertarikan pada Yuna, lelaki itu terlihat sangat jelas menginginkan gadis polos tersebut menjadi pemuas nafsunya


"Kehormatan tidak ternilai harganya, kesucian tidak di beli dengan harga murah pak. uang tahta ataupun jabatan, tidak saya inginkan. Jika bapak ada perlu lagi, panggil saja, saya berpindah tepat duduk di dekat pintu." Yuna memantapkan langkahnya pergi ke sofa yang berada di samping pintu, menjauhkan dirinya dari marabahaya


"Apa kamu tidak tertarik pada ku?" Jungkook menghentikan langkahnya ketika ia sadar berada jauh dari tempat kerjanya


"Tidak sama sekali, menginginkan bapak sama halnya saya masuk ke dalam lubang penderitaan...." Yuna menghela napas sejenak


"Adapun saya ingin bertanya pada anda, bisakah anda hentikan perbuatan bapak yang bermain-main dengan wanita. Kenapa anda tidak menikah saja, untuk memiliki wanita yang anda sukai seutuhnya?"


"Menikah...." tak berapa lama Jungkook pun tertawa


"Hahaha... tidak baik menikahi wanita di usia muda, saya ingin menikmati waktu sendiri sebelum punya beban yang mengacaukan pikiran. Nikmati saja dulu, barulah menikah," Jawab Jungkook entengnya


"Saya paham akan hal itu, pria mapan seperti anda tak layak di panggil pria sejati. Hari ini saya tidak enak badan pak, saya ijin pulang. Kalau anda merasa tidak senang, boleh pecat saja." Yuna berjalan membuka pintu keluar


"Saya malah bersyukur jika anda memecat saya, atau potong saja dari gaji yang akan saya terima nanti. Permisi!" setelah berpamitan Yuna segera melarikan diri dari ruangan itu


Yuna terus melangkah cepat guna menjauhkan dirinya dari kejaran CEO nya.


Gadis itu sudah tak tahan lagi menahan rasa kesal yang tengah membludak, ia tak bisa menahan dirinya untuk tetap diam dalam kesabaran terbatas.


Perlariannya dari kantor tidak ada yang menghalangi, Yuna mulus perjalanan menuju gerbang kantor jalan keluar dari masalahnya.


.........................


Yuna menunggu kendaraan umum melintas di depan matanya, tapi tak kunjung juga datang menghampiri.


Dari ujung seberang jalan, Jaehyun tengah meminum secangkir kopi tidak sengaja ia melihat Yuna berdiri di pinggir jalan.


Segera ia melintas dari tempat nya berlari menghampiri Yuna.

__ADS_1


"Nanas!" teriak panggil Jaehyun


Yuna melirik ke arah dimana ia mendengar suara memanggil namanya, tak di sangka suara panggilan itu berasal dari Jaehyun yang tengah melangkah mendekati nya


"Ehh Jahe," sapa Yuna sesaat Jaehyun berada di dekat nya


"Pulang lebih awal?" tanya Jaehyun napas ngos-ngosan masih menjadi kendala yang tak fasih pengucapan nya


"Iya, aku nggak enak badan," jawab Yuna menilik Jaehyun dalam


"Mau aku antar?" Jaehyun menawarkan bantuan


Saat Yuna akan berucap, Jaehyun sudah meraih pergelangan tangannya dan menariknya mengikuti langkah kakinya.


"Ehh... Jahe kita mau kemana?" Yuna kebingungan, kenapa Jaehyun menarik tangannya tanpa sebab dan menunggu jawaban darinya


"Sudah ikuti saja, nunggu angkot mau sampai kapan," jawab Jaehyun santai sembari menuntun Yuna mengikuti alur langkah kakinya


Jungkook datang terlambat menghampiri Yuna, gadis itu sudah di bawa kabur oleh laki-laki lain.


Pria itu merasa kesal dan marah, mengapa di saat ia ingin mendekati Yuna selalu saja gagal.


"Gadis itu cepat menghilang, kelelawar mana yang telah menyembunyikan dia." Jungkook menendang badan gerbang kantornya melampiaskan kekesalan yang sudah tak berarti lagi


...............................


Pada malam harinya Yuna merasa sangat senang, hatinya damai seperti tengah berlayar di samudera Hindia.


Gadis itu tertawa sendiri mengingat kejadian ia bersama dengan Jaehyun jalan-jalan di sekitar danau.


Apalagi banyak orang yang memuji mereka sebagai pasangan serasi bahkan ada yang mendoakan untuk segera mempunyai anak.


Tawa nya pun mengundang reaksi Chaeyoung, yang menganggap ia sudah tak waras.


Yuna dengan santainya menanggapi celetukan Chaeyoung sebagai angin belaka, yang iri padanya karena bisa tertawa bebas.


"Yuna, hati-hati kalau kamu berhenti tertawa kuntilanak yang lanjutin." ucap Chaeyoung menakuti temannya


"Nggak akan terjadi, dia takut patah hati kalau aku tanya kenapa dia tertawa, toh dia nggak punya pasangan kan," balas Yuna dengan humor nya


"Ya... semoga aja ya, kamu bertemu sama dia." Chaeyoung merebahkan diri di tempat tidur, ia mulai mematikan lampu di atas laci dekat tempat tidurnya


Yuna menutupi tubuhnya, gadis itu mengkhayalkan momen dirinya bersama Jaehyun berpegangan tangan berjalan santai di pinggir pantai.


Pagi harinya Chaeyoung sudah siap untuk pergi bekerja sementara Yuna, masih tergulung di dalam selimut.


Sebagai teman yang baik dan mempunyai cita rasa tinggi terhadap kesetiaan, Chaeyoung membangunkan Yuna yang masih terlelap tidur.


Tak ada respon apapun dari Yuna, Chaeyoung menarik selimut dengan paksa.


"Yuna!" Teriak Chaeyoung tinggi, ia tak bisa sabar menghadapi tingkah Yuna yang pura-pura tidak mendengar teriakan nya


"Apa?!" Pada akhirnya Yuna menyerah dan bangun


"Cepat mandi sana, udah hampir jam 7. Kamu nggak mau terlambat pergi ke kantor kan?" tanya Chaeyoung semabri membenarkan tas di atas bahunya


"Tidak." dengan gelengan kepala Yuna menjawab


"Baru beberapa hari masuk kerja udah males aja, kapan mau jadi orang kaya nya kalau gini terus," sindir Chaeyoung mengingatkan


"Males aku, tiap hari lihat yang begituan di tonton. Aku ini manusia, punya perasaan. Ahh!! sudahlah, kalau mau pergi ya udah tinggalin aku sendiri. Gimana nanti, mau ke kantor atau tidaknya." Yuna menjatuhkan tubuhnya, menarik selimut dan memejamkan matanya menyambut bumbu-bumbu rasa ngantuk


"Jangan malas dong Yuna, kapan mau suksesnya. Apa sih yang dilakukan si CEO mu itu, sampai kamu malas-malasan seperti ini?"


"Kalau kelakuan nya aku bisa maklumi, tapi dia berani merendahkan ku,"


"Merendahkan bagaimana?!" Chaeyoung kebelet heran


"Dia bisa gaji aku 100jt tiap hari, kalau aku bersedia tidur dengannya," jawab Yuna terdengar malas mengatakan


"Apa?!" Chaeyoung menganga terkejut


"Berani sekali kan, kurang ajar banget sifatnya," lanjut Yuna


"Berani sih, dia bayar kamu sampai 100jt," canda Chaeyoung


"Kamu ini kawan apa lawan sih, ngejerumusin temannya ke dalam perbuatan dosa," Yuna terpancing emosi


Chaeyoung malah tertawa.


"Semoga sukses dengan mimpi mu." Chaeyoung memukul pinggang Yuna, yang langsung di tanggapi temannya merasakan sakit hebat


"Chaeyoung!" Yuna berteriak geram


Di kantor Jeons nasional group, Jungkook luntang-lantung sendiri di pinggir jalan menunggu kedatangan Yuna di depan gerbang.


Namun penantian nya sia-sia, sampai jam kantor di mulai. Gadis itu belum menunjukan batang hidungnya.

__ADS_1


Jungkook memutar otak memikirkan cara bagaimana memaksa gadis itu keluar dari kandangnya, tapi tak ada petunjuk yang bisa ia gunakan.


Ponsel dan tas tak lagi ia simpan, ia pun masuk ke dalam kantor setelah pukul 08:00 lebih.


Ketika ia melewati Sana resepsionis atas, ia langsung memiliki ide.


Dia meminta berkas pendaftaran Yuna, yang dahulu tidak sempat ia baca.


Sana tidak menaruh rasa curiga pada permintaan CEO nya, hanya saja ia sangat waspada, takut menjadi korban wanita terlantar dari daftar panjang Tuan nya.


Setelah mendapat formulir Yuna, Jungkook masuk ke dalam ruangan nya yang selesai di perbaiki.


Duduk di kursi kesayangan, matanya mulai bekerja mencari nomor telepon gadis itu di dalam kolom garis.


Perjuangannya mengeluarkan tenaga pikiran tak sia-sia, akhirnya Jungkook mendapat nomor telepon gadis itu.


Ia segera memainkan ponselnya dan mulai mengetik nomornya, ia pun langsung menelpon nomor tersebut.


Tut... Tut...


Terdengar sambungan telepon dari Jungkook menyambung ke nomor gadis itu.


Yuna tengah menyisir rambutnya, ia baru saja selesai keramas.


Ketika Yuna melihat layar ponselnya, terdapat nomor baru yang tidak berada di dalam kontak aplikasinya.


"Siapa yang menelepon." jari Yuna menekan layar ponsel nya


"Hallo..., ....,?"


Jungkook mengambil ancang-ancang napas, untuk berbicara lantang pada gadis itu.


"Cepat ke kantor! ...., ...."


"Ke kantor, ..., ..., anda siapa? ...."


"CEO Jeon Jungkook, ..., Jangan pura-pura ..., tidak mengenal ..., ... Yuna!! ...,"


"Apa?!" batin Yuna terkejut


"Atau mau ..., kepolisian saja ..., yang menjemput mu, ..., ... secara paksa! ...," ancam Jungkook, menggertak


"Baik! ..., Pak. saya akan ke sana. ....," Yuna langsung mematikan sambungan teleponnya, segera berlari ke arah lemari


Memakai pakaian yang ia kenakan karena belum sempat mempersiapkan pakaian yang pantas, di lengkapi jaket untuk menutupi atasan tubuhnya.


Tadinya ia ingin menghadiri undangan ke sebuah pesta teman lamanya, tetapi harus tertunda, sekarang Yuna berada di kendaraan umum.


1 jam perjalanan, ia sudah sampai di lantai 2. Bersiap melangkah menuju tempat kerja, Sana menghadang Yuna tak kala ia berjalan mendekati ruang pemindahan.


"Yuna, ruangannya sudah selesai di perbaiki, kamu masuk saja ke ruangan Tuan CEO!" Ucap Sana memberitahu, ia pun tersenyum ramah


"Terimakasih, mbak." Yuna membelokkan langkah kakinya, mendorong gagang pintu masuk ke dalam ruang pak CEO


Tapi sayangnya, pintu tak dapat di buka.


Yuna langsung heran, ia berusaha membuka pintu lebih keras lagi.


"Ini kenapa ya mbak?" Yuna berbalik kebelakang


"Ohh, iya aku lupa memberitahu mu. Tuan Jungkook, memasang keamanan lebih ketat lagi, hanya dia yang tahu kode untuk masuk ke dalam," ujar Sana menjelaskan


"Kode." Yuna berbalik ke depan pintu, ia melihat sebuah kotak keamanan kecil berbentuk ponsel menempel di atas ding-ding


"Lantas...." Yuna bergeming heran, tak berapa lama suara ting yang berasal dari bunyi nyaring bel mengundang ketertarikan nya


Pintu terbuka secara otomatis, dan berdirilah Jungkook di hadapannya.


Jungkook terpana pada dandanan Yuna apalagi pakaian yang gadis itu kenakan.



Menarik ambisinya keluar, dia pun melamun menatap ke bawah.


Yuna menyadari apa yang di perhatikan Jungkook padanya, segera berlari melewati pria yang masih melongo dalam tatapan lamunan tersebut.


Tampak ketakjuban terpancar di gambaran bola mata Yuna ketika memandang, ruangan yang kemarin-kemarin ia kunjungi sangatlah berbeda dari biasanya.



"Apa yang saya lihat ini nyata?" Yuna berdiri tegak kedua matanya masih bersinar menatap


"Tentu saja." Jungkook merangkul bahu Yuna


Yuna langsung tersinggung, bola matanya berdelik ke samping bawah merasa terganggu pada jari tangan Jungkook yang menyentuh bahunya tanpa izin.


ia pun melirik wajah CEO nya, Jungkook juga peka terhadap tatapan tidak suka Yuna. namun, ia malah tersenyum bahagia.

__ADS_1



To be continue...........


__ADS_2