Naughty Perfect Men

Naughty Perfect Men
Memabukan Cinta NC 21+++++


__ADS_3

© Naughty perfect Men ©


**attention !!!!


-like sebelum baca tanda pengenalan yang baik


-berikan komentar baik terhadap cerita ini


-konten dewasa


-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni


-semoga suka


-typo**


_______


______________


______


(Author pov)


Kiss and kiss percintaan awalan yang menarik perhatian aura panas tubuh Jungkook, kedua insan saling membangun suasana lebih menegangkan.


Jungkook melucuti semua kain yang menutupi tubuh gadis ia cintai, dengan cepat juga menelanjangi dirinya sendiri.


Tidak terkesan buru-buru untuk menuntaskan ke puncak hubungan terdalam, pria itu lebih memilih bermain-main sebentar memuaskan telinganya dengan teriakan desah penyambutan dari bibir Yuna.


Bibirnya menjelajahi setiap inci tubuh Yuna membasahi permukaan kulit gadis itu, dengan lumatan juga gigitan menimbulkan bunyian lemas tak berdaya.


"Argghhh!!!" suara meringis Yuna, yang tidak bisa beradaptasi dengan perbuatan Jungkook yang menggelikan tubuhnya


"Ahhh!!! Jungkook....!!!" erang Yuna


"I like you." Jungkook membangunkan tubuhnya, mengambil napas panjang sembari menatap Yuna dengan senang dan pancaran rasa semangat


"Tidak kah ini mengasyikkan, Yuna." Jungkook sedikit memiringkan kepala ke kanan, tersenyum aneh tetapi terlihat kelicikan


"Sudah 20 menit berlalu, 40 menit waktu yang tersisa dari satu jam... Aku mohon lepaskan aku setelah ini!!!" Kedua sisi pipi merah merona menahan segala perasaan malu dan gelisah tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia juga kecemasan Yuna, bertambah bingung menutupi perasaan campur aduk nya


"Ckck... Jangan harap bisa cepat selesai, Yuna. Kau tahu aku pria yang bagaimana, ketika sedang menginginkan wanita." Jungkook **** tubuh Yuna, bibirnya mengecup kasar dan beradu lidah kuat dengan gadis yang sedang membawanya ke puncak nafsunya


Tangannya tidak berhenti *** dengan gerakan mencubit, tubuh gadis itu mengencang kuat ada pemberontakan tanpa di sadari Yuna.


Setelah puas berciuman, Jungkook berselancar ke tahap berikutnya. Memasukan miliknya ke dalam *** Yuna, tak di sangka jalan masuknya begitu susah dan masih terasa sempit.


Dia hanya tersenyum dan mengangguk mengerti, seakan sudah tahu penyebab nya mengapa bisa tidak masuk dengan mudah kejantanannya.


"Tahan rasa sakitnya...." ucap aba-aba Jungkook dirinya fokus mendorong mr.p ke dalam ** Yuna


Di bagian bawah tubuhnya Yuna merasakan mr.p Jungkook yang terus bergerak menerobos masuk ke dalam tubuhnya, rasa perih dan nyeri berusaha ia tahan.


Hampir saja menguras air mata keluar, bertindak dengan sangat cepat Jungkook memahami situasi yang tengah dirasakan Yuna.


"Aaahhh sakit, Jungkook." kedua bola mata Yuna berkaca-kaca, segera saja Pria itu memulai hentakan pinggulnya, semakin di gerakan maju dan mundur melancarkan masuknya mr.p nya lalu dirasa nyaman dan hangat.


"Jangan menangis!!!" peringatan Jungkook terdengar seperti printah yang membentak diri Yuna hingga gadis itu, menahan apa yang dirasakan di dalam hati


"Aaa.... Shit!!!" desis Jungkook merasakan kenikmatan di setiap gerakan pinggulnya


Namun, pada akhirnya. Yuna tak bisa diam, merasakan nyaman dan tenang, tanpa sadar dia menikmati permainan CEO nya.


"Aaaaa!!!"


"Aarrrghh!!!"


"Jungkook!!!" rancau Yuna


"Yeahhh... panggil saja namaku, sepuas mu," jawab Jungkook


Yuna terus berdesah berlomba keras dengan Jungkook yang terus menggeram.


Pria itu tak bisa menunda atau menahan suaranya, rasa nikmat dan candu yang terus di gali demi merasakan sesuatu yang lebih.

__ADS_1


"Kamu suka itu, Yuna...." Jungkook menurunkan kepalanya berbisik di telinga Yuna


"Ahhhh!!! Aku...." Yuna mencengkram kuat seprei di kedua sisi tubuhnya, sebagai alat penyaluran aura panas yang menggandrungi dirinya


"Katakan saja." bibir Jungkook menarik halus telinga Yuna, gadis itu merinding seketika


"Iya... Aku...." Yuna terhalang dengan desakan karena tempo Jungkook yang semakin cepat memompa tubuhnya


"Hah... Hah...." Jungkook mulai terengah-engah, dorongan terus di gencar berakibat pada jalur napas nya yang semakin terasa berat


"Aku... menyukainya...." Yuna langsung mingkem karena tidak bisa menahan dirinya, untuk tidak mengatakan itu


Tentunya Jungkook senang mendengar jawaban Yuna, pria itu gencar menayalurkan hasratnya.


Menuntaskan birahi nya yang terus naik, begitu menariknya wajah Yuna dengan ekspresi yang malu menyimpan sejuta rasa penasaran akan kecantikan yang masih tersembunyi dan terkunci.


"Mengapa? tidak terbuka saja padaku Yuna. Kau hanya untukku dan akan selalu begitu, takdirMu bersama dengan ku." Jungkook memasukan semua jari tangannya ke dalam genggaman telapak tangan Yuna, sebagai tumpuan untuk pengakhiran gerakan bercinta yang akan mencapai ***


"Apa aku harus menutup mata sekarang, wajah tampannya begitu dekat apalagi kami sedang...." Yuna membalas setiap sentuhan bibir Jungkook, dan lidah pria itu yang terus menarik perhatian dirinya untuk bergerak balas dendam padanya


"Apa hubungan yang intim ini akan terus berlanjut, apakah aku akan merasakan kenikmatan seperti ini," batin Yuna yang bergumam mengenai masa akan datang


Kedua tangan saling menggenggam satu sama lain, tubuh yang terus menempel bagaikan perekat tak dapat di lepas.


Percintaan pun berakhir tidak sesuai dengan jadwal, seharusnya hanya satu jam di laksanakan hubungan badan itu terjadi selama 3 jam.


Karena Jungkook yang belum puas melakukan percintaan panasnya, terus meminta Yuna untuk bertahan dan berganti posisi yang terkadang memberatkan keadaan gadis itu.


_____________


❃.✮:▹ ◃:✮.❃‧͙⁺˚*・༓☾ ☽༓・*˚⁺‧͙⋇⋆✦⋆⋇


_________________


Jungkook tengah berpesta minum bersama teman-teman nya, kedua pasang bola matanya terus mengawasi Yuna yang duduk tepat hadapannya.



Pria itu tersenyum tak kala mengingat kejadian beberapa jam kebelakang, di bayangkan saja membuatnya mabuk kepayang.




"Tiba-tiba saja aku merasakan khawatir, ketika kamu pergi bersama dengan ku banyak pria yang mengejar mu." batin Jungkook langsung resah ketika matanya tak sengaja melirik kedua temannya, yang sedang memendam rasa kesemsem pada gadis miliknya



"Andai saja tidak ada Jungkook di sini, harus aku apakan dia agar menghilang." Taehyung merasakan kegalauan, sinar matanya terus tertuju pada Yuna dan harus terhenti ketika tatapan Jungkook Memplototi dirinya hingga ia harus menghindar dan berpaling ke arah lain



Yuna yang sedang di goda oleh Miyeon dan Eunbi, terus memuji dirinya karena penampilan dan wajahnya yang memikat para lelaki.



Tanpa di sadari oleh mereka berdua, pacar masing-masing sedang melakukan akting bertahan dan beusaha tenang tidak mengalami perombakan dalam pergerakan hatinya.


Jimin yang biasanya di kenal dengan kesetiaan pada seorang wanita, kini mulai goyah dan mencuri-curi pandangan melirik Yuna.


"Benar juga kata Taehyung, gadis itu memang cantik. Aku pun tak bisa diam menginginkan hal yang sama seperti dirinya, bisa bersama dengan kekasih Jungkook," gumam Jimin pelan tanpa sadar



Paras cantik yang tak dapat di pungkiri, senyuman terukir indah dan bebas tanpa beban.


Yuna melambaikan tangan pada semua orang yang berada dalam satu meja dan tempat bersama dirinya,



Jungkook kembali di landa frustasi bagaimana dirinya yang harus mengamankan kekasihnya dari lelaki hidung belang macam Taehyung dan Jimin.



Taehyung di kenal sebagai pria yang berkharismatik dan menawan, ketika senyumnya timbul maka para wanita akan sangat tertarik dan mengikuti dirinya kemanapun.

__ADS_1


Sedangkan Jimin, punya sisi kelembutan dan ketampanan yang tak dapat di ukur. Dia memang sangat setia pada wanita yang sudah nyaman di rasa, tetapi bukan berati tak melirik wanita selugu Yuna.


Gadis itu telah membuka rahasia yang terjaga dan terlindungi, yaitu pesona wajah senyum sumringah menjadikan ke jelita-an nya menarik perhatian orang-orang sekitar.


Jungkook langsung menarik lengan Yuna, membawanya keluar dari Blue Marlin.


♩✧♪●♩○♬☆☆♬○♩●♪✧♩♩✧♪●♩○♬☆


CEMBURU??? ohh tentu Jungkook sedang mengatasi itu, Yuna menahan rasa sakit di area pergelangan tangannya sepanjang perjalanan menuju kamar hotel.


Berada di dalam ruangan aman, Jungkook mengunci pintu bahkan menutup semua jendela kamar yang biasanya sengaja di buka.


Yuna hanya bisa terdiam memperhatikan kerusuhan Jungkook bergerak ke sana kemari, memastikan tidak ada celah ruangan yang terbuka.


"Kenapa kamu tidak bertanya?" Jungkook berdiri di hadapan Yuna yang mulai menundukan kepala, karena rasa takut


"Bertanya apa!" Yuna memalingkan wajahnya ke samping, dengan langsung Jungkook menarik dagunya hingga saling bertatapan


"Mengapa aku sibuk sendiri, melakukan hal konyol dan aneh,"


"Apa itu perlu di tanyakan, bukankah mengunci pintu juga menutup jendela adalah hal yang wajar di lakukan setiap orang. Aneh pun itu tidak masuk akal, kalau kamu pergi meninggalkan aku di pesta tadi itu di sebut keanehan," Yuna menjawab


"Apa itu keinginan mu, kau ingin menebar pesona pada lekaki dan menggoda mereka. Apa itu tujuan mu!!"


"Kenapa kamu jadi merendahkan ku seperti ini." Yuna menarik wajahnya dari genggaman tangan Jungkook, gadis itu menggeser tubuhnya ke samping agar tak sejajar dengan pria yang tengah menyakiti perasaan nya


"Berikan ponselku!!!" Yuna mengulurkan tangan kirinya ke depan tanpa memperlihatkan wajahnya, ia tak ingin memandangi pria yang mulai menyebalkan


"Takkan ku berikan, sebelum kau minta maaf dan menebus kesalahan mu." Jungkook menarik bahu Yuna untuk berdiri


"Tatap aku Yuna!!" bentak nya keras


Yuna mulai melirik Jungkook perlahan, pria itu terlihat meluluhkan amarah yang menyelimuti pikirannya.


"Apa yang aku lakukan padamu, kesalahan dan masalah aku tidak berbuat apa-apa, kenapa kamu memarahiku tanpa sebab?" Yuna begitu pasrah di tatap Jungkook, kejujuran ia coba perlihatkan di wajahnya


"Aku cemburu padamu, kenapa kamu menarik perhatian pria lain untuk memandangimu,"


"Bukankah itu hak mereka, kenapa kau larang. Apakah ada aturan yang menghakimi seorang manusia menatap orang, tidak kan. Kamu yang terbawa perasaan, hingga buta membedakan," balasan ucapan Yuna yang tidak enak di dengar masuk ke telinga Jungkook


"Justru itu, karena tidak adanya undang-undang tentang menatap wanita yang sudah menjadi milik orang lain. Seharusnya kamu menjaga perasaanku, aku tidak senang mereka menatap mu begitu lama." Kemudian Jungkook mencium leher samping Yuna, memberikan sebuah gigitan guna meninggalkan jejak kiss mark di sana yang tidak sempat ia lukiskan sebagai tanda pencegahan dan peringatan pada para pria


"Hentikan!!!" Yuna menepuk pundak Jungkook, ia tidak tahan dengan perilaku kasar Jungkook


Jungkook mendorong tubuh Yuna jatuh ke atas kasur, gadis itu mencoba bangkit dan berdiri dengan sekali sergap Jungkook berhasil melumpuhkan Yuna hingga tak berdaya di bawah tubuhnya.


"Aku tidak ingin kamu di miliki orang lain, kamu hanyalah milik Jungkook." Jungkook segera menaikan kainkain pakaian Yuna yang hanya selutut ke atas, membuka resleting celana panjang hitamnya


"Apa yang mau kau lakukan?" Yuna berusaha memegang tangan Jungkook yang berusaha melucuti celana dalamnya


"Menjaga dirimu agar tetap bersamaku." Jungkook menghempaskan tangan Yuna, dan menarik apa yang sudah ia genggam membuangnya ke bawah ranjang


"Jangan lakukan itu lagi, kita baru saja selesai!!!" Yuna memohon pada Jungkook, tetapi pria itu tak mengindahkan permohonannya


Jungkook memulai dorongan nya, memasukan mr.p ke dalam missv Yuna, gadis itu memukul-mukul bahunya sekuat tenaga, tapi tak terguncang kan keinginan hasratnya.


Kecemburuan tidak jelas menimbulkan kesengsaraan yang tidak di mengerti, kesalahpahaman tentang perkataan tidak bisa di selesaikan dengan baik-baik.


Jungkook dibutakan cinta dan perasaan sayangnya, terlalu mencintai Yuna bahkan memiliki ketakutan besar akan kehilangan kekasihnya.


To be continue............


A/N:


Bahkan sampai di partai ini, bintang tambah menurun ya!! 🤔 kurang bagus ya 😌 wkwkwkw....


Tak apalah, makasih buat readers yang masih setia sama ff ini.


Terlalu panjang jalan cerita atau tak menarik minat di baca.


Huhuhu 😢😢😢😰😭😭😭


Sedih 😭😢😵😷  aku .


Komentar 💬 terus tekan like 👍!!!

__ADS_1


__ADS_2