
© Naughty perfect Men ©
**attention !!!!
-vote sebelum baca tanda pengenalan yang baik
-berikan komentar baik terhadap cerita ini
-konten dewasa
-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni
-semoga suka
-typo**
_______
______________
______
{ Author pov }
Jungkook memerintahkan anak buahnya untuk mencari alamat tempat tinggal ibunya dahulu, menyewa berbagai organisasi yang legal ataupun ilegal.
Demi menemukan sebuah jawaban yang belum pasti, membuat keputusan secara diam-diam tanpa di ketahui oleh orang lain. Kini dia tengah berdiri di depan jendela yang terbuka lebar, membawa masuk angin segar ke dalam kamar.
Seorang perempuan datang menghampiri dan memeluk tubuhnya dari belakang, aroma wewangian yang khas di hirup Jungkook membuat pria itu tenang.
"Belakangan ini kamu sering menghindar dariku." Salah satu tangan wanita ini menyelusup masuk ke dalam kaos abu lengan panjang Jungkook
"Apa kamu tahan tidak menyentuh ku, beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dengan lelap karena tidak mendapat kehangatan darimu." bibirnya mengecup pundak Jungkook, menarik dan mengigit kulit pria tersebut
"Hentikan Tzuyu, aku sedang tidak bergairah untuk melakukan percintaan dengan mu." Jungkook merenggangkan dengan paksa kedua tangan yang menjerat tubuhnya
"Sayang, baru pertama kali kamu bersikap acuh padaku, apa kurang menarik lagi... Apa yang harus aku rubah!" Tzuyu membalikan tubuh Jungkook sehingga menghadap ke arahnya
"Tidak ada yang harus berubah, pergilah temui pacar gelap mu itu. Jangan berpura-pura menjadi istri yang paling setia, aku sudah muak dengan sandiwara mu." Jungkook menyingkirkan diri dari hadapan Tzuyu, mengambil jaket mantel hitamnya berjalan cepat keluar dari kamar
"Jungkook!!" Tzuyu mengejar kemana perginya suaminya, terus berusaha menjelaskan kesalah pahaman yang di pikirkan oleh Jungkook tetapi pria itu tidak mau mendengar
Sampai mereka membuat keributan di ruang tamu, karena Tzuyu berusaha mencegat kepergian Jungkook.
Ayahnya yang baru saja keluar dari kamar segera menghampiri untuk merelai pertengkaran, Jungkook membeberkan semua kelakuan Tzuyu pada wakil managernya. Dia memberitahu Ayahnya, bahwa istrinya telah berselingkuh dan membayar pria ******** itu dengan jumlah yang besar.
Betapa marah Ayah Jungkook, sehingga dia menampar wajah wanita tersebut. Bertahun-tahun di anggap menantu yang baik, dan tak pernah di buat susah. Teganya, dia mengkhianati anaknya dan menodai nama keluarga, Jungkook menyerahkan permasalahan ini pada Ayahnya.
"Kau mau kemana?" tanya Namjoon pada Jungkook putra tunggal nya
"Mencari yang hilang," jawaban singkat dan mengundang kebingungan juga penasaran si ayah pada anaknya, mengapa putranya hanya mengatakan kata sedikit dari biasanya
Berminggu-minggu lamanya, Jungkook berkeliaran di kota yang dulu pernah ia jejaki, saat itu ia bisa bertemu dengan wanita yang paling ia cintai.
Jungkook fokus mencari keluarga ibunya, di kota surabaya. Menyuruh beberapa orang untuk mengecek satu persatu wilayah.
Dalam waktu 2 hari dia di beri kabar dan mendapatkan alamat sang ibu, langsung saja Jungkook menuju lokasi tersebut.
Alamat yang berada di gang yang sempit setelah jalan raya, dia berdiri di halaman rumah sederhana membuka pagar gerbang dan mulai berjalan mendekati pintu.
Takut saat tangannya menyentuh pintu ketika ingin mengetuk, mengambil ancang-ancang pernapasan dan menghembuskan perlahan.
__ADS_1
Tok... Tok... Tok....
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
Pintu akhirnya terbuka, di depannya berdiri seorang anak kecil yang sedang memegang sebuah pena di tangan kanannya dan bertanya, "anda cari siapa?" ucap binggung anak tersebut.
Jungkook langsung berpikir hal yang aneh dan tak masuk di akal, apakah yang sedang bertanya padanya adalah adik tirinya.
"Ibumu ada?"
"Ibu... Ibuku sedang pergi bekerja, nanti malam baru pulang. Kenapa?" wajahnya seketika memerah seakan memiliki perasaan benci dan tidak suka pada kehadiran Jungkook
"Lalu siapa saja yang ada di rumah?" tanya Jungkook kembali
"Nenek dan aku,"
"Bolehkah aku masuk ke dalam!"
"Tidak bisa, orang dewasa tidak boleh berkunjung ke rumah ku. Kau orang asing di sini, pergilah jika tidak aku akan berteriak!!!" ancam anak kecil tersebut yang tidak merasakan nyaman
Jungkook tetap memaksa dan mencoba memberi pengertian, sampai si nenek datang dan mulai berbincang-bincang.
Jungkook menjelaskan tujuannya datang kemari, si nenek tentunya bahagia dan senang cucu yang dahulu di cari-cari akhirnya pulang juga kembali.
Jungkook menyambut hangat pelukan si nenek, yang memberi panggilan padanya dengan menyebut dirinya cucu tersayang.
Anak kecil tersebut dibuat kebingungan, mengapa ada cucu dewasa yang nenek punya selain pamannya.
Kemudian Jungkook di bawa masuk ke dalam rumah, anak kecil tersebut berlari ke kamarnya.
Nenek terus berbicara, menceritakan semua hal yang terjadi padanya. Jungkook terdiam dan merasa sedih, saat si nenek mengatakan kalau ibunya sudah meninggal.
Si nenek mengelus punggung Jungkook, ketika dirinya tertunduk dalam kepedihan hatinya yang terluka.
Si nenek membuatkan sup hangat untuk cucunya, merayakan kedatangan juga cuaca yang dingin karena hujan turun sangat deras.
Anak kecil tersebut keluar dari kamarnya, duduk di pangkuan si nenek yang ketakutan karena mendengar suara petir yang bergemuruh.
"Ibu!!!" anak tersebut merengek merindukan sosok Ibunya
Si nenek mencoba menenangkan cucu kecilnya, dan mengatakan kalau ibunya akan segera pulang.
"Apa dia adikku?" Jungkook menyimpan mangkuk di atas meja dan menatap wajah ketakutan anak kecil tersebut
"Adikmu? Dia sudah besar dan menikah, anak ini adalah anak dari wanita yang sudah aku anggap juga sebagai cucu. Dia sedang bekerja sekarang, nanti malam baru pulang," jawab si nenek sambil mengelus kening anak tersebut
"Malang sakali nasibnya, apa dia tidak punya suami sehingga harus bekerja keras seperti itu?" Jungkook mengambil mangkuk dari atas meja, melanjutkan kunyahan yang tertunda karena rasa penasaran
"Suaminya meninggal saat dia sedang mengandung, nenek bertemu dengan nya dahulu ketika sedang berbelanja. Hatinya sangat lembut dan baik, dia menceritakan tentang jati dirinya sehingga nenek merasa tersentuh dan mengijinkannya untuk tinggal bersama nenek," jelas si nenek
"Ohh...." Jungkook menghabiskan sup buatan si nenek, neneknya terus memperhatikan dirinya mungkin melepaskan kerinduan yang dari dulu
"Jika ibumu masih hidup, dia pasti memperhatikan mu jauh lebih baik dari nenek," ujar si nenek menitiskan air mata
"Apa orang dewasa seperti dia, juga tidak punya ibu?" tanya anak kecil tersebut mendongakkan wajahnya, menatap si nenek
"Kamu beruntung ada ibumu yang selalu menyayangimu, kalau cucuku itu dia kehilangan ibunya untuk selamanya," jawab si nenek pelan
"Soobin takut di tinggal Ibu, Ibu sangat berarti bagiku," Soobin merasa sedih dan gelisah
__ADS_1
"Maka dari itu Soobin harus jadi anak yang baik ya, jangan nakal. Nanti Ibu Yuna, akan terus berada di sisi Soobin," ucap si nenek menasehati
Mendengar nama Yuna membuat Jungkook teringat pada kekasihnya, apa mungkin sebuah kebetulan si nenek memperingati dirinya.
Saat neneknya hendak membawa mangkuk kotor di atas meja di bawa ke dapur, Jungkook mengajukan dirinya untuk mencuci mangkuknya. Si nenek menganggukan kepala, membenarkan posisi Soobin yang terlelap tidur di pangkuan nya.
Perjalanan kaki Jungkook saat melangkah terhenti ketika melihat deretan pajangan photo, Yuna dan anak kecil tersebut juga neneknya.
Mungkinkah takdir sudah menjawab permintaannya, apakah dia bisa bersama Yuna kembali ataukah khayalan semata.
Malam hari pun tiba, Jungkook sudah mulai akrab dengan anak kecil tersebut. Langkah awal mengambil kembali, apa yang sudah menjadi gak nya.
Seorang Ayah, iya sebutan nama itu tengah dalam proses di rebut oleh dirinya dari putra kecilnya.
Tok... Tok... Tok...
Soobin langsung beranjak dari atas tempat duduk, ketika ada yang mengetuk pintu ia berlari dari ruang TV ke pintu depan.
"Ibu!" saat kedua tangannya membuka pintu, di depannya seorang wanita tersenyum tulus lalu memeluk tubuhnya
"Soobin, apa kamu sudah makan?" Yuna menaikkan tubuh Soobin ke atas pangkuan tubuhnya, sambil berjalan masuk ke dalam rumah tangannya satu lagi mencoba menutup pintu
"Sudah, sama nenek dan om-om," jawab cengegesan ala Soobin
"Om... Siapa sayang?" Yuna terus berjalan menuju ruang TV, dimana anggota keluarga selalu berkumpul di sana
"Itu dia om nya, Bu." Soobin menunjukan jari telunjuknya ke arah pria yang tengah duduk menatap mereka berdua, Yuna melihat ke tempat yang ditunjukan putranya
Yuna merasa tidak senang dan tenang, mengapa pria itu hadir kembali dalam hidupnya. Setelah menurunkan Soobin dari gendongan, dia menghampiri Jungkook dan memarahinya.
Mengusir pria itu keluar dari rumah, Jungkook masih bertahan dan mencoba berkomunikasi dengan baik dengan Yuna. Namun, ibu satu anak itu tidak mau mendengar apa yang di katakan, lalu nenek datang merelai pertengkaran mereka.
Keduanya terdiam dan hanya mendengarkan si nenek berbicara, Soobin memeluk tubuh ibunya juga Yuna mengelus lembut rambut belakang putranya.
Mendengarkan dan di dengarkan, Yuna menjadi terdiam tidak berkata-kata, hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Dia memutuskan pergi dari ruang TV bersama Soobin ke kamar, Jungkook melihat kepergian mereka berdua dan merasa bersalah telah mengabaikan keduanya di masa lalu.
Neneknya meminta maaf atas perilaku Yuna, dia menjelaskan Yuna tidak pernah berkata kasar seperti tadi pada siapapun selama tinggal di sini. Tetapi kenapa pada cucunya, terlihat kebencian yang begitu jelas terasa dan nyata.
Jungkook pun mengatakan kebenaran tentang hubungannya dengan Yuna, bahwa mereka adalah pasangan kekasih dan mengabaikan keadaan Yuna saat dia tengah mengandung anaknya, mencoba menggugurkan secara paksa atas anak mereka.
Nenek sangat terkejut dan hampir jantungan mendengar penjelasan cucunya, kenapa kelakuan menantunya sampai tertular padanya. Dia pun merasakan takut, kalau Jungkook akan berbuat hal yang sama pada Yuna.
Makan malam terlewat begitu saja, tidak ada orang yang menyentuh makanan di atas meja. Yuna yang masih mengurung diri di kamar, nenek yang termenung dan bimbang juga Jungkook yang duduk terdiam merenungkan permasalahan.
Ceklek......... Pintu salah satu kamar ada yang terbuka, membuat Jungkook beranjak dari tempat duduknya.
Melihat Yuna yang berjalan ke arah dapur, dia segera berlari mengejarnya. Saat Yuna hendak membuka pintu kamar mandi, Jungkook menahan pergelangan tangannya.
"Menyingkir lah!!!" Yuna menghempaskan tangan Jungkook yang selalu tidak sopan padanya
"Yuna, maafkan aku!!!" Jungkook memohon pada kekasihnya
"Maaf untuk kesalahan mana Jungkook, bukankah kita tidak ada hubungan lagi. Sudah berapa tahun, maaf untukmu telah hilang, jangan lagi berharap banyak dariku." Yuna membuka pintu dan segera masuk ke dalam kamar mandi
Jungkook menggedor pintu, memaksa masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingin memperbaiki kesalahan nya, tetapi Yuna tidak mau membuka hati lagi untuk pria bernama Jeon Jungkook tersebutlah.
"Yuna, aku memohon padamu!!! Kita mulai kembali cinta yang sudah hancur ini, aku akan memperbaiki semuanya dan berjanji takkan membuat mu sakit hati!!!" Jungkook menyandarkan kepalanya di atas papan pintu
"Ucapan mu tidak pernah terlaksana kan, hanya janji yang kamu umbar apakah pernah kamu tepati," batin Yuna tersakiti dengan rasa pahit yang ia pernah ia alami dahulu dan kini harus terulang kembali
__ADS_1
Bersambung..................