Naughty Perfect Men

Naughty Perfect Men
Berbohong tentang Kebenaran


__ADS_3

 


© naughty perfect men ©


 


**attention !!!!


-berikan komentar baik terhadap cerita ini


-konten dewasa


-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni


-semoga suka


-typo**


Author POV


Yuna terus melangkah menuju tempat kerjanya, ia tak memandang sedikitpun ke arah Jungkook.


Gadis itu pun duduk di meja kerjanya, tapi ia tidak tahu harus mengerjakan apa.


Beberapa saat kemudian, Jungkook memanggil namanya. Sontak saja Yuna langsung melihat ke sumber suara, di tatapnya Jungkook yang sudah memberi pengarahan untuk segera mendatangi pria itu.


Yuna manarik napas panjang, lalu membangunkan tubuhnya berjalan menuju ke tempat Jungkook berada.


Klotak


Klotak


Klotak


Langkah gadis itu mendengungkan pendengaran Jungkook, sesampainya Yuna di hadapannya.


Dia memberikan tugas pada gadis itu, untuk membacakan isi tulisan dalam berkas yang ia berikan.


Yuna langsung tangkap terhadap pekerjaan yang di berikan oleh Jungkook, gadis itu membacakan isi tulisan yang tercetak dalam sebuah lembaran kertas.


"Inti masalah nya apa?" tanya Jungkook setelah semua karakter tulisan terbaca sudah


"Perusahaan Kims groups mengirimkan permintaan persahabatan demi membangun infrastruktur di pulau Sumatera, yang terdiri dari pabrik, perhotelan dan juga wisata alam yang menggiurkan," jelas Yuna setelah ia merangkum dengan benar seisi lembaran kertas


"Wisata alam, inilah yang aku tidak mengerti...." Jungkook mencoba memikirkan apa di maksud kata yang ia ucapkan


"Artinya bapak harus berinvestasi lebih banyak lagi guna menyelesaikan, pembangunan yang masih terbengkalai. Misalkan, daerah mana yang cocok untuk di jadikan tempat yang nyaman, di situlah di bangun sebuah lahan yang kita kuasai. Di titik itu, kita membangun sebuah hotel yang mengarah langsung ke pemandangan nyata di lihat," terang Yuna secara gamblang menafsirkan apa yang di maksud dengan keindahan menggiurkan


"Ohh apa pantai termasuk ke dalam pemasukan uang yang banyak nantinya." Jungkook melirik ke samping atas, di lihatnya Yuna yang tengah fokus membaca berkas yang ia berikan


Gadis itu mampu mententramkan hatinya, ia merasa sejuk di kala musim kemarau. Merasa bahagia di kala musim semi tiba.


Mengapa perasaan itu terjadi padanya, dia bertanya-tanya pada pola pikirnya.


"Pak! Apa anda berniat berinvestasi di sebuah pulau di Sumatera katanya di sana masih banyak destinasi wisata yang belum terjamah banyak orang. Kita bisa mengelolanya bersama." Yuna melirik Jungkook, ia merasakan keanehan pada pria itu terlihat melamun menatap dirinya


"Pak Jungkook." Yuna menggerakkan telapak tangannya ke arah pandangan mata pria bengong itu

__ADS_1


"Apa anda dengar perkataan saya." suara pelan Yuna jadi meninggi, karena ia merasa pria di depannya telah mengabaikan nya


Jungkook menggelengkan kepalanya dan menunduk kebawah. Tak berapa lama ia menatap Yuna kembali, dan langsung melontarkan pertanyaan.


"Apa itu bagus menurut mu?"


"Saya tidak bisa menentukan pak, keputusan berada di tangan anda. Pemasukan saran dari saya tidak akan bagus, saya tidak banyak pengalaman baru memulai," jawab Yuna menolak mengatakan apa yang di tanyakan Jungkook


"ya sudah bacakan berkas yang lain, yang sudah kamu baca taruh saja di meja kerja mu, tulis di atas berkasnya masih di pikirkan!" Perintah Jungkook di turuti Yuna, gadis itu melaksanakan tugas dengan baik


Yuna membacakan setumpuk dokumen yang berada di atas meja kerja Jungkook, lelaki itu juga terlihat kelelahan mengingat apa yang ia harus tanggap benar-benar menguras banyak tenaganya.


Yuna juga mulai terdengar serak suaranya, Jungkook langsung mengambil tindakan dengan memberhentikan gadis itu untuk membaca.


Ia menyuruh Yuna untuk pergi ke kantin menyegarkan tenggorokan nya, gadis itu segera pergi keluar dari ruangan kerjanya.


Jungkook membuang napas lega, dadanya terasa lebih rileks setelah kepergian Yuna.


Saat gadis itu beberapa jam bersamanya di tambah kedekatan keduanya, Jungkook menderita penyakit pening di dalam pikirannya, di sertai rasa sakit yang menyesakkan jalur pernapasan nya.


Ia merasa bersalah telah merebut ciuman pertama dari gadis, hingga menimbulkan perasaan aneh yang ia rasakan.


Tapi bukanlah rasa cinta menurutnya, padahal begitu jelas tandanya.


Bahwa ia menyukai gadis bernama Yuna, namun. Keadaan yang ia pikirkan tentang sang Ayah, terus menampik perasaan indah itu tak pernah ia alami sampai saat ini.


Yuna menjadi bahan perbincangan seluruh karyawan yang berada di kantin, gadis itu merasa malu dan menghindar dari sorot mata tajam yang menatapnya.


Yuna memasuki ruang dapur, dengan kepercayaan mandiri yang sudah terbiasa melekat dalam dirinya.


Yuna memasak dan buat minuman sendiri, tidak ada pelayan yang mau membantu nya.


"Hey!" tegur pegawai itu pada Yuna


Yuna yang merasa ada seseorang yang bersuara melirik ke kanan kiri, ia takut sapaan itu bukan untuknya.


"Kamu yang aku panggil," pegawai itu menegur keluguan Yuna


"Ahh!!" Yuna langsung melirik pegawai di sampingnya


"Aku bingung, kenapa semua orang di sini menatapku terus. Pelayan juga tidak mau memberikan pesanan yang aku inginkan. Kamu yang berani menyapaku, terimakasih," Yuna merasa terharu, akan sikap si pegawai yang berani berbicara dengannya


"Hahaha...." Pegawai itu malah tertawa Yuna menjadi tersurut semangat nya


"Hey Nona, kamu tahu atau tidak. Pak CEO suka gonta-ganti wanita, kami semua berdiam diri dan hanya menatap karena kasihan. Anda telah menjadi korban kelakuan busuknya, apa pak CEO tidak berbuat kasar lagi pada anda?"


"Apa benar karena merasa kasihan, bukan ingin mengejek dan menjauhi ku,"


"Bukan, kami takut anda tersinggung dengan pertanyaan kami yang kurang santun. Apalagi anda karyawan baru, kami tidak berani menganggu,"


"ohh begitu, berarti aku yang telah salah sangka mengira karyawan di sini memandang rendah saya. Tapi bagaimana anda tahu mengenai kejadian yang saya alami?" Yuna langsung di terpaksa bingung, kenapa beritanya dengan Jungkook tersebar cepat di seluruh kantor


"jujur kami adalah musuh pak CEO, hanya saja cctv tak terpasang di dalam ruangan nya. Ada pengawasan kantor yang memberitahu, anda keluar dari ruangan Tuan Jungkook sambil menangis, kemudian pak CEO mengikuti anda diam-diam. Kami curiga, kalau anda telah di nodai oleh nya. Apa benar dugaan itu?"


"Aku rasa tidak, aku menangis karena ponselku terjatuh dan terinjak oleh pak CEO. Aku meminta keadilan, karena pak Jungkook tidak mau menuruti permintaan saya, saya merasa sedih dan pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri," jawab Yuna dengan perkataan bohong untuk menipu pegawai itu


Ia juga tidak berniat menjatuhkan Jungkook, apalagi melibatkan namanya.

__ADS_1


Akan banyak kesalahpahaman jika ia katakan dengan jujur, kebohongan yang ia katakan demi menyelamatkan nya dari berbagai isu yang  menyebar nantinya.


"Aku akan membenarkan berita miring tentang mu, tenang saja. Walau Tuan Jungkook adalah atasan kami, tapi kami lebih percaya pada mu karena kami tahu jelas kelakuan buruk CEO perusahaan ini," ucap pegawai menyemangati Yuna, ada rasa bersalah di hatinya telah menerka yang tidak-tidak tentang sekertaris pribadi CEO nya


"Terimakasih atas kepercayaan nya, semoga besok kalau aku datang ke sini mereka semua bersikap normal padaku layaknya karyawan biasa," sahut Yuna mengatakan harapannya


"Tentu saja, aku akan memastikan apa yang kamu katakan terjadi," jawab si pegawai sembari mengukirkan senyuman di wajahnya


"Terimakasih banyak." Yuna membawa hasil masakannya ke dalam kantin, ia mencari tempat duduk kosong


Gadis itu mulai fokus pada makannya, para karyawan perlahan-lahan pergi meninggalkan nya sendirian.


Tersirat rasa kesepian yang menghantui kesedihan nya, tapi Yuna tidak mau menunjukan sisi lemahnya.


Baru saja ia menginjakkan kaki sebagai pegawai, masa iya dia harus menyerah pada keadaan.


Mengingat banyak orang yang peduli padanya, walau mereka tidak bertindak karena rasa takut menyapa nya.


Pada malam hari sekitar jam 20.00 Yuna tengah berdiri di pinggir jalan, menunggu kendaraan umum melintas di depannya.


Sayangnya tidak ada satu pun tranportasi itu melintas, Yuna masih tetap sabar menunggu.


Beberapa menit kemudian, suara klakson mobil menyuruhnya untuk minggir ke tepi.


Padahal Yuna berada di bahu jalan, tubuhnya sama sekali tidak menghalangi jalan laju mobil tersebut.


Kaca mobil terbuka menampilkan sosok Jungkook yang sedang duduk di dalamnya, laki-laki itu mengajak Yuna untuk di antar pulang.


Tapi Yuna menolak halus, ia merasa cukup kuat menjaga dirinya.


"Baiklah, semoga kau mendapatkan dampak keegoisan mu, di sini tidak pernah ada kendaraan umum melintas." Jungkook menekan tombol mobil, secara otomatis kaca mobil tertutup rapat


Mobil silver Lamborghini nya melaju meninggalkan gerbang perusahaan Jeons nasional group, Yuna tidak yakin pada ucapan Jungkook.


Kalau kemarin pagi saja ia naik bus untuk sampai ke kantor, apa malam ini tidak ada tranportasi umum yang berkeliaran mencari penumpang.


Sudah 30 menit Yuna berdiri di bahu jalan, menanti kepastian yang tak kunjung menampakkan wujudnya.


Hanya kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang ia lihat melintasi jalanan.


Tak berapa lama munculah penolong baik hati yang datang terlambat, dengan sepeda motor kerennya dia beraksi menyelamatkan gadis malang yang bernama Yuna.


"Gadis kau tersesat." Jaehyun memarkirkan motornya, menghalangi langkah kaki Yuna


"Jahe," ucap Yuna tersenyum berseri


"Hahaha nanas yang tersesat dari pasar, kenapa bengong begitu. Tidakkah kau ingin naik ke atas jok motorku," goda Jaehyun yang memberi pengarahan namun gagal Yuna pahami


Yuna hanya terdiam hingga Jaehyun terpaksa turun dari atas motornya, menuntun Yuna mendekati kendaraannya.


Memaksa gadis itu untuk naik, Yuna pun duduk di atas jok motor setelah di pakaikan helm oleh Jaehyun.


"Jangan melamun, kalau tidak mau jatuh!" peringatan Jaehyun langsung di tanggapi Yuna yang memberikan pukulan keras pada area bahunya


"Sakit Nanas," Jaehyun berakting


"Sudah cepat, aku sadar nih!" teriak Yuna

__ADS_1


"Baiklah." Jaehyun menyalakan mesin motornya, kemudian menekan pergelangan gas motor pun melaju di tengah jalan


To be continued..........


__ADS_2