Naughty Perfect Men

Naughty Perfect Men
Aku Harap Terbebas Dari Janji!!!


__ADS_3

© naughty perfect men ©


 


**attention !!!!


-berikan komentar baik terhadap cerita ini


-konten dewasa


-di butuhkan kerja sama antara pembaca untuk membangun suasana yang harmoni


-semoga suka


-typo**


♛┈⛧┈┈•༶༶•┈┈⛧┈♛


Author pov


Yuna terdiam sejenak, ia berpikir apa yang akan di rebut oleh CEO nya darinya.


"Masih belum mengerti, ataukah kau sedang memikirkan cara lain untuk menghindar." Jungkook mengelilingi Yuna berjalan memutari tubuh gadis itu


Ketegangan dirasakan tubuh Yuna hingga bereaksi takut, peluh keringat mulai bermunculan keluar dari kulit tubuhnya.


"Apa yang Anda inginkan dari saya?" Yuna berusaha mengangkat kepalanya menatap ke arah Jungkook, kedua langkah kaki CEO itu tak bergerak lagi dan berdiri tepat di hadapan nya


"Tidur dengan mu satu malam,"


Jawaban dari bibir Jungkook membuat Yuna terbungkam untuk waktu yang lama, gadis itu masih berpikir keras menolak permintaan dari sang atasan.


"Bayangkan oleh mu Yuna, kedua orang yang kau sebut baik padamu akan kehilangan masa depan yang cerah mereka impikan. Apakah kamu tega melihat mereka menderita, meratapi kesengsaraan," lanjut Jungkook


Yuna terguncang hati nuraninya tak akan membiarkan siapapun terluka, hingga pada akhirnya dalam pikirannya memaksa penolakan itu menjadi persetujuan.


"Pak!! Anda sangat luar biasa mengatur keinginan anda menjadi kenyataan, saya tidak menyangka anda memanfaatkan kesempatan ini untuk menarik perhatian saya, agar ikut masuk ke dalam perangkap anda." wajah pasrah Yuna yang tak berdaya lagi untuk melawan Jungkook, membuat kekhawatiran besar melanda jiwanya


"Bukan hanya pekerjaan mereka kembali, juga hadiah pernikahan yang sangat besar aku berikan pada kedua orang itu. Jika kau bersedia menemani ku satu malam saja, Yuna. Tidak rugi bukan, untungnya besar," Jungkook terus mengatakan bujukan nya di sertai ancaman di dalam perkataan nya


Yuna memikirkan matang-matang dampak yang akan terjadi padanya, tetapi dia tidak bisa diam terus-menerus dan mengabaikan pasangan kekasih yang akan segera naik ke pelaminan, ia berpikir pengorbanan yang ia lakukan sebagai hadiah terbesar dan di kenang oleh keduanya.


"Baiklah pak, saya akan mengikuti apa yang anda inginkan," dengan berat hati Yuna menyetujui persyaratan dari Jungkook


Lelaki itu malah senang di atas penderitaan Yuna, senyum kemenangan terukir di wajah tampan nya.


"Tetapi, untuk membuktikan perkataan anda itu benar. Kembalikan dulu pekerjaan park Jinyoung juga tarik kembali surat pengunduran diri untuk mbak Sana," isak Yuna mengikuti suara jeritan batinnya, entah kenapa perasaan tidak sudi mewakili jiwanya yang tidak rela berkorban


"Tenang saja, hari ini menjadi hari keberuntungan bagi mereka," Sahut Jungkook pasti demi mendapatkan kepercayaan Yuna


"Jangan senang dulu pak, anda tidak bisa menyentuh saya sebelum anda menyucikan diri anda terlebih dahulu dari dosa-dosa yang sudah banyak anda perbuat," tambah Yuna membuat kekecewaan pada perasaan Jungkook


"Apa maksud ucapan mu?" Jungkook menatap Yuna dengan memelototinya


"Karena saya belum pernah di sentuh siapapun, kesucian saya murni adanya pak. Berhubungan untuk pertama kalinya, mungkin akan menjadi keburukan bagi saya. Sedangkan anda, mempunyai banyak pengetahuan bukan?" tanya Yuna luluh yang di dianggukkan Jungkook beberapa kali


"Saya menantang anda selama seminggu, apa anda tahan tidak berhubungan dengan wanita manapun. Sesudah seminggu lewat, barulah saya datang pada anda," ucap Yuna penjelasan akhir dari apa yang ia rencanakan


Jungkook memalingkan wajahnya, memilih merenungkan baik-baik sebelum ia memutuskan secara gamblang ketakutan salah memilih jawaban di rasakan olehnya.



Jungkook tenggelam dalam pikirannya, apa ia harus menyetujui permintaan Yuna yang tak dapat ia lakukan.


"Ini terlalu sulit untuk di lakukan, bagaimana aku bisa libur dari kegiatan yang aku senangi," pikir Jungkook baik-baik dalam hatinya berbicara



Tetapi waktu yang di berikan di rasa cukup oleh Jungkook, ia bisa menahan apapun agar bisa memiliki gadis incaran tersebut.


"Baiklah, aku akan melakukan pembersihan diri itu asalkan kau berjanji, menepati ucapan yang kau katakan itu!" balas Jungkook sedikit menggertak


"Yuna tidak pernah ingkar pada janjinya pak, hanya satu orang yang selalu ingkar dan berdusta, yaitu anda." Kemudian Yuna memutar tubuhnya membelakangi Jungkook, menghapus air mata yang mulai mengalir di wajahnya


"Ingkar bagi saya adalah kesalahan yang harus di tebus seumur hidup, saya tidak mau berhutang selama itu." Yuna mulai melangkah kakinya menuju pintu


"Kita buktikan, apa kita bisa mewujudkan keinginan masing-masing," tantang Jungkook berteriak ke arah Yuna

__ADS_1


Yuna tidak lagi membalas perkataan Jungkook, ia memilih untuk pergi ke luar menenangkan dirinya.


"Sudah lama aku menginginkan ini Yuna." Jungkook merasakan tenang dan merasakan dirinya sehat dari hari kemarin


Tawa sempat di keluarkan nya, bahagia berasa takdir ada di pihaknya.


"Jeon Jungkook, kau memang cerdik mengatur segalanya. Kemauan sesulit apapun akhirnya menjadi mudah, tanpa rintangan." Jungkook duduk di kursi kerjanya hatinya tengah berbunga-bunga karena perasaan senang


**✿❀ ❀✿****✿❀ ❀✿**


Ketika ia berjalan melewati tempat kerja Sana, ia tidak melihat sosok wanita itu di tempatnya.


Yuna terus melangkah menyusuri lorong ruangan, ketika ia berada di dekat tangga untuk turun ke bawah.


Pemandangan yang mengharukan menguras emosi kebahagiaan nya ke luar, Sana dan Jinyoung tengah berpelukan mesra seakan melepas rasa rindu yang lama tak bertemu.



"Aku turut bahagia, semoga kalian menjadi pasangan yang takkan terpisahkan oleh badai rintangan," batin Yuna wajahnya ikut tersenyum


Yuna buru-buru menuruni anak tangga, ia ingin menghampiri mereka berdua dan mengatakan selamat.


Tak di sangka kedatangan Yuna di sambut hangat oleh pasangan yang sedang bermadu kasih tersebut.


Sana dan Jinyoung mengucapkan rasa terimakasih yang amat dalam, membuat Yuna terharu mendengarnya.


"Tidak usah merasa canggung begitu, kita adalah teman. Teman saling menolong itu sudah kewajiban, aku membantu tidak terlalu besar ko," ucap Yuna menutupi keadaan yang sebenarnya


"Yuna, kamu tahu kan Tuan Jungkook keras kepala. Ia tidak mungkin menyerah begitu saja, ketika karyawannya di nyatakan salah akan tetap seperti itu walaupun kami berkata benar?" tanya Sana yang mulai penasaran terhadap Yuna, mengapa bisa Jinyoung lolos dari pemecatan


"Tenang saja mbak, Yuna tidak keluar jalur ko. Tidak ada yang perlu di khawatirkan, yang terpenting adalah mbak sama kakak harus fokus, menatap ke depan mewujudkan kejadian indah yang sudah kalian impikan." Yuna menyematkan senyuman di bibirnya, menambah kesan rasa percaya agar mereka berdua tidak menaruh curiga padanya



"Ahh... Yuna." Sana memeluk erat tubuhku Yuna layaknya memeluk sang adik


"Selamat berbahagia mbak." Yuna mengelus lembut punggung Sana


"Tidak ada yang boleh tersakiti karena aku, mungkin sudah takdirnya aku selalu merasakan nasib tidak baik," batin Yuna merintih menahan sakit


⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆⋆ ˚。⋆୨୧˚ ˚୨୧⋆。˚ ⋆


Ia juga menepati janjinya memberikan hadiah pernikahan pada karyawannya, Yuna bersikap baik padanya tak seperti biasanya yang selalu angkuh dan mengacuhkan nya.


Ada perasaan tenang dalam jiwanya, hingga pengaruh jahat tak lagi menguasai jalur pemikirannya.



Memandangi Yuna dari kejauhan terasa sangat dekat dan menyenangkan, apalagi membayangi malam yang akan terjadi dalam beberapa hari lagi.



Yuna tidak mendengar lagi kabar buruk tentang Jungkook yang selalu bermain dengan wanita-wanita tak berkualitas.


Ada rasa yang aneh ia rasakan, hingga senyum mewakili apa yang tengah ia rasakan.


♩✧♪●♩○♬☆♩✧♪●♩○♬☆♩✧♪●♩○♬☆


Hari ini pulang kantor lebih awal dari biasanya di karena jadwal mendadak metinng Jungkook, Yuna berjalan di keramaian banyak orang.


Ketika itu ada tangan yang menariknya keluar dari keramaian, Yuna ingin sekali melihat wajah laki-laki yang sedang berusaha membawanya pergi.


Tiba di bawah jalan layang laki-laki itu baru melepaskan genggaman tangannya, Yuna berjalan tepat ke depan nya.


"Jadi kamu yang menculik ku, Jahe?" Yuna tersenyum lega


"Bagaimana rasanya, di landa rasa penasaran nanas," Jaehyun memulai candaannya


"Bagus sih tanpa aku curiga, tapi... sebenarnya aku udah merasa ada yang yang menguntit dari belakang. Tapi karena waktu ini siang bolong, masa sih ada penjahat pikir ku," jawab Yuna terbawa suasana tenang


"Harus waspada setiap saat Yuna, orang yang berada di sekitar mu tidak selalu baik," nasihat Jaehyun yang peduli pada keselamatan Yuna


"Iya aku tahu, ngomong-ngomong... tumben kamu nyulik aku begini, biasanya juga aku yang suka nyamperin kamu duluan?" Yuna penasaran


"Aku melihatmu ke luar dari gerbang, aku kira kamu sedang tidak enak badan karena pulang lebih awal. Jadi berniat mengantarmu periksa ke dokter, takut nanti berkepanjangan," Jaehyun menjawab membuat Yuna merasa di perhatikan sangat penting


"Baiknya hatimu Jahe, kita cari makan yuk!!" ajak Yuna sembari menggandeng lengan Jaehyun

__ADS_1


"Baiklah Nona, kendali ada di tangan mu." Jaehyun mengangguk menuruti perkataan Yuna yang memerintahkannya pergi ke suatu tempat yang lebih nyaman untuk saling mengobro


*+:。.。 。.。:+**+:。.。 。.。:+*


༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶


✧༺♥༻✧


Satu minggu sudah berlalu Jungkook menghitung waktu dan menandai kalender di samping meja kerjanya, tepat pada malam hari nanti Yuna akan bermadu kasih dengannya.


"Dimana dia sekarang." kedua mata Jungkook sibuk melirik ke sekitar ruangan mencari sosok Yuna yang tengah menghilang dalam pandangan matanya


Sekarang sikap good boy akan berubah ke awal lagi sebagai seorang bad boy yang terkenal, ia bangkit dari tempat duduk berjalan menuju pintu keluar.


Jam makan siang sedang berlangsung Jungkook datang terlambat ke kantor karena ada urusan di rumahnya yang harus ia selesaikan, jadi dia belum sempat bertemu dengan gadis incaran nya.


Saat ia berhasil membuka pasword sandi pintunya, secara otomatis pintu pun terbuka tepat di hadapan nya ada sosok Yuna yang sedang berdiri tegap.


"Selamat siang Pak, anda terlambat datang hari ini." sapa Yuna sebelum melangkah masuk dan melewati tubuh Jungkook yang sangat kaku


Pintu tertutup kembali karena Jungkook tidak melangkahkan kakinya keluar, Laki-laki itu memutar tubuhnya kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Yuna.


Yuna menghentikan langkah nya, ia langsung berbalik kebelakang menangkap basah si penguntit handal.


"Pak, anda kenapa?" Yuna merasa risih akan tingkah aneh Jungkook yang meresahkan suasana ketenangan nya


"Saya mau bilang, malam ini anda harus datang ke tempat saya!" ucap Jungkook mengingatkan


Yuna sontak terkejut, bagaimana bisa seminggu waktu yang ia berikan berlalu dengan cepat.


"Apa?!"


"Kenapa kaget, ingat tepati janji mu itu!" Jungkook bicara ngegas


"Tentu pak, saya tidak lupa." Yuna membalikkan tubuhnya dengan gerakan lambat, lemas seketika otot tubuhnya untuk bergerak


"Di meja mu ada pakaian juga peralatan kecantikan yang kau butuhkan, gunakan itu untuk membuatku lebih tertarik padamu." Jungkook tersenyum menyeringai, rencananya akan berjalan mulus tanpa hambatan lagi


♛┈⛧┈┈•༶༶•┈┈⛧┈♛


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


Jam kerja berakhir terlalu cepat bagi Yuna, padahal ia masih ingin menghabiskan waktu banyak di kantor agar memiliki kesempatan untuk menghindar dari janjinya.


Jungkook terus saja mengawasi gerak-gerik nya, membuat Yuna ketakutan dan segera melangkah keluar dari ruangan.


‧͙⁺˚*・༓☾ ☽༓・*˚⁺‧͙


30 menit dalam perjalanan membuat Yuna merasa lelah, tetapi ia sudah harus berangkat ke tempat Jungkook berada.


Chaeyeon belum pulang dari jam kerjanya, Yuna buru-buru masuk kemarin mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang muslim tercium bau tidak sedap.


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi dan berdandan, Yuna memandangi dirinya di depan cermin.


"Apa benar aku harus begini." Yuna tidak bisa melihat dirinya berpenampilan seksi melewati batas dari kebiasaan nya, ia menarik jaket dan mengenakannya guna menutupi tubuhnya


Yuna memantapkan keteguhannya menanggung resiko, ketika ia membuka pintu Chaeyeon baru saja pulang.


"Hei Yuna." sapa Chaeyeon tersenyum ceria


"Chaeyeon, kenapa pulang larut malam?" Yuna memundurkan langkah kakinya terpaksa masuk ke dalam kembali


"Hm... Aku habis jalan-jalan dulu bareng Mingyu." Chaeyeon masuk ke dalam sembari melepaskan satu persatu sepatu high heels yang di kenakan di kakinya


"Ohh... pantes senyumnya beda, setiap hari kan senyum lesu terus yang kamu tunjukkan." Yuna melirik Chaeyeon yang baru saja duduk di ranjang


"Hahaha... Kau ini, maka nya punya pacar, agar punya semangat yang luar biasa." Chaeyeon menilik dandanan Yuna, keanehan di rasakan olehnya


"Belum mau Chaeyeon, fokus kerja dulu baru mikir yang itu," alibi Yuna


"Na, kamu mau kemana tumben dandanan rapi begitu, wajahmu juga tampak sangat cantik?" tanya Chaeyeon tiba-tiba tidak tenang


"Eu... Aku mau...." Yuna mencoba mencari alasan yang bagus dan masuk akal, agar Chaeyeon tidak menaruh kecurigaan besar padanya


"Mau kemana?" tanya paksa Chaeyeon


Akankah Yuna mengatakan yang sebenarnya, ataukah Yuna mengatakan kebohongan. Lalu apakah Chaeyeon percaya 100% pada ucapan Yuna, apakah dia di ijinkan pergi.

__ADS_1


Waktu sebentar lagi menunjukan pukul 21:00 tepat, 10 menit lagi.


To be continue...........


__ADS_2