Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 13


__ADS_3

Di Vidio kali ini terlihat kecurangan, dimana gaji guru-guru disini tidak diberikan sesuai dengan yang seharusnya. Tidak hanya itu saja, bahkan di vidio itu terdapat kepala sekolah yang menerima suap dari kedua orang tua Clarin. Agar tidak pernah menghukum Clarin jika dia membuat masalah


Nayra yang melihat wajah pucat pasi sang kepala sekolah tersenyum miring. Dirinya langsung memencet suatu tombol di meja itu, dan terbukalah tempat penyimpanan uang hasil suap selama ini


"Omo apa yang kutemukan ini" ungkap Nayra berpura-pura terkejut


Jonathan langsung menghampiri Nayra dan benar saja dia melihat setumpuk uang dolar dan rupiah. Seingat nya gaji sebagai kepala sekolah tidak sampai segitu, jadi kecurigaannya selama ini benar


Dia memang curiga dengan kepala sekolah tapi belum sempat untuk mencari tau karena pekerjaannya yang menumpuk


"Itu bukan uang suap, itu adalah uang hasil saya bekerja sebagai kepala sekolah" sanggahnya padahal semua bukti sudah berada di depan mata


"Ken" panggil Jonathan, dia memberikan kode dan langsung dimengerti oleh Kenzo


"Ah aku hampir melupakannya" Nayra langsung menghampiri keluarga dari Clarin


"Bukankah kau selalu sombong karena kau putri dari donatur utama sekolah Clarin?" tanyanya dengan senyum miringnya "Maka aku beritahu, di sekolah ini hanya ada 4 pendonatur utama yaitu keluarga Smith, keluarga Malverick, keluarga Alister dan juga keluarga Wijaya. Jadi kedua orang tua mu bukanlah donatur utama"


Tentu saja hal itu membuat Clarin terkejut, Dia langsung menatap kedua orangtuanya untuk meminta penjelasan. Tetapi kedua orang tuanya langsung mengalihkan perhatiannya. Kini Clarin sudah mendapatkan jawabannya


Tak berselang lama, polisi datang karena panggilan dari Kenzo. Sang kepala sekolah langsung ditahan dengan dugaan penggelapan dana dan penyuapan


"Saya tidak bersalah, lepaskan" raung sang kepala sekolah


"Maaf pak, semua bukti sudah berada di kantor polisi. Anda bisa menjelaskannya disana" ujar salah satu polisi lalu membawa sang kepala sekolah


"Sekarang posisi kepala sekolah kosong, lalu siapa yang akan memberikan hukuman untuk Clarin dan Saras?" tanya Ryan


Mau tidak mau Jonathan harus menangani ini sebelum mendapatkan kepala sekolah yang baru


"Saya sudah menentukan hukuman, Clarin dan Saras kalian dikeluarkan dari sekolah karena melakukan tindakan bullying yang sangat parah" putus Jonathan


"Tidak, aku tidak mau dikeluarkan dari sekolah, dad mom" pinta Clarin


"Sudah cukup Clarin, kita pulang" ucap sang daddy Clarin lalu langsung menarik istri dan anaknya


Dia sudah terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya. Lebih baik dia pergi daripada menambah malu saja


Sementara Saras juga langsung pergi, dia tidak mempunyai kuasa untuk melawan mereka


Jonathan langsung memegang kepalanya pusing, kini dia harus secepatnya mendapatkan pengganti kepala sekolah. Dia melihat Nayra yang hendak pergi, tapi perhatiannya tertuju pada luka di sudut bibirnya


"Kau terluka?" tanyanya menangkup wajah Nayra


"Hanya luka sedikit" jawab Nayra dengan santai

__ADS_1


"Seharusnya langsung diobati, Ken ambil kotak obat" Jonathan bagaikan seorang kakak yang menghawatirkan sang adik


Setelah mendapatkan kotak obatnya, Jonathan langsung mengoleskan salep agar tidak terjadi infeksi nantinya


Tentu saja tindakan Jonathan seperti seorang kekasih, tapi semua itu salah karena Jonathan menganggap Nayra sebagai adiknya


Alvaro yang melihat itu langsung mengepalkan kedua tangannya. Bahkan urat di lehernya terlihat. Cemburu? Tentu saja dia cemburu. Karena memang dia akui dirinya memiliki perasaan pada Nayra. Dan melihat Nayra dekat dengan lelaki lain membuat darahnya mendidih


Disisi Nayra, dia sama sekali tidak sadar jika sedari tadi menjadi pusat perhatian. Karena ingat, Nayra adalah tipikal anak yang tidak peduli


"Thanks bang" setelah itu dia pergi untuk kembali ke kelasnya


Begitupun Jonathan, dia juga keluar karena harus kembali ke kantornya


Saat Kenzo hendak keluar ruangan, tangannya langsung ditahan oleh Azka


"Apa hubungan bang Jonathan sama Nayra?" tanya Azka, dia sungguh penasaran bagaimana bisa kakaknya yang datar bisa mengenal Nayra


Tentu saja jawaban dari Kenzo ditunggu oleh semua orang terutama Alvaro


"Mereka bertemu sebelum nona Nayra masuk ke sekolah ini. Dan nona Nayra juga sering pergi ke kantor tuan sebagai asisten dari tuan Rei" jelas Kenzo lalu dia pergi dari sana


Jawaban dari Kenzo membuat semua orang berfikir siapa itu Rei? Dan bagaimana bisa Nayra yang masih SMA menjadi seorang asisten. Sungguh Nayra adalah sosok yang misterius


Sementara Reza dan Nathan saling tatap, akhirnya mereka berdua mendapatkan jawaban bagaimana Nayra bisa masuk ke sekolah ini. Mereka harus segera melaporkannya pada Elang dan sang papah


Guru-guru yang mendengar kabar itu merasa senang karena akhirnya tikus berdasi itu ditahan juga. Mereka bersyukur karena akhirnya kebusukan sang kepala sekolah telah terungkap


Bukan hanya itu saja, kabar tentang Nayra yang merupakan siswa baru mampu membuat seorang Clarin bisa dikeluarkan dari sekolah. Ditambah direktur utama SMA Wijaya sendiri yang mendukungnya


Sementara yang dibicarakan sedang santai tidur di kelas tidak memperdulikan keadaan kelas yang ricuh


***


Hari berlanjut dengan damai, kebetulan hari ini adalah weekend. Seperti biasa dia akan pergi menemui Jonathan untuk penelitian


Meskipun perusahaan tutup, mereka berdua tetap melakukan penelitian di tempat yang sama yaitu laboratorium rahasia milik Jonathan


"Bagaimana perkembangannya?" tanya Nayra memasuki laboratorium


Jonathan menghela nafasnya kasar "Belum ada yang berhasil, tapi ada satu penelitian yang bisa digunakan. Namun keberhasilan penawar racun ini hanyalah 10%"


"Sial, sebenarnya sekuat apa racun ini sampai susah untuk membuat penawar nya" kesalnya. Jonathan sudah berkali-kali melakukan percobaan tapi belum ada yang bisa menghilangkan racun itu dan hal itu membuatnya frustasi


"Kita akan mencobanya dan meningkatkan keberhasilannya. Jangan menyerah bang" hibur Nayra lalu dia memakai jas putih sebagai seragam penelitian

__ADS_1


"Abang cuma kasian sama lo Nay, bagaimana lo bisa menahan racun itu"


Nayra hanya tersenyum tipis "Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit dari racun ini bang"


Jonathan terdiam sejenak, dia bertekad akan meningkatkan keberhasilan penawar ini. Dia tidak ingin Nayra merasakan sakit dari racun itu lagi


Mereka berdua pun menghabiskan sepanjang hari di laboratorium untuk melakukan penelitian


Sampai tak terasa waktu hampir malam saat mereka sudah menyudahi kegiatan


"Kita pergi makan malam" ajak Nayra lalu naik ke motornya


Begitupun dengan Jonathan yang juga membawa motor sport miliknya


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di restoran yang tak jauh dari perusahaan


"Hari ini gue yang traktir sebagai ucapan terimakasih udah bantuin gue berkali-kali bahkan sampai merepotkan mu" ucap Nayra dengan senyum tipisnya


Mereka berdua memilih tempat indoor untuk makan malam sembari menikmati langit malam


Jika dilihat dari kejauhan mereka berdua layaknya pasangan kekasih


Saat mereka berdua sedang menyantap hidangan, dari kejauhan seorang laki-laki mengeratkan genggamannya


Lelaki itu tidak sendirian, melainkan bersama para sahabatnya. Mereka adalah inti dari Black Dragon yang sedang makan di restoran yang sama


Ryan yang melihat perubahan raut wajah pada Alvaro mengenyitkan dahinya bingung. Lalu dia mengikuti sorot mata Alvaro yang tertuju pada tempat lain


"Astaga, itu bukannya abang lo ka?" Ryan langsung menepuk bahu Azka yang duduk disampingnya


Mendengar kakaknya ada disini, Azka langsung menoleh dan benar saja. Dia juga melihat Nayra yang duduk di depan kakaknya


"Mereka berkencan?"


Plak


"Sakit ogeb" keluh Ryan yang kepalanya di pukul oleh Azka


"Kagak mungkin, lo lupa kalo hubungan mereka sebatas partner kerja seperti yang dijelasin sama bang Kenzo"


"Bentar, waktu itu dia bilang kalo Nayra itu asisten dari Rei. Pertanyaannya siapa Rei terus apa hubungan keduanya cuma sebatas atasan bawahan atau kekasih?" papar Ryan


Tapi apa mereka berdua tidak sadar jika Alvaro saat ini menahan rasa cemburunya. Dan malah dua sahabatnya itu menambahkan minyak di percikan api


"Bener juga sih, tapi gue heran siapa Rei?" Azka berfikir siapa Rei, entah kenapa malah membuat dirinya penasaran 'Kayaknya gue harus tanya ke bang Jonathan' batinnya

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2