Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 38


__ADS_3

"Kalian dari mana saja?" tanya Mareta yang berada di ruang keluarga bersama sang suami Arka


"Oh, tadi kami ke mall setelah itu pergi ke ruang latihan" jawab Keysa yang menggendong Karenina yang sedang tidur


"Kami permisi dulu ke kamar om tante" celetuk Reza yang langsung diangguki Mareta dan Arka


"Jangan lupa nanti makan malam" pesan Mareta


Akhirnya inti Black Dragon, Nara dan Karenina yang sudah berpindah gendongan pergi ke kamar masing-masing


Sementara Nayra, Keysa dan Alvan duduk di sofa yang berhadapan dengan Mareta dan Arka


"Aku akan pergi mengambil kan es dan kotak obat" pamit Keysa lalu pergi ke arah dapur


"Kalian tadi bertarung?" tanya Arka sembari menutup koran yang ada di tangannya dan menaruhnya di meja


"Iya om" jawab Alvan


"Lalu hasilnya?" tanya Mareta


"Seri" balas Nayra beranjak dari duduknya dan menuju sofa single merebahkan tubuhnya


Arka dan Mareta tertawa bersama "Bagus Al, kamu sebagai calon menantu kami merasa percaya untuk menjaga Keysa" ucap Arka


Tentu saja Nayra terkejut mendengar perkataan sang papi, dia langsung duduk tegap dan menatap kedua orangtuanya "Papi dan mami merestui mereka bersama?" tanyanya yang langsung diangguki keduanya


Sementara Alvan tersenyum senang karena sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Keysa. Sekarang sudah tidak ada lagi halangan untuk bersatu dengan Keysa


Lalu Keysa datang dengan membawa es dan juga kotak obat, dirinya langsung membungkus es itu dengan handuk dan memberikan masing-masing pada Nayra dan Alvan


"Lo jangan seneng dulu, meskipun udah mendapatkan restu papi mami. Tapi lo juga harus dapat restu dari gue" ucap Nayra


Kening Alvan berkerut tidak mengerti, lalu dia menatap Keysa yang berada disampingnya meminta penjelasan


"Nayra sekarang udah resmi jadi adikku jadi kamu yang semangat ya mendapatkan restu dari dia" ujar Keysa


Alvan terkejut mendengar fakta ini lalu menatap kedua orang tua Keysa, dan mereka mengganguk. Lalu beralih menatap Nayra yang tersenyum dan menurutnya itu senyum yang menjengkelkan


Dirinya hanya bisa menghela nafas karena ujian untuk mendapatkan restu bertambah. Sungguh berat

__ADS_1


"Semangat" ucap Nayra lalu pergi dari sana menuju kamarnya


***


"Lah lo kok masih disini?" tanya Nayra terkejut melihat Alvan berada di rumahnya


"Kemarin malam papi mami menyuruhnya untuk menginap saja" ungkap Keysa


Nayra memicingkan matanya menatap pasangan didepannya "Kalian nggak ngelakuin hal aneh-aneh kan, gue belum pengen punya ponakan" tudingnya


"Astaga, lo kenapa selalu berpositif thinking sih. Ya mana gue berani ngapa-ngapain Keysa dirumahnya sendiri" kesal Alvan yang tidak terima dituduh


"Eh kok lo kayak kesel. Nggak gue kasih restu, sukurin nanti" ancamannya sembari memegang garpu dan mengarahkannya pada Alvan


Seketika raut wajah panik terlihat di wajah Alvan, dirinya langsung tersenyum dan menatap Nayra "Udah ya calon adik ipar, kasih restu kita. Nanti gue beliin nendoroid 10 deh. Tapi kasih restu ya"


Nayra terlihat cuek saja tidak menanggapi Alvan


"20?" tawar Alvan dan terlihat Nayra mulai tertarik tapi langsung ditutupi dengan raut datarnya


"50?" tawarnya lagi pantang menyerah


"Hmm gimana ya, masih dipertimbangkan tapi kemungkinan kurang" gumam Nayra berpura-pura berfikir


Mata Nayra langsung berbinar dan langsung menjabat tangan Alvan "Setuju nanti gue kirim nama-nama karakternya, selamat datang calon kakak ipar" sambut nya dengan senyum lebarnya


Keysa langsung tertawa melihat wajah tertekan kekasihnya


"Wah-wah sepertinya ada yang sedang dalam suasana senang nih" mereka bertiga langsung melihat ke arah Arka yang baru saja turun dari tangga


"Iya dong pi, kan seneng bisa morotin uang calon kakak ipar" bangga Nayra mengangkat dagunya


"Astaga, kamu kerjain hmm?" tanyanya mencubit hidung Nayra


"Hehehe hanya sedikit pi"


Tak berselang lama Mareta datang dengan para art mulai menata makanan di atas meja lalu disusul dengan para tamu. Mereka pun sarapan bersama


Hari berganti dengan hari, sudah terhitung Nayra berada di Surabaya selama satu minggu semenjak pulang dari kota Blitar

__ADS_1


Alvan sendiri sudah pulang ke kota Blitar setelah menginap dua hari dan menjalani hubungan LDR dengan Keysa


Saat ini dirinya sedang bersiap-siap untuk ke Bandara karena lusa sudah masuk sekolah begitupun dengan yang lain


"Kita akan ketemu lagi minggu depan" ucap Keysa melepaskan pelukannya


"Minggu depan? Lo ada urusan di Jakarta?" tanya Nayra


"Ya begitulah" jawab Keysa singkat lalu bergantian dengan kedua orangtuanya yang ingin memeluk Nayra


"Kamu jaga diri disana, jika ada masalah langsung hubungi kami" pesan Mareta


"Iya mi" balas Nayra


"Kalian berkunjunglah lagi ketika ada kesempatan, rumah om akan selalu terbuka" ucap Arka pada tamu mereka


"Iya om, terimakasih sudah memperbolehkan kami menginap" ucap Reza


"Bahkan kami merepotkan om dan tante" imbuh Nathan


Mareta dan Arka tersenyum "Tidak kok, kami senang jika kalian berkunjung" ucap Mareta


"Dadah kak Eca, sampai jumpa lagi" pamit Karenina dengan melambaikan tangannya


"Sampai jumpa lagi Nina" balas Keysa juga melambaikan tangannya


Setelah itu Nayra dan yang lain masuk ke pesawat pribadi yang disiapkan Arka untuk mengantar mereka ke Jakarta


Dan seperti biasa Nayra mabuk kendaraan, tapi ini lebih baik karena tidak separah yang dulu. Mungkin dirinya sudah mulai terbiasa untuk naik pesawat


"Aku antar" tawar Alvaro tapi lebih menjerumus ke pemaksaan karena dia langsung menarik tangan Nayra


Sementara Nayra hanya pasrah, karena tubuhnya sudah sangat lelah dan lemas karena efek mabuk


Untuk yang lain, mereka sudah dijemput oleh supir masing-masing


"Terimakasih sudah mengantar ku" ucap Nayra setelah dirinya sampai di depan apartemen


"Sama-sama, kalau begitu aku pulang" ucap Alvaro setelah itu dia masuk kembali ke dalam mobil

__ADS_1


Setelah memastikan Alvaro sudah pergi, Nayra langsung masuk ke apartemennya dan langsung menjatuhkan dirinya di atas kasurnya


Bersambung~


__ADS_2