
"Eh mau kemana lo" Nayra langsung menarik kerah leher bagian belakang Alvan saat melihat Alvan sepertinya akan pergi
"Ya mau pulang lah, kan udah sore. Lepasin cil" protes Alvan mencoba melepaskan tangan Nayra dari kerah bajunya
"Oh tidak semudah itu curut got, kan udah gue bilang tadi pagi. Kita tanding sekarang" ucap Nayra tersenyum miring
Glek
Alvan menelan ludah nya susah payah, niat ingin menghindari pertarungan karena melihat suasana hati Nayra sudah berubah begitupun pemikirannya yang berubah tidak mengajak nya bertarung. Tapi dirinya tetap salah besar, Nayra sudah memutuskan dengan bulat
Tidak menunggu lama, Alvan langsung ditarik ke taman samping dan memasuki sebuah bangunan yang ada disana. Bangunan itu adalah tempat berlatih bela diri dan tempat gym
"Sayang tolong aku" pintanya pada Keysa
Namun respon Keysa tidak sesuai ekspektasi nya "Berjuang lah sayang, jangan sampai wajah tampan mu menjadi lebam. Karena nantinya aku akan mencari yang lain" ucapnya dengan senyum lebarnya. Bukannya membantu sang kekasih, dirinya malah setuju untuk melihat keduanya bertarung. Pasti seru pikirnya, karena terakhir kali dia ingat pertarungan terakhir mereka seri. Tapi yang menderita luka dan kelelahan lebih parah adalah Alvan
Lalu dirinya ikut pergi ke tempat latihan meninggalkan yang lain di halaman depan
"Kak Nara, kenapa kak Ara menyeret temannya?" tanya Karenina penasaran
"Katanya mereka ingin bertanding dalam seni bela diri, itu yang kakak denger tadi pagi. Ya sudah kak Nara pergi dulu ya, ingin melihat pertandingan mereka"
"Kak aku ikut"
Lalu mereka berdua pun menyusul Keysa, begitupun inti Black Dragon juga ikut menyusul
Sementara di ruang latihan, Nayra muncul sembari membawa seragam karate lalu melemparnya pada Alvan "Nah tuh pakek, gue tunggu. Jangan lama-lama"
__ADS_1
Lalu dirinya yang memang sudah berganti seragam karate, langsung mencepol rambut panjangnya dan melakukan gerakan pemanasan
Tidak menunggu lama, akhirnya Alvan sudah selesai berganti pakaian. Dia melakukan gerakan pemanasan sebentar lalu saat ini sudah berhadapan dengan Nayra
Keysa berperan sebagai wasit seperti biasanya, karena memang dulu Nayra dan Alvan sering melakukan pertandingan untuk mengukur keahlian mereka. Dan Keysa sendiri selalu menjadi wasit
Semua penonton sudah hadir dan duduk di kursi yang memang sudah disediakan disana
"Mulai"
Alvan langsung maju dan memberikan serangan pada Nayra. Nayra sendiri tanpa santai dengan wajah datar dan dinginnya tidak beda jauh dengan Alvan
Dia terus menangkis serangan Alvan, ketika ada kesempatan Nayra langsung menyerang bagian kaki Alvan
Tentu saja keseimbangan tubuh Alvan goyah dan saat itulah dirinya langsung membanting tubuh Alvan dan menguncinya
Melihat wajah pasrah Alvan membuat Nayra geram sendiri. Apakah hanya segini tekad Alvan untuk bertanding. Lalu sebuah ide muncul di pikirannya "Lo tau nggak kalau setelah putus dari lo, Keysa pernah berpacaran sama cowok lain. Tapi sayangnya, Keysa cuma dijadikan selingkuhan lalu mereka putus. Dan sekarang kan lo pacarnya, masak sebagai cowoknya lo kagak balas dendam gitu karena Keysa cuma dijadikan selingkuhan. Eh upss, lo kan lemah karena nggak ada perlawanan. Aishhh gue lupa kalau semangat lo buat pertahanin Keysa cuma segini"
Dan benar saja, setelah mendapatkan bisikan dari Nayra. Alvan mulai menampilkan tekad dan semangatnya, dia langsung melepaskan kuncian dan berdiri memasang kuda-kuda
"Good" ucap Nayra lalu memasang kuda-kuda
Mereka pun saling maju dan menyerang lali menangkis serangan masing-masing. Jika tadinya terlihat tidak seimbang, maka sekarang bisa dikatakan mereka seimbang. Bahkan banyak yang menebak mereka berdua pasti berakhir seri
" Sebenarnya apa yang di bisikkan Nayra hingga membuat pacarmu menjadi sangat serius?" tanya Nara yang berada disamping Keysa
"Entahlah, tapi yang bisa ku pastikan Nayra selalu mengkompori Alvan"
__ADS_1
Kembali ke sisi Nayra dan Alvan, mereka terus melakukan pertarungan hingga hampir satu jam. Mereka terjatuh bersama dengan kondisi terlentang dan nafas yang ngos-ngosan. Lalu mereka tertawa bersama menikmati kelelahan yang ada
Tak berapa lama suara tepukan tangan terdengar dari kursi penonton
"Seperti biasa kalian seimbang" ucap Keysa menghampiri keduanya dan memberikan handuk masing-masing
"Ya begitulah, meskipun harus dipanas-panasin dulu baru serius" sindir Nayra sembari mengusap keringat nya
Sementara Alvan hanya tersenyum kikuk sembari mengusap keringat nya
"Gue ingin juga berlatih, apa masih ada seragamnya?" celetuk Azka menghampiri mereka
"Oh masih ada, ada di loker itu. Kalau yang lain juga ingin berlatih, seragamnya juga ada disitu" tunjuk Keysa pada loker yang berada dekat dengan ruang ganti
Memang ada beberapa seragam karate karena Arka sendiri yang menyediakan. Dia yang mengetahui jika Nayra menggeluti karate memfasilitasi seragam yang di taruh di loker
"Aku juga ingin berlatih, tapi aku tidak tau dasar-dasarnya" ucap Nara lesu
"Tidak apa, kakak ajarkan dasar-dasarnya. Sekarang berganti lah pakaian" ucap Nathan mengusap kepala Nara
Dengan penuh semangat, Nara langsung pergi ke ruang ganti setelah mengambil seragam di loker
Begitupun dengan yang lain, untung ruang ganti ada dua yaitu ruang ganti cowok dan ruang ganti cewek
Sementara Nayra, Keysa dan Alvan menepi ke kursi yang digunakan tadi dan menemani Karenina yang asik bermain bonekanya
Semua sudah bersiap untuk bertarung, Ryan berlatih bersama Azka dan Alvaro bersama Reza. Sementara Nathan berada sedikit jauh dari mereka dan mengajarkan dasar-dasar bela diri pada Nara. Karena ruang latihan yang memang berukuran luas, mereka bisa leluasa untuk berlatih dan tidak menggangu yang lain
__ADS_1
Bersambung~