Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 35


__ADS_3

"Nih anak apa mau ngajak mati sih" gumam Alvan yang terus menancap gasnya menyusul Nayra agar tidak kehilangan jejak


Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 3 jam menjadi 2 jam saja. Memang secepat itu Nayra membawa motornya, untung saja Alvan bisa mengimbanginya


Sampai lah mereka di depan gerbang yang menjulang tinggi. Nayra membuka kaca helmnya "Pak tolong bukakan gerbangnya" pintanya pada satpam yang berjaga


"Baik non" balas satpam itu lalu melihat ke arah Alvan


Nayra yang melihat itu langsung berkata "Dia temen saya pak, jadi biarkan masuk"


Satpam pun mengangguk dan memencet tombol yang ada di pos, gerbang pun terbuka secara otomatis


Nayra dan Alvan langsung memasuki area masion


"Ini beneran rumahnya Keysa?" tanya Alvan yang melihat bangunan besar dan kokoh didepannya. Untungnya dirinya memang terlahir kaya, jadi tidak akan merasa rendah diri saat bertemu Keysa


"Lo tunggu disini, nanti gue panggil"


Alvan pun mengangguk dan membiarkan Nayra memasukinya rumah


"Aku pulang" ucap Nayra dengan lemas membuka pintu dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa dengan kaki masih menggantung di pinggiran


Kesya yang melihat Nayra pulang langsung menghampiri Nayra yang berada di sofa seberang


Ruang tamu memang sangat luas dan terdapat dua meja dengan sofa mengelilingi masing-masing. Saat ini Nayra berada di sofa kanan sementara para tamu di sofa kiri


"Loh kok udah pulang Nay, bukannya masih ada dua hari lagi" tanya Keysa yang menatap heran pada sahabatnya. Terlihat lemas sekali seperti tidak ada kehidupan


Nayra tidak menjawab dan langsung melemparkan tas ranselnya "Ada titipan dari ibu panti buat lo. Ambil sendiri, gue sedang malas" lalu Nayra tengkurap dengan wajah yang tersumpal bantal sofa


"Ah gue lupa" seolah baru tersadar, Nayra langsung menyatukan ibu jari dan telunjuk hingga berbentuk O dan menaruhnya di bibir hingga timbullah suara


"Oii curut masuk" teriak Nayra tidak terlalu keras karena sedang malas


"Curut?" beo Keysa


"Ck gue bukan curut" kesal Alvan yang masuk ke dalam ruang tamu

__ADS_1


"Al Alvan" gagap Keysa terkejut melihat mantan kekasihnya ada disini


Alvan hanya tersenyum dan menghampiri Keysa


"Tunggu bentar, berhenti disitu" cegah Keysa yang melihat Alvan semakin mendekat "Bagaimana bisa lo disini? Sebenarnya apa yang terjadi? Tapi bentar, itu bukan masalah pertama melainkan kedua. Yang jadi masalah lo kenapa Nay nggak semangat banget kayak orang putus cinta"


Alvan menekuk wajahnya cemberut karena di nomor duakan oleh Keysa


Sementara Nayra langsung bangkit dan memegang pundak Keysa "Gue emang lagi putus cinta Key, gue ditinggal nikah" ujarnya sembari menggoyang pundak Keysa dengan menggebu-gebu


Tidak ada air mata yang keluar karena sudah habis untuk semalam


"Tu tunggu, lo stop dulu. Maksudnya gimana?"


Nayra akhirnya melepaskan tangannya dari bahu Keysa "Mas ustadz udah nikah key, sama ustadzah yang pernah deket sama dia. Mana kemarin gue jadi saksi dia mengucapkan ijab kabul, sakit hati key. Ditambah gue yang bawa kembar mayang nya"


Kesya dan Alvan saling pandang lalu tertawa bersama, seolah melupakan masalah diantara keduanya


"Lo beneran Nay, astaga kasihan sekali nasib mu wahai anak muda" ucap Keysa yang sampai memegang perutnya karena sakit saking kerasnya dia tertawa


Sementara Alvan menepuk bahu Nayra pelan "Sabar Nay, ingat salib di lehermu tidak akan bisa bersanding dengan tasbih di tangannya"


Tidak habis pikir, dia langsung melemparkan tas ranselnya tapi lagi-lagi bisa ditangkap


"Aishhh kalian menyebalkan" kesalnya lalu pergi dari sana menuju tangga, baru saja akan naik Nayra kembali berbalik "Nanti lo tanding sama gue, awas sampai kabur lo. Bakalan gue sebar aib lo" ancamannya pada Alvan dan langsung pergi


Alvan menelan ludah susah payah, tamatlah riwayatnya menjadi samsak tinju Nayra


Mereka bertiga seolah lupa jika ada orang lain disana yang melihat tingkah absurd ketiganya


"Tadi kayak ada yang ribut, ada apa ya?" celetuk Mareta yang baru datang dengan dua art membawa minuman dan camilan


"Oh tadi Nayra pulang mi" jawab Keysa


Mareta menganggukkan kepalanya lalu beralih menatap Alvan "Yang di dekatmu itu siapa key?"


Kesya baru tersadar jika Alvan ada disini, baru saja akan memperkenalkan Alvan sebagai temannya ternyata Alvan terlebih dahulu mendekati Mareta

__ADS_1


"Perkenalkan saya Alvan tante, pacarnya Keysa" ujarnya sembari memberikan parsel buah yang dia beli tadi sebelum kesini


"Astaga, jadi kamu pacarnya Keysa. Syukurlah akhirnya putri tante laku juga"


Mata Keysa seketika membulat mendengar perkataan sang mami. Astaga memang dirinya ini barang apa sehingga disebut laku


Sementara Alvan tersenyum "Ternyata saya baru menyadari jika kecantikan Keysa adalah keturunan dari tante" rayu nya


"Astaga, kamu pintar sekali menggombal. Tapi tante bersyukur karena ternyata kamu sepertinya sangat menyukai putri tante" lalu dia beralih menatap Keysa "Kamu temenin pacar kamu gih"


"Terimakasih tante" ucap Alvan lalu beralih menghampiri Keysa dan mengajaknya pergi


'Ini kenapa jadi gini sih?' batin Keysa


"Ayo silahkan dinikmati" ucap Mareta setengah kepergian Keysa dan Alvan


"Terimakasih tante, maaf merepotkan" ucap semua orang


"Tidak merepotkan kok, jika kalian lelah bisa langsung ke kamar kalian yang ada di lantai satu. Kalian bisa memilih ingin dikamar yang mana"


Sementara di taman samping masion, terlihat Keysa yang sedang bersedekap dada menatap Alvan yang terlihat meyakinkan Keysa


"Aku bersumpah jika tidak pernah selingkuh Key" ucap Alvan


Keysa hanya diam saja, sebenarnya hatinya ingin mempercayai Alvan. Tapi pikirannya terus teringat kejadian waktu itu, dan berspekulasi jika Alvan memang berselingkuh


Alvan mengusap wajahnya kasar, entah bagaimana lagi caranya agar bisa meyakinkan Keysa jika dirinya tidak berselingkuh. Padahal dia sudah menceritakan kejadian sebenarnya. Memang beginilah kesusahan dalam mendapatkan kepercayaan seorang gadis


"Lo harus percaya key, gue sendiri sudah memastikan ke sepupunya"


Kesya dan Alvan langsung menatap Nayra yang berdiri di balkon lantai dua


'Jadi tuh anak sejak tadi disana liat gue' batin Keysa


Sementara Nayra sendiri hanya menatap keduanya dalam diam, karena jujur saja dirinya sudah jenuh melihat percakapan keduanya yang tidak ada ujungnya. Dan memutuskan untuk membantu Alvan meyakinkan Keysa. Sementara untuk sepupu Alvan, dia adalah temannya sewaktu SD. Setelah mengetahui cerita aslinya, dirinya langsung menelepon sepupu Alvan dan mengkonfirmasi kejadian waktu itu. Dan benar saja jika apa yang dikatakan sama persis dengan apa yang disampaikan Alvan


"Aishhh serah kalian deh" kesal Nayra yang melihat Keysa hanya diam saja. Dia langsung masuk kembali ke kamarnya

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2