
"Nanti kamu ikut ya ke pesta?" pinta Diana pada Nara yang sejak tadi terlihat lemas
"Pesta?"
Diana mengangguk pelan "Sudah lama bukan kamu tidak ikut? Jangan khawatir nanti kamu akan bertemu Nayra disana"
Mendengar akan bertemu Nayra, Nara langsung kembali bersemangat "Benarkah mah? Jadi nanti kita akan pergi ke Surabaya?"
"Iya sayang"
"Baiklah Nara ikut mah" lanjut Nara dengan antusias
Diana tersenyum lalu mengusap kepala Nara "Nanti pelayan akan mengantarkan gaun mu" lalu Diana keluar dari kamar Nara
Tidak lama kemudian, seorang pelayan mengantarkan gaun untuk Nara. Dengan antusias yang tinggi, Nara langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap
"Wah siapa ini, cantik banget" puji Elang saat melihat Nara yang turun
"Tentu cantik dong, Nara gitu loh" balas Nara dengan mengibaskan rambutnya
Semua orang terkekeh gemas melihat ke narsisan Nara. Tapi tidak dipungkiri jika mereka senang karena Nara kembali seperti dulu
Elang mencubit pelan hidung Nara "Narsis banget sih adik kakak ini"
"Lepasin kak, nanti hidungku merah. Terus nggak dapat cogan nanti"
"Udah-udah, ayo berangkat" celetuk Andreas
Mereka sekeluarga pun pergi menuju bandara dan terbang ke Surabaya untuk mengikuti pesta
Dan disinilah keluarga Malverick, berada di ballroom hotel the Westin yang merupakan hotel terbesar di Surabaya
"Kamu nyari siapa dek?" tanya Kanaya yang merasa heran dengan adiknya yang sedari tadi melihat kesana kemari
"Nayra kak" balas Nara tanpa menoleh dan terus melihat kesana kemari, hingga akhirnya orang yang dia cari ketemu
Nara langsung menghampiri Nayra yang baru saja masuk ke hotel bersama dengan keluarganya
"Nay" panggil nya dengan senyum lebar
Nayra yang merasa terpanggil langsung menoleh lalu tersenyum tipis "Hai Ra"
"Halo tante om, Keysa Rafka" sapanya dengan tersenyum manis pada semua anggota keluarga Vandyke
Mereka membalas sapaan Nara, lalu berpamitan untuk pergi ke meja yang memang sudah disediakan. Meninggalkan Nayra dan Nara saja
"Nay kamu kemana aja? Terus kenapa nomor mu tidak dapat dihubungi" tanya Nara dengan ekspresi cemberut
__ADS_1
"Maaf Ra aku ada kepentingan, dan memang ponsel ku tidak ku aktifkan agar tidak menggangu urusan ku" memang benar dirinya ada kepentingan yaitu menyembuhkan kembali ingatannya. Dan juga dirinya sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak menggangu saat terapi begitupun ponsel milik Rafka
"Sebenarnya ada urusan apa Nay, kenapa seperti penting?"
"Maaf aku tidak bisa memberitahukannya padamu" sesal Nayra
Nara menganggukan kepalanya mengerti "Baiklah aku tidak akan memaksamu karena memang itu privasi mu. Oh ya ada yang ingin ku sampaikan, jadi bisakah kita pergi?"
"Baiklah"
Lalu mereka berdua pergi ke taman yang sepi karena memang semua orang berada di dalam hotel
"Ini" Nara langsung menyerahkan sebuah kalung dengan liontin matahari yang selama ini dia pegang
Nayra menerima kalung itu, tiba-tiba kepalanya mendadak pusing karena ada ingatan yang masuk
"Kita akan bertemu lagi, simpanlah kalung ini"
"Terimakasih, aku akan menjaganya dan memberikan padamu suatu saat kita bertemu. Dan aku bisa berkumpul lagi dengan kembaran ku"
"Percayalah, aku akan menepati janjiku untuk mempertemukan kalian. Sekarang kalian berdua harus bersembunyi disini, jangan keluar dan berteriak jika mendengar dan melihat sesuatu" lalu gadis kecil itu pergi dari semak-semak meninggalkan dua orang bocah disana
Kepalanya terasa sangat berdenyut, bahkan keringat mulai keluar dari pelipisnya. Dan hal itu membuat Nara panik
"Nay, kau tak apa?" tanya Nara sangat khawatir
"Nay, jangan seperti ini. Kau membuat ku takut" Nara mulai menangis dengan tubuh yang bergetar
Melihat Nara yang seperti ketakutan, Nayra langsung memeluk Nara untuk memenangkan gadis itu meskipun harus sekuat tenaga menahan rasa sakit yang ada di kepalanya
"Sebaiknya kita masuk saja, mungkin kamu akan merasa lebih baik setelah memakan sesuatu" bujuk Nara melepaskan pelukan mereka
Nayra mengangguk lalu pergi ke ballroom hotel bersama Nara
Suasana dalam hotel cukup ramai karena memang banyak tamu yang diundang. Pesta kali ini adalah pesta untuk mengumpulkan dana bagi orang yang membutuhkan dan juga menyambut seorang CEO yang cukup berpengaruh di benua Asia
Nayra dan Nara langsung bergabung dengan keluarga masing-masing dan kebetulan meja mereka berdampingan
Semuanya orang terlihat menikmati pesta kali ini. Sementara Nayra justru asik dengan makanannya tidak peduli dengan sekitar
"Baiklah semuanya, mari kita sambut tamu terhormat kita yaitu tuan Albert Anderson. Silahkan tuan untuk memberikan sambutan" ucap MC langsung mempersilahkan
Seorang pria paruh baya yang masih gagah berdiri lalu menuju ke atas panggung
Nayra yang sedari tadi asik dengan makanannya, merasa penasaran dengan tamu terhormat itu. Lalu dia menatap ke arah panggung
Deg
__ADS_1
Jantungnya berdetak dengan cepat, raut wajahnya langsung berubah sangat pucat melihat siapa yang sedang memberikan kata sambutan
Sendok nya langsung terjatuh dan bola matanya bergetar. 'Dia!!' batinnya langsung menggenggam erat kalung salib yang berada di lehernya
"Nay" panggil Keysa yang merasa heran dengan tingkah sahabatnya
Kesya langsung membalikkan tubuh Nayra "Nay lo kenapa?!!" tanya Keysa yang panik melihat hidung Nayra mengeluarkan darah
Reflek Nayra langsung menyentuh hidung nya dan benar saja dirinya mimisan. Kepala terasa berdenyut
"Raf, kamu kenapa nak?" Nayra langsung mengalihkan perhatiannya pada Rafka yang sangat pucat bahkan dia juga mimisan
"Key, gue mohon bawa pergi gue dan Rafka dari sini" pinta Nayra dengan terus menahan rasa sakit di kepalanya
Akhirnya mereka sekeluarga pergi dari ballroom hotel menuju taman yang tadi disinggahi Nayra dan Nara
Tidak ada yang tau dengan kepergian keluarga itu karena meja mereka jauh dari tamu yang lain. Meja untuk tamu VIP yang berada di lantai 2 dan tiap meja memiliki jarak yang cukup jauh
"Kalian juga disini?" Andreas kaget melihat Arka dan keluarganya berada di taman saat baru tiba
"Kau dan keluarga mu juga disini? Apa yang terjadi?" tanya Arka
"Nara tiba-tiba mimisan dan meminta untuk pergi dari sana"
"Kenapa juga sama dengan Nayra dan Rafka"
"Dek, kau kenapa hey" Elang terus mengguncang pelan tubuh Nara yang sedari tadi diam dengan tatapan kosong. Sementara Kanaya terus membersihkan darah yang terus keluar dari hidung Nara
Diana menangis melihat keadaan putrinya, padahal beberapa waktu lalu dia senang melihat keadaan sang putri yang sudah membaik. Sementara Nathan terus memeluk sang mamah menenangkan
Nara hanya menatap kakak nya lalu langsung jatuh pingsan
"Rafka, nak bangun nak" pinta Mareta terus memeluk tubuh Rafka yang sudah tidak sadarkan diri
"Aaaaaaaa"
Perhatian semua orang langsung teralihkan pada Nayra yang menangis dan terduduk di atas rumput terus memegang kepalanya dengan Keysa yang terus memeluk Nayra
"Tenanglah" Keysa terus memeluk Nayra yang sedari tadi menangis dan mengusap punggungnya
Kesya tertegun melihat tatapan kosong milik Nayra dan detik itu juga Nayra pingsan "Nay bangun, lo jangan bikin gue panik"
"Sebaiknya kita segera bawa mereka ke rumah sakit" usul Reza
Akhirnya kedua keluarga itu pergi menuju mobil masing-masing menuju rumah sakit terdekat
Bersambung~
__ADS_1