Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 45


__ADS_3

Nayra dan yang lain akhirnya sampai di sekolah yang menjadi tempat acara. Mereka langsung menuju ke lapangan yang sekarang sudah disulap menjadi tempat pesta outdoor


Lapangan yang sangat luas mampu menampung siswa-siswi dari sekolah lain. Prom night kali ini adalah sebagai penutup event dan penyerahan hadiah untuk para pemenang


Atensi semua orang langsung teralihkan pada dua pasangan yang datang cukup terlambat


Tapi yang menjadi perhatian hanya cuek saja dan duduk di kursi dengan meja bundar di antara kursi


Acara akhirnya dimulai, serangkaian sambutan-sambutan dari pihak sekolah dan juga Jonathan yang merupakan direktur utama yayasan. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan hadiah untuk pemenang


Apakah Nayra menantikan dipanggil dan menerima hadiah dengan tidak sabar? Oh tentu jawabannya tidak. Dirinya sekarang malah asik memakan berbagai dessert yang tersedia


Kesya saja hanya bisa menepuk jidatnya melihat tingkah sahabatnya ini. Karena acara sudah sampai di penyerahan hadiah dan nama mereka juga sudah dipanggil, Keysa langsung menarik Nayra yang masih asik memakan cheesecake


Nayra sebenarnya protes karena acara makannya harus terganggu, tapi apalah dayanya. Dirinya terlalu malas karena jujur saja mulai mengantuk


"Selamat untuk Nayra Putri dari SMA Wijaya yang telah memenangkan juara 1 di cabang karate dan Keysa Reyna dari SMA Tunas Bangsa yang telah memenangkan juara 1 di cabang catur" kata si MC


Nayra dan Keysa memang sengaja tidak memakai nama belakang karena malas menjadi sorotan. Belum nantinya ada orang yang sengaja mendekati mereka untuk keuntungan pribadi


Nayra menerima piala dan sejumlah uang. Lumayan lah, bisa di kirimkan ke rumah panti. Batin Nayra masih dengan tatapan malas. Entah kenapa hari ini ia sangat malas melakukan apapun kecuali makan setelah itu tidur


Dan setelah itu siswa yang menang satu persatu naik ke atas panggung, dilanjutkan dengan sesi foto dan yang lainnya


Saking malasnya Nayra, ia tidak menyadari jika sedari tadi Alvaro berdiri sebelah kanannya sementara Aidan di sebelah kiri


Seperti yang kalian tau, tim basket SMA Wijaya menang. Dan Alvaro disini sebagai ketua tim mewakili timnya untuk menerima hadiah lalu Aidan sebagai ketua tim basket SMA nya


Akhirnya sederetan kegiatan itu sudah selesai, dan satu persatu siswa turun dari panggung


Nayra langsung saja duduk di kursinya tadi dan kembali melanjutkan memakan dessert nya


"Selamat untuk kalian Nay Key" ucap Nara langsung duduk di samping Keysa disusul dengan anggota inti Black Dragon


"Baiklah semuanya, untuk memeriahkan acara malam ini. Kami akan memanggil nama yang sudah mendaftar untuk menyumbangkan lagu untuk malam ini" kata MC


Acara berjalan semakin meriah, satu persatu nama tamu mulai dipanggil untuk bernyanyi. Adapun yang berpasangan


"Dan nama terakhir yang menyumbangkan lagu adalah Aidan Dirgantara dari SMA Tunas Bangsa bersama Nayra Putri dari SMA Wijaya"


Nayra yang baru saja memakan puding langsung tersedak dan langsung meminum jus miliknya dan menatap tak percaya ke arah panggung. Whatt!! Kenapa dirinya disebut hah, astaga.


Dia masih mencerna apa yang terjadi begitupun Aidan


"Nay kak Aidan, kalian udah dipanggil tuh. Sana naik ke atas panggung" ucap Keysa


"Tunggu bentar, perasaan aku tidak mendaftar" ucap Aidan


Nayra tampak berfikir lalu menatap Keysa yang terlihat menahan senyum "Key, lo yang mendaftarkan kita?"


"Nah pinter, udah sana naik ke atas panggung" jawab Keysa dengan senyum manisnya


Nayra hanya bisa menghela nafas dengan tingkah Keysa, ingin memukulnya tapi sudahlah


Sementara Aidan langsung mengulurkan tangannya mengajak Nayra ke atas panggung. Mereka berdua pun bergandengan tangan menuju panggung


Baiklah Nayra menyerah, akhirnya dengan berat hati Nayra naik ke atas panggung bersama Aidan. 'Makananku' batin Nayra miris karena harus meninggalkan makanannya di meja. Padahal masih ada beberapa dessert yang belum dia makan


"Lagu apa yang kau pilih Nay ?" bisik Aidan


"Aku mah terserah kak Aidan" balas Nayra juga berbisik


Aidan tampak berfikir dan akhirnya memilih lagu Rasah Bali dan Nayra pun juga menyetujuinya. Kini Aidan membawa gitar dan akan memainkannya bersama Nayra yang disampingnya. Aidan mulai memainkan gitarnya


{Opo ora ngerti roso ati iki


Bien kowe tau ngelarani


Tatu uwes mari ora arep baleni


Nimas aku uwes ora sudi} Aidan menatap Nayra dengan penuh kelembutan


Begitupun Nayra yang ikut hanyut dengan lirik lagu


(Wes sabendinane mung mikirke kowe


Mergo aku durung iso lilo


Aku ngaku salah kabeh dadi bubrah

__ADS_1


Kangmas jujur aku wegah pisah) Begitupun Nayra yang ikut hanyut dengan lirik lagu


{Wingi aku tenanan sayang karo kowe


Nanging ngopo sayangku dinggo dolanan kowe}


(Ngapurane aku uwes gawe loro


Sayang tulung kowe ojo lungo


Rungokno kangmas aku gelo ninggalke kowe mergo milih wong liyo


Pengenku iso bali dadi siji koyo wingi


Salahku ora bakal tak baleni)


{Wingi aku tenanan sayang karo kowe


Nanging ngopo sayangku dinggo dolanan kowe}


(Ngapurane aku uwes gawe loro


Sayang tulung kowe ojo lungo)


{Ceritoku karo kowe uwes tak rampungi}


(Mas aku durung ikhlas delok kabeh iki)


{Cukup sewates konco aku karo kowe


Orasah bali aku wes ora sudi


Orasah bali aku wes ora sudi}


Teriakan dan sorakan langsung terdengar sangat kencang setelah Nayra dan Aidan menyelesaikan lagunya


Tidak sedikit tamu yang langsung memuji Nayra dan Aidan karena suaranya tapi juga karena mereka yang terlihat serasi di atas panggung


'Hah akhirnya selesai, baiklah makanan i'm coming' batin Nayra berteriak kegirangan


Ketika hendak pergi dari sana bersama Aidan, mereka dihentikan oleh MC


Nayra terkejut dan langsung menatap Jonathan dengan tajam. Tapi Jonathan langsung bilang jika ini adalah permintaan dari Keysa tanpa suara dan menunjuk Keysa yang tersenyum manis padanya


Nayra hanya bisa menghela nafas dan menatap Aidan meminta persetujuan. "Tidak apa hanya satu lagu" bisik Aidan lalu duduk di kursi piano


Nayra pun membisikkan lagu yang akan ia bawakan lalu berdiri disamping Aidan. Melihat Nayra sudah siap Aidan mulai memainkan pianonya


~Tak segampang itu/Anggi Marito~


Waktu demi waktu


Hari demi hari


Sadar ku t'lah sendiri


Kau t'lah pergi jauh


Tinggalkan diriku


Ternyata ku rindu


Senyuman yang s'lalu membungkus hati yang terluka


Di depan mereka


Tiba-tiba mimpi indah tentang keluarga yang selalu hadir di mimpinya terputar di otak Nayra. Dia meneteskan air matanya mengingat betapa bahagianya keluarga itu sebelum pembantaian


Tuhan masih pantaskah ku 'tuk bersamanya


Karna hati ini inginkannya


Tak segampang itu ku mencari penggantimu


Nayra memejamkan matanya semakin menghayati lagu yang dia bawa


Tak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu cinta


Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu

__ADS_1


Mengapa kau memilih untuk berpisah


Ooo Terlalu besar kutaruh harapan pada dirimu


Itu alasanku lama tanpa dirimu


Mereka yang bilang ku akan dapat lebih darimu


Tak mungkin


Semua itu tak mudah .... Ooo


Ku mencari penggantimu


Tak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu.. ooo.. cinta


Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu


Mengapa kau memilih untuk berpisah....ooo…oooo


Sosok seperti dirimu, cinta


Kau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamu


Mengapa kau memilih untuk berpisah


Kau memilih untuk berpisah


Kau memilih untuk berpisah


Seusai lagu Nayra langsung menghadap ke belakang menahan air matanya yang ingin keluar


Aidan yang melihat itu langsung berdiri dan memeluk Nayra dalam pelukannya "Tenanglah, aku ada disini" bisik Aidan menepuk punggung Nayra yang bergetar karena terisak


Tepuk tangan meriah terdengar dari para tamu, tak sedikit yang langsung menyoraki Nayra dan Aidan karena mereka pasangan yang sangat serasi


"Tolong bawa aku pergi kak, aku membutuhkan tempat yang tenang" dirinya membutuhkan tempat yang tenang karena sejak tadi mimpi yang selalu membuatnya menangis terus berputar


Aidan langsung membawa pergi Nayra dari sana meninggalkan tanda tanya besar pada semua orang. Dia membawa Nayra keluar melalui belakang panggung dan membawanya ke taman yang berada di belakang gedung sekolah.


Kesya yang melihat Nayra pergi langsung menyusul nya dan tentu diikuti oleh Alvan


Untung saja dirinya tidak kehilangan jejak dan langsung menghampiri Nayra yang terisak duduk di kursi taman


"Nay" panggil nya


Nayra langsung menoleh dan memeluk Keysa, dirinya semakin menangis kencang padahal selama ini dia tidak pernah merasakan hal ini. Entah kenapa rasanya begitu sangat sakit dihatinya


"Bisa kalian tinggalkan kami berdua" pinta Keysa pada Alvan dan Aidan


Kedua laki-laki itu langsung pergi dari sana, lalu mereka berpapasan dengan Nara dan yang lain. Alvan langsung mencegah mereka untuk menemui Nayra karena Nayra ingin bersama Keysa. Dirinya memang tau sifat Nayra yang jika menangis ataupun merasa sedih membutuhkan Keysa disampingnya


Alvaro yang sebenarnya merasa khawatir dengan Nayra akhirnya pergi karena sepertinya memang Nayra membutuhkan waktu. Begitupun yang lain pergi dari sana


Sementara Keysa saat ini berusaha menenangkan Nayra yang berada di pelukannya


"Ada apa hmm, jika ada masalah jangan dipendam sendiri Nay. Gue ada disini sebagai saudari dan sahabat yang siap mendengar cerita lo"


Jika sudah begini Nayra harus menceritakan nya pada Keysa agar beban dihatinya berkurang. Dia menceritakan semua mimpinya secara garis besar dimana ada keluarga harmonis tapi tiba-tiba terjadi pembantaian. Hanya itu yang dia ceritakan tidak lebih apalagi tentang mimpi yang membahas racun


"Sekarang lo tenang ya, semuanya hanya mimpi"


"Tapi kenapa hati gue sakit Key" tanyanya terus memukul dadanya untuk mengurangi rasa sesak


Kesya merasa sedih melihat keadaan sahabat nya yang seperti ini. Dirinya juga tidak tau apa yang harus dia lakukan selain menenangkan Nayra. Setelah Nayra cukup tenang, dia mengajak Nayra untuk pulang


Suasana sekolah juga sepi dan tempat adanya prom night hanya ada beberapa orang yang sedang membereskan. Mungkin sudah selesai pikir Keysa


Dia menghentikan taksi yang kebetulan lewat karena Alvan dan Aidan sudah dia suruh untuk pulang dahulu tadi


Sesampainya di apartemen, Keysa membaringkan Nayra dan ikut berbaring disampingnya


Melihat Nayra yang sudah tertidur, Keysa bangkit dan berganti pakaian. Lalu dia pergi ke balkon kamar untuk menelepon sang mami


Sebenarnya dia tidak yakin apakah sang mami masih bangun jam segini. Tapi biarlah dirinya mencoba


[Halo sayang, tumben telepon malam-malam]


"Maaf mi jika mengganggu tidur mami" sesal Keysa tapi ada hal penting yang harus dia sampaikan

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2