
Ting
Nayra yang sedang asik tidur di kelas karena jam kosong langsung terbangun ketika terdengar suara pesan masuk
Dengan malas, dia membuka ponselnya. Dahinya mengernyit ketika melihat pesan dari nomor tak dikenal. Merasa jika itu bukan urusannya, dia ingin mengabaikan pesan itu
Tapi belum sempat menutup ponselnya, pesan kembali masuk dari nomor yang sama. Karena rasa penasaran, akhirnya Nayra membuka pesan itu
Raut wajahnya langsung serius setelah membacanya dan memberikan balasan
'Sebenarnya apa yang dia inginkan' batin Nayra tapi hal itu dia acuhkan karena nantinya dia akan tau
Bel pulang sekolah telah berbunyi, Nayra langsung pergi ke parkiran sekolah karena akan menjemput Rafka
Ternyata ketika sampai disana, suasana terlihat sepi dan hanya ada beberapa siswa. Nayra langsung melajukan motornya hingga berada di depan Rafka yang sedang membaca
"Bagaimana sekolahnya?" fokus Rafka langsung teralihkan pada Nayra yang sudah ada didepannya
Dia langsung menghampiri Nayra "Kakak sudah lama disini? Maaf tadi aku terlalu fokus membaca"
"Baru saja, bagaimana sekolahnya?" tanya Nayra lagi
Rafka langsung mengembangkan senyumnya yang menambah kadar ketampanannya "Seru kak"
"Baiklah, sekarang ayo kita pulang"
"Tunggu kak, bisa aku meminta tolong?"
"Ada apa Raf?"
"Antarkan aku ke rumahku dulu, ada barang penting yang tertinggal disana"
Nayra menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua pun pergi ke rumah Rafka dulu
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka berdua sampai didepan rumah Rafka yang harus melewati gang sempit
Nayra melihat keadaan rumah Rafka yang terbilang tidak layak huni. Karena bagian atap yang sudah berlubang
__ADS_1
Nayra melihat keadaan sekitar, sementara Rafka meninggalkan Nayra sebentar dan memasuki ruangan
Langsung saja dia mengambil sebuah kotak kayu yang sudah berdebu dengan raut yang sulit diartikan. Dia pun menaruh kotak itu kedalam tasnya dan menghampiri Nayra
"Sudah?" tanya Nayra yang diangguki Rafka
Mereka berdua pun pergi dari rumah itu, terlihat sebelum benar-benar pergi. Rafka memandang rumah itu sekali lagi dan setelahnya pergi mengikuti Nayra
***
"Rafka, aku pergi sebentar. Kamu tidak apa-apa ku tinggal?" tanya Nayra sembari memakai sepatunya
"Tidak apa-apa kak, jangan kemalaman kalau pulang dan hati-hati" jawab Rafka lalu kembali pada kegiatannya yaitu membaca buku
Hati Nayra menghangat mendengar ucapannya Rafka, dirinya seolah memiliki seseorang yang menemaninya disini dan menjadi tempat pulang baginya
Lalu Nayra pergi dari apartemennya untuk menuju tempat janjian dengan orang yang mengirim pesan tadi siang
Ketika sampai di restoran yang menjadi tempat janjian, Nayra kebingungan dimanakah orang itu
"Apakah anda nona Nayra?" Nayra langsung menoleh pada seorang pelayan yang menghampirinya lalu mengangguk
"Silahkan anda masuk" lalu pelayan itu membukakan pintu. Setelah Nayra masuk, pelayan itu pergi dari sana
Nayra langsung duduk di kursi yang berada didepan orang itu "Ada keperluan apa anda meminta bertemu?" tanya Nayra to the point
Lelaki didepannya hanya menampilkan raut datar dan dinginnya "Saya membutuhkan anda untuk kesembuhan adik saya Nara" pinta Elang menatap Nayra
Dahi Nayra berkerut mendengar permintaan dari Elang "Kenapa saya? Bukankah anda bisa meminta psikiater"
"Bukankah anda sudah tau? Tidak mungkin anda tidak pernah mencari tau tentang orang yang ada didekat anda"
Nayra terkekeh pelan "Anda mengetahuinya?" tanyanya dengan menatap Elang dengan serius
Senyum miring terbit di bibir Elang "Mustahil bagi asisten pribadi tuan Rei tidak mencari informasi bukan" Elang mengetahui hal ini dari kedua adiknya ditambah saat sahabatnya Jonathan memperkenalkan seorang Rei sebagai hacker Dangerous Rose
Suasana semakin mencekam diantara keduanya, Nayra terus menatap Elang dengan penuh selidik
__ADS_1
Senyum miring terbit di bibirnya "Jadi, bisakah saya menyimpulkan jika anda pernah mencari informasi tentang saya. Tidak mungkin bukan seorang pengusaha muda seperti anda tidak mencari tau tentang seseorang yang dekat dengan adiknya"
Elang terkejut mendengarnya langsung saja dia menormalkan ekspresinya "Anda sudah tau ternyata"
"Ya sebelumnya belum, tapi setelah mengobrol dengan anda saya hanya bisa menyimpulkan jika anda pernah meretas data milik saya. Bisakah saya menyimpulkan seperti itu"
"Baiklah saya mengakuinya, jadi bagaimana soal permintaan saya tadi? Saya juga memiliki penawaran akan membayar anda sampai Nara sembuh"
"Saya menolak" tegas Nayra
Elang menaikkan satu alisnya mendengar penolakan dari Nayra "Kenapa anda tidak ingin menerimanya? Bukankah penawaran ini bagus"
"Saya bukanlah perempuan yang akan mau melakukan segala hal hanya karena uang. Jadi sudah jelas bukan" setelah mengatakan hal itu, Nayra beranjak pergi dari sana
Namun baru beberapa langkah, suara Elang kembali terdengar dan membuat Nayra berhenti
"Jika anda tidak ingin uang, saya akan menyerahkan keputusan pada anda apa yang anda inginkan"
Nayra tersenyum miring lalu berbalik menghadap Elang "Baiklah saya menerimanya, jika anda mengingkarinya" lalu dia mengangkat ponselnya "Semua sudah terekam disini"
"Baiklah kita sepakat" lalu Elang mengulurkan tangannya
Nayra langsung menjabat tangan Elang dengan senyum tipisnya
***
"Aku pulang" suasana apartemen terlihat sangat sepi ketika Nayra masuk
"Dia tertidur disini" gumamnya lalu menghampiri Rafka yang tidur menelungkup kan tangannya di atas meja yang berserakan dengan buku
Tangannya menepuk pundak Rafka pelan "Kakak sudah pulang?" itulah kalimat yang diucapkan Rafka
"Sekarang kembalilah ke kamarmu"
Rafka pun mengangguk dan berjalan ke kamarnya dengan mata yang sedikit terpejam
Sementara Nayra masih berada di ruang tamu untuk membereskan buku-buku
__ADS_1
"Dia sangat menyukai penelitian rupanya" gumam Nayra melihat buku tentang penelitian yang sangat tebal
Bersambung~