Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 40


__ADS_3

Entah apa yang terjadi, Nayra terus melihat kesana kemari merasa heran kenapa dirinya ada disini. Padahal seingatnya dia sudah berada di kamar dan tidur


"Mamah mamah, lihat Putri membawa bunga yang memiliki warna mata seperti milik Putri"


Nayra seketika melihat sekeliling untuk mencari sumber suara yang didengar. Lalu dia mendekat pada sebuah pohon besar yang berada di samping rumah dan tentunya dia tidak mengenali tempat ini


Semakin mendekat, Nayra melihat seorang gadis yang berdiri di depan seorang wanita yang dipanggil mamah itu


Nayra terus mendekat hingga sampai didepan mereka "Anu permisi, ini dimana ya?" tanyanya


Tapi seolah suaranya tidak terdengar, karena dua orang yang ada didepannya terus berbicara


Nayra melambaikan tangan didepan mereka tapi tidak ada respon. Dia mengamati dua orang didepannya, tapi untuk si wanita dewasa wajah buram lalu beralih pada si gadis kecil


Deg


Dia kaget melihat wajah gadis kecil didepannya, gadis itu memiliki warna mata yang berbeda dan warna rambut hitam legam. Sama persis dengan yang dia lihat di mimpi buruk yang selalu menghantuinya


"Mamah akan menceritakan kisah tiga sahabat padamu" ucap wanita itu dan mendudukkan si gadis kecil di pangkuannya


Rasa penasaran Nayra semakin bertambah, dia pun mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan


"Apa itu mah?" Tanya si gadis kecil


Wanita dewasa itu mengusap rambut panjang sang putri lalu menatap langit yang biru "Dulu ada tiga sahabat yang selalu mendukung, dua laki-laki dan satu perempuan. Salah satu laki-laki itu adalah ayahmu. Mereka bertiga membangun sebuah perusahaan farmasi dan saling mendukung. Lalu teman ayahmu memiliki ambisi yang sangat besar hingga berhasil membuat sebuah racun yang sangat mematikan. Tapi itu semua hanyalah untuk penelitian dan tidak akan digunakan untuk kejahatan"


"Lalu teman ayahmu menyukai sahabat perempuannya, dan tentu saja hal itu didukung oleh ayahmu. Karena ayahmu sendiri sudah memiliki ibu sebagai kekasih hidupnya. Saat teman ayahmu ingin melamar sahabat nya sebagai istrinya, malapetaka terjadi. Perusahaan yang mereka bangun diserang di tengah malam oleh saingan mereka. Mereka berniat untuk mengambil racun dan juga formula racun itu"


"Tapi naas, saat mereka mendapatkan racun itu. Sahabat perempuannya juga ada disana dan mencoba untuk menghentikan mereka. Dan disaat teman ayahmu telah tiba, perempuan itu disuntik oleh musuh dengan racun yang didapatkan. Dunianya terasa hancur melihat wanita yang dicintainya mulai meregang nyawa. Beruntung nya ayahmu cepat datang dan meminta temannya untuk membawa wanita itu ke kapsul yang dirinya ciptakan untuk menahan racun"


"Untungnya dengan alat kapsul itu, wanita itu bisa tetap hidup namun tertidur. Dan racun ditubuhnya bisa ditekan. Karena ayah temanmu belum selesai membuat penawar racun itu, dia meminta ayahmu untuk membantunya. Mereka berdua bekerjasama untuk membuat penawar racun yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Ayahmu terus melakukan penelitian dan akhirnya mendapatkan bahan terakhir untuk membuat penawar racun dan keberhasilannya sangat tinggi hampir 100%"


"Namun, saat ayahmu ingin memberikan penawar racun itu. Dirinya mengetahui hal tidak manusiawi yang dilakukan oleh temannya. Temannya menggunakan tubuh manusia hidup untuk dijadikan penelitian dan manusia-manusia itu adalah semua pelaku yang mencuri racun, dengan memberikan racun yang sama untuk mengetahui ketahanan tubuh terhadap racun. Mengetahui hal itu, ayahmu langsung menghapus data tentang penawar racun hingga tidak tersisa sehingga hanya dirinya lah yang mengetahui cara pembuatannya penawar racun. Lalu ayahmu pergi meninggalkan temannya bersama mamah. Tapi temannya mengetahui jika ayahmu berhasil membuat penawar racun dan akhirnya memburu ayahmu sampai saat ini. Karena itulah kita terus bersembunyi darinya" pungkasnya


"Lalu efek apa yang didapat karena racun mah?" tanya si gadis kecil


"Hmm jika mamah tidak salah dengar dari ayahmu, efeknya adalah membuat tubuh tiba-tiba dingin seperti di es. Dan satu lagi, perkiraan ayahmu korban yang terkena racun ini akan tiada dalam waktu satu hari"


Si gadis kecil mengangguk kemudian bermain dengan bunga yang dia petik tadi "Jika Putri boleh tau, bahan terakhir yang digunakan untuk penawar racun itu apa mah?"


Si wanita dewasa tersenyum dan menatap sang putri "Bahan terakhirnya..."


Nayra tidak bisa mendengar ucapan selanjutnya wanita itu dan tiba-tiba tubuhnya serasa diseret


Dan disitulah dirinya bangun dari tidurnya, detak jantungnya berdetak dengan sangat cepat seolah mendapat suatu hal berharga

__ADS_1


"Apa racun itu juga sama dengan yang ku punya. Dan jika memang benar, hanya ada satu bahan terakhir" gumamnya lalu langsung menulis pada buku penelitiannya


Senyum mengembang terlihat di bibirnya "Jika memang benar, aku akan segera terbebas dari racun ini"


***


Sore ini Nayra berencana untuk masuk ke ekstrakurikuler karate yang berada di sekolah. Untuk Rafka sendiri sudah dia hubungi tidak bisa menjemput, dan untung saja Rafka bisa pulang sendiri dengan angkutan umum


"Permisi" Nayra memasuki ruangan latihan karate


Disana ada sekitar sepuluh orang yang sedang berlatih dan ditemani oleh seorang pria paruh baya yang sepertinya coach disini


"Ada keperluan apa kamu kesini?" tanya coach itu dengan wajah garangnya. Bukan karena marah karena memang wajahnya tipikal wajah garang


"Saya ingin bergabung di ekstrakurikuler ini" ucap Nayra datar


Melihat keberanian Nayra, coach itu nampak berfikir "Jika kamu bisa mengalahkan Rico, maka kamu saya terima di sini"


Seorang pria langsung menghadap sang coach lalu menatap Nayra dengan tatapan remeh. Dia yakin jika akan menang karena tubuhnya yang besar dan kekar. Melawan Nayra yang kurus? Itu hanya urusan kecil pikirnya


"Baik, akan saya lawan" ucap Nayra dengan yakin


"Baiklah, sekarang berganti lah pakaian dahulu"


Seorang laki-laki yang berpenampilan sedikit cupu membawakan seragam karate untuk Nayra


"Mulai" aba-aba dari coach


Rico langsung menyerang Nayra dengan brutal sementara Nayra terus menangkis serangan itu


"Heh apakah kau takut sehingga tidak mau menyerang" Rico memprovokasi Nayra dengan senyum meremehkan


Namun Nayra tidak merasa terprovokasi, ia dengan tenang menangkis serangan demi serangan lalu ketika mendapatkan celah


Bugh


Dengan gerakan cepat ia bisa membanting tubuh besar pria itu ke atas matras


Suasana mendadak hening sesaat lalu terdengar suara tepukan tangan dari seorang murid disana, ternyata ia adalah murid yang berpenampilan cupu


Coach pun sedikit tak percaya melihat hasil pertarungan mereka, bagaimana bisa seorang gadis yang memiliki tubuh kurus dapat membanting tubuh seorang pria yang lebih besar darinya


Nayra pun mengulurkan tangannya untuk membantu pria tadi "Lumayan"


Rico hanya menatap uluran tangan Nara dengan wajah yang masih syok, detik berikutnya ia menerima uluran tangan tersebut "Sorry juga tadi udah ngeremehin kamu. Oh kenalin gue Rico dari kelas 12, senang bisa bertarung bersamamu. Baru kali ini aku dikalahkan seorang gadis yang tubuhnya lebih kecil dariku" ucapnya tersenyum

__ADS_1


Nayra tersenyum tipis "Namaku Nayra dari kelas 10"


Obrolan mereka terputus ketika coach mendekati Nara "Selamat bergabung di karate Nayra, saya harap kamu betah bergabung disini"


"Terimakasih coach" ucap Nayra sedikit membungkukkan tubuhnya


"Sama-sama, dan untuk besok seterusnya kamu kesini untuk latihan sepulang sekolah untuk mempersiapkan event yang akan" lalu coach pun pergi dari sana


"Event?" beo Nayra


"Mungkin kamu tidak tau jika sebentar lagi akan ada event yang diadakan untuk anniversary sekolah" sahut Rico


'Apa ini yang dimaksud kak Aidan waktu itu?' batinnya "Siapa yang akan berpartisipasi?" tanyanya


"Sebenarnya hanya aku saja sebagai perwakilan untuk putra, tapi sekarang ada dirimu sebagai perwakilan perempuan. Karena sudah lama ekstrakurikuler ini tidak ada peserta perempuan" jelas Rico menatap wajah Nayra "Tunggu, aku seperti pernah melihat mu tapi dimana?"


Cukup lama Rico berfikir hingga dia menjentikkan jarinya setelah mengingat "Bukankah kamu yang mewakili Jawa Timur di kejuaraan nasional tahun lalu?" tanyanya memastikan


"Kita pernah bertemu sebelumnya?"


Rico menggelengkan kepalanya "Tidak, tapi aku menonton pertandingan mu waktu itu. Sungguh aku tidak menyangka kita bisa bertemu disini" kagumnya langsung menjabat tangan Nayra "Aku penggemar mu, sungguh aku kagum dengan gerakan lincah dan sikap tenang mu saat bertarung. Pantas saja saat bertarung aku merasakan pernah melihat gerakan itu"


Nayra tersenyum kikuk, jujur saja dirinya merasa canggung karena dipuji seperti itu. Dirinya tidak menyangka mendapatkan penggemar karena ikut dalam kejuaraan nasional saat kelas 9


Lalu setelah itu Nayra mulai di dekati oleh para anggota karate yang mulai memujinya, tapi percayalah ia tidak cukup nyaman jika seperti ini


"Aku pamit pulang dulu, sampai berjumpa lagi" pamit Nayra setelah mengganti pakaiannya


"Hati-hati di jalan Nay" ucap Rico


Nayra tersenyum tipis, dirinya merasa nyaman berada di lingkungan ini. Tidak sama dengan lingkungan karate saat di SMP


"Terimakasih ya sudah meminjamkan bajumu" ucap Nayra menyerahkan seragam karate


Pria cupu itu sedikit salah tingkah "I-Iya sama-sama"


"Eh btw aku belum tau namamu, namamu siapa?" Tanyanya


"A-aldi kelas 11" jawabnya dengan gugup


Nayra terkekeh melihat kegugupan kakak kelasnya ini "Santai aja kak, nggak usah gugup. Nggak bakal ku makan kok"


Aldi menggaruk tengkuknya merasa sedikit malu


Setelah itu Nayra pergi ke parkiran sekolah, ternyata langit sudah berubah warna hendak menuju malam. Tapi sepertinya sekolah tidak terlalu sepi karena di lapangan basket sepertinya ada latihan

__ADS_1


Tidak ingin terlalu malam pulang, Nayra langsung pergi menuju apartemennya. Tapi sebelum itu dirinya singgah di supermarket untuk membeli beberapa makanan ringan dan minuman karena stok dirumah tinggal sedikit


Bersambung~


__ADS_2