
Selama beberapa hari ini Keysa masih di Jakarta menemani Nayra. Dirinya khawatir terjadi apa-apa dengan Nayra sembari menunggu informasi dari sang mami
Untuk sekolah nya sendiri, dia meminta orang tuanya untuk mengizinkan tidak masuk sekolah terlebih dahulu
Drt drt
Kesya langsung melihat ponselnya yang ternyata panggilan dari sang mami. Dia langsung pergi ke balkon menerima panggilan dari sang mami
"Baik mi, akan kutanyakan" lalu setelah itu panggilan terputus
"Nay ada yang mau gue omongin"
"Ada apa Key?"
"Raf, bisa minta tolong kamu tunggu di kamar sebentar. Ada yang ingin ku bicarakan dengan Nayra" pintanya
Rafka mengangguk kan kepalanya lalu pergi ke dapur menaruh piring kotor nya lalu pergi ke kamar
"Ada apa Key?" tanya Nayra lagi
Kesya menghembuskan nafasnya lalu duduk di depan Nayra "Lo mau ikut gue kembali ke Surabaya?"
"Surabaya? Kenapa?"
"Gue pengen bantu lo Nay buat mendapatkan ingatan yang udah hilang. Gue nggak mau liat lo yang nangis karena mimpi yang kemungkinan adalah ingatan lo sendiri. Mami dan papi sudah menyiapkan dokter yang membantumu untuk kembali mengingat. Lo mau ya" ungkap Keysa
Inilah yang dia bicarakan pada sang mami beberapa hari yang lalu. Dia ingin sang mami mencarikan dokter yang dapat dipercaya untuk membantu Nayra mendapatkan kembali ingatannya
"Tapi sekolah gue? Lalu Rafka?"
"Untuk sekolah, lo izin aja. Nanti biar papi yang mengurusnya. Dan untuk Rafka, dia akan ikut kita ke Surabaya. Bukankah dia juga hilang ingatan seperti mu. Mungkin dengan ikut terapi bersamamu dia bisa mengingat keluarganya atau orang yang dia kenal di masa lalu"
Nayra berfikir apakah dirinya ikut saja menjalani pengobatan mengembalikan ingatan nya atau menolaknya
"Aku setuju kak" celetuk Rafka yang ternyata sedari tadi mendengar obrolan mereka berdua melalui celah pintu
Melihat Rafka yang setuju, Nayra akhirnya mau menjalani pengobatan ini. Mungkin Rafka sendiri memang menginginkan untuk mengingat kembali hal yang sudah hilang
__ADS_1
Mendapatkan persetujuan dari keduanya, Keysa langsung menghubungi sang mami jika sore ini mereka akan pulang dan tentunya juga menceritakan soal Rafka
Mareta sendiri merasa sangat senang kedua putrinya pulang bersama, dia juga menyetujui mereka membawa Rafka. Adik angkat Nayra juga adalah putranya pikirnya
"Duh kak aku gugup" ucap Rafka saat mereka sudah berada di bandara
"Tenanglah, keluarga Keysa sangatlah baik. Mereka akan menerima mu kok" ucap Nayra
"Mereka malah senang karena kami membawamu, dengan begini rumah pasti tidak akan sepi lagi" tambah Keysa
Akhirnya mereka bertiga memasuki pesawat pribadi yang disiapkan Arka untuk mengantar mereka
"Mami papi" teriak Nayra dan Keysa langsung menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya
"Oh ya kami melupakan sesuatu" dua gadis itu langsung menghampiri Rafka yang hanya berdiri jauh dari mereka
Mereka langsung membawa Rafka ke hadapan Mareta dan Arka "Kenalkan mi pi, dia Rafka" ucap Keysa
"Ha halo tante om" sapa Rafka gugup
"Jangan panggil tante ataupun om, panggil mami dan papi seperti Nayra dan Keysa memanggil kami" ucap Mareta mengelus kepala Rafka
"Ayok kita pulang" ajak Arka lalu membantu ketiganya membawa koper yang berukuran kecil
Setelah memasukkan koper ke bagasi, mereka langsung meninggalkan bandara. Arka sendiri yang menyetir mobil itu sementara disampingnya ada sang istri. Sementara dibelakang ada kedua putri mereka dan tambahan anggota baru yaitu Rafka
"Wow" Rafka terkagum melihat ruangan yang akan menjadi kamarnya. Bukan ruangan yang penuh dengan mainan melainkan buku yang ada beberapa rak disana
"Maaf mami hanya bisa menyiapkan sedikit karena terlalu mendadak. Semoga kamu suka"
"Tidak apa-apa mi, ini sudah sangat bagus. Aku menyukainya, terimakasih"
Mareta tersenyum mengusap kepala Rafka, untunglah kamar ini sesuai dengan karakter Rafka yang pecinta buku. Hal ini dia ketahui dari Nayra sebelum mereka berangkat ke Surabaya
***
'Nayra kemana ya' batin Nara terus menatap bangku yang berada di sebelahnya
__ADS_1
Sudah hampir dua minggu Nayra tidak masuk dan hal itu membuat Nara merasa kesepian. Dia juga sudah mencoba menelepon Nayra tapi nomor nya tidak aktif
Nara pergi ke kantin seorang diri karena memang dirinya tidak memiliki teman selain Nayra
"Kok lemes gitu dek? Ada apa hmm?" tanya Reza melihat Nara yang terlihat lemas
"Nayra nggak masuk lagi kak, kemana ya dia"
"Udah kamu coba telepon?" tanya Nathan
"Udah kak tapi nomornya tidak aktif"
"Bentar gue coba hubungi adek nya" usul Azka mulai mencari nomor Rafka di ponselnya
"Adek? Bukannya Nayra nggak punya adek ya?" tanya Ryan
"Oh mungkin kalian nggak tau, Nayra punya adek angkat" balas Azka lalu kembali fokus pada ponselnya. Setelah menemukan nomornya, dia langsung melakukan panggilan
"Gimana kak?"
Azka menggelengkan kepalanya "Nomornya juga tidak aktif, kemana mereka sebenarnya"
Sementara Nayra saat ini sedang berada di sebuah ruangan yang berada di masion. Ruangan ini digunakan sebagai tempat terapi Nayra dan juga Rafka
"Apa yang kamu lihat?" tanya dokter yang menangani Nayra dan Rafka setelah memberikan pengarahan
"Keluarga yang harmonis, kami bermain bersama di taman samping rumah merayakan kelahiran sang adik" jawab Nayra yang memejamkan matanya tersenyum manis
"Lalu apa yang terjadi?"
Ekspresi Nayra langsung berubah menjadi ketakutan "Mereka dibantai, ayah mamah tergeletak di lantai yang dingin penuh darah"
Nayra mulai menangis dan memegang lehernya "Dia mencekik ku dan membuang ku ke sungai AAAAAA" Nayra menangis sangat keras tapi masih memejamkan matanya
Dokter itu langsung menghentikan terapi dan saat itu pula Nayra langsung tertidur
Mareta dan Arka ikut merasa sedih melihat putri mereka yang merasa trauma melalui cctv yang dipasang di ruangan. Bahkan sampai saat ini Nayra sama sekali tidak ada kemajuan dalam proses terapi
__ADS_1
Berbeda dengan Rafka yang sudah mengalami kemajuan. Dia mulai mengingat kenangan nya sebelum hilang ingatan, tapi masih belum bisa mengingat siapa keluarganya dan juga wajah mereka. Hanya ingatan tentang kejadian tanpa mengetahui siapa saja yang berada disana
Bersambung~