Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 25


__ADS_3

Di sebuah kamar, terlihat seorang wanita yang menangis sembari terus menatap foto yang dia pegang


"Kamu dimana sayang" gumamnya


Tak berselang lama datanglah seorang pria masuk ke kamar itu. Hati pria itu sakit melihat istrinya yang terus bersedih, dia menghampiri sang istri dan memeluknya dari samping


"Kamu yang sabar sayang, kita pasti akan segera menemukannya" hibur si pria


"Tapi mas, ini sudah hampir 10 tahun. Kenapa dia belum juga ditemukan"


Si pria hanya bisa terdiam dan terus memeluk sang istri 'Mas pasti akan menemukannya, dan saat itu kita akan kembali berkumpul lagi' batinnya dalam hati


Tanpa mereka sadari, semenjak tadi ada seorang pemuda yang terus menatap kesedihan kedua orang tuanya melalui celah pintu 'Aku berharap kamu segera ditemukan dek, abang sudah kangen sama kamu' batin pemuda itu lalu pergi dari sana


Tidak jauh dari sana, terlihat lelaki yang masih memakai seragam kantornya "Aku akan berusaha untuk segera menemukan mu dek dan mengembalikan cahaya di rumah ini" gumamnya


***


Nayra pulang sedikit terlambat karena harus mengurus hal penting. Ketika Nayra sampai di apartemen, hal pertama saat membuka pintu adalah aroma makanan yang menguar. Karena penasaran, dia langsung mencari sumber aroma ini dan ternyata berasal dari dapur


"Oh kakak sudah pulang, selamat datang" sapa Rafka sembari berjalan ke meja makan dengan membawa panci


"Kau memasak?" tanya Nayra lalu duduk di kursi


Rafka mengangguk lalu tersenyum kikuk "Maaf karena menggunakan bahan yang di kulkas, tapi tenang aja kak nanti aku ganti kok"


"Itu tidak perlu, karena kamu adalah adikku. Jadi lakukan apapun yang kamu suka, jangan terlalu sungkan. Mengerti"


Sungguh ingin rasanya Rafka menangis mendengar ucapan tulus dari Nayra "Terimakasih kak"


"Sudah jangan menangis, ayo segera makan. Perutku sudah berdemo karena mencium masakan mu yang terlihat enak"


Rafka terkekeh pelan lalu mulai menghidangkan masakannya "Maaf kak, aku hanya bisa membuat hidangan sederhana"


"Sudah tidak apa-apa" lalu Nayra mulai menyantap masakan Rafka


Terlihat Rafka terus memperhatikan ekspresi Nayra yang membuatnya cemas karena masakannya tidak sesuai


"Ini enak, darimana kamu belajar?" tanya Nayra terus menyantap makanannya dengan lahap

__ADS_1


Rafka tersenyum senang karena masakannya sesuai dan terlihat sangat disukai. "Dulu aku belajar dari nenek, dan semenjak aku hidup sendiri. Aku mulai memasak hingga sampai saat ini sudah terbiasanya"


Nayra menganggukkan kepalanya lalu menyuruh Rafka untuk memakan makanannya


"Setelah ini kamu bersiap-siap, kita keluar" ucap Nayra setelah menyelesaikan makannya


"Kemana kak?"


"Sudah kamu ikut saja, nanti akan tau sendiri" lalu Nayra bangkit dari duduknya untuk mencuci piring


"Sudah kak, taruh saja. Nanti aku yang mencucinya" cegah Rafka


"Baiklah, tapi setelah itu segera bersiap. Aku akan membersihkan diri dulu" setelah itu Nayra langsung pergi ke kamarnya


Hari sudah petang saat Nayra keluar dari apartemennya dengan Rafka. Dia langsung menancap gas menuju mall yang tidak terlalu jauh dari apartemen


"Kita ngapain kesini kak?" tanya Rafka terus menatap mall


"Berbelanja kebutuhan mu, ayo" Nayra langsung menarik tangan Rafka untuk memasuki mall


Terlihat Rafka menolak saat Nayra membelikannya pakaian, tapi dia hanya bisa pasrah saat Nayra memaksa untuk menerimanya. Tapi tidak bisa dipungkiri jika dirinya merasa senang karena bisa merasakan sosok seorang kakak


Nayra masuk ke toko yang menyediakan segala kebutuhan sekolah dan mulai memilih buku tulis dan alat tulis. Tidak itu saja, Nayra juga mengambil tas sekolah


"Bagaimana menurut mu Raf?" tanya Nayra menunjukkan tas sekolah berwarna hitam


"Bagus kak" ucap Rafka melihat sejenak lalu menatap ke arah lain


Nayra merasa penasaran apa yang dilihat oleh Rafka, dia mengikuti arah pandang Rafka. 'Apa dia menginginkan buku?' batin Nayra


Lalu saat melihat sorot mata Rafka, Nayra langsung mengerti jika Rafka memang menginginkan buku


"Jika memang kamu menginginkan sesuatu ambillah"


Rafka terlihat gelagapan karena ketahuan melihat jejeran rak buku "Tidak kak, tidak ada yang kuinginkan" tapi sorot mata Rafka tidak bisa membohongi Nayra


"Sudah ambillah, kakak memaksa"


Akhirnya dengan senang hati Rafka langsung memilih beberapa buku. Sembari menunggu Rafka selesai memilih buku, Nayra pergi ke rak sepatu

__ADS_1


"Ukuran kakinya berapa ya" gumamnya lalu melihat dari jauh kaki dari Rafka


Nayra cukup lama memperhatikan hingga akhirnya dia mengambil 3 pasang sepatu yang memiliki ukuran sama. 1 pasang untuk sekolah, 1 pasang untuk bepergian dan 1 pasang lagi adalah sepatu olahraga


Dia langsung pergi ke kasir untuk membayar semua barang yang dia beli, dan bersamaan pula dengan Rafka yang membawa setumpuk buku


Nayra cukup terkejut melihat tumpukan buku yang dipilih Rafka, dan judul buku itu adalah tentang kimia dan penelitian 'Apakah dia menyukai penelitian' batin Nayra


Namun dia tidak memikirkan hal itu, langsung saja Nayra membayar semua total belanjanya. Untuk kali ini Nayra memakai uangnya sendiri dari hasil bekerja bukan dari kedua orang tuanya. Karena menurutnya, semua ini tanggung jawabnya jadi dia akan memakai uangnya sendiri


Setelah membayar dan meminta pihak toko untuk mengirimkan semua barang tadi ke apartemennya


"Ada yang masih kau inginkan?" tanya Nayra saat mereka sudah keluar dari toko


Mendapatkan gelengan dari Rafka, akhirnya Nayra memutuskan untuk pulang


Tak disadari Nayra, Alvaro berada tak jauh dari sana dan terus menatap kebersamaan keduanya dengan wajah datarnya


Sesampainya di apartemen, ternyata semua barang sudah berada di depan pintu apartemen. Langsung saja mereka berdua membawa semuanya masuk ke dalam apartemen dan ditempatkan di ruang tamu


Nayra langsung memasuki kamarnya meninggalkan Rafka yang sibuk dengan bukunya di ruang tamu. Tak berselang lama, Nayra datang dengan membawa sebuah paper bag


"Apa ini kak?" tanya Rafka setelah Nayra memberikan paper bag tadi


"Kamu buka saja, nanti akan tau"


Tanpa menunggu lagi, Rafka langsung membuka paper bag itu yang ternyata adalah seragam sekolah "Seragam? Jadi maksud kakak" ucapan Rafka menggantung dan menatap kembali ke arah Nayra


Nayra hanya menganggukkan kepalanya "Seperti yang ku janjikan kemarin, mulai besok kamu akan sekolah. Semua kebutuhan sekolah sudah ku belikan, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi"


Langsung saja Rafka memeluk Nayra dengan tangis yang cukup keras "Terimakasih kak" ucapnya yang masih menangis di pelukan Nayra


Nayra tersenyum tipis dan membalas pelukan itu. Dirinya senang jika melihat Rafka akan kembali melanjutkan sekolahnya. Dan inilah alasannya kenapa pulang lebih sore dari biasanya. Karena dia mengurus semua berkas-berkas milik Rafka dan mendaftarkan nya ke pihak sekolah


Meskipun umurnya memang belum cukup untuk mengurus hal itu, tapi Nayra memberikan alasan jika hanya ada dirinya yang bisa menjadi wali untuk Rafka. Karena itulah akhirnya Nayra diterima sebagai wali dari Rafka dan mendaftarkan nya ke sekolah SMP sesuai dengan umurnya


Dan sedikit bantuan dari Jonathan karena selaku pemilik yayasan sekolah itu. Karena memang SMP itu masih satu yayasan dengan SMA nya


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2