
Sinar matahari sudah menyapa, Nayra terbangun lalu berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke sekolah
Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh ketika Nayra keluar dari kamarnya. Dia tersenyum melihat Rafka sudah berada di meja makan dengan sarapan yang sudah tersedia
"Selamat pagi kak" sapa Rafka langsung menutup buku yang sedari tadi dia baca
"Pagi, kau belum sarapan?"
"Aku menunggumu kak"
Nayra menganggukkan kepala lalu mereka pun sarapan bersama
"Tidak ada yang ketinggalan?" tanya Nayra saat mereka berdua sudah berada di parkiran apartemen
Rafka menggelengkan kepalanya lalu mereka berdua pun berangkat bersama. Arah sekolah Rafka berada di satu jalan dengan Nayra menuju SMA nya, bahkan bisa dibilang jarak antara SMA dan SMP tidaklah jauh
Nayra memberhentikan motornya di depan gerbang SMP Harapan. Setelah Rafka turun, Nayra langsung memberikan sebuah kartu yang ternyata adalah kartu yang sama dengan miliknya untuk digunakan saat ke kantin
Karena setelah Nayra telusuri, SMP ini memiliki sistem pembayaran kantin yang sama dengan SMA nya. Tidak hanya itu saja, Nayra juga memberikan uang agar jika ada kebutuhan lain Rafka bisa langsung membelinya
Rafka menerimanya karena dia memang sudah tau jika Nayra akan tetap memaksanya untuk menerimanya meskipun dirinya sudah menolak
"Belajar dengan baik, jangan terlalu memaksakan diri. Maaf kakak tidak bisa mengantar mu menemui kepala sekolah untuk mengetahui dimana kelas mu"
"Tidak apa kak, aku bisa melakukannya"
Nayra tersenyum di balik helmnya lalu menepuk kepala Rafka "Nanti ku jemput"
Terlihat Rafka tersenyum senang lalu masuk ke area sekolah. Nayra belum beranjak dari sana dan terus menatap Rafka. Jika dipikirkan lagi, ternyata Rafka adalah anak yang tampan. Rambut hitam legam dengan iris mata berwarna coklat ditambah kulit putihnya
Dia mengira pasti Rafka akan menjadi rebutan para cewek di sekolah itu. Ah kenapa dia memikirkan hal ini padahal sebentar lagi bel masuk sekolah berbunyi. Langsung saja dia pergi dari sana menuju ke sekolahnya
***
"Selamat pagi"
__ADS_1
Semua orang yang berada di meja makan terkejut dan langsung menatap ke sumber suara
Suara yang sudah tidak terdengar sejak lama, akhirnya mereka bisa mendengarnya kembali
Pranggg
Diana sampai menjatuhkan piring yang dia bawa, dengan tangan gemetar dia menangkup wajah putrinya Nara "Coba katakan lagi nak" pintanya dengan air mata yang terus mengalir
Semua anggota keluarga juga ikut berdiri dan menghampiri Nara
"Selamat pagi mah" ucap Nara dengan senyum lebarnya hingga matanya berbentuk bulan sabit
Tangis keluarga itu pecah, Andreas langsung memeluk putrinya dan istrinya. Sungguh didalam hati dia sangat bersyukur karena putrinya bisa kembali lagi
Bahkan keempat kakaknya juga ikut memeluk Nara, mereka sangat bahagia bisa melihat lagi senyum yang telah lama hilang
"Kakak senang bisa mendengar suaramu dek" ucap Elang terus memeluk Nara dengan sayang
"Apakah kau akan terus memeluknya hingga aku sebagai kakak perempuannya tidak bisa memeluk" protes Kanaya yang sudah sangat ingin memeluk adik bungsunya
"Apakah tidak ada yang ingin kamu katakan Ra?" tanya Kanaya mencoba memancing sang adik untuk mengeluarkan suaranya
Nara hanya diam saja didalam pelukan kakak perempuannya. Kanaya yang mengerti langsung menatap kedua orangtuanya
"Nanti kita diskusikan lagi" putus Andreas lalu meminta seluruh anggota keluarganya untuk sarapan
Sarapan kali ini terasa lebih hangat karena kemajuan Nara yang mau mengeluarkan suaranya
***
"Selamat pagi Nay"
Nayra yang sedang bermain dengan ponselnya terkejut, langsung saja dia menoleh ke samping
"Nara" beo nya menatap Nara dengan raut tidak percaya
__ADS_1
Nara hanya tersenyum lalu duduk di kursinya, untung kelas sedikit ramai jadi tidak ada yang mendengar. Bisa-bisa akan terjadi kehebohan
Tiba-tiba kepala menjadi pusing, entah kenapa dia merasa familiar dengan suara Nara. Tapi dimana? Kapan mereka bertemu
Lamunan Nayra langsung hilang ketika guru sudah memasuki kelas
"Selamat pagi anak-anak" sapa guru yang merupakan wali kelas 10 IPA 3
"Pagi Bu"
"Seperti yang dijadwalkan sekolah, minggu depan adalah ujian akhir semester. Jadi persiapkan diri kalian dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Itu saja pengumumannya, langsung saja kita lanjutkan ke pembelajaran"
Pembelajaran di kelas pun dimulai selama 4 jam sampai bel istirahat berbunyi
"Baik anak-anak, pembelajaran sudah selesai. Jangan lupa kalian belajar lagi dan mempersiapkan diri untuk ujian akhir. Selamat pagi" lalu guru itu pergi dari kelas
Semua siswa sudah berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin
Sementara Nayra sudah tidur semenjak 1 jam yang lalu. Beruntung kursinya berada di belakang ditambah di menaruh buku untuk menutupi jika dirinya tidur. Karena itulah dia tidak ketahuan oleh guru
Semua siswa sudah keluar dari kelas hanya menyisakan Nayra dan Nara
Nara yang melihat jika Nayra tertidur langsung menepuk pundaknya untuk pergi ke kantin
Terlihat Nayra sudah sedikit membuka matanya dan melihat keadaan kelas yang sudah sepi. "Sudah selesai?"
"Sudah" jawab Nara
Nayra mengangguk lalu menarik tangannya dan memutar lehernya yang terasa kaku "Aku ke toilet dulu"
"Ikut" hanya satu kata yang keluar dari Nara, tapi hal itu sudah lebih baik daripada tidak sama sekali
Nayra hanya menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua pergi ke toilet. Sesampainya di toilet, Nayra langsung membasuh wajahnya sementara Nara hanya menunggu di samping
Karena rambut panjangnya yang dia gerai membuatnya merasa sedikit gerah. Lalu Nayra pun menguncir rambut nya menjadi satu. Memang suhu udara di Jakarta panas tapi untungnya di setiap kelas dipasang AC. Sungguh sekolah elit
__ADS_1
Bersambung~