Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 36


__ADS_3

Tok tok tok


Nayra membuka pintu kamarnya dengan malas, dan ketika terbuka ternyata yang mengetuk adalah sang mami


"Ayo turun, sudah waktunya makan siang" ajak Mareta


"Iya mi, Nayra cuci muka dulu dan ganti pakaian"


"Mami tunggu, dibawah ada papi juga dan yang lain"


Nayra menganggukkan kepala lalu masuk kembali ke kamarnya sementara Mareta pergi ke lantai satu


Setelah mencuci wajahnya, dia terlihat lebih segar. Bahkan tidak ada tanda-tanda jika kemarin malam menangis. Dirinya hanya menangis sebentar lalu kembali seperti semula seolah tidak terjadi apa-apa. Dirinya pikir untuk apa menangis, juga memang sudah takdirnya tidak bersamanya ya sudah. Memang masih ada rasa sakit, tapi hanya sedikit saja


Nayra mengganti pakaiannya dengan kaos polos dan celana selutut, sementara rambutnya di cepol sehingga terlihatlah leher jenjangnya


"Kenapa putri papi terlihat lemas hmm?" tanya Arka yang melihat Nayra turun dan terlihat sangat lemas. Dirinya baru tau jika Nayra sudah pulang, padahal katanya mau disana selama tiga hari. Tapi ya sudahlah, yang penting putrinya kembali


Nayra langsung duduk di kursi di sebelah kiri Arka dan menaruh kepalanya di atas meja "Tidak apa-apa pi, hanya sedang malas saja" jawab nya


"Bilang aja langsung Nay kalau emang mphhhh" Nayra langsung menutup mulut Keysa dengan tangannya


"Lo jangan bilang kebenarannya sat" bisiknya lalu melepaskan tangannya karena melihat Keysa mulai kehabisan nafas


"Emang kenapa key?" tanya Arka


"Eh itu anu, Nayra bilang jika sedang kelelahan saja karena perjalanan jauh" elak Keysa


Saat ini posisi duduk di meja makan yaitu Arka yang berada di kursi paling ujung. Disebelah kanannya ada Mareta sementara disebelah kirinya ada Nayra lalu Keysa dan terakhir ada Alvan


Lalu tak berapa lama datanglah rombongan Alvaro "Selamat siang om tante" sapa mereka lalu duduk di kursi yang tersedia


"Siang, bagaimana perjalanan kalian kemari? Apa macet?" tanya Arka


"Lancar om" jawab Ryan sebagai perwakilan teman-temannya


Sementara Nayra memicingkan matanya merasa heran bagaimana mereka bisa sampai disini "Oi, itu kenapa mereka disini?" Bisik Nayra pada Keysa


"Katanya sih mau liburan selama beberapa di Surabaya, majang mereka kesini dan menginap" balas Keysa


Nayra hanya mengangguk, karena hatinya masih dalam keadaan galau. Karena itulah dirinya tidak memperdulikan keberadaan mereka


Akhirnya mereka makan siang bersama dalam diam. Karena memang itulah etika ketika berada di meja makan


Selepas makan siang, Nayra dan yang lain berkumpul di ruang keluarga yang berada tak jauh dari meja makan. Sementara Arka sudah kembali ke kantor dan Mareta sendiri pergi ke kamar untuk istirahat


"Tebar kemesraan teruss, kagak kasian yang jomblo" sindir Nayra pada Keysa dan Alvan yang sudah seperti perangko. Tidak ingin lepas, meski begitu dirinya bersyukur melihat mereka akur kembali dan sepertinya kesalahpahaman diantaranya sudah hilang

__ADS_1


"Iri ya, bilang bos" balas Alvan yang semakin mengeratkan pelukannya pada Keysa.


Nayra mendengus kesal, sungguh mereka berdua seolah merasa jika dunia hanya milik berdua. Lihatlah mereka, saling suap-suapan camilan. Sudahlah, lebih baik dirinya bermain dengan Karenina dan mengobrol dengan Nara saja


Tidak jauh dari sana, para inti Black Dragon sedang bermain PS kecuali Alvaro yang duduk di sofa dan bermain dengan ponselnya


"Nay, gimana kalau kita pergi ke mall?" usul Nara


"Nina setuju, pengen main disana" tambah Karenina yang sangat antusias


Nayra berfikir sejenak lalu menatap sahabatnya yang masih bermesraan dengan Alvan "Kalian ikut nggak ke mall?" tawarnya


"Kita ikut" jawab Nayra setelah berunding dengan Alvan


"Kak, kalian ikut nggak ke mall?" tawar Nara pada kedua kakaknya dan tentunya sahabat kakaknya itu


"Kita akan ikut kemanapun kamu pergi dek" jawab Reza


Akhirnya mereka pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap


"Lo bawa motor sendiri atau sama Alvan?" tanya Nayra yang sedang memakai sarung tangan untuk berkendara


"Ya bareng ayang lah" jawab Kesya lalu memeluk lengan Alvan


Nayra memutar bola matanya malas, sudahlah dia sudah jengah dengan kemesraan mereka. Padahal dirinya masih jomblo "Kalau gitu motor lo gue bawa" lalu dia langsung pergi ke bagian garasi. Karena kemungkinan motor Keysa berada di sana karena sudah dipindah dari halaman depan


Setelah kepergian Nayra, Alvaro dan yang lain keluar dari kamar lalu pergi bersama ke garasi


"Nay, aku boleh bareng kamu nggak?" tanya Nara menghampiri Nayra yang sudah siap tinggal memakai helm saja


"Boleh, kau ambillah helm disana" tunjuknya pada meja yang sama tempat kunci mobil


Mereka akhirnya berangkat bersama dengan membawa dua motor dan dua mobil


***


"Kak Ara ayo main disana" ajak Karenina yang menarik tangan Nayra untuk ke area Playground


"Kau pergilah, aku ingin berkencan dulu bye" ucap Keysa lalu pergi dari sana bersama Alvan. Sementara Nayra pun pergi karena Karenina sudah tidak sabar lagi


"Kak aku boleh ikut Nayra?" tanya Nara


"Boleh, kami akan menunggu kalian di cafe itu" tunjuknya pada cafe yang tidak jauh dari area Playground


Tanpa menunggu lama, Nara langsung pergi ke arena bermain sementara yang lain memilih ke cafe


Di Playground, Nayra dengan sabar terus mengikuti Karenina yang pergi dari satu permainan ke yang lain

__ADS_1


"Kak ayo main mesin capit" tunjuk Karenina pada jejeran mesin capit


"Aku akan menukarkan uang untuk koin" lalu Nara pun pergi ke tempat penukaran


Setelah mendapatkan, Nara langsung menghampiri Nayra yang sudah berada di depan mesin capit bersama Karenina


"Kak aku mau boneka yang itu" tunjuk Karenina pada boneka Teddy Bear berwarna putih


"Baiklah, mari bermain" seru Nayra dan mulai memainkan mesin capit


Butuh percobaan berkali-kali hingga menghabiskan setengah koin yang ditukarkan tadi


"Ayo kak, dikit lagi" support Karenina "Yeyyyy dapet" serunya sampai melompat-lompat kegirangan


"Ini" Nayra pun menyerahkan boneka yang baru saja didapatkan


"Kau tak bermain Ra?"


"Ini aku ingin bermain" lalu Nara mulai bermain di mesin capit yang sama


"Wow" kagum Nayra melihat Nara yang bisa mendapatkan boneka padahal hanya satu percobaan saja


Nara tersenyum lalu mulai kembali bermain menghabiskan koinnya hingga mendapatkan banyak boneka


"Bagaimana kamu bisa dengan mudah dapat, padahal aku saja tadi menghabiskan banyak koin untuk bisa dapat satu" ucap Nayra


"Aku sudah terlalu sering bermain, dulu aku sering bermain ke mall sendirian. Karena itulah aku udah terbiasa" jelas Nara


Nayra mengangguk lalu beralih pada boneka yang cukup banyak itu "Lalu bagaimana bisa kita membawanya?"


"Sebentar, aku akan membeli tote bag dulu" lalu Nara pergi ke toko yang tak jauh dari sana


Tidak membutuhkan waktu lama, Nara kembali dengan tote bag berukuran cukup besar dan mulai memasukkan boneka ke dalamnya. Nayra pun juga ikut membantu memasukkan boneka-boneka itu


"Boneka-boneka ini akan kau apakan?" Tanya Nayra


Nara tidak menjawab lalu memberikan satu boneka Winnie the Pooh pada Nayra "Sebagai bentuk kenang-kenangan jika kita pernah jalan-jalan bersama. Aku juga akan memberikan satu pada kak Reza dan teman-temannya juga Keysa dan pacarnya"


Nayra menganggukkan kepalanya, jika dihitung jumlah boneka yang didapat ternyata sama dengan jumlah mereka saat kemari


Mereka pun memutuskan untuk menyudahi acara bermainnya dan pergi ke cafe tempat inti Black Dragon. Sesampainya disana, Nara langsung memberikan boneka-boneka


"Sebagai kenang-kenangan kita pernah bermain bersama disini" ucap Nara untuk menjawab raut kebingungan inti Black Dragon


"Ini kenapa gue dapet yang buaya?" celetuk Ryan terus menatap boneka berbentuk buaya ditangannya


"Kan itu memang karakter kak Ryan, buaya darat" jawab Nara

__ADS_1


Ryan mendengus kesal karena teman-temannya menertawakan dirinya


Bersambung~


__ADS_2