
"Kamu pulang naik apa key?" tanya Aidan yang berjalan di samping Keysa
Keysa menatap Aidan sebentar lalu kembali menatap ke depan "Aku dijemput kak" matanya langsung membulat saat melihat sosok yang berdiri dengan bersandar motor berada di gerbang sekolahnya
Dengan senyum lebarnya, Keysa berlari "Nyetttt, akhirnya balik kandang juga" teriak Keysa cukup lantang. Untung saja keadaan sekolah sudah sangat sepi
Nayra memutar bola matanya malas melihat kelakuan Keysa meskipun dirinya juga sama sih, sama-sama kelakuan kayak setan. Dia langsung menangkap tubuh Keysa dan memeluknya erat
"Lo kok nggak kasih kabar sih kalau pulang? Kan gue bisa jemput. Ishh lu jahat kagak kasih kabar gue" cerocos Keysa setelah pelukan mereka terurai
"Terkejut kan liat gue disini"
"Ya jelas lah, gue kira lu lupa kandang. Eh ternyata masih tau jalan pulang ke kandang" Nayra memutar bola matanya malas, dia langsung menyentil kening Keysa
"Duh sakit Nay, kenapa lu sentil sih" protes Keysa mengusap keningnya
"Nay" atensi dua gadis itu langsung teralihkan pada seorang laki-laki tinggi dan tampan
Siapa lagi kalau bukan Aidan yang sejak tadi menyimak obrolan mereka
"Hai kak" sapa Nayra mengangkat sebelah tangannya
"Kapan kamu pulang Nay?"
"Baru tadi pagi"
Aidan mengangguk "Aku pulang duluan ya" pamit Aidan langsung menuju parkiran sekolah. Sungguh debaran dalam hatinya sangat susah dikendalikan
"Hati-hati kak" pesan Nayra
Setelah itu mereka berdua pergi dari sana untuk menuju ke masion
***
Di sebuah apartemen, terlihat seorang laki-laki yang mondar mandir sembari terus melihat ponselnya
"Duh, apa gue ajak keluar ya. Tapi gue jarang chat dia lagi" gumam Aidan yang terus dilema antara menghubungi Nayra apa tidak
Dia mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya "Okey, gue laki-laki jadi harus berani"
Tangannya sedikit bergetar melihat pesan yang dia kirim, tidak sabar menunggu jawaban
Tak berapa lama ada balasan dari Nayra, senyum lebar terbit di bibirnya
Sementara di masion, Nayra sedang berkumpul dengan keluarganya di ruang keluarga
"Siapa yang chat?" tanya Keysa setelah Nayra menaruh kembali ponselnya
"Kak Aidan" jawabnya singkat lalu kembali fokus dengan permainan catur didepannya dan lawannya adalah Keysa
"Ngapain?"
__ADS_1
"Minta ketemuan sekalian jalan-jalan katanya"
Keysa tersenyum simpul "Wih ada yang pdkt nih" ujarnya sembari menaik turunkan alisnya
Nayra memutar bola matanya malas "Gue cuma menganggap dia temen" lalu dia menjalankan kuda dan memakan ratu milik Keysa
'Kau harus berjuang lebih keras lagi kak untuk meluluhkan putri es' batinnya lalu dia menjalankan kuda miliknya
"Skakmat"
"Lah kok bisa?" tanya Nayra terus mengamati pion-pion yang berada di atas papan catur
Kesya mengangkat dagunya angkuh dan menggosok hidungnya dengan jari telunjuknya "Ya bisa lah, Keysa gitu lo"
"Kamu tidak tau letak kesalahan kenapa bisa kalah?" celetuk Arka yang sedari tadi mengamati permainan kedua putrinya bersama Mareta
Nayra menggelengkan kepalanya. Arka tersenyum lalu mengusap kepala Nayra "Terkadang pengorbanan dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Seperti tadi kamu tergiur memakan ratu musuh padahal itu hanyalah jebakan untuk menjauhkan ratu mu dari raja. Dan hanya satu langkah dari musuh raja mu kalah"
"Ayo main lagi Nay" ajak Keysa mulai menata kembali pion-pion
"Nggak mau, main sama papi aja sono" kesalnya lalu berdiri dan duduk di samping Mareta. Dia tidak ingin bermain lagi karena selalu kalah
Arka dan Mareta tertawa melihat wajah Nayra yang kesal, berbeda dengan Keysa yang sudah sedikit pucat karena Arka kini duduk di tempat Nayra tadi
"Ayo masternya dalam catur, semangat" ledek Nayra lalu tertawa melihat raut sahabatnya yang tertekan
Nayra sangat menikmati raut wajah Keysa yang tertekan selama permainan sembari memakan camilan yang disediakan
"Itu namanya strategi" sahut Arka yang terlihat sangat santai ketika menjalankan pion-pion miliknya
"Skakmat" lanjut nya
Kesya hanya bisa menghela nafasnya, sungguh kelihaian dalam permainan ini sang papi sangat unggul. Jika dirinya di master maka Arka di grand master
"Sudah tidak apa-apa, berlatihlah lagi dan jangan terlalu panik ketika bermain karena itu bisa mengganggu konsentrasi mu" nasehatnya lalu mengusap kepala Keysa
"Sudah, ayo segera tidur. Ini sudah malam" sela Mareta
Nayra dan Keysa mengecup pipi kedua orangtuanya "Selamat malam papi mami" lalu mereka berdua pergi ke kamar mereka
***
Aidan terus tersenyum karena bisa mengajak Nayra berjalan-jalan berdua saja. Bahkan senyum nya tidak luntur sama sekali semenjak mendapatkan persetujuan Nayra kemarin malam
Dia mengajak Nayra pergi ke taman, mereka berdua duduk berdampingan sembari memakan icecream yang baru saja dibeli
"Bagaimana sekolah mu Nay?"
"Ya lumayan, meskipun sangat membosankan. Hahh aku rindu dengan kegiatan ku, selalu berlatih tanding bela diri di ekstrakurikuler"
Aidan mengenyitkan dahinya lalu menatap Nayra "Bukankah di sekolah mu juga ada ekstrakurikuler itu?"
__ADS_1
"Sepertinya ada tapi aku belum masuk ke ekstrakurikuler di sekolah. Mungkin setelah libur sekolah akan masuk ke ekstrakurikuler"
Aidan mengangguk kan kepalanya lalu kembali melihat suasana taman yah cukup ramai "Ingin bermain basket?" tawarnya setelah melihat ada lapangan basket yang berada di seberang jalan
"Ayok" jawab Nayra bersemangat, sungguh dia sangat merindukan kegiatannya bermain bola basket. Dulu dia selalu bermain sendirian di lapangan basket sekolah sepulang sekolah dan tentunya setelah sekolah sepi
Mereka berdua pergi menyebrang jalan, sesampainya disana Aidan pergi ke sebuah gudang kecil yang berada di samping lapangan. Dan kemungkinan bola basket ada disana
Sementara Nayra dia mencepol rambut panjangnya dan melipat lengan kemeja kotak-kotaknya hingga siku
Nayra melihat Aidan sudah mendapatkan bola basket, tapi dirinya heran kenapa Aidan berdiri dan tidak segera kemari "Kak" panggil nya
Aidan langsung tersadar dari lamunannya karena melihat penampilan Nayra yang terlihat menawan di matanya. Tidak ingin terus melamun, dia langsung menghampiri Nayra
Kini keduanya saling berhadapan dengan Aidan yang memegang bola basket. Lalu dia melambungkan bola itu
Nayra langsung melompat dan mendapatkan bolanya, dia langsung mendribble bola basket mendekati ring milik Aidan
Tapi tentu saja Aidan tidak tinggal diam, dia segera mengambil alih bola basket
Mereka berdua terus berebut bola dan sampai saat ini belum ada yang mencetak poin. Bahkan kegiatan keduanya menjadi perhatian orang sekitar, dan banyak yang menonton mereka berdua bermain
Terlihat Aidan berhasil mengambil alih bola, dia langsung memasukkan bola itu ke ring dari jarak jauh yaitu di garis tengah lapangan. Dan akhirnya bola itu masuk, jangan remehkan Aidan karena dirinya adalah kapten tim basket di SMA nya
Permainan terus berlanjut, dan Aidan terus mencetak poin. Tapi Nayra tidak tinggal diam, dia berhasil mengambil alih bola dan mendribble bola. Dia melompat memasukkan bola ke ring dan akhirnya masuk
Nafasnya ngos-ngosan dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Bahkan wajahnya sebagian memerah karena terkena sinar matahari. Senyum lebar terbit karena berhasil mencetak poin meskipun itu hanya 1. Karena dirinya memang bukan tandingannya Aidan
Suara tepuk tangan orang-orang yang menonton terdengar. Nayra menggaruk tengkuknya salah tingkah mendengar tepuk tangan orang-orang
"Kau istirahatlah di taman, aku akan mengembalikan bolanya dulu" ucap Aidan
Nayra pun pergi menyebrang jalan untuk ke taman tadi, lalu dia duduk di kursi yang berada di bawah pohon rindang
"Ini" Nayra mendongakkan kepalanya dan mengambil air mineral yang diberikan Aidan
Mereka berdua duduk bersama menikmati angin sore, langit sudah berwarna oranye saat keduanya memutuskan pulang
"Terimakasih untuk hari ini kak" ucap Nayra setelah mereka sampai di depan gerbang masion
"Sama-sama Nay, aku juga terimakasih karena sudah menerima ajakan ku"
"Ayo mampir kak" ajak Nayra
"Maafkan aku Nay, mungkin lain kali saja" tolak Aidan
"Baiklah, hati-hati di jalan" setelah itu Aidan menjalankan motornya
Nayra pergi memasuki wilayah masion, saat masuk dia mendapatkan sapaan dari satpam dan petugas kebun. Dia membalas sapaan itu dengan senyum tipisnya, meskipun memang dirinya adalah sosok dingin dan datar tapi masih mengerti tentang kesopanan terutama untuk yang lebih tua
Bersambung~
__ADS_1