
"Nyetttt" teriak seorang gadis dengan suara cemprengnya dan langsung memeluk Nayra. Hampir saja ia limbung karena tabrakan dari sahabatnya ini
"Congratulation" ucap Keysa melepas pelukannya
"Thanks, gimana hasil pertandingan lo?"
Keysa mengacungkan jempolnya "Gue menang" ucapnya "Eh lo harus tau, tadi tuh ada cogan yang bantu gue akhhhh bikin mlehoyyyy"
Nayra memutar bola matanya malas, setiap di pertandingan Keysa selalu seperti ini. Bukannya fokus dengan pertandingan, ia malah sibuk melihat para cogan-cogan. Namun harus ia akui, sahabatnya ini memang jago dalam catur
Ehemm
Dehem Alvan cukup keras. Kesya langsung melihat siapa di balik Nayra. Bola matanya membulat melihat Alvan berada disini
"Eh, kamu disini yang" Keysa langsung menyingkirkan Nayra dan menangkup wajah Alvan
Alvan yang memang sedikit kesal karena tingkah Keysa langsung melepaskan tangannya di pipinya "Udah sana cari cogan" ucapnya membalikkan badannya
"Aduh yang, itu cuma bercanda doang kok. Udah ya jangan ngambek" bujuknya dengan puppy eyes
Kekesalan Alvan langsung menghilang melihat wajah yang sangat menggemaskan dimatanya. Dia langsung mencubit pipi Keysa "Makanya jaga mata, jangan liat cowok lain"
Kesya menganggukkan kepalanya, lalu beralih pada Nayra "Eh bentar, kayak ada yang salah sama muka lo" Keysa menangkup kedua pipi Nayra "Eh anjirr, lo nih ya kebiasaan. Selalu aja terluka setelah tanding" gerutunya lalu meraih obat dari tasnya, untung saja ia selalu membawa obat-obatan kemanapun ia pergi
"Ya namanya juga tanding, selalu ada luka lah" ketus Nayra
"Ck lo bisa diem nggak sih, gue lagi ngobatin luka lo" Keysa mulai mengoleskan salep pada sudut bibir Nayra yang sedikit sobek dilanjutkan mengoleskan krim untuk luka memar
"Nah udah selesai, lo harus bersyukur punya sahabat kayak gue yang selalu siap siaga" ucapnya lalu kembali memasukkan obat tadi kedalam tas kecilnya
Nayra memutar bola matanya malas "Iye-iye, matur thank you arigatougozaimasu kamsamida matur nuwun"
"Loh yang, aku juga luka nih. Obati dong" protes Alvan yang merasa terabaikan
"Iya-iya, ayo sini kamu ku obati" Alvan langsung duduk di kursi kosong yang tak jauh dari sana diikuti Keysa
"Nayra!!!"
Merasa ada yang memanggilnya, Nayra berbalik badan dan terlihatlah Nara yang berlari menghampirinya
"Congratulation" ucap Nara dengan nafas tersengal-sengal
__ADS_1
"Thanks" sahut Nayra
"Sayang tadi aku nggak liat kamu tanding" Nara sedikit lesu karena tidak dapat melihat Nayra bertanding. Karena dirinya mendampingi kedua kakaknya bertanding
"Sudahlah jangan bersedih" hibur Nayra menepuk pundak Nara
Tidak lama kemudian datanglah inti Black Dragon yang memberikan selamat pada Nayra
'Syukurlah dia tidak apa-apa' batin Alvaro
Setelah itu mereka pergi lagi untuk bersiap-siap pulang, begitupun Nayra
"Ayok" ajak Nayra
"Aku pulang dulu yang, sampai bertemu kembali di acara penutupan" pamit Keysa pada Alvan
"Hati-hati yang" ucap Alvan yang juga bersiap-siap untuk pulang
"Ini kita mau kemana?" tanya Keysa yang masih ditarik tangannya oleh Nayra
Nayra langsung berhenti dan membalikkan badan, diraihnya sesuatu di dalam tasnya dan mengeluarkan kartu "Lo tau kan maksudnya?"
Sontak Keysa menutup mulutnya menahan sorakan "Okey gue paham" ucapnya tersenyum penuh arti
***
"Woyy nyett, kalo bawa motor jangan kayak mau nantang malaikat maut lo" teriak Keysa mempererat pelukannya
Nayra yang mendengarnya tersenyum lebar dibalik helm, ahh kapan lagi bisa mengerjai sahabatnya ini. Padahal Keysa sendiri saat memboncengnya selalu mengebut
Ckiittt
Suara decitan antara ban motor dan aspal terdengar cukup nyaring didepan supermarket
Langsung saja Keysa turun dari motor Nayra dan menatapnya penuh kekesalan "Lo pengen menantang malaikat maut gitu, bisa-bisanya ye bawa motor ngebut banget. Tau nggak mph mph" ucapan Keysa terhenti ketika mulutnya dibekap oleh Nayra
"Shtttt, diskip marah-marahnya. Udah ayok kita belanja daripada lo marah-marah mulu" ucapnya lalu pergi meninggalkan Keysa seorang diri
Dengan kesal Keysa mengikuti Nayra memasuki sebuah supermarket yang lumayan besar
Malam ini mereka akan membuat hot pot dan yang lain untuk merayakan kemenangan hari ini
__ADS_1
Krekk
"Akhh lega nya" lega Nayra seusai merenggangkan otot lengan dan lehernya
Sementara Keysa yang mendengarnya meringis "Itu renggangin otot apa patahin lengan" cibirnya sembari membawa satu kantong kresek yang berisi belanjaan memasuki apartemen
Nayra hanya melirik sekilas lalu mendengus kesal "Namanya juga udah lama kagak tanding, wajar kalau otot agak kaku. Udah sono lo mandi, biar gue yang lanjutin"
Keysa memasuki kamar yang berada di sebelah kamar Nayra
AAAAAA
Nayra kaget mendengar teriakkan Keysa, dia langsung berlari menghampirinya "Lo kenapa sih teriak-teriak"
"Itu-itu ada tuyul" tunjuk nya
Nayra melihat siapa yang berada didepan Keysa yang ternyata adalah Rafka. Dia menepuk dahinya karena lupa menceritakan tentang Rafka pada Keysa
"Dia bukan tuyul, di adik gue"
"Hah adek? Maksud lo apa Nay?"
Nayra langsung menarik Keysa dan mereka duduk di sofa ruang tamu begitupun Rafka. Dirinya menceritakan kenapa ingin merawat Rafka dan akhirnya Rafka tinggal disini
Setelah mendengar cerita Nayra, Keysa menatap wajah Rafka
"Kakak nggak nyaman ya kalau aku disini, kalau begitu aku akan pergi" Rafka yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Keysa mulai beranjak dari duduknya
"Eh nggak, bukan begitu maksud ku" cegah Keysa dan menarik Rafka untuk duduk disampingnya "Jujur saja aku merasa senang karena memiliki adik laki-laki, karena itu termasuk impian ku dulu"
"Adik? Tapi kan aku nggak ada hubungan darah dengan kakak"
Kesya tersenyum lalu mengelus kepala Rafka "Kau sekarang adikku karena Nayra adalah saudari ku jadi otomatis adik Nayra juga adikku"
"Beneran, makasih kak" ucap Rafka memeluk Keysa
"Sama-sama, panggil kak Keysa saja" balasnya memeluk Rafka
Setelah membersihkan diri, mereka bertiga duduk di atas karpet dengan meja sebagai penengah. Di meja itu tersedia banyak bahan yang digunakan hot pot
Dan seperti yang direncanakan, malam ini mereka bertiga memakan hot pot sebagai perayaan kemenangan Nayra dan Keysa
__ADS_1
Bersambung~