Nayra Putri (Mencari Jati Diri)

Nayra Putri (Mencari Jati Diri)
NP 33


__ADS_3

"Bund, Nayra pergi dulu sebentar" pamit Nayra yang sudah rapi


"Mau kemana Nay?"


"Cuma mau ke alun-alun saja, nanti sebelum maghrib Nayra udah pulang kok"


Setelah mendapatkan persetujuan, Nayra pergi menaiki motornya. Saat di jalan, Nayra merasa diikuti oleh seseorang. Ketika melihat siapa yang mengikutinya, Nayra tersenyum miring dan menambah kecepatan motornya. Akhirnya Nayra sampai di alun-alun kota Blitar


"Key" panggil seorang laki-laki tampan dengan raut wajah rindu


Nayra langsung mencegah laki-laki itu sebelum memeluknya


"Kenapa key?" tanya laki-laki itu dengan raut sedihnya


Nayra tidak menjawab dan membuka helm full face nya


"Bo-bocil"


"Ck gue bukan bocil" ketus Nayra memutar bola matanya malas lalu bersedekap dada "Nyari Keysa ya"


Alvan menganggukkan kepalanya, dirinya terus melihat sekitar untuk mencari Keysa. Tapi dia harus menelan kekecewaan karena tidak menemukannya, padahal saat dijalan tadi melihat motor Keysa dirinya berharap bisa bertemu


"Dimana Keysa?"


Nayra mengedikkan bahunya acuh lalu meninggalkan Alvan. Tapi Alvan sama sekali tidak menyerah


"Lu kenapa sih nanyain Keysa, sudah sono sama selingkuhan lu" kesal Nayra


"Gue kagak selingkuh, itu semua cuma salah paham, gue pengen jelasin tapi gue nggak ketemu Keysa. Selama setengah tahun ini gue cari dia tapi nggak ketemu. Please Nay, lo percaya sama gue. Gue harus jelasin ini sama Keysa"


Nayra mencoba mencari kebohongan di mata Alvan tapi sama sekali tidak ada. "Okey gue kasih tau, tapi lo harus cerita gimana bisa ada kesalahpahaman diantara kalian. Padahal selama ini hubungan kalian baik-baik saja"


Alvan setuju, lalu mereka duduk di kursi panjang


Flashback


Semua ini terjadi setelah pesta kelulusan yang diadakan di panti asuhan. Setelah pesta selesai, Alvan mendapatkan telepon jika sepupu perempuannya kecelakaan. Tanpa pikir panjang, Alvan ke rumah sakit dan alhasil menemani sepupunya itu yang dalam kondisi tidak sadarkan diri


Drt drt


Alvan melihat layar ponselnya siapa yang meneleponnya yang ternyata dari Keysa


"Halo Key, tumben jam segini telepon"

__ADS_1


[Ada yang perlu aku omongin Al]


"Iya ada apa?"


[Jadi sebenarnya itu aku-]


Belum sempat Keysa mengutarakan maksudnya, Alvan malah menaruh ponselnya ketika melihat sepupunya sudah sadar


"Mas" lirih gadis itu ketika melihat Alvan saat membuka matanya


"Iya dek, ada yang sakit? Bilang sama mas"


Alvan lupa jika ponselnya masih terhubung dengan Keysa, dan saat ingin kembali berbicara dengan Keysa ternyata sambungan telah terputus. Dia mencoba menghubungi Keysa tapi tidak diangkat


"Mungkin dia udah tidur, besok aja gue telepon lagi" gumamnya


Lalu saat Alvan pergi ke rumah Nayra dan Keysa mereka tidak ada disana. Lalu dia pergi ke panti asuhan dan bertemu Nayra


Alvan menanyakan keberadaan Keysa, tapi Nayra sama sekali tidak menjawab dan memilih pergi


Flashback end


"Pantesan waktu itu Keysa nyuruh gue kalau lo nyariin dia bilang nggak tau. Sebenarnya gue tanya alasannya dia bilang lain waktu aja cerita" ucap Nayra, tapi dirinya akhirnya tau alasan nya ketika Keysa dan keluarganya pergi ke Jakarta. Dan Keysa sendirilah yang memberi tau jika Alvan telah berselingkuh


"Karena itulah gue harus jelasin ini ke Keysa, jadi bantu gue buat ketemu Keysa Nay" pinta Alvan


"Thanks Nay"


"Gue harus pulang, sampai ketemu lagi" pamit Nayra karena waktu yang hampir maghrib


"Hati-hati Nay"


Nayra mengacungkan jempolnya dan pergi dari sana, tapi saat perjalanan dia berhenti ke penjual martabak dan membeli beberapa kotak untuk dirinya dan anak-anak panti


***


"Assalamualaikum" salam seorang wanita paru baya


"Waalaikumsalam" sahut semua orang yang saat ini sedang menikmati martabak yang dibawa Nayra


"Masuk bu, ada apa kok kayak panik gitu?" tanya ibu panti


"Itu Bu Sri, gawat"

__ADS_1


Ibu panti yang bernama Sri menuntun wanita tadi untuk duduk "Ada apa bu?"


"Itu Bu, Lala yang seharusnya jadi kembar mayang tadi terpeleset kakinya bengkak. Dan sekarang saya diminta untuk mencari pengganti, dan tadi saya lihat kayaknya Nayra ada. Bisa tolong gantikan Lala?"


Ibu panti menatap Nayra meminta persetujuan, dan Nayra menganggukkan kepalanya "Saya bantu bu, tenang saja" ucap Nayra


"Alhamdulillah, makasih Nay. Maaf merepotkan" ucap wanita tadi


Lalu Nayra dibawa ke tempat acara, saat melihat rumah yang memiliki acara dahinya mengernyit 'Siapa yang menikah? Mungkin gadis itu' batinnya


Nayra dibawa ke ruangan untuk make up dan mulai di make up oleh perias


"Maaf mbak, ini saya pakaikan kerudung tidak apa-apa kan?" tanya perias meminta izin karena melihat kalung salib yang digunakan Nayra. Memang setelah mendapatkan barangnya Nayra menggunakan kalung itu


"Oh nggak papa mbak"


Nayra terlihat cantik dengan kebaya berwarna pastel dengan kerudung senada. Kali ini dia tidak menggunakan high heels dan hanya memakai sandal yang sudah disediakan


'Oh yang nikah gadis itu' batin Nayra yang tebakannya benar ketika melihat seorang gadis bercadar dengan balutan kebaya putih


Prosesi pernikahan telah berjalan dan pengantin perempuan telah dipersunting. Saat ini adalah prosesi temu manten, Nayra membawa kembar mayang di tangannya


Iring iringan pengantin wanita maupun pria bertemu dengan diiringi sholawat


Mata Nayra membola ketika melihat siapa pengantin pria nya, hampir saja dia menjatuhkan kembar mayang yang dia bawa. Tapi untung bisa langsung mendapatkan kesadarannya kembali. Matanya berkaca-kaca melihat prosesi didepannya


'Jangan nangis Nay, semua emang udah takdir' batinnya


Akhirnya acara telah selesai, Nayra langsung pulang ke panti dan masuk ke kamarnya


Air mata kembali mengalir ketika melihat pengantin pria yang terlihat bahagia menikah dengan gadis tadi


Pengantin pria itu adalah seorang ustadz yang pernah dikagumi Nayra dulu. Sedangkan si gadis adalah ustadzah yang memang dekat dengan ustadz karena mereka mengajar di tempat yang sama yaitu pondok yang tak jauh dari sini


"Mereka memang cocok" gumamnya menatap langit-langit kamar dan akhirnya tertidur dengan bekas air mata yang masih tersisa


Bersambung~


Huhuhu kasian Nayra yang cintanya tidak terbalaskan juga karena terpisah oleh tembok tinggi. Cinta beda agama huhuhu(っ˘̩╭╮˘̩)っ


Semoga tidak patah hati yah dan mendapatkan cinta lain, hmm mungkin Aidan. Eh tunggu atau Alvaro? Hmm kemanakah hati dari seorang Nayra Putri akan berlabuh? Atau justru tidak akan bersatu dengan keduanya? Wahhh bagaimana nih kelanjutannya


Jadi pantengin terus yah agar tidak ketinggalan update dari author 😉

__ADS_1


Happy Reading (≧▽≦)


See You 😘


__ADS_2