
Setelah berlatih hampir seminggu, akhirnya hari yang dinanti telah tiba
Brum brum
Suara deru motor sport milik Nayra memasuki area sekolah. Dilihatnya sekitar yang ramai, mulai dari perwakilan sekolah lain hingga para siswa SMA Wijaya yang mengadakan bazar
"Nyettt" teriak seseorang dari arah belakang Nayra
Mendengar panggilan itu, Nayra mengetahui jika itu suara dari sahabatnya Keysa. Tapi bagaimana bisa sahabatnya itu sampai disini
Nayra menoleh ke belakang dan benar saja itu adalah Keysa. Ia pun langsung turun dari motornya dan langsung bertos ala mereka
"Lo kok disini sat?" tanya Nayra merasa senang melihat sahabatnya
Kesya tersenyum lebar "Surprise, kaget kan lo liat gue disini. Kan gue udah bilang kalau kita ketemu lagi waktu itu"
"Btw, kok banyak banget anak dari sekolah lain. Emang sebesar apa event ini"
"Astaga Nay, lo kagak tau event ini?" tanya Keysa terkejut
"Ya emang kagak, kan gue cuma fokus latihan doang"
Kesya menepuk dahinya, padahal sekolah Nayra menjadi tuan rumah tapi muridnya tidak tau seberapa besar event ini "Bisa dibilang sih kayak event nasional, karena mengundang seluruh SMA di Indonesia buat berpartisipasi"
"Oh"
Keysa merasa cengo melihat tanggapan sahabat nya hanya oh. Ah sudahlah, dia memang tau sifat Nayra yang tidak terlalu peduli
"Udah ayok daripada kita diem kek gini, gimana kalo jajan di bazar. Sekalian nunggu lombanya dimulai" ajak Keysa menarik tangan Nayra
Mereka berdua mengelilingi bazar dan membeli banyak sekali makanan dan tenang saja, makanan itu akan habis karena Nayra termasuk gadis yang mempunyai nafsu makan yang besar
Ting, sebuah pesan masuk kedalam handphone milik Keysa
"Eh gue udah mau tanding nih" ucap Keysa menghentikan Nayra yang hendak menyantap corndog
"Ya udah tinggal tanding kan, apa susahnya sih" sahut Nara dengan santai dan kembali memakan corndog nya
Keysa mendengus kesal "Ya anterin kesana lah, ayok" tangan Nayra langsung ditarik Keysa
Nayra hanya bisa pasrah jika seperti ini, ia pun mengikuti langkah Keysa
"Nanti gue kesana setelah selesai tanding " ujar Keysa lalu masuk ke dalam gedung yang menjadi tempat pertandingan
***
"Semangat Nay" ucap Rico
"Kamu juga" balas Nayra
Nayra langsung memasuki arena pertandingan saat mendengar namanya dipanggil
__ADS_1
Para suporter terkejut karena ada perwakilan dari sekolah Wijaya setelah cukup lama tidak ada perwakilan sama sekali. Suara teriakan penuh support langsung bergema untuk menyemangati Nayra
Namun hal tersebut tidak mengusik Nayra sama sekali. Ia menatap lawan yang akan ia kalahkan. Dirinya memang tipikal anak yang tidak peduli ada yang mendukungnya atau tidak, yang penting disini tugasnya adalah memenangkan pertandingan
"Mulai" aba-aba dari wasit
Nayra mulai menyerang lawannya dengan tatapan serius dan dingin. Dengan gerakan lincahnya dirinya terus menangkis serangan dan memberikan serangan balik
Brugh
Dia berhasil menjatuhkan lawannya dan mendapatkan skor
Suara suporter kembali menggema, mereka saling memberikan support untuk dua orang yang sedang bertanding
"Mulai"
Sang lawan terus menyerang Nayra dengan brutal sementara Nayra sendiri terus menangkis serangan itu
'Sepertinya dia emosi hingga menyerang dengan brutal' batin Nayra tersenyum miring. Melihat ada celah, Nayra mengembalikan keadaan dan berhasil mencetak skor
Dan akhirnya Nayra berhasil melanjutkan pada babak selanjutnya
Berita Nayra yang menjadi perwakilan karate langsung membuat para siswa SMA Wijaya heboh. Karena setelah lama tidak ada perwakilan, akhirnya di event kali ini SMA Wijaya mengirimkan perwakilan karate untuk putri
Akhirnya babak demi babak sudah Nayra lewati dengan kemenangan dan saat ini adalah babak final untuk menentukan juara 1 dan 2. Dan waktu menunjukkan sudah pukul 4 sore ketika babak final dilakukan
'Kenapa aku seperti mengenal dia ya' batin Nayra menatap lawannya dan berfikir sebentar 'Bukankah dia adalah kakak kelasku dari SMA Tunas Bangsa, kalau tidak salah aku pernah melawannya saat latihan dulu. Tapi aku lupa siapa namanya, ahh bukan itu masalahnya. Dia lawan yang cukup tangguh, saat itu saja aku dan dia seri. Aku harus waspada'
Sementara di waktu yang sama namun tempat berbeda, terlihat sekumpulan remaja yang sedang beristirahat di ruang ganti. Mereka baru saja memenangkan pertandingan basket, namun itu bukanlah kemenangan telak. Karena masih ada babak final yang akan dilaksanakan besok
"Woy woy, berita hot" teriak heboh Ryan langsung berdiri dari duduknya setelah membaca grup sekolah
"Nggak usah teriak-teriak juga ogeb" protes Azka yang duduk disebelah Ryan
Tidak memperdulikan protesan Azka, dia langsung memberitahukan pada teman-temannya tentang berita hot "Si Nayra, dia jadi perwakilan sekolah di olahraga karate dan sekarang sedang tanding di babak final melawan perwakilan dari SMA Tunas Bangsa"
Sontak hal tersebut membuat semua orang terkejut
"Lo kalau ngasih berita yang bener bang" ucap Nathan
Ryan berdecak kesal "Kalo lo nggak percaya nih liat" ia pun langsung menyodorkan hp
Dan akhirnya Nathan melihat sendiri Vidio dimana Nayra sedang bertanding
Akhirnya semua inti Black Dragon pergi ke arena karate dan alangkah terkejutnya ketika melihat Nayra yang bertanding melawan perwakilan Tunas Bangsa. Mereka sedikit was-was karena yang mereka tau, meskipun mereka tau Nayra memang atlit karate tapi perempuan yang menjadi lawan Nayra adalah juara bertahan saat event-event sebelumnya.
Kembali ke sisi Nayra, saat ini perolehan skor seimbang. Dan hanya tinggal 1 skor yang diperebutkan untuk menjadi juara
Nayra menatap sang lawan dengan penuh tekad. Dan akhirnya
Bruk
__ADS_1
Nayra berhasil menjatuhkan sang lawan dan mendapatkan skor. Tangan kanannya langsung diangkat oleh wasit dan mengumumkan bahwa Nayra mendapatkan juara 1
Suasana yang tadinya hening dan tegang melihat skor yang seimbang kini menjadi ramai ketika Nayra berhasil menumbangkan lawannya
Nayra pun menghela nafas, akhirnya ia memenangkan pertandingan ini. Dilihatnya lawannya yang berjalan ke arahnya
"Congratulation, lo berhasil ngalahin gue. Gue nggak nyangka kita akan menjadi lawan untuk mewakili sekolah" ucapnya mengulurkan tangannya
Nayra menyambut uluran tangan tersebut dengan senyum manisnya "Thanks"
"Sebenarnya gue cukup terkejut mendengar lo udah pindah sekolah, karena jujur saja gue nggak ada teman buat berlatih. Dan hanya lo yang bisa menyeimbangi gue. Sekali lagi congratulation, semoga kita bertemu lagi di event selanjutnya"
Nayra yang mendengarnya tersenyum tipis, lalu ia menepuk bahu si lawan dan pergi dari sana
"Congratulation Nay" baru saja ia sampai di tempat istirahat klub karate nya langsung diserbu ucapan selamat atas kemenangan
"Thanks semuanya" sahut Nayra tersenyum tipis
"Ra" panggil Rico, Nayra pun langsung menoleh "Congratulation" ucapnya lalu melemparkan air mineral
Dengan sigap Nayra menangkap air mineral itu "Thanks" ia pun membuka tutup botolnya, dan dengan gerakan cepat Nayra langsung meminumnya hingga tandas
Sungguh ia merasa sangat haus, apalagi sejak tadi keringat terus keluar dari pelipisnya. Tidak tertinggal beberapa luka yang ia dapatkan selama bertanding, luka itu terdapat di sudut bibirnya yang sedikit robek dan memar di dahinya. Tapi itu tidak terlalu parah
"Gimana pertandingan mu kak?"
Rico menghela nafas "Gue kalah melawan murid dari kota Blitar, tapi nggak masalah yang penting masih dapat juara"
Kening Nayra berkerut, siapa murid dari kota Blitar yang berhasil mengalahkan Rico "Yang mana lawan mu?"
Rico menunjuk ke arah tempat peristirahatan yang tidak jauh dari sana "Dia orangnya"
Nayra terkejut melihat wajah orang yang ditunjuk oleh Rico. Tapi dirinya kembali teringat jika event ini sudah seperti event nasional. Dia langsung menempelkan ibu jari dan telunjuknya lalu meniupnya di bibir hingga menimbulkan suara "Oi curut sini" panggilnya
Siapa lagi jika bukan Alvan yang dipanggil
"Bisa nggak sih lo berhenti panggil gue curut, emang gue curut got" kesal Alvan memutar bola matanya malas
"Udah kebiasaan jadi kagak bisa dirubah" balas Nayra
"Kalian saling kenal?" celetuk Rico merasa heran melihat interaksi Nayra dan Alvan yang seperti sudah akrab
Nayra tersenyum tipis lalu merangkul bahu Alvan "Kenalin dia sahabatku Alvan, bisa dipanggil curut atau curut got"
Alvan langsung menjentikkan jarinya ke kening Nayra
"Duh sakit say" keluh Nayra mengusap dahinya yang sepertinya sedikit merah
"Makanya kalau memperkenalkan itu yang bener, dan satu lagi gue bukan curut" protesnya lalu menatap Rico "Kenalin gue Alvan" ucapnya mengulurkan tangannya
Rico langsung menyambut uluran tangan itu "Rico"
__ADS_1
Bersambung~