Negeri Empat Matahari

Negeri Empat Matahari
Ch. 11 - Dewa Dewi Yang Hilang


__ADS_3

Tharfield Castle, di saat yang bersamaan dengan jamuan makan di kediaman Dewi Zayya.


"Ah, kalian sudah kembali rupanya. Kalian menggunakan teleportasi, ya?" tanya Claude, kepada tiga wanita cantik yang datang menemuinya.


"Tentu saja, tuanku. Ini sangat mudah. Dewa Ezekiel sangat lemah pada perempuan cantik. Terutama setelah ia baru saja bangkit dari tidur panjangnya," sahut putri Zaniya.


"Apa mereka sama sekali nggak curiga? Aku tahu kalau Misty Ametyst dan Lily Ivory memiliki intuisi yang sangat tajam terhadap gelombang negatif," selidik Claude. Tentu Raja Kerajaan Clandestine itu tidak mau menerima laporan palsu, yang dapat mengacaukan rencananya.


"Semuanya aman, Yang Mulia. Dengan kemampuan yang aku miliki, mereka tidak.bisa mencium gerakan kita," sahut Putri Razima, sembari mengibaskan selendangnya.


"Yah, aku harap kalian semua bisa dipercaya. Kalau tidak, kalian akan berakhir seperti para putri lainnya di The Fiery Prairie," kata Claude dengan tegas.


"Tentu saja, Yang Mulia," sahut para putri dari Alkara Selatan tersebut.


Claude bisa melihat keseriusan di wajah wanita molek tersebut. Padahal biasanya, tidak ada yang bisa menahan rasa takutnya, jika mendengar nama salah satu tempat di Kerajaan Clandestine tersebut.


The Fiery Prairie adalah padang rumput berapi yang terletak di sebelah timur Kerajaan Clandestine. Seluruh wilayah itu dipenuhi dengan kobaran api yang terjadi sepanjang tahun.


Tidak ada makhluk hidup di sana. Tetapi Raja Claude Kanezka justru membuat sebuah menara di sana untuk menjadi kediaman bagi orang-orang yang gagal menjalankan tugas darinya.


"Mohon ampun, Yang Mulia. Sepertinya Dewa Ezekiel masih belum memahami situasi di tempat ini. Justru yang perlu kita khawatirkan adalah, Ratu Azura dan pelayan utamanya, Rania Wichery," ujar Raven Black, penasehat kerajaan.


"Tentu saja aku tidak mengabaikan mereka berdua," ujar Claude dengan pongahnya.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟...


"Selamat datang, Ezekiel. Tidak kusangka kamu akan datang ke pesta ini. Padahal rapat dewan istana yang begitu penting aja selalu kamu lewatkan.


Ezekiel hampir saja menjatuhkan gelas yang sedang ia pegang, ketika seorang wanita cantik dengan senyum yang begitu manis datang menyapanya.


"Tetapi dia menyebutku Ezekiel. Itu artinya dia juga ...."


"Dewa, beliau adalah Dewi Edeva, Dewi Kemakmuran dan Kesuburan," bisik Berry pada Ezekiel.


"Nah, ini baru cocok disebut seorang Dewi," batin Ezekiel.


"Ah, kenapa kamu terus tersenyum memandangku begitu? Apa ada yang salah dengan pakaianku hari ini?" ucap Dewi Edeva.


"Ehem! Sejak menghilang, ternyata Dewa Ezekiel semakin ramah, ya." Sesosok makhluk aneh dengan wajah garang dan dua tanduk di kepalanya turut menyapa Ezekiel.


"Beliau Dewa Keadilan dan Perdamaian, tuanku. Dewa Calixte yang juga suami Dewi Edeva." Kali ini Misty yang berbisik dari jarak empat Yard dari Ezekiel. Untung saja ia memiliki pendengaran yang jauh lebih tajam dibandingkan semua makhluk di sini.


"Dia bilang apa? Makhluk jelek dengan gigi tonggos ini adalah suami dari Dewi Edeva yang jelita itu?" batin Ezekiel tidak terima.


Dewa Ilmu Pengetahuan itu mulai beradaptasi dengan tempat ini. Meskipun ia banyak tidak mengenali para undangan di sana.


Para peri yang turut mendampinginya, selalu sigap memberitahu identitas setiap tamu yang datang menyapa.

__ADS_1


Setelah Dewi Edeva dan Dewa Calixte, masih ada Dewa Dewi lainnya yang menghadiri jamuan makan tersebut. Di antaranya Ercilia Sang Dewi Keibuan, Cordelia Sang Dewi Laut, Ardeniz Sang Dewa Bumi, lalu Achcazia Sang Dewa Pelindung.


"Jadi di dunia ini memiliki enam Dewa Dewi termasuk aku?" bisik Ezekiel ketika mengamati pemandangan taman dari balkon kastil.


"Tidak, tuanku. Masih ada beberapa Dewa Dewi yang tidak hadir karena sedang menjalankan tugas. Seluruhnya ada sebelas Dewa Dewi utama," jawab Lily.


"Tapi konon katanya, jumlah Dewa Dewi sebenarnya adalah dua belas. Sayangnya hingga kini Dewa kedua belas tersebut masih belum muncul. Semua orang hanya bisa menebak-nebaknya," ujar Misty menambahkan.


Ezekiel termangu mendengar penjelasan dari para peri. Meskipun dunia ini terlihat sangat tenang, tetapi masih banyak hal yang menjadi misteri. Mungkin gelar Dewa Ilmu Pengetahuan yang disandangnya pun, tidak dapat memecahkan seluruh misteri tersebut.


Draaak! Pintu ballroom tempat acara berlangsung tiba terbuka. Para prajurit kerajaan segera membuka jalan dan membentangkan permadani indah.


Tak berapa lama kemudian, seorang wanita dengan gaun sutera terindah, serta tiara yang terselip di rambutnya yang indah, berjalan dengan anggun melalui permadani tersebut.


"Ratu Azura?" gumam Ezekiel.


"Selamat datang Azura. Sungguh kehormatan yang luar biasa, Ratu Kerajaan ini memenuhi undangan makan dariku." Dewi Zayya menyambut kedatangan Ratu dengan segelas anggur.


"Tentu saja aku datang, Zayya. Aku sudah tidak melihatmu sejak puluhan minggu. Negara ini tidak akan aman tanpa peran darimu," kata Ratu menerima gelas anggur tersebut.


"Ini kejadian sangat langka. Selama ratusan tahun menjadi Ratu, inilah pertama kalinya Ratu memenuhi undangan para Dewa Dewi," gumam Lily, Misty dan juga Berry.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2