
Sembilan ribu tahun kemudian, bumi sudah mulai kembali membaik. Samg Mahadewa memerintahlan para Dewa Dewi kembali mengatur bumi seperti sedia kala.
Black Shadow yang menyamar menjadi Arsa, juga turut dibangkitkan, menjadi manusia setengah dewa yang memiliki kekuatan khusus, atau biasa disebut sebagai Demigod.
Para elf dan beragam ras lainnya pun tinggal di bumi secara berdampingan, dengan ras manusia yang masih tersisa.
Bumi masih sangat sepi kala itu. Setiap ras menempati daerah yang berbeda sesuai keahlian mereka. Mulanya keadaan aman, namun kemudian terjadi perebutan wilayah kekuasaan.
Azura Andzelika sang Fallen Angel pun mengajukan diri pada Sang Mahadewa, untuk membentuk sebuah kerajaan dan mengatur kembali sistem pemerintahan di bumi. Sang Mahadewa yang semula menolaknya, akhirnya menyetujuinya dengan beberapa saat.
Begitulah kerajaan Viersonne akhirnya terbentuk, tanpa ada yang menyadari bahwa seorang Demigod maih tersegel di sebuah hutan belantara di bumi.
Azura rencananya akan membuka segel dari Arsa Dewananda, setelah seluruh ingatan pria itu menghilang. Tak disangka, segel tersebut melemah dan lepas dengan sendirinya tanpa sepengetahuan Azura.
...🌟🌟🌟🌟...
"Azura, apakah kamu menyukaiku?" tanya Arsa pada Azura secara tiba-tiba.
"Uhuk! Apa?" Azura yang sedang meneguk teh dari cangkirnya tersedak, mendengar pertanyaan Arsa alias Dewa Ezekiel.
"Apa kamu nenyukaiku, Ratu Azura?" ulang Arsa lagi. "Setelah diingat-ingat, kayaknya kamu yang menyelamatkan aku waktu pingsan dulu itu. Aku juga nelihatmu membawaku terbang, saat terjadi emcana besar dulu," ucap Arsa.
"Itu sudah tugasku sebagai malaikat, Arsa," sahut Azura. Wanita itu mulai resah, karena ternyata Dewa Ezekiel masih mengingat dengan jelas masa lalunya.
"Malaikat? Arsa? Kamu tahu nama asliku?" ujar Arsa lagi.
__ADS_1
"Ah, i-itu ... Tentu saja aku tahu. Aku juga mengetahui nama-nama asli Demigod lainnya, kok," kilah Azura semakin merasa panik.
"Tapi setahuku malaikat itu nggak bisa tinggal di bumi dalam waktu yang lama, deh," selidik Dewa Ezekiel lagi.
Azura yang merasa tersudut, tidak punya alasan lagi untuk mengelak. "Aku ini malaikat yang diberi tugas menjaga bumi, Arsa. Makanya aku bisa bertahan lebih lama di bumi di bandingkan malaikat lainnya," ujar Azura menutupi identitas aslinya.
"Hmm... Tapi kalau diingat-ingat lagi, kayaknya buku sejarah menuliskan bahwa kamu itu keturunan manusia dan bangsa elf. Jadi mana yang benar? Apa sejarah yang dituliskan di buku itu nggak benar?" ujar Arsa menjebak Azura.
"Ah, i-itu ..." Azura pusing memikirkan alasan baru. Dia juga terkejut ketika mendengar Dewa yang paling anti dengan buku-buku sejarah itu, sekarang malah gemar mempelajari sejarah.
Arsa berpindah posisi duduk semakin mendekati Azura. Jarak mereka saat ini kurang dari satu jengkal. Dewa Kecerdasan itu pun bisa mencium dengan jelas aroma kasturi, parfum termahal yang hanya digunakan untuk acara penting.
"Yang Mulia Ratu Azura, aku sampai sekarang masih bingung. Kenapa semua orang mengenalku sudah sangat mengenalku sebagai Dewa, ya? Padahal aku baru saja terbangun sebulan yang lalu dari hutan misterius itu. Apa ini ada hubungannya sama perasaan pribadimu padaku, Ratu?" Arsa terus mendesak Azura untuk berkata jujur.
"Dewa Ezekiel alias Arsa Dewananda, dengarkan aku baik-baik. Ini rahasia kita berdua." Azura mengatur napasnya, sebelum melanjutkan kalimatnya. "Aku memang menyukaimu. Jadi, apakah kamu mau menjadi milikku?" ujar Azura dengan nekat.
"Maaf Azura, aku ini seorang Dewa. Bagaimana mungkin Dewa menikahi malaikat? Lagipula, malaikat tidak diperbolehkan jatuh cinta, bukan? Apa sebenarnya kamu ini sang fallen angel yang dihukum Mahadewa turun ke bumi?" ujar Arsa.
Azura yang sudah kepalang malu, terpaksa mengakui semuanya. "Iya, Arsa. Aku memang menyukaimu sejak sepuluh ribu tahun yang lalu. Dan karena cinta tulusku ini, aku dijatuhi hukuman oleh sang Mahadewa," ungkap Azura.
"Jadi apa kamu tega menolak cinta seorang wanita cantik yang menyukaimu secara tulus? Bukankah dulu kamu bilang menyukai wanita cantik, ketika kamu menolak Zayya Gantari dulu?" ujar Azura lagi.
"Terima kasih sudah menyukaiku secara tulus, sejak aku masih menjadi manusia dulu," ucap Arsa Dewananda yang dikenal sebagai Dewa paling tampan. "Tetapi maaf, sekali lagi aku harus menolakmu," tegas Sang Dewa.
"Kenapa? Kenapa kamu menolakku, Arsa? Padahal aku sudah mengorbankan banyak hal demi kamu," tangis Azura.
__ADS_1
"Karena aku tidak mau terikat hanya pada satu wanita. Aku ingin hidup bebas dengan mengencani banyak wanita cantik," ucap Arsa dalam hati.
...🌟🌟🌟🌟...
Beberapa hari kemudian, Arsa membuat rapat pertemuan diam-diam dengan seluruh Dewa Dewi.
Setelah rapat tersebut, mereka pun bersama-sama menuju ke langit pertama, untuk menemui Mahadewa.
"Jika kalian semua datang secara bersamaan, artinya ada masalah cukup besar di bumi," ucap Mahadewa.
"Benar, Yang Mulia. Bumi saat ini tidak baik-baik saja, karena ada tiga matahari buatan sihirnya Azura, yang menaungi bumi," ucap Dewa Ezekiel alias Arsa.
"Tiga matahari buatan?" Sang Mahadewa lalu secepat kilat turun ke bumi, lalu kembali lagi ke langit pertama.
"Astaga! Kenapa aku baru menyadarinya?" ucap Mahadewa.
"Azura terlalu pintar dan licik, Yang Mulia. Dia menggunakan matahari buatan untuk menutupi kejahatannya. Salah satu kejahatannya yang paling fatal adalah menyegel Dewa Ezekiel yang asli di suatu tempat, dan menggantinya dengan Black Shade yang mampu menipu siapa pun," ujar Claude, Dewa kegelapan yang selama ini terasingkan. Tak disangka dia ternyata membela Dewa Ezekiel.
"Astaga! Aku terlalualai selama ini. Padahal tak mungkin sang fallen angel itu mau mengemban sebuah tugas, tanpa imbalan apa pun," ujar Mahadewa. "Tetapi gimana kamu bisa tahu, kalau ada yang aneh dengan matahari itu, Dewa Ezekiel?" sambung Mahadewa.
"Karena hanya ada satu bayangan dari setiap benda. Padahal seharusnya jika ada empat matahari di angkasa, juga akan ada empat bayangan utama," jelas Ezekiel.
Setelah laporan itu, Azura sang Ratu pun ditangkap beserta para anak buahnya. Mereka di hukum di sebuah tempat mengerikan bernama lembah api, tempat terpanas di muka bumi.
Matahari di bumi pun dikembalikan lagi seperti semula. Sistem waktu di bumi, kembali seperti abad 22 lagi, di mana satu hari memiliki waktu 24 jam.
__ADS_1
Kerajaan Viersonne yang saat ini tidak memiliki pemimpin pun, untuk sementara dipimpin oleh Ezekiel.
...- Tamat - ...