Negeri Empat Matahari

Negeri Empat Matahari
Bab 18. Kehancuran Dunia (Flashback)


__ADS_3

"Yang Mulia Mahadewa, ada berita buruk." Dewa Achcazia, Sang Dewa Pelindung memberi laporan pada Sang Mahadewa.


"Berita buruk?" Mahadewa meminta para dayang dari golongan elf cahaya itu meninggalkan mereka berdua. "Katakanlah Dewa Achcazia," perintah Mahadewa kemudian.


"Menurut para malaikat yang berjaga di galaksi lain, Galaksi Black Eye dan Galaksi Sculptor kehilangan kendali. Keduanya bergerak mendekati galaksi kita dengan cepat. Aku dan Dewa Ardeniz sudah berusaha menahannya namun tidak bisa, Yang Mulia," jawab Dewa Achcazia.


"Astaga, yang benar? Itu artinya akan terjadi kiamat bagi kehidupan di galaksi kita?" seru Mahadewa.


"Benar, Yang Mulia. Saat ini aku sudah memerintahkan para malaikat, goblin, serta para elf yang menghuni langit ke tujuh untuk segera berpindah ke langit ke enam dan ke lima untuk mengantisipasi hal-hal buruk," sahut Dewa Achcazia.


"Tetapi sepertinya kepunahan penduduk di bumi tidak dapat dihindari. Terutama para manusia yang kekuatannya sangat lemah, di antara ras lainnya," ujar sang Dewa Pelindung tersebut.


"Hmm, apa ini artinya planet bumi akan menjadi kepingan asteroid seperti planet-planet lain yang sudah lebih dulu hancur?" gumam Mahadewa.


"Jika planet bumi membentur benda lain yang ukurannya lebih besar dan memiliki kekuatan besar, hal itu pasti terjadi. Tetapi jika tidak, maka bumi akan mengalami zaman es untuk kesekian kalinya," jelas Dewa Achcazia dengan raut wajah sedih.


"Saat ini Dewa Ferish sudah mengerahkan para malaikat kematian untuk bersiap," sambung Dewa Achcazia lagi.


"Achcazia, Kita tidak bisa menyelamatkan semua makhluk di bumi itu ke galaksi lain. Terutama hewan dan tumbuhan. Tetapi perintahkan para malaikat untuk menolong para manusia terpilih yang memiliki kemampuan khusus. " ujar Sang mahadewa memberikan jalan keluar.


"Kenapa hanya sebagian, Yang Mulia? Lalu gimana dengan yang lainnya?"


"Kita nggak perlu menyelamatkan para manusia yang hanya bisa nenghancurkan planet, bukan?" ujar Mahadewa melemparkan pertanyaan pada Dewa Achcazia.


"Para manusia terpilih itu akan tetap kita jaga jiwanya, sampai bumi layak dihuni kembali. Atau setidaknya planet lain yang menyerupai bumi," jelas Mahadewa.


"Sedangkan untuk beragam jenis dan tumbuhan, kita serahkan hal ini pada Dewi Althea, Sang Dewi Kehidupan," perintah Mahadewa lagi.

__ADS_1


"Lalu gimana dengan para iblis dan undead yang juga tinggal di bumi?" tanya Dewa Achcazia penasaran.


"Bangsa mereka sangat kuat, tidak akan terpengaruh hanya dengan bencana seperti ini," jelas Mahadewa. "Jadi, cepat selamatkan para manusia yang aku pilih ini," imbuhnya.


"Sebenarnya ada sedikit masalah, Yang Mulia," ucap Dewa Achcazia seraya menundukkan kepalanya.


"Masalah apalagi?" tanya Mahadewa.


"Para malaikat saat ini tidak bisa turun ke bumi. Kekuatan mereka akan menghilang, ketika bencana itu terjadi," ujar Dewa Achcazia.


"Kalau begitu tugaskan para Dewa di bidangnya masing-masing," perintah Mahadewa lagi.


"Itu juga meragukan, karena para Dewa itu kebanyakan hanya mengawasi kerja para malaikat dari langit, jadi mereka tidak bisa mengenali para manusia."


"Argh, lalu sekarang bagaimana? Apa kita biarkan saja para manusia itu punah? Apa tidak ada cara lain?" ujar Mahadewa.


"Siapa? Cepat katakan," desak Mahadewa.


"Azura Andzelika, sang Fallen Angel," jawab Dewa Achcazia dengan singkat.


...🌟🌟🌟🌟...


"Apa dunia akan segera kiamat? Hahaha ...


Bagus, dong. Artinya akan ada tatatan baru di dalam pemerintahan Dewa Dewi, kan?" kata Azura sambil tertawa lepas, ketika Dewa Achcazia menyampaikan pesan dari Sang Mahadewa.


Fallen angel tersebut tidak peduli dengan bencana yang akan terjadi, karena tidak akan mempengaruhi kehidupan dia.

__ADS_1


"Itu memang benar. Tetapi kita juga harus waspada. Keberadaan manusia harus tetap kita pertahankan."


"Terus? Kenapa malah datang padaku?" ucap Azura dengan ketus. Ternyata hatinya masih merasa marah, dengan keputusan para Dewa Dewi yang mengusirnya ke bumi.


"Kami membutuhkan bantuanmu, untuk menyelamatkan dan menjaga para manusia, yang bisa meneruskan generasi mereka di masa yang akan datang," jelas Dewa Achcazia.


"Aku mau saja melakukannya. Tapi apa balasan yang akan diberikan padaku jika melakukan hal ini?" tanya Azura. Dia menaikkan sebelah alisnya dan menatap Sang Dewa dengan tajam.


"Hmm? Kamu mau sebuah istana?" ujar sang Dewa menebak-nebak.


"Ah, itu tidak menarik. Gimana kalau kalian kembalikan kekuatanku seperti dulu. Jadi aku bisa melaksakanan perintah mahadewa dengan baik." ujar Azura sambil tersenyum licik.


"Itu agak ..."


"Kalau nggak mau ya sudah. Toh, kalau aku nggak melakukannya, bukan aku yang bakal kesusahan," ucap Azura lagi dengan acuh.


Dewa Achcazia menghela napas secara perlahan. Ternyata sangat sulit untuk membujuk malaikat yang membelot ini.


"Baiklah, aku akan membicarakan hal ini terlebih dahulu pada Mahadewa. Tapi janji, jika kamu sudah menerima kembali seluruh kekuatanmu, harus segera melakukan perintah dari Mahadewa," sahut Dewa Achcazia mengalah.


"Aku janji," jawab Azura.


Setelah Dewa Achcazia pergi, Azura segera memanggil para pengikutnya dari golongan undead.


"Sesaat lagi akan ada bencana besar di bumi. Ini saatnya kalian pergi ke akhirat dengan tenang. Karena penjagaan di sana akan sangat berkurang. Aku akan membantu kalian semua," ujar Azura.


Sang fallen angel itu melepaskan para undead itu pergi. Dia sudah mendapatkan banyak kekuatan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, dari pada undead ini.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2