
Sesuai perjanjian Azura dengan Dewa Achcazia, akhirnya seluruh kekuatan malaikat milik Azura pun dikembalikan. Sang fallen angel itu akhirnya kini memiliki kekuaran dan kemampuan seperti dulu lagi.
Namun statusnya sebagai fallen angel, atau sebagai malaikat yang dihukum ke bumi masih melekat padanya.
Bencana dahsyat yang dikatakan Dewa Achcazia pun akhirnya terjadi.
Langit yang semua cerah, mulai berubah. Cumulonimbus menggulung di angkasa. Kilatan listrik megawatt menampakkan lidah apinya yang mematikan. Udara dingin mulai mencengkeram setiap benda dan makhluk di permukaan bumi.
Rintik hujan dari lapisan awan itu pun akhirnya turun. Suhu udara di negara tropis itu langsung terjun hingga ke suhu sepuluh derajat celcius. Tapi itu bukan hujan biasa. Melainkan hujan salju.
Ya, salju. Negara tropis itu secara aneh turun hujan salju. Hamparan tanah, pepohonan serta bangunan di wilayah tersebut berubah menjadi putih. Semua orang kegirangan menyambut fenomena langka tersebut. Tak peduli petir menyambar dengan dahsyat.
Azura yang sudah berpindah dari hutan menuju area perkotaan hanya duduk di atas awan, sembari melihat para manusia yang bersorak kegirangan tersebut.
Tapi semua keindahan itu hanya berlaku sesaat. Gulungan awan cumulonimbus perlahan menghilang.
Terlihat belasan titik terang di langit, itu bintang jatuh. Batu dari luar angkasa itu semakin terang dan semakin besar. Bulan dan matahari terlihat puluhan kali lebih besar dari ukuran biasanya.
Semua berlari mencari tempat perlindungan. Sayangnya tidak ada tempat yang aman. Gedung pencakar langit rubuh, bagaikan istana pasir tersapu gelombang. Gelombang supersonic yang diakibatkan oleh belasan asteroid berukuran 10 – 15 km membuat atmosfer terbakar.
Teriakan dan tangisan terjadi di mana-mana. Para orang tua mencari putra putri mereka. Sisanya mencari pasangan mereka. Sayangnya tidak ada waktu lagi untuk berlindung. Semua terlihat sama, merah menyala. Salju yang baru saja turun menjadi banjir raksasa.
Inilah saatnya Azura menjalankan tugasnya. Dia mencari para manusia yang sudah dipilih oleh Mahadewa untuk diselamatkan.
"Pria itu?" Dada Azura bergetar, ketika melihat manusia yang dicintainya, termasuk ke golongan manusia yang harus di selamatkan.
“Arsa! Arsa! Ikutlah denganku.”
Di tengah kegaduhan tersebut terdengar seseorang memanggil Arsa. Pria tampan itu tidak dapat melihat sosoknya.
"Apakah itu malaikat?" pikir Arsa yang sibuk mencari tempat berlindung.
“Arsa! Sebelah sini!” Suara itu terdengar jelas di tengah riuh teriakan.
__ADS_1
Kali ini Arsa melihat seorang wanita cantik bergaun putih mengulurkan tangannya. Arsa pun menyambutnya.
“Jika ini halusinasi, biarlah aku menikmatinya sebelum nyawa ini melayang. Jika malaikat, bawalah aku ke tempat yang tenang,” ucap Arsa pasrah dalam hati.
Malaikat cantik yang dihukum ke bumi itu akhirnya meraih tangan Arsa. Azura kemudian membuat Arsa tertidur lelap, lalu terbang melesat ke sebuah tempat di langit ke enam.
Tidak hanya Arsa, Azura juga menyelamatkan beberapa orang manusia lainnya.
"Haah? Cewek ini juga harus diselamatkan? Memangnya dia memiliki kemampuan apa?"
Orang terakhir yang diselamatkan Azura adalah wanita bernama Zayya, yang beberapa waktu lalu mengobrol bersama Arsa.
Azura rasanya tidak ingin menyelamatkan wanita itu. Tetapi jika dia sekali lagi mengabaikan perintah Mahadewa, bisa-bisa dia dilenyapkan dari jagat raya ini.
"Tunggu! Kenapa wanita ini memancarkan cahaya berwarna merah terang?"
Setelah menyelamatkan Zayya, Azura melihat seorang gadis remaja yang terombang-ambing di atas puing bangunan. Gadis manis itu tampak bugar, meskipun telah dihantam oleh ombak besar berkali-kali.
"Aku harus menyelamatkan gadis itu juga. Sepertinya dia berguna bagiku di masa depan nanti," pikir Azura, lalu menyembunyikan gadis remaja itu di suatu tempat.
Milyaran manusia tewas dalam bencana besar tersebut. Meski demikian, segelintir manusia di sebuah dataran tinggi dekat kutub, berhasil menyelamatkan diri mereka di dalam sebuah goa.
...🌟🌟🌟🌟...
Bencana besar yang menimpa bumi dan benda langit di sekitarnya pun usai, meninggalkan bumi dan beberapa planet lain yang porak poranda.
Dewa Ardeniz, Sang Dewa tanah beserta Dewi Cordelia, Sang Dewi laut, mengerahkan anak buah mereka lalu sibuk memperbaiki bumi yang porak poranda. Sementara Dewa Ferish, Sang Dewa kematian, beserta ratusan malaikat pencabut nyawa, sibuk membawa para manusia ke akhirat.
Azura membawa para manusia yang di selamatkannya itu di suatu tempat khusus, yang telah disediakan oleh Dewi Althea.
Niat jahat mulai muncul di dalam hatinya, ketika hendak memindahkan Arsa ke tempat khusus, untuk dibangkitkan lagi nanti. Gaun dan sayap putihnya, kembali berubah menjadi hitam legam.
Niat untuk memiliki lelaki itu secara seutuhnya semakin besar. Namun Azura tidak punya keberanian untuk melakukan niatnya itu.
__ADS_1
"Mau ku bantu?"
Suara pria dengan nada berat di belakang Azura, membuat fallen angel itu terkejut. Dia pikir aksinya kepergok oleh seorang Dewa. Namun Azura lebih terkejut lagi, saat sesosok undead yang seharusnya berada di akhirat berada di langit ke enam.
"Kenapa kamu masih ada di sini? Padahal aku sudah membuka akses bagi kalian untuk pergi ke akhirat. Ya, walau pun akses itu sebenarnya illegal," kata Azura lagi.
"Aku tahu, tetapi aku tak mau pergi. Dulu aku mati di usia delapan belas tahun, dan belum sempat melakukan banyak hal. Aku lebih suka tinggal di dunia dan melakukan hal yang menyenangkan," jelas undead itu lagi.
"Terus?" Azura mengerutkan keningnya.
"Izinkan aku menjadi pengikutmu Azura. Aku akan menjadi pelayan setia bagimu. Dan sepertinya saat ini kamu sedang membutuhkan bantuanku," kata undead itu.
"Bantuan apa?" ucap Azura. "Ah, tunggu! Sepertinya aku paham maksudmu. Kau bisa menggantikan Arsa di sini, lalu aku bisa membawa manusia ini pergi ke suatu tempat yang luput dari jangkauan para Dewa. Kau jenius!" ucap Azura dengan riang.
"Ya, seperti itu rencananya. Mulai sekarang kamu bisa memanggilku dengan Black Shade," ucap undead itu sembari mengubah dirinya menjadi menyerupai Arka.
"Tapi apa ini aman? Aroma manusia hidup dengan aroma undead itu berbeda," kata Azura.
Undead tersebut menunjukkan sebuah benda di hadapan Azura. "Aku baru saja mencuri ini dari salah seorang pengawal Dewi Althea. Dengan cahaya kehidupan ini, aku bisa mengelabui siapa pun," jelas Black Shade.
"Wah, ternyata nyalimu besar juga, ya?" kata Azura.
"Selanjutnya aku serahkan padamu, Azura. Bawalah pria pujaan hatimu itu ke tempat paling aman," lanjut Black Shade.
"Beneran nggak apa-apa nih, kamu dikurung dalam peti mati kaca ini dalam waktu yang nggak kita tahu?" tanya Azura.
"Aku ingin merasakan tidur nyenyak, sebelum akhirnya beraksi lagi mengacaukan bumi nanti," ujar Black Shade.
"Baguslah. Kalau begitu aku bawa ini sebagai jaminannya. Kau nggak bisa macam-macam padaku, selama benda ini masih ku pegang," kata Azura yang mengambil dua helai rambut dari Black Shade.
"Ya, terserahmu saja," ucap Black Shade.
Azura kemudian mengunci Black Shade yang berbaring di dalam peti kaca, di antara manusia lainnya. Nantinya mereka akan dikontrol dan dibangkitkan oleh Mahadewa sendiri.
__ADS_1
Sementara sang fallen angel itu kemudian membawa Arsa yang asli ke sebuah tempat rahasia, dan menyegel manusia itu dengan mantra khusus, agar siapa pun tidak bisa menemukan keberadaannya, termasuk Black Shade dan Mahadewa.
(Bersambung)