Negeri Empat Matahari

Negeri Empat Matahari
Ch. 8 - Atropa belladona


__ADS_3

[Jika Rania Wichery memberikan sesuatu, sebisa mungkin Anda menolaknya. Terutama makanan dan ramuan.]


"Kenapa aku dilarang menerima pemberian dayang Ratu?"


Ezekiel mengerutkan kening, ketika membuka surat kedua dari Dewi Zayya. Ia semakin berpikir keras, apa yang telah terjadi di sini. Mungkinkah dayang Sang Ratu berkhianat?


"Ah, benar juga. Pantas saja dari tadi aku merasa ada yang mengganjal ketika minum ramuan herbal tersebut," gumam Ezekiel.


Dewa Kecerdasan tersebut membuka kembali lembaran buku yang tadi ia baca. "Nah, ini dia. Tanaman Atropa belladona," seru Ezekiel.


"Atropa belladonna atau nightshade , merupakan tanaman semak beracun yang berasal dari benua Alkara dan Eiland. Tanaman ini menghasilkan buah beri hitam yang tidak boleh dimakan." Ezekiel membaca isi buku tersebut.


"Benua Alkara dan Eiland? Setahu aku, tanaman ini dulu tersebar di dataran tinggi Asia dan Eropa? Jadi maksudnya, Alkara dan Eiland itu benua Asia dan Eropa?" Ezekiel menarik kesimpulan baru.


"Menurut Institutes of Health Kingdom Viersonne (IHKV), Atropa belladona tidak aman untuk dikonsumsi. Memakan buah atau daun dari tanaman ini dapat menyebabkan kematian. Kontak kulit langsung dengan daunnya dapat menimbulkan reaksi alergi dan ruam kulit kemerahan." Ezekiel melanjutkan membaca paragraf di bawahnya.


"Jadi maksudnya, aku diracun?" pikir Ezekiel cemas. "Dayang sang Ratu meracunku? Atas perintah siapa?" Tiba-tiba ia merasa tidak aman berada di istana ini.


"Para peri, bisakah kalian mencari air kelapa untukku?" pinta Ezekiel pada para pelayannya.


"Di sini tidak ada tanaman itu, tuanku. Kita harus melalui Crocos Ailand untuk mendapatkannya. Perjalanan ke sana memakan waktu dua minggu," sahut Olive.


"Aku benci zaman kuno, tidak ada peralatan canggih," gerutu Ezekiel.


"Kalau begitu, berikan aku susu murni saja," kata Ezekiel.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟...


"Rania, apa Ezekiel baik-baik saja? Bukannya tanaman belladona itu mematikan?" tanya Sang Ratu. Ia baru menyadari, jenis tanaman yang digunakan Rania untuk melindungi ingatan Dewa Ezekiel.


"Saya sudah mempelajari banyak hal, Yang Mulia Ratu. Seiring dengan perkembangan dunia medis, tanaman semak ini aman digunakan secara massal," sahut Rania.


"Bagaimana cara kerjanya?"


"Tanaman ini akan terlebih dulu melewati proses rumit untuk mendapatkan senyawa kimia tertentu untuk digunakan sebagai obat," kata Rania.


Wanita itu berjalan ke sisi jendela seraya menatap langit jingga. Ia lalu duduk di sebuah kursi kecil di depan rak buku.


"Senyawa kimia penting itu adalah scopolamine dan atropine, Ratu. Scopolamine berfungsi untuk mengendalikan detak jantung dan melemaskan otot. Sedangkan atropine bekerja sebagai penangkal racun," jelas Rania lagi.


"Aku belum pernah mendengar tanaman ini digunakan sebagai obat dalam medis?" tanya Ratu penasaran. "Kamu kamu memasukkan sihir ke dalamnya?"


"Yang Mulia Ratu tidak meragukan kecerdasan Dewa Ezekiel, kan? Ia pasti memahaminya," kata Rania.


"Ya, yang aku tahu dia adalah makhluk terpintar di planet kita saat ini," ujar Ratu Azura. "Tidak salah aku memilihmu sebagai dayang utama, Rania. Wawasanmu begitu luas."


"Terima kasih atas pujiannya, Yang Mulia."


Sayangnya Ratu Azura Auristella dan Rania salah. Saat ini pikiran Ezekiel tidak lebih dari manusia biasa yang lemah dan mudah terpengaruh.


Dengan sebuah surat dari Dewi Zayya dan beberapa paragraf di buku Simplisia, Ezekiel menjadi menurigai Rania telah meracuninya.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟...


"Dewa, apa Anda baik-baik saja?" tanya Rose.


"Bagaimana aku bisa baik-baik saja, Rose. Aku baru saja meminum ramuan racun paling mematikan di bumi. Mungkin sebentar lagi aku akan mati," sahut Ezekiel.


"Tidak ada Dewa yang akan mati, meski ia bisa merasakan sakit," sahut Misty Amethyst. "Apa Dewa yakin telah meminum racun? Bagaimana kalau perkiraan Dewa salah?" lanjutnya.


"Aku sangat ingat aromanya yang wangi menyegarkan. Rasanya yang manis, seperti air fermentasi beras yang dicampur strawberry segar," kata Ezekiel bersikukuh pada pendiriannya.


"Tapi sampai sekarang Anda baik-baik saja, kan?" ucap Misty tegas. Peri cahaya ungu tersebut sangat peka terhadap energi jahat dan gelombang negatif.


"Benar juga, ya? Selama aku di sini banyak sekali hal aneh nggak masuk akal. Mungkin saja tanaman itu juga," ucap Ezekiel.


"Dewa, Prajurit Valenseau Castle baru saja memberikan sebuah undangan. Dewi Zayya mengundang tuanku, untuk makan malam bersama, sebagai perayaan ia pulang," ucap Berry.


"Oh, thanks," sahut Ezekiel, yang membuat para peri memandangnya aneh. Kata-kata itu tidak umum digunakan dalam istana.


"Ini kesempatanku untuk memastikan semuanya pada Sang Dewi," kata Ezekiel. "Ah, aku juga penasaran pada isi surat yang terakhir," gumamnya.


[Ku harap Anda baik-baik saja, Dewa Ezekiel. Ingatan masa lalu tidak pernah salah. Sampai jumpa di kastilku, Ezekiel.]


(Bersambung)


__ADS_1



[Belladonna: Uses and risks; https://www.medicalnewstoday.com/articles/318180 ; diakses 28 Mei 2022]


__ADS_2